
Lepasnya menjelaskan pada Zahla, dokter dan perawat itu pun berpamitan pergi dari sana dan tentu menyisahkan dua wanita berbeda usia itu.
''Nona Tiara, bagaimanapun kau waktu itu, aku tetap harus berterimakasih padamu,'' ucap Zahla dengan tulus kepada wanita yang membawanya ke rumah sakit itu yang ternyata adalah Tiara, wanita yang pernah berniat mencelakai nya.
''Ya Zahla, apa yang sudah ku perbuat padamu tidaklah sebanding dengan bantuan kecil ini.'' Sahut Tiara menanggapi ucapan gadis yang lebih pantas menjadi adiknya itu.
Kean yang mencari keberadaan David belum juga ia temukan sampai matahari sudah memunculkan cahayanya pun Kean tetap mencari David yang entah kemana perginya itu.
''Apa aku harus ke mansion keluarga Carroll?'' gumam Kean.
''Tapi bagaimana dengan tuan Daniel, mengingat beliau tidak menyukai hubungan pertemanan antara aku dengan David, apa dia menerima kedatangan ku?'' lanjutnya yang terus menimbang-nimbang apa yang akan dia lakukan.
''Ah sudahlah itu urusan nanti, yang terpenting aku harus mencari keberadaan David terlebih dahulu,'' tanpa berpikir panjang lagi, Kean kembali menancapkan gas nya meninggalkan pelataran bangunan apartemen yang di tinggali David dan Zahla itu dan menuju mansion milik keluarga Carroll.
Ya sejak dulu Daniel sangat menentang pertemanan antara David dan Kean karena mengingat Kean yang pernah masuk ke dalam lembah hitam dan Daniel takut dengan anaknya yang akan terpengaruh dengan Kean yang bahkan pernah keluar masuk penjara karena kelakuan nya tersebut. Dan karena itulah Daniel tidak menyukai Kean, berbeda dengan pertemanan antara Rey dan Kevin pada David anaknya, karena Daniel pun sangat mengenal orang tua Rey yang memang anak dari teman bisnisnya, dan Kevin yang memang selalu berkelakuan baik sejak dulu dan mendampingi anak nya itu.
Sesampainya Kean di depan gerbang besar menjulang tinggi keatas, keraguan itu muncul kembali, tapi dengan keyakinan yang dia miliki telapak tangannya pun menekan klakson untuk memberi tanda agar penjaga di sana membukakan gerbang untuk nya.
Namun seorang penjaga bukannya membukakan gerbang malah menghampiri mobil Kean dan mengetuk kaca mobil nya. ''Anda mencari siapa?'' tanya salasatu penjaga.
''Saya Kean, taman David, Emmm maksud ku tuan muda David, apa dia disini?''
''Maaf tuan Kean, tidak ada siapapun di mansion,'' jawab penjaga itu, alis tebal Kean mengernyit heran dengan jawaban penjaga itu.
''Tidak ada siapapun? maksud mu?''
__ADS_1
''Iya, semua pergi ke kediaman Tuan sepuh,''
''Tuan sepuh?''
''Ya, tadi pagi dini hari Tuan sepuh di kabarkan telah wafat, dan tuan besar Daniel beserta keluarga pun langsung bergegas kesana.'' Jawab penjaga tersebut.
''Astaga, inilah sebab David sulit di hubungi,'' gumamnya. ''Ya sudah, terima kasih.'' Ucapnya lagi lalu berlalu pergi dari sana.
Di rumah sakit, Zahla yang sedang termenung di kamarnya terperanjat kaget ketika mendengar pintu terbuka yang dia kira adalah David namun ternyata bukan.
''Hay Zahla,'' ucap Tiara yang baru saja datang.
''Nona Tiara?''
''Kenapa? apa kau tidak senang jika aku yang datang?''
''Emmm, Zahla, Sepertinya David tidak bisa mengunjungi mu, karena aku barus aja dapat kabar dari Kean, temannya David, kalau kakek dari David wafat dan sudah pasti David tengah sibuk mengurus kematian kakek nya.''
''Benarkah? astaga, pasti David tengah sedih saat ini.'' Gumam Zahla.
Pintu kembali terbuka lebar dan ternyata dokter juga satu oran yg perawat lah yang datang ke sana. ''Selamat pagi nona Zahla,'' sapa dokter tersebut.
''Pagi dok. Bagaimana Dok, kapan saya di izinkan keluar dari sini?''
'' Maaf Nona, anda belum bisa keluar dari sini karena harus melakukan rangkaian pengobatan lainnya, baru saja saya membaca hasil lab anda dan ternyata ada sesuatu yang serius yang harus di tangani lebih lanjut lagi,''
__ADS_1
''Apa itu dokter?'' sambar Tiara.
''Ya menurut hasil pemeriksaan, luka di dinding rahim pada nona Zahla sudah parah, dan harus melakukan tindakan untuk pengobatan tersebut karena kalau tidak nona Zahla sendiri yang akan terus merasakan kesakitan itu.''
''Tindakan apa dok?'' tanya Zahla dengan wajah yang pucat.
''Oprasi, tapi ada satu hal yang harus anda tahu,'' ucap dokter menjeda ucapannya.
''Apa itu dokter, katakanlah,'' sahut Zahla lagi.
''Dampak dari tindakan operasi tersebut akan membuat nona Zahla sangat sulit mempunyai seorang anak,'' bagai di terjang badai perasaan Zahla saat ini benar-benar hancur, seorang wanita yang sulit mempunyai anak akan sulit juga mempertahankan harga diri nya karena itulah satu-satunya harta berharga yang mampu wanita hasilkan.
Wajah Zahla benar-benar mendung, ia benar-benar sedih dengan apa yang baru saja ia dengar, dan itu dapat terlihat dan di mengerti oleh mata yang melihat wajahnya.
''Saya tahu kenyataan ini membuat Anda sedih, namun kami tidak bisa lagi berbuat lebih, semua keputusan ada di tangan anda, kalau begitu kami permisi.'' Dokter tersebut pun pergi meninggalkan Zahla dengan perasaannya yang bimbang.
''Zahla, aku mengerti kau sedih, tapi itu semua demi kebaikan mu sendiri,'' ucap Tiara yang berniat menghibur Zahla.
''Tapi aku akan sulit mempunyai anak, nona.''
''Ya aku tahu, aku juga tahu kalau keluarga Carroll itu sangat mengutamakan kualitas calon menantunya, karena keluarga Carroll pun membutuhkan seorang pewaris, tapi kan kau juga harus memikirkan kesehatan mu.'' Ucap Tiara yang entah bertujuan apa mengatakan hal tersebut.
Ucapan Tiara semakin membuat Zahla terpuruk, terlebih lagi ia mengingat saat David membicarakan soal berapa anak yang akan mereka miliki, dan dengan apa yang terjadi padanya saat ini akan membuat impian mereka yang ingin mempunyai banyak anak akan terkubur karena kenyataan tersebut.
''Kalau begitu, aku keluar sebentar ya, aku ingin mencari makanan, apa kau butuh sesuatu?'' tanya Tiara dan hanya mendapatkan gelengan kepala yang lemah dari Zahla.
__ADS_1
Kepergian Tiara membuat ruangan rawat inap yang di buat khusus untuk pasien VVIP itu terasa suram, terlebih lagi saat ini ia tahu David sedang berduka, dan apa dia akan mengabarkan kondisinya juga yang pastinya akan membuat David semakin bersedih.