Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
kesibukan membawa bencana


__ADS_3

Kevin menggeret kopernya yang berukuran sedang menuju pintu bandara, kepala terangkat menatap datar dari balik kaca mata hitam nya.


Tubuhnya yang tinggi nan paras yang tampan membuat sebagian wanita yang juga sedang duduk di boarding room seketika mengangkat kepalanya mengikuti arah kemana Kevin berjalan.


Tapi dengan cueknya, Kevin tak sama sekali menghiraukan mereka yang tidak sedikit juga mencari perhatian dengan kulkas dua pintu itu.


Kevin melirik arloji yang melingkar indah di tangannya, ya kurang dari 20 menit pesawat nya akan take off, dan lagi-lagi matanya melirik pada pintu masuk, entah seperti ada yang sedang di tunggu nya namun hanya senyuman kepahitan yang ia tunjukkan.


Sepuluh menit lamanya Kevin duduk di sana, dan tiba-tiba ada sepasang kaki yang berdiri di depannya, semula Kevin tidak menghiraukan nya namun karena rasa penasaran nya iapun mengangkat kepalanya dengan perlahan.


Berlagak jaim, Kevin hanya berdecak dengan memutar bola matanya dan berkata.


''Kenapa kau kesini?'' tanyanya dengan nada yang cuek.


''Bukankah kau menunggu ku?''


''Ck, percaya diri itu memang penting, namun jangan berlebihan.'' Sarkas Kevin dengan frontal.


Tanpa canggung seseorang itu duduk dan bergelayut manja pada lengan Kevin dan membuat para wanita yang sedari tadi mencuri pandang serta perhatian Kevin, berteriak kesal.


''Hei, jaga sikap mu.'' Ucap Kevin namun tidak menolak nya.


''Vin, aku ikut ya. Aku rasa memang disini bukan lagi tempat ku.'' Ucapnya, ya dia adalah Tiara lestari, mantan kekasih David, sahabat Kevin sendiri.


Tiara memang sudah di terima lagi di dunia entertainment, namun kejadian yang lalu tidak bisa keluar dari ingatannya, bagaimana ia di permalukan di media dan di hinanya ia di depan publik. Itu semua membuat ia tidak bisa menerima dirinya sendiri untuk melanjutkan hidup di tengah-tengah orang-orang yang pernah menganggap nya buruk.


''Apa kau yakin?'' tanya Kevin lagi untuk memastikan kalau Tiara sudah mengambil keputusan untuk nya sendiri.


''Heummm, aku rasa,, aku sudah yakin.'' Sahut Tiara.


Kevin pun terdiam dan membiarkan Tiara merebahkan kepalanya di pundak kirinya.

__ADS_1


''Terima kasih Kevin, karena kamu aku bisa lebih percaya diri lagi, dan memang sejak dulu kau yang selalu memberikan ku dukungan penuh dengan cara mu sendiri.'' Gumam Tiara dalam hatinya.


***


Karena telatnya bangun, David pun telat pergi ke kantor nya, memang akan ada sebuah meeting yang dia sendirilah sebagai pemimpin nya dan akan mempresentasikan kinerja aplikasi yang dia buat sendiri.


''Rebbeca kau atur waktu meeting, dan kau Krishna, berikan ini pada devisi yang kau pimpin.'' Ucap David memberikan tugas pada para bawahannya.


Kesibukan David membuat lupa akan sesuatu, ya janji makan siang bersama dengan istrinya yang sudah menunggu nya di sebuah restoran Korea sesuai permintaan nya.


Sedari kemarin, David terus menunda makan siang bersama dengan istrinya karena perihal sebuah projek yang sedang di kerjakan nya, dan siang inilah janji David pada Zahla yang sudah menunggu nya namun David melupakannya juga walaupun itu tanpa kesengajaan.


Beberapa kali Zahla melirik jarum jam yang menempel di dinding restoran, sudah satu jam juga ia menunggu kedatangan David namun belum juga terlihat batang hidung pria tampan keturunan Belanda indo itu.


Namun Zahla tetap ingin menunggu nya walaupun beberapa kali pelayan resto mendatanginya untuk menanyakan pesanan yang akan Zahla pesan.


''Aku akan memesan jika suami ku sudah datang.'' Ucap Zahla dengan kesal karena terus di datengi pelayan restoran tersebut.


''Wanita malang itu sepertinya istri simpanan seorang pria tua. Cih... dia berharap kalau suaminya akan datang, kita lihat saja, dia tidak akan mendatangi mu, karena istrinya yang sah lebih cantik dari mu.'' Gerutu seorang pelayan wanita yang kesal karena Zahla tidak memesan makanan sejak satu jam ia duduk di sana.


Wanita pelayan itu terus menduga-duga siapa Zahla sebenarnya karena memang penampilan Zahla yang sederhana jauh dari kata mewah layaknya istri dari CEO sebuah perusahaan.


Hanya memakai baju berlengan pendek dengan rok selutut dan di padukan flat shoes dengan warna senada pada tas yang di sangkilnya. Itulah penampilan Zahla.


''Haaahhhh,, David kemana kau,'' gumam Zahla yang sejak tadi menghubungi nomor David namun tidak tersambung.


''Tidak masalah kan jika aku duduk di sini.'' Ucap seseorang yang baru saja datang dan duduk begitu saja di kursi depan Zahla dan membuat Zahla terkejut karena nya.


''Sepertinya kau sedang menunggu seseorang?'' ucapnya lagi, namun Zahla masih tetap diam dengan menatap waspada.


Di sudut lainnya, pelayan yang tadi meremehkan Zahla pun terkejut melihat seseorang yang datang dan duduk bersama dengan Zahla.

__ADS_1


''Itu bukannya pengusaha sukses di kota ini, ya dia tuan Marck.'' Ucap pelayan tersebut.


''Mau apa kau disini?'' tanya Zahla dengan mode serius.


''Aku? aku hanya kebetulan melihat mu sendirian sejak tadi,'' jawabnya. Ya, dia adalah Leo Marck, pria yang pernah hampir saja menjadi tunangan nya sekaligus rival bisnis David.


''Aku sedang menunggu suami ku, kau bisa duduk di kursi lain,'' usir Zahla dengan ketus.


''Astaga, kalau tidak salah, kau sudah menunggu suami mu hampir satu setengah jam, apa benar?'' Zahla berdecak kesal karena ucapannya.


''Bukan urusan mu,'' ketus Zahla.


Leo melambaikan tangannya pada pelayan dan pelayan yang sama lah yang mendatangi Zahla tadi yang saat ini sedang berdiri karena Leo memanggilnya.


''Americano dan?-'' tanya Leo pada Zahla.


''Tidak terima kasih.'' Tolak Zahla dengan sarkas.


''Baik, americano saja, nanti jika kekasih saya sudah ingin memesan, akan saya panggil lagi.'' Ucap Leo tanpa tau rasa malu.


Ucapan Leo bukan hanya membuat Zahla terkejut karena mengaku kalau dirinya kekasih nya, pelayan itupun sama terkejutnya, wanita yang tadi ia duga hanya orang biasa ternyata wanita dari pria terkenal.


''Kau keterlaluan,'' ucap Zahla dengan kesal dan sudah akan pergi namun di tahan oleh Leo.


''Duduk, atau aku akan membiarkan mereka merekam kita dan menyebarkan berita dengan caption kau adalah kekasihku, bagaimana?'' ancam Leo dan Zahla tidak peduli itu, ia tetap akan pergi namun kata-kata ancaman Leo yang kedua kali ini berhasil membuat Zahla duduk kembali. ''Baik, kalau begitu apa tanggapan mertua mu nantinya.'' Ucap Leo lagi.


''Bagus,'' ujar Leo lagi dengan wajah menyebalkan.


''Sebenarnya apa mau mu?'' tanya Zahla dengan suara pelan karena ia melihat beberapa pelayan sedang merekamnya secara diam-diam.


''Aku hanya ingin kau duduk menemani ku makan siang.''

__ADS_1


''Baik, kalau begitu perintahkan mereka untuk berhenti merekam kita.'' Ucap Zahla dan Leo pun menyetujuinya.


__ADS_2