
David yang datang secara tiba-tiba, tidak terima melihat wanitanya yang di peluk paksa oleh seseorang terlebih lagi seseorang itu adalah Kevin, sahabatnya sekaligus asistennya sendiri.
Wajah yang memerah dengan urat-urat yang menegang menandakan kalau David saat ini benar-benar sedang marah bercampur rasa cemburunya.
Matanya menatap tajam wajah Kevin yang sudah berdarah di bagian samping bibirnya, dan sudah di pastikan Kevin mengalami pecah bibir karena pukulan keras dari David.
''Apa yang kau lakukan, hah!!'' bentak David.
Kevin diam, menatap balik wajah David juga manatap wajah Zahla secara bergantian, ia tahu dan mengerti kenapa David bisa bersikap seperti itu, di karenakan rasa cemburu yang mendalam karena adanya rasa cinta yang teramat sangat besar.
Kevin tersenyum, ia tidak membalas pukulan David, kakinya melangkah perlahan dengan tangan yang satu terus memegang bagian wajahnya yang terasa sakit.
''Apa kau benar-benar mencintainya?'' alis dan mata David mengernyit, merasa aneh dengan pertanyaan Kevin.
''Orang buta pun akan paham,'' balas David dengan ketus.
''Baiklah, kalau begitu bawa dia pergi kemana pun kau berada, aku akan mendukung mu, dan aku akan melupakan janji ku pada Ayah mu.'' David semakin di buat bingung dengan apa yang di katakan oleh Kevin padanya.
''Janji? janji apa maksud mu?''
__ADS_1
''Kau ingat aku pernah mengatakan kalau selama ini aku mencari keberadaan adik ku, dan tanpa sepengetahuan mu, aku juga telah meminta Paman Daniel untuk menemukan Carissa, dan hari ini aku baru mengetahui kalau adik ku yang selama ini aku cari ada di dekat ku tanpa aku sadari.'' Matanya melirik Zahla yang berdiri terpaku di antara nya.
''Lalu?''
''Ya ternyata adikku adalah, Zahla.'' Lanjut Kevin. Bukan hanya David yang terkejut dengan rasa tidak percaya nya, begitu juga Zahla yang terkejut bercampur bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
''Bagaiman bisa? apa kau sedang bercanda?'' David masih belum tidak percaya dengan apa yang Kevin ucapakan padanya.
''Ya ceritanya mungkin tidak masuk di akal begitu cepat, tapi inilah yang terjadi, dan aku hanya berharap, jika kau benar-benar mencintainya, bawalah dia.''
''Tunggu! apa ini? apa maksudmu?'' potong Zahla yang masih bingung dengan apa yang mereka saat ini tengah bicarakan.
''Carissa, emmm maksud ku Zahla. Apa ibu mu bernama Nadia? jika iya,, sudah di pastikan kau mengerti dengan apa yang aku dan David, bicarakan.''
David dan Kevin terdiam dengan saling menatap, namun kemudian, Kevin mengingat sesuatu dan berlalu begitu saja dari ruangan Zahla dan menuju ruangannya.
David melihat wajah Zahla yang masih dengan raut syok nya, perlahan ia menghampiri nya dan memeluknya dengan pelukan hangat, bertujuan agar Zahla lebih tenang sedikit.
David mengingat apa yang di katakan Daddy nya, bahwa ia harus pergi ke Jepang dan menjauhi Zahla, dan ucapan itu bersangkut paut dengan apa yang Kevin ucapakan, perlahan pun ia mulai mengerti walau belum sepenuhnya.
__ADS_1
'' Kau tenang saja, ada aku disini.'' Ucap David dengan lembut, Zahla yang merasa lebih tenang hanya mengangguk dengan membalas pelukan David dan berkata. ''Aku bingung, apa yang sebenarnya terjadi.''
Beberapa saat kemudian, Kevin kembali dengan membawa sebuah buku, yang ternyata isinya adalah album foto, dengan segera Kevin membukanya lembar demi lembar menunjukan pada David dan Zahla.
''Lihat ini, dan ini, juga ini.'' Zahla dan David memperhatikan potret anak kecil yang ada di album milik Kevin, dan tiba-tiba David mengingat sesuatu setelah melihat satu potret yang disana, seorang anak kecil sedang berdiri di sebuah taman dengan bandana yang bermotif bunga.
''Zahla, foto ini, foto yang aku lihat di tumpukan buku-buku mu, kau memiliki nya juga kan.'' Dengan cepat Zahla ikut memperhatikan wajah yang ada di foto itu, matanya berkaca-kaca dengan nafas yang memburu, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya, selama ini ia berdoa agar memiliki keluarga kandung, dan saat ini Tuhan telah mengabulkan doa nya.
''Iya, David. foto ini adalah foto ku, aku juga memilikinya, tunggu sebentar.'' Ucap Zahla yang langsung menyambar tasnya dan mencari keberadaan foto miliknya.
''Ini,'' lanjutnya yang menunjukan foto miliknya dan di taruh sejajar dengan foto yang ada di album milik Kevin, memang foto itu sekilas terlihat berbeda karena pengambilan gambar dilakukan di tempat yang berbeda pula, namun ketahuilah itu benar-benar dirinya.
''Kau benar-benar kakak ku?'' tanya Zahla dengan linangan air mata dan Kevin hanya mengangguk dengan tangan yang mengusap lembut kepala Zahla.
''Emmm, Vid kita bisa bicara sebentar,'' ucap Kevin yang di angguki David dan merekapun pergi dari sana meninggalkan Zahla seorang diri di ruangannya.
Di balkon kantorlah Kevin membawa David, ia ingin mengatakan perihal janji dirinya pada Daniel yang terpaksa terucap. ''Vid, tadi setelah aku mendengar cerita mu, aku segera pergi ke Mansion utama untuk menanyakan pada Paman, dan Paman meminta ku untuk berjanji jika dia memberitahukan dimana adikku, aku harus membawa Zahla sejauh-jauhnya dari mu. Tapi aku sadar setelah melihat cinta kalian, jadi aku minta jangan tinggalkan dia, dia sudah cukup menderita selama ini, mungkin ibunya di masalalu memiliki dosa besar terhadap orang tua mu, tapi Zahla tidak tahu menahu tentang itu, Vid.'' Ujar Kevin panjang lebar.
David terdiam, ia merasa malu dengan apa yang dia dengar, dia tidak percaya kenapa orang tuanya memiliki pikiran seperti itu, yang seharusnya berfikir kalau Zahla memang tidak tahu perihal itu, terlebih itu memang masalalu mereka.
__ADS_1
''Vin, aku telah mencintai Zahla tanpa melihat siapa dia dan dari mana dia berasal, jadi kau tidak perlu khawatir karena aku pun tidak akan berpikiran sama dengan orang tua ku.'' Ucapnya dengan bijak.
''Dan walaupun kau kakaknya, kau juga tidak akan bisa menjadi jarak antara aku dan Zahla.'' Lanjutnya, Kevin memutar matanya malas karena lagi-lagi ia melihat David yang bersikap posesif namun dalam lubuk hatinya, ia benar-benar bahagia dan tenang karena sikap dan sifat posesif dari sahabatnya akan menjadi bentuk kebahagiaan adiknya kelak.