Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Siapa dia??


__ADS_3

Di DGC sedang ada meeting penting dan David sendirilah yang memimpin meeting itu namun sedari tadi ia selalu melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


Kevin yang menyadari itu pun segera mendekat dan berbisik untuk menanyakan ada apa dengan sikap bos nya itu, berhubung Rebecca lah yang sekarang giliran berada di depan layar.


'' Kenapa?'' tanya Kevin dengan berbisik.


'' Aku harus menjemput seseorang tapi sepertinya meeting ini tidak bisa aku tinggalkan,'' sahut nya dengan cara yang sama.


'' Serahkan padaku, aku harus menjemputnya dimana?'' tanya Kevin lagi menawarkan dirinya.


David terdiam sejenak memikirkan bagaimana baiknya, namun saat mengingat kalau Kevin sering sekali mendekati Zahla, iapun segera menolak tawaran Kevin.


'' Oh tidak perlu, kau wakilkan saja aku di rapat kali ini. Aku percayakan padamu,'' ujar David yang langsung berpamitan dan berlalu meninggalkan rapat penting itu hanya untuk menjemput Zahla di kampus nya.


'' Sebenarnya siapa yang ingin dia jemput,'' gumam Kevin dalam hati.


Dengan tepat waktu David telah sampai di kampus Zahla sebelum Zahla keluar dari kelasnya, dengan menunggunya sebentar akhirnya Zahla pun terlihat oleh matanya.


Klakson pun di bunyikan David memanggil Zahla yang sedang celingukan di depan kampus.


'' Itu bukannya mobil Tuan Bos?'' gumam Zahla yang langsung menghampiri David di mobilnya.


'' Masuk! teriak David dari dalam mobil nya.


Dengan segera pun Zahla masuk ke dalam mobil tanpa membantah ucapan David.


'' Bagaimana hari pertama mu masuk kelas?'' tanya David dengan tangan yang sibuk dengan kemudi mobil nya juga tanpa menoleh ke arah Zahla.


'' Emmm cukup menyenangkan, dan aku juga memiliki teman baru di kelas,'' sahut Zahla dengan wajah yang berseri-seri.


Alis mata David mengernyit dan langsung menoleh ke arah Zahla. '' Pria kah?'' tanya David dengan cepat juga menggunakan intonasi seperti mengintimidasi Zahla buang terkejut dengan pertanyaan David.

__ADS_1


'' Wanita, bos..'' sahut Zahla dengan wajah yang jengkel.


Tanpa mengeluarkan suara, David hanya ber'oh ria dengan mulut yang membentuk sebuah lingkaran dan kembali duduk dengan tenang dan konsentrasi mengemudi mobil nya.


Meeting telah usai, namun masih ada satu orang yang masih duduk di ruangan itu dengan membelakangi meja meeting dan sepertinya sedang berbicara pada seseorang dari ponselnya.


Dengan kaki yang dia angkat ke atas meja kecil yang ada di jendela, pria itu duduk dengan sombongnya.


'' Proyek yang ada di pusat kota sudah aku alihkan atas perusahaan kita, dan David tidak akan menyadari itu, perlahan usahanya akan hancur,'' ucapnya pada seseorang dari via telepon itu.


Tawa nya menggelegar dengan sebuah berkas di tangannya yang sudah jatuh ke tangannya tanpa sepengetahuan David sendiri.


'' Cih.. David Carroll anak manja yang sok dewasa itu akan terpuruk dalam waktu dekat, saat ini dia sedang di mabuk asmara gadis rendahan itu. Kita lihat sebentar lagi dia akan kehilangan semuanya.'' Ujar nya dengan lantang.


David yang baru saja sampai perusahaan dengan Zahla yang membuntut di belakangnya tentu membuat para karyawan wanita lagi-lagi di buat cemburu.


Mereka sangat menginginkan berada di posisi Zahla yang hanya office girl tapi bisa satu atap mobil juga berjalan beriringan dengan orang penting seperti David tanpa ada jarak sedikitpun dan David pun seperti tidak merasa terganggu dengan adanya Zahla.


Mereka terpisah pada lantai yang sama dengan tujuan yang berbeda, David yang berjalan menuju ruangannya dan Zahla yang menuju Pantry tempat kerjanya.


'' Hai La, darimana saja kamu, kok tidak masuk-masuk kerja?'' tanya teman seprofesinya.


Namun tiba-tiba bukan Zahla yang menjawabnya ada satu orang yang sama posisinya dengan Zahla dan lainnya yang sepertinya tidak menyukai Zahla.


'' Dia kan simpanan di Bos, bisa seenaknya lah masuk ataupun tidak,'' ketusnya.


Zahla yang mendengarnya hanya tersenyum dan dengan sikap santainya ia menjawab pertanyaan temannya yang pertama.


'' Aku ambil cuti karena baru saja mendaftar kuliah,'' jawab Zahla.


'' Waaahhh, syukurlah kamu sudah bisa masuk ke perguruan tinggi, selamat ya La,'' tanggapan teman nya pun cukup baik namun berbeda dengan yang satu orang itu, yang sering sekali mencibirnya.

__ADS_1


'' Dari mana lagi uangnya, pastinya dari si bos kan,''


'' Aku menabung sejak jualan koran, kalau begitu aku mulai kerja dulu ya kak,'' balas Zahla dengan bijak.


'' Bel, kamu kok seperti tidak suka pada Zahla, dia kan orangnya baik,'' tegur salasatu office girl pada sang pencibir itu.


'' Terserah,'' ketusnya yang langsung berlalu pergi dari sana.


Memanglah banyak yang tidak menyukai Zahla namun masih banyak yang menyukai Zahla karena sikap baik juga ramahnya .


Malam sudah larut, Zahla yang memutuskan untuk pulang tanpa David pun segera mengambil ancang-ancang untuk tidur.


Namun ponselnya sedari tadi berdering yang membuat nya terpaksa untuk menjawabnya.


'' Hah dia lagi,'' cetus Zahla setelah melihat si penelpon yang ternyata adalah David.


'' Dimana kau! kenapa pulang tidak mengatakan dulu padaku!!'' teriak David setelah telponnya tersambung.


Zahla yang mendapatkan teriakan David segera menjauhkan layar ponsel dari telinganya.


'' Bos kenapa? kok tiba-tiba marah-marah?'' tanya Zahla dengan lesu.


David yang mendengar nada Zahla seperti itu terdiam sejenak dan intonasi nya pun merendah dengan seketika.


'' Apa kau sakit?'' tanya David.


'' Ada apa dengan suara mu?''


'' Apa perlu ke rumah sakit?''


David terus bertanya dengan rasa cemasnya, nada membentaknya pun secara tiba-tiba hilang berganti dengan kecemasannya.

__ADS_1


__ADS_2