Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Di luar Dugaan


__ADS_3

Di sebuah cafe yang berada di sebrang jalan bangunan Hotel, dua orang sedang menyesap kopi pesanannya, ya mereka adalah Kevin dan Tiara.


Sebagai ucapan terima kasih pada Tiara, akhirnya Kevin pun menyetujui ajakan Tiara yang mengulang ajakannya lagi untuk meminum kopi bersama. ''Lalu rencananya kapan kau akan pulang?'' tanya Tiara yg yang kembali menyesap kopinya.


''Entahlah, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dulu, lepas itu baru aku pulang.''


''Emmm bagaimana pernikahan mereka?'' tiba-tiba Tiara menanyakan hal yang Kevin sendiri sudah tahu maksud tujuan Tiara yang mengajaknya untuk berbincang.


''Kau belum juga melupakan nya?''


''Oh bukan, bukan seperti itu Kevin. Aku hanya bertanya saja, aku berharap mereka bisa hidup bahagia, itu saja.''


''Apa kau yakin?'' Tiara hanya mengangguk.


''Pernikahan mereka berjalan dengan lancar, dan hikmat. Apa lagi yang ingin kau tanyakan tentang nya, aku akan menjawab sebisa ku.''


''Tidak itu saja.'' Jawab Tiara dengan wajah sendu nya.


Acara minum kopi bersama itu harus berakhir karena Tiara yang sudah di hubungi pihak manager nya untuk melakukan pemotretan selanjutnya, dan Tiara pun meminta maaf pada Kevin untuk dirinya undur diri lebih dulu. Kevin yang masih ingin berada di cafe itu hanya berdiam dengan menikmati alunan musik bergenre akustik dari pemain gitar dan kembali menikmati kopinya lagi.


''Sudah larut begini dia masih pergi bekerja,'' gumam Kevin.


***


''Sayang apa kau yakin tidak akan tinggal disini?'' tanya Devita pada Zahla dan David yang sudah bersiap akan pergi dari istana Carroll.

__ADS_1


''Kak, biarkan dia menikmati masa-masa pengantin baru terlebih dulu, lagipula kau kan bisa mengunjunginya kan, hanya di apartemen David juga.'' Timpal Puspa yang saat itu kebetulan sedang berada di sana dan akan ikut mengantarkan pengantin baru sampai depan pintu.


''Benar yang di katakan bibi, sudahlah mom, seperti kami akan pergi dari negara ini saja,'' ujar David. Devita benar-benar mengharapkan kalau menantu dan anaknya itu bisa tinggal bersamanya namun ia tahu ini semua anaknya lah yang menginginkan nya agar bisa menghabiskan waktu berdua, karena dia juga menyadari semenjak dua pasangan pengantin baru itu ada di sana l, dirinya selalu mengganggu waktu berdua mereka.


Devita tetap menekuk wajahnya, matanya terus menatap Zahla agar Zahla bisa membujuk David. ''Mom ingin punya cucu secepatnya kan?'' bisik David langsung ke depan daun telinga Mommy nya.


Dengan satu kalimat dari sang anak, expresi dan raut wajah Devita seketika berubah drastis menjadi lebih ceria, dan seketika kepalanya mengangguk dan bertingkah aneh.''Aahh ya sudah, cepat kalian pergi. Dan jangan lupa jaga kesehatan agar kuat melewati pertempuran nya.'' Ujar Devita.


''Dia kenapa?'' gumam Puspa yang bingung dengan tingkah kakak iparnya itu.


Zahla dan David sudah berada di dalam mobil untuk menuju apartemen milik David, Zahla yang merasa aneh dengan sikap sang mertua setelah David bicara berbisik dengan nya tentu masih merasa penasaran. ''Emmm David, tadi kau bicara apa pada Mommy, kenapa sikap mommy seketika berubah, yang semula bersedih seketika menyuruh kita segera pergi.''


''Rahasia, sudah jangan kau pikirkan itu.'' Zahla hanya membuang pandangannya lagi ke arah kaca. ''Oh ya honey, tidak apa-apa kan kita sementara tinggal di apartemen, aku belum sempat mencarikan rumah.'' Ujar David lagi.


''Tidak apa-apa David,'' jawabnya. ''Apartemen nya saja sudah sangat mewah, dia mau cari tempat tinggal seperti apa lagi''


''Tapi apa kau tidak lapar?'' tanya Zahla dan David hanya menggeleng. ''Aku bisa menghubungi pihak resto agar mengantarkan makanannya kesini.'' Mendengar jawaban sang sultan, tentu Zahla hanya bisa pasrah, seharusnya ia pun tahu jawaban sombong apa yang akan di ucapakan suaminya itu.


''Honey, beberapa hari ini kau bahkan tidak punya waktu untuk ku, kau hanya menyibukkan diri dengan Mommy, sedangkan aku. seperti tidak ada.'' Keluh David pada Zahla.


''David suami ku, apa kau cemburu dengan Mommy mu sendiri.''


''Tentu, sebab itu aku membawa mu untuk tinggal disini.'' Entah kenapa Zahla hanya diam dengan menatap wajah David, batinnya berbicara dengan sikap manja David, ia tidak menyangka pria yang dulu di kenalnya dengan sifatnya yang arogan juga pemarah bisa berbicara manja dengan nya saat ini, sungguh diluar dugaan.


''Kenapa? kenapa kau malah memandangi ku seperti itu?'' Zahla menggelengkan kepalanya. ''Honey, apa kau sudah selesai dengan urusan tamu mu itu?'' tanya David dengan suara yang sangat pelan.

__ADS_1


Zahla mengulumkan senyuman, ia benar-benar geli melihat tingkah suaminya itu, selain itu dia juga merasa malu untuk menjawabnya. ''Honey, jawab..'' Bagaikan seorang anak kecil David terus merengek menunggu jawaban dari Zahla yang malu untuk menjawabnya.


''David, sudahlah. Lebih baik kau mandi karena kau bau.'' Ucap Zahla yang sengaja mengatakan itu agar David melupakan pertanyaan nya.


Zahla mengambil kesempatan itu untuk pergi menjauh dari David, ya dia sangat tahu suaminya itu sangat tidak suka siapapun mengatakan kalau dirinya bau badan, David terus mengendus seluruh tubuhnya yang di katakan istrinya itu bau. ''Bau? wangi seperti ini dia bilang bau. Tapi apa iya, sebaiknya aku mandi lagi agar Zahla nyaman berdekatan dengan ku.'' Gumam David yang segera berlalu ke kamarnya untuk mandi kembali.


''Haaahh, kali ini aku bisa lolos, entah nantinya.'' Tawa Zahla di balik dinding pemisah antara ruang tahu dan jalan menuju ruang memasak.


***


Rencananya esok Kevin akan meninggalkan negara itu, dengan satu kali pertemuan lagi dan kerja sama anatar dia dan calon kliennya itu agar terjalin.


''Tuan Kevin, kita akan bekerja sama, aku harap nantinya kita akan terus berhubungan baik.'' Ujar pria bernama Olaf.


''Ya Tuan Olaf, kau benar, semoga yang kau harapkan benar-benar terjadi.'' Timpal Kevin.


''Tapi sebelum itu, aku akan mengajak mu merayakan hari pertama kita mulai bekerja sama, bagaimana?''


''Ya kau urus saja, lepas itu kabari aku.''


''Baiklah.''


Kevin dan pria bernama Olaf itu akan menjadi rekan bisnis, Olaf yang di kenal banyak orang sebagai pengusaha di bidang yang sama dengan Kevin itu sangatlah terkenal dermawan dan baik hati, maka dari itu Daniel menyarankan rencana kerja sama di antara Kevin dan Olaf.


''Tuan Kevin, aku tinggal sebentar, kau nikmati jamuan ini.'' Ucap pria bernama Olaf yang berlalu pergi dari sana meninggalkan Kevin dengan beberapa sajian.

__ADS_1


Kevin yang merasa bosan akhirnya memutuskan untuk berkeliling sebentar di tempat yang sejuk itu, namun saat dirinya melewati sebuah ruangan yang tertutup dan seperti nya di kuncinya dari dalam, indra pendengaran nya seperti mendengar sesuatu.


''Akkkhhhhhh, tolong Tuan, aku mohon lepaskan aku''


__ADS_2