
Tidak seperti biasanya, hari ini pagi-pagi sekali David sudah sampai di kediaman Heinze, namun David tidak langsung masuk maupun mengetuk pintu besar berwarna putih itu, ia hanya duduk di atas kap mobilnya dengan kepalanya yang terus saja mendongak ke atas sebuah balkon kamar yang dia sendiri tahu siapa pemilik kamar itu.
Bibirnya bergerak seperti sedang menghitung dan dengan kebetulan, setelah ia menghitung di angka ke sepuluh, jendela kaca yang langsung menghadap balkon kamar terbuka lebar dan muncullah seorang gadis yang terlihat baru saja terbangun dari tidurnya.
Dengan senyum tipisnya, David menatap wajah polos gadis itu dan terus saja memperhatikan nya. ''Dia seperti malaikat, wajahnya begitu sejuk walau tidak ada sedikitpun riasan di wajah nya,'' gumam David yang memuji kecantikan alami dari wajah gadisnya yaitu Zahla.
Zahla dengan kebiasaannya setelah terbang dari tidurnya dan menyempatkan diri untuk membuka jendela serta menghirup udara segar dari sekitarnya belum juga tersadar kalau ada seseorang yang terus saja memperhatikan nya dari bawah sana.
Tapi setelah kepalanya menunduk, matanya memicing memperjelas penglihatannya, begitu terkejutnya di pagi yang masih samar-samar dengan cahaya fajar nya, David kekasihnya sudah berada di depan rumahnya dan menebar senyum yang jarang terlihat oleh siapapun terkecuali olehnya itu.
''David? sedang apa kau di sana, sepagi ini?'' teriak Zahla.
''Aku merindukan mu,'' sahut David.
Ada sesuatu yang menggelitik di hati Zahla saat mendengar sahutan pria nya itu, senyumnya begitu lebar dengan memamerkan gigi putih yang bergingsul itu.
''Kau ini ada-ada saja, tunggu ya.'' Ucap Zahla yang langsung masuk ke kamarnya lagi dan bersiap untuk turun menghampiri David yang masih duduk di kap mobilnya.
Tapi sebelum Zahla keluar rumah, Kevin sudah lebih dulu yang keluar dari pintu besar itu dengan menggunakan pakaian olahraga yang memang rutinitas sehari-hari nya yaitu lari pagi.
''Lho, kau disini? sedang apa?" tanya Kevin yang merasa heran.
"Tidak mungkin kan aku kesini karena merindukan mu,"sahut David dengan ketus.
"Bagaimana kalau kau ikut lari pagi bersama ku," usul Kevin tapi tanggapan David tidak seramah ajakan sahabat sekaligus mantan asistennya itu.
"Kau bodoh atau bagaimana, bagaimana mungkin aku lari pagi dengan setelan seperti ini, kau ini sudah menjadi pemegang perusahaan tetap saja bodoh," omel David yang pedas.
__ADS_1
"Ck, ya sudah kalau tidak mau, kau tidak perlu mengataiku seperti itu," tanpa pamit Kevin pun berlalu pergi meninggalkan David yang hanya diam tanpa respon.
Di tempat lain, tepatnya di kediaman keluarga Carroll, Devita yang sedang menyiapkan sarapan dengan di bantu para asisten rumah tangga, berniat untuk mengunjungi calon menantunya dan membawakan makanan yang dia sendirilah yang memasak dengan tangan nya.
"Nyonya, biar saya yang menyiapkannya," ucap salasatu koki keluarga.
"Tidak, aku sendiri yang akan menyiapkan makanan ini, karena ini aku akan antarkan ke calon menantu ku,"
''Baiklah nyonya,''
Sarapan sudah tersaji di atas meja panjang, dan anggota keluarga pun sudah berkumpul begitupun Devita juga Daniel yang sudah bersiap untuk pergi ke perusahaannya.
Dengan hanya melirik ke samping, Daniel sudah paham dengan istrinya yang akan pergi keluar selepas sarapan bersama. ''Kali ini kau akan kemana?'' tanya Daniel setelah menyeruput kopi hangat nya.
''Aku akan mengunjungi calon menantu kita, sudah lama juga aku tidak melihatnya, apa kau mau ikut?''
''Emmm baiklah. Zen tolong awasi kakak mu ya, jika dia macam-macam cepat-cepat beritahu aku,'' ucap Devita yang masih memiliki sifat pencemburu nya walaupun usianya tidak lagi muda.
''Kakak, lagipula siapa yang berniat menggodanya, usianya pun tidak lagi muda kan,'' ucap Linda yang ikut menyahuti ucapan Devita.
''Usia boleh tua, tapi karisma yang kumiliki tidak terbantahkan bukan,'' celetuk Daniel dengan percaya dirinya dan tidak melihat expresi Devita yang sudah menekuk wajahnya karena jengkel dengan apa yang di ucapkan nya.
''Oh ya sayang, nanti kau tanya David, mereka menginginkan acara pernikahan di adakan kapan dan dimana, juga tanyakan pada nya ingin konsep seperti apa.'' Ucap Daniel dengan cueknya tapi Devita cukup senang karena di balik sikap Daniel yang cuek ada perhatian khusus untuk anak dan calon menantunya itu.
''Baiklah, aku akan tanyakan itu semua,''
Setelah beberapa saat kemudian, satu persatu anggota keluarga meninggalkan meja makan karena akan melakukan rutinitas sehari-hari nya, begitu juga Devita yang sudah bersiap akan pergi ke kediaman Heinze, ya David sudah menyampaikan kalau Zahla saat ini sudah tinggal bersama Kevin di kediaman Heinze.
__ADS_1
Dengan sebuah rantang makanan yang isinya adalah hasil olahannya sendiri itu, Devita turun dari mobil dan melenggang masuk ke rumah Zahla yang pintunya memang tidak tertutup itu.
''Ada mobil David, kebetulan dia ada disini,'' gumam wanita paruh baya itu.
''Mom?'' panggil David yang baru saja keluar dari sebuah ruangan tempat pertemuan para pria tampan, David, Kevin, Kean dan Rey.
''David, apa kabar kau nak?''
''Aku baik mom, mom kesini mau apa?''
''Aku ingin bertemu dengan calon menantu ku, kenapa tidak boleh?''
''Zahla?''
''Ya siapa lagi, memangnya kau memiliki kekasih selain dari nya?-''
''Mom?'' panggil Zahla yang berada di anak tangga dan berlari ke arahnya.
''Calon menantu ku, apa kabar kau nak? oh ya mommy membawa makanan untuk mu, di makan ya,'' ucap Devita memberikan hasil masakannya.
Di ruang keluarga lah Zahla membawa calon mertuanya itu, mereka berbincang-bincang dengan asiknya dan tiba saatnya, Devita mengutarakan ucapan apa yang di titipkan oleh Daniel untuk Zahla dan David.
''Oh ya sayang, Daddy kalian menitipkan pesan untuk kalian soal pernikahan kalian,'' ucapan Devita membuat Zahla tersentak.
''Aku terserah Zahla, mom,'' sahut David.
''Emmm oke, bagaimana sayang, Mommy tidak sabar ingin cepat-cepat menjadikan mu menantu mommy dan satu hal lagi, Mommy ingin secepatnya menggendong cucu dari kalian.'' Dan lagi-lagi ucapan Devita membuat Zahla merasa tidak enak karena ia takut akan mengecewakan keluarga kekasih nya kalau mereka tahu dia akan sulit memperoleh anak.
__ADS_1