Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Menyebalkan !


__ADS_3

Sinar matahari mulai terasa panas, kedua anak manusia yang baru saja keluar dari mobil itu tersenyum ramah pada beberapa orang yang berpapasan juga menyapanya dengan hormat.


Tangan David meraih tangan istri nya, Zahla. Dengan wajah malu-malu Zahla tertunduk, berjalan bersanding dengan pria pemilik perusahaan di bidang teknologi informatika itu, ya dia adalah David Guetta Carroll.


Memakai baju berbahan wol selutut dan di padukan blazer membuat penampilan Zahla sempurna di tambah dengan gundukan kecil yang mulai terlihat di perutnya, David berjalan dengan bangganya memamerkan istri nya yang tengah hamil muda itu.


'' Ingat, kau jangan terlalu lelah, aku mengizinkan mu pergi ke kantor karena kamu selalu merengek.'' Tegas David dan di angguki Zahla.


Mereka berpisah setelah David mengantarkan Zahla dan memastikan Zahla duduk di kursi kerjanya, sebuah kecupan singkat namun tetap terasa mesra itu sebagai tanda perpisahan sementara nya di kantor. Zahla tersenyum teduh menatap punggung David yang menghilang di balik pintu.


Zahla mulai memeriksa berkas-berkas yang ada di atas mejanya, alis nya mengernyit karena berkas-berkas itu semua sudah di kerjakan dan buat apa di letakan di sana? Dengan wajah cemberut Zahla meraih ponselnya dan menghubungi nomor David.


'' David.. apa ini ulah mu!!'' omel Zahla dan terdengar suara tawa renyah dari sana.


'' Ha ha ha.. Iya sayang, itu semua sudah di kerjakan, aku sengaja menyuruh Rebbeca meletakan tumpukan berkas itu. Kau hanya perlu berpura-pura sibuk saja, hmm?'' sahut David yang membuat Zahla menghela nafasnya dan mengakhiri panggilan telepon nya.


David tertawa cekikikan setelah mendapatkan telpon istri kesayangannya itu, ia benar-benar tidak habis pikir, kenapa Zahla sangat ingin menghasilkan uang sendiri padahal uang yang di berikan untuk nya jauh lebih banyak ketimbang gaji yang di terima dengan karyawan kantor seperti apa yang Zahla geluti.


Sebuah ketukan terdengar dan David pun menyahuti dengan deheman, Krishna masuk dengan sebuah iPad mini yang di tangannya dan meletakkannya di meja David.


'' Satu jam lagi ada pertemuan dengan pihak pengembang dari perusahaan KYR Corp, dan jam makan siang juga ada pertemuan untuk membicarakan soal aplikasi game yang akan di luncurkan akhir bulan ini.'' Jelas Krish dengan sangat rinci.


David terus menggeser layar iPad mini tersebut dan bibirnya tersungging puas, karena rencananya sedang berjalan dengan baik. ''Apa kau tau Krish, ini adalah rezeki calon anak ku dan Zahla. Umumkan pada para karyawan akan ada bonus yang akan di berikan perusahaan untuk tim yang ikut bekerja keras,'' ucap David dengan senangnya dan di sambut bahagia juga dengan Krish sekertaris pribadi barunya yang menggantikan posisi Kevin.


Di sela-sela pembicaraan, seseorang masuk dengan sebuah tepukan tangan. '' Selamat adik ipar, kau telah berhasil mencapai semuanya,'' ucap seseorang itu yang tak lain adalah Kevin seraya tangannya menepuk pundak David yang sudah memasang wajah sangarnya.


'' Kalau begitu saya permisi, Tuan.'' Ucap Krish yang berlalu keluar untuk memberikan ruang dua pria itu.


'' Singkirkan tangan mu dari bahu ku,'' ucapnya dengan sinis.


''Come on, David.. Apa ini sambutan untuk ku yang sekian lama tidak mampir melihat tempat ini?''


''Sambutan gundul mu,'' balas David yang membuat Kevin mentertawakan nya.


David mengajak Kevin untuk duduk di sofa yang masih di sekitar ruangan nya, memang ini kali pertama lagi Kevin berkunjung ke kantor semenjak keluar dari pekerjaannya untuk mengembangkan bisnis peninggalan keluarga nya dan Zahla.


Dua cangkir kopi di pesan oleh David untuk menemani obrolan mereka, namun saat mereka sedang berbincang tiba-tiba Kevin terdiam dan terlihat seperti ada sesuatu yang ingin di katakan nya dan itu dapat di tangkap oleh mata David.


'' Ada apa? katakan!'' Ucap David tanpa basa-basi.


'' Sebenarnya aku kembali bukan seorang diri,'' gumam Kevin yang masih terdengar jelas di telinga David.


'' Tidak sendiri? kau bersama seseorang, siapa?'' tanya David namun Kevin tidak langsung menjawab nya.


''Ooohh, apa kau baru saja ingin memamerkan kekasih mu, benar begitu?'' tebak David dan Kevin hanya menatapnya tanpa menyahuti ucapannya.


'' Kalau begitu ajak dia makan malam bersama, aku akan memberi tahu Zahla untuk menyiapkannya,'' dan lagi-lagi Kevin terdiam mendengar nama Zahla.


Apa tidak apa-apa dia mengatakan kalau yang sebenarnya bersamanya adalah Tiara mantan kekasih David dan Zahla tahu betul siapa wanita itu. Apa nantinya Zahla tidak merasa keberatan? Kevin terus berpikir.


'' Menyiapkan? menyiapkan apa?'' sambar Zahla yang Barus aja masuk ke ruangan kerja David.


'' Kemarilah honey, hati-hati.'' Ucap David dengan lembut nya. ''Begini sayang, Kevin ternyata diam-diam sudah memiliki kekasih, dan kau tahu, sepertinya kau akan segera memiliki kakak ipar secepatnya.'' Goda David pada Kevin yang masih terdiam dengan memberikan senyum tipis pada Zahla yang menatapnya.


'' Benarkah? waah,, pasti wanita itu cantik dan baik. Ajaklah dia ke tempat kami.'' Sahutan Zahla memantik rasa bersalah Kevin.

__ADS_1


Saat Kevin akan menjawab nya, suara deringan ponsel membuat mulut Kevin terkunci kembali. '' Sebentar,'' David menjauh dari kakak beradik itu untuk menjawab panggilan telepon.


'' Bagaimana kak? kau akan mengajak nya ke kediaman kami kan?'' tanya Zahla lagi memulai pembicaraan kembali.


''Iya, aku akan mengajaknya,''


''Bagus kalau begitu.''


~~


Di sebuah kafetaria dengan suasana yang cukup ramai, seorang pria bersetelan jas biru dengan kemeja putih berjalan dengan gagahnya dengan seorang pria juga namun berjalan di belakangnya yang sudah di pastikan kalau itu adalah asisten dari pria tampan itu, mata para gadis dan juga wanita tua tertuju pada kedua pria itu, " sungguh pemandangan indah yang langka" ucap salasatu dari wanita itu.


" Silahkan Tuan, perwakilan dari KYR Corp sedang dalam perjalanan,'' ucap Krish yang mempersilakan David untuk duduk terlebih dahulu.


'' Aku sangat membenci kata menunggu,'' geram David dengan jengkel. ''Oh ya, bukannya Rebbeca juga akan mewakili perusahaan kita untuk bertemu dengan klien?'' tanya David.


'' Benar Tuan, kalau tidak salah di kafe ini juga,'' balas Krish dan di angguki David, selang beberapa menit kemudian, seorang wanita dengan anggunnya yang terdapat dua orang asisten berjalan ke arah meja yang David duduki.


'' Maaf membuat anda menunggu,'' suara lembut dari wanita cantik masuk ke telinga David, David menoleh namun tidak lama, ia segera membuang pandangannya ke arah Krish meminta penjelasan karena dia sendiri tidak tahu kalau kliennya kali ini adalah seorang wanita.


'' Oh tidak masalah, silahkan duduk. Krish tolong pesankan makanan dan minuman untuk mereka,'' dan Krish pun bergegas untuk pergi ke tempat pemesanan.


'' Senang bisa bertemu langsung dengan pemilik perusahaan, jadi bagaimana, apa Penawaran yang kami berikan membuat tuan David sendiri tertarik?'' tanya wanita perwakilan dari KYR CORP itu dengan anggunnya.


Tanggapan David dengan wajah datarnya menyahuti seperlunya ucapan wanita itu. Sungguh dengan gaya menggoda dari wanita itu membuat David muak, namun dia tetap bersikap profesional karena itu klien nya.


Di meja lain, terdapat seorang pria yang duduk menunggu seseorang, dengan seorang asisten yang berdiri di sampingnya. Lagi-lagi ia mengangkat tangan dan menggulung lengan bajunya untuk melihat jarum jam pada arloji yang melingkar di pergelangan nya.


'' Kita harus menunggu berapa lama lagi?'' tanya pria itu dengan kesal pada asisten nya.


'' Maaf membuat anda menunggu, karena ada insiden saat di perjalanan tadi.'' Ucap wanita itu dengan formal.


'' Ti-tidak masalah, nona. Silahkan duduk.'' Jawab pria itu dengan gugup.


'' Anda?''


'' Oh maaf, saya Zahla, perwakilan dari DGC.'' Ucap wanita cantik yang ternyata adalah Zahla.


Perkenalan antara mereka pun terjadi dan juga berbincang tentang bisnis yang akan mereka lakukan dan sepakati mulai di rincikan. David yang jengah dengan gaya bicara mendayu-dayu kliennya terus mengalihkan pandangannya dengan alasan mencari keberadaan Krish yang belum kunjung datang membawa pesanan.


Namun tiba-tiba matanya memicing, alisnya menyatu, tatapan keduanya bertemu, ya Zahla kebetulan melihat David dan David yang juga melihat Zahla sedang bersama seorang pria di tempat yang sama di meja yang berbeda.


Tring' sebuah notifikasi masuk ke ponsel Zahla, namun Zahla hanya melirik tanpa membalas pesan itu.


'' Bagus, kau mengabaikan pesan ku!'' geram David di tempatnya.


'' Enak sekali dia duduk dengan para wanita cantik, dan, apa itu? pakaian wanita itu tidak pantas di kenakan untuk bertemu klien, lebih pantas di pakai di tempat tidur.'' Gumam Zahla dengan kesal di tempat nya.


Setelah pertemuan mereka David dengan kliennya dan begitu juga Zahla, keduanya masih duduk dengan beradu tatapan sengit. '' Tuan, maaf. Nona Zahla berada di sana karena harus menggantikan Rebbeca yang tiba-tiba sakit dan harus izin pulang.'' Ucap Krish yang paham dengan suasana hati David.


'' Tapi kenapa harus istri ku?''


'' Tuan, itu-''


'' Kenapa tidak yang lain saja.'' lanjut David yang terus memotong ucapan Krish.

__ADS_1


'' Tuan, Nona-''


'' Haaahh, dan kenapa juga dia mengabaikan pesan ku. Menjengkelkan!'' Sungut David.


'' Siapa yang menjengkelkan?'' ucap seseorang dan membuat David melebarkan matanya karena terkejut.


'' Sayang? sejak kapan kau disini? oh ya kenapa tadi kau mengabaikan pesan ku?'' David terus memberondong pertanyaan pada istrinya yang sudah memasang wajah kecutnya.


Perjalanan kembali ke kantor sangat lah terasa sunyi, pasalnya di satu mobil dengan tiga orang hanya saling terdiam dengan suasana horor dan itu yang di rasakan Krish.


'' Bagaimana pemandangan indah tadi?'' celetuk Zahla memecah kesunyian.


'' Pemandangan indah apa? apa yang sebenarnya kau bicarakan?''


'' Maksud Zahla, emm maksud ku Nona Zahla itu, pemandangan indah dari para wanita cantik tadi Tuan,'' sambar Krish yang memperjelas apa yang di maksud Zahla.


Dukkk''


David menendang kursi mobil pengemudi yang di duduki Krish, ia benar-benar jengkel dengan Krish yang memperjelas ucapan istrinya itu yang sebenarnya dia sendiri paham dengan arah ucapan Zahla.


'' Sayang, aku benar-benar tidak tahu kalau perwakilan dari klien ku kali ini adalah seorang wanita, bahkan aku sama sekali tidak menatap wajahnya karena aku terus memperhatikan mu dengan pria itu.'' Jawab David dengan salah tingkah.


'' Jadi maksud mu, karena aku, kamu tidak bisa melihat kecantikan mereka?'' David mengusap wajahnya dengan kasar, sungguh yang dia maksud bukan seperti itu.


'' Apa aku akan di hukum lagi, tidur terpisah? oh tidak!'' gumamnya dalam hati.


Ya suasana hati Zahla sering berubah-ubah karena faktor hormon kehamilannya, yang tidak pernah ia lakukan kerap di lakukan, bahkan sifat cemburu buta Zahla sering membuat David menolak klien yang berjenis kelamin wanita karena sensitif nya ibu hamil itu.


Bukan hanya sensitif, Zahla juga sering menduga-duga juga menerka-nerka apa yang akan terjadi dan apa yang di lakukan suaminya itu saat dia tidak ada di kantor, namun itu tidak membuat David marah karena Devita, Mommy nya yang sudah menjelaskan suka dukanya seorang suami menghadapi istri yang tengah hamil muda.


'' Yaaa, ucapan Mommy tidak ada yang melesat sedikitpun,'' gumam David.


Malam pun tiba, Zahla yang sudah memasak lebih banyak dari biasanya karena Kevin akan datang, setelah memastikan semua siap, iapun segera membersihkan diri, tapi suasana hati nya yang tadi siang karena cemburu butanya membuat Zahla masih menekuk wajahnya ketika berpapasan wajah dengan David.


Di kamar, David yang baru saja selesai mandi dan masih mengenakan handuk yang di lilitkan itu, terus menatap Zahla yang bejalan lurus dengan raut wajah masamnya.


'' Sayang ayolah, jangan menekuk wajahmu seperti itu. Sudah ya jangan marah lagi,'' David mengikuti kemanapun Zahla melangkah, dari ruangan penyimpanan pakaian sampai ke depan pintu kamar mandi pun terus David ikuti meminta agar Zahla memaafkan nya.


'' David, aku mau mandi,'' rengek Zahla yang kesal karena terus di ikuti David.


'' Apa kau masih marah?'' Zahla hanya diam.


David melihat handuk yang ada di tangan Zahla dan beralih menatap wajah Zahla, tatapan jail David membuat Zahla mengambil sikap waspada.


'' Mau apa kamu?'' David menyeringai dan perlahan tangannya meraih gagang pintu kamar mandi. ''Mau mandi ya?'' Zahla mengangguk.


'' Baik kalau begitu, aku akan berbaik hati menemani mu mandi,'' tubuh Zahla di tangkap David dan di bawanya ke gendongannya masuk ke kamar mandi sana.


Zahla terus menjerit meminta di lepaskan namun David sudah terlanjur ingin menuntaskan hasrat buasnya dan terjadi lah kegiatan panas itu di kamar mandi dengan di temani air hangat dari bath tub yang di terisi otomatis, buih-buih lembut membuat sensasi kegiatan itu terasa lebih romantis jeritan- jeritan kecil terdengar sayup-sayup dari dalam kamar mandi.


Satu jam lamanya mereka berada di sana, merekapun keluar dengan wajah sumringah, David yang merasa puas dan Zahla yang seakan-akan berbunga-bunga dengan apa yang David lakukan, wajahnya yang memerah menandakan kalau trik David untuk merubah kembali suasana hati istri berhasil.


'' Kau tidak lagi marah kan pada ku?'' goda David dan hanya di tanggapi dengan pukulan kecil.


Ya karena pergelutan mereka, mereka melupakan seseorang yang sudah menunggu di ruang tamu dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


'' David sialan! kenapa dia harus mengundang ku kalau untuk mendengarkan suara brutal itu,'' dengus Kevin yang duduk dengan bantal di sisi telinganya untuk mencegah suara jahanam itu masuk ke gendang telinga.


__ADS_2