
sudah dua malam ini Zahla di rawat di rumah sakit yang letaknya tidak jauh dari perusahaan, Kean yang memang turut ikut bertanggung jawab atas Zahla pun terus berusaha mencari akal untuk menghubungi David, namun Zahla yang tahu akan hal itu melarangnya karena Zahla mengerti pada saat ini David masih di landa rasa berduka atas meninggalnya kakek nya.
Kevin dan Rey yang baru mengetahui sehari setelah kepergian dari kakek David pun berusaha membuat David terhibur. Di rumah duka khusu keluarga Carroll, David termenung seorang diri, terlebih lagi ia telah membaca surat wasiat yang dimana di sana mengatakan kalau dirinya harus segera mengurus perusahaan yang dimiliki mendiang kakeknya nya yang memang sudah di wariskan untuk nya sejak lama, namun David belum juga menerimanya.
Bukan hanya menuliskan soal pengurusan perusahaan, sang kakek pun mengatakan kalau dirinya sangat ingin David segera menikah dan memiliki keturunan yang sudah di pastikan untuk pewaris keluarga Carroll juga keluarga Mahendra, nama dari kakek yang baru saja berpulang itu.
Rey dan Kevin Sudan mengetahui keadaan Zahla namun mereka tetap bungkam karena permintaan Zahla sendiri yang tidak mau membuat David semakin terpuruk. Hari ini Zahla memaksakan diri nya untuk segera keluar dari rumah sakit tanpa melakukan tindakan operasi yang sudah di sarankan oleh dokter padanya, ia percaya akan mukjizat yang mungkin saja akan menghampiri nya, dan dia percaya akan pendiriannya.
Tiara yang baru datang ke rumah sakit merasa aneh ketika melihat Zahla yang sudah berganti pakaian dari pakaian pasien ke pakaian milik Zahla sendiri.
''Zahla, ada apa?'' tanya Tiara yang segera menanyakan nya.
''Nona Tiara, aku sudah memutuskan untuk keluar dari rumah sakit hari ini,'' jawabnya.
''Tapii,, operasi nya?''
''Tidak Nona, saya akan bertahan sebisa saya.''
''Ya sudah, itu sudah keputusan mu sendiri. Emmm, apa David belum juga tahu soal ini?''
''Aku melarang mereka memberitahukan nya,''
''Emmmm, oh ya aku ingin mengatakan sesuatu tapi,, ahh sudahlah lupakan.'' Ucap Tiara yang menggantung dan tentu membuat Zahla merasa penasaran dengan apa yang ingin Tiara katakan padanya.
__ADS_1
''Ada apa Nona, katakan lah.''
''Tidak Zahla, lupakan saja.''
''Kenapa?''
''Aku tidak ingin membuat mu dilema,''
''Dengan cara Nona Tiara menggantung ucapan, sudah membuat ku dilema,'' celetuk Zahla dengan wajah datarnya.
''Emm baiklah, begini, Kean tadi malam bercerita tentang kondisi David saat ini, dia sedang di landa kebimbangan karena wasiat dari tuan Mahendra yang di limpahkan nya,''
''Wasiat? tentang apa?''
''Soal pengurusan perusahaan, dannn,,'' lagi-lagi Tiara pun menggantung ucapan nya.
''Soal pewaris,'' ucap Tiara dengan suara tertahan entah karena merasa tidak enak atau apa tujuannya mengatakan hal itu, tapi pastinya ucapan Tiara berhasil membuat Zahla bersedih dan memikirkan bagaimana kelak hubungan nya dengan David jika memang Tuhan berkehendak dirinya sulit akan memiliki anak.
''Maaf ya La, aku tidak bermaksud membuat kamu sedih,''
''Tidak apa Nona, aku lanjutkan merapihkan pakaian ku terlebih dahulu ya, permisi.'' Ucap Zahla yang berlalu ke kamar kecil yang letaknya di ujung ruangan.
Dengan tangan yang di lipat di atas perut ramping nya, senyum Tiara terkesan sangat aneh, bibirnya yang tersungging dengan senyuman namun senyum yang mencondong ke samping tentunya menyiratkan sesuatu di balik nya dan hanya dirinya lah yang tahu niat dari dirinya sendiri dari tujuan nya.
__ADS_1
Zahla yang sudah masuk bekerja pun berharap bisa melihat keadaan David, tapi harapannya pupus karena David sampai sekarang pun belum juga masuk untuk bekerja karena memang baru tiga hari kepergian sang Kakek.
Suara hentakan dari sepatu seseorang mengalihkan pandangannya dari layar laptop yang saat ini sedang ia tatap. ''Kak Kevin, kau datang,'' ucap Zahla dengan wajah manisnya.
''Bagaimana keadaan mu? apa kau sudah merasa lebih baik?''
''Sudah lebih baik kok kak, tapi bagaimana dengan David?''
''David pun sudah lebih baik, kau tidak perlu khawatir, lebih baik kita pergi makan, kau pasti belum makan kan?''
''He'em, kebetulan aku juga sudah lapar,'' ucap Zahla yang langsung merapihkan pekerjaan nya dan ikut pergi bersama Kevin yang mengajaknya untuk makan siang.
Sesaat Zahla memang bisa melupakan apa yang sedang membuat ia dilema, namun tidak dapat di pungkiri bahwa persoalan yang di katakan Tiara pun mengganggu dirinya.
Di restoran Kevin yang sedang menikmati pesanannya di buat heran karena melihat Zahla yang hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa memakan nya.
''Zahla, kau kenapa?'' tapi tidak ada tanggapan dari Zahla yang memang sedang melamun entah memikirkan apa.
Karena tidak ada tanggapan dari Zahla, Kevin pun segera menyentuh lengan Zahla dan itu membuat Zahla terkejut dan sadar dari lamunannya.
''Ya kenapa kak?''
''Kamu kenapa? kenapa makanannya cuma di aduk-aduk begitu,''
__ADS_1
''Aku kepikiran David kak,''
''Haaahhhh, sudah ku katakan, kau tidak perlu khawatir, dia sudah lebih baik, mungkin besok sudah mulai beraktivitas seperti biasa,'' Zahla pun bisa bernafas lega dan menganggukkan kepalanya lalu memakan makanannya yang sudah tidak berbentuk seperti semula karena ulahnya sendiri itu.