Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Lagi?


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, kebersamaan dua pasangan sejoli itu harus terpisah karena waktu, ya David yang tidak ingin membuat Zahla di cap sebagai gadis buruk terpaksa harus memulangkan ke rumah yang saat ini Zahla tinggali bersama kakak sepupunya yaitu Kevin.


Di perjalanan David tidak hentinya mengecup punggung tangan Zahla yang memang sejak tadi tidak terlepas dari tangan kekarnya itu, dan Zahla yang mendapat perlakuan seperti itu benar-benar merasa sangat di cintai oleh pria yang bahkan dulu pernah ia benci.


''Honey, andaikan aku ini bukanlah orang yang terus menjadi sorotan media, sudah ku pastikan kita sudah tinggal di satu atap dan berbagi kamar.'' Celetuk David tiba-tiba.


''Isshhh, kau ini David selalu saja berpikiran seperti itu.'' Sahut Zahla.


''Ya aku sungguh-sungguh, rasanya tidak rela berpisah dengan mu walaupun hanya semalam saja.''


''Jangan menggombal, kau fokuslah menyetir, aku tidak ingin masuk rumah sakit lagi.'' Celetuk Zahla yang tiba-tiba membuat David seketika menghentikan mobilnya.


''Lagi? apa maksudmu?''


''Hah? tidak, aku hanya asal bicara.''


''Jangan mengelak sayang, aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dari ku,''


''Tidak David, sungguh.'' Ucap Zahla dengan wajah yang meyakinkan dan David pun kembali mengendarai mobil nya.


''Entahlah sampai kapan kau akan menyembunyikan kebenaran itu, aku sangat ingin mendengar nya langsung dari mu, Zahla,'' Ucap David dalam hatinya.


Sesampainya mereka di kediaman keluarga Heinze, David dan Zahla belum juga keluar dari mobil, David yang masih menggenggam tangan Zahla tidak membiarkan gadisnya pergi dari sana begitu saja. Mata tajam David berkeliling mencari keberadaan mobil milik Kevin yang memang tidak ada di sana.


''Kau mencari siapa?'' tanya Zahla dengan heran.


''Sepertinya Kevin belum pulang,''

__ADS_1


''Oohh iya, kak Kevin sudah mengabari ku kalau dia akan pulang terlambat,''


''Benarkah?'' Zahla pun mengangguk.


Dengan tiba-tiba dan tanpa aba-aba, David menggendong Zahla untuk berpindah tempat duduk ke pangkuannya dan posisi mereka pun saat ini sangatlah intim, dimana posisi Zahla yang menghadap ke arah David yang masih duduk di belakang setir mobil nya.


Zahla yang tiba-tiba di pindahkan posisi duduknya tentu merasa syok karena posisinya sangatlah dekat juga intim. Matanya masih terbelalak kaget dan tiba-tiba David memeluknya dengan erat sehingga tidak ada jarak ruang sedikitpun di antara mereka.


''Da-David,'' panggil Zahla yang memang merasakan hal aneh di bawah sana.


''Jangan bergerak, akan ada hal fatal jika kau bergerak terus,'' ucap David yang masih memendam wajahnya ke dada Zahla yang masih berada di pangkuannya.


''Maksudnya?''


''Aku sangat tidak sabar menantikan, dimana kita benar-benar menyatu dalam arti kata yang sebenarnya.'' Ucap David lagi. Kepala David mendongak menatap langsung wajah Zahla yang sudah memerah bagaikan tomat ceri yang segar.


Keduanya hanyut dalam buaian cumbu mesra mereka, dan sampai ketika dimana Zahla sudah tidak bisa lagi bernafas dengan benar dan David yang harus merelakan kegiatannya berakhir karena khawatir dengan Zahla yang belum terbiasa akan hal itu.


''Haaahh, hahhh,'' Zahla memburu nafas di ruangan minim itu, sebentar saja ia telat melepaskan dirinya mungkin saja ia akan kehilangan kesadarannya.


''Belajarlah mengambil tehnik pernafasan, agar kau tidak kehabisan nafas seperti ini.'' Ledek David dengan jahil.


''David turunkan aku, aku benar-benar tidak nyaman dengan posisi seperti ini,'' ucap Zahla dengan nada yang pelan.


''Tapi aku sangat menikmatinya,'' lagi-lagi David pun menggoda Zahla.


''David?'' Zahla menekuk wajahnya, dengan memasang wajah cemberut nya adalah hal yang paling jitu untuk David menuruti kemauannya.

__ADS_1


''Ya, ya baiklah. Jangan pasang wajah buruk itu lagi. Karena paras cantikmu akan terhalangi dengan wajah cemberut mu itu.'' Ucap David yang pasrah menurunkan tubuh Zahla dari pangkuannya dan mendudukkan nya kembali ke kursi penumpang yang ada di sampingnya.


Dengan bersamaan turunnya meraka dari dalam mobil, sebuah mobil pun berhenti tepat di belakang mobil David yang tidak lain adalah Kevin sendiri. Kevin yang baru saja sampai di sana segera menghampiri sahabat nya dan adik kesayangannya itu.


''Hai, kalian baru sampai?'' tanya Kevin.


''Ya, seperti yang kau lihat,'' sahut David dengan ketus.


Mata Kevin memicing menatap David, dan otak jahilnya pun tiba-tiba hadir lalu kembali berkata. ''Memangnya habis dari mana?''


''Kantor lah,''


''Kantor mana? aku tadi ke kantor mu tapi Rebecca bilang, kau tidak lagi kembali setelah makan siang.''


''Sudahlah jangan banyak tanya, kau semakin bawel ya.'' Omel David tanpa rasa canggung. Berbeda dengan Zahla yang sudah bertingkah aneh karena merasa Kevin mencurigai mereka.


''Oh ya sejak kapan kau memakai pemerah bibir?'' tanya Kevin tiba-tiba dan Zahla yang mendengarnya sontak menoleh ke arah David tepat ke arah bibir nya, matanya terbelalak karena pemerah bibir nya sebagian berpindah ke bibir tebal David.


Dengan santainya David menundukkan kepalanya dan melihat bibir dari kaca spion mobilnya, dan barulah ia mengerti kenapa Kevin bertanya demikian. ''Oh ini, kau harus memiliki kekasih dahulu barulah tahu dari mana aku mendapatkan warna manis seperti ini.'' Sahut David yang berbalik meledek Kevin yang sudah memasang wajah datarnya karena kesal ledekan nya tidak berhasil membuat David terpojokkan dan malah sebaliknya.


''Honey, aku pamit ya, besok aku akan menjemputmu seperti biasa.'' Ucap David berpamitan pada Zahla yang tertunduk malu karena ulahnya.


David pun berlalu dengan mobilnya tanpa berpamitan pada calon kakak iparnya itu, Kevin yang jengkel karena ledekan David hanya bisa menggerutu kesal. ''Dasar pria arogan, bisa-bisanya dia berbalik meledek ku,''


''Dan kau, segeralah ke kamar mu, mandi dan lepas itu makan malam,'' lanjut kevin dengan nada yang kesal dan berlalu pergi masuk ke rumah meninggalkan Zahla yang masih berdiri di teras rumah nya.


''Hissshhh, David, bisa-bisa nya dia bersikap sesantai itu.'' Gumam Zahla yang juga berlalu masuk.

__ADS_1


__ADS_2