
Pertunangan mereka di adakan di sebuah hotel berbintang yang dimana hotel itu di bawah naungan Daniel Carroll sendiri.
Bukan hanya para keluarga juga para pengusaha yang hadir, bahkan selebriti juga para pejabat pun ikut menghadiri pesta pertunangan itu karena siapa yang tidak akan mau menghadiri acara pertunangan anak dari pengusaha nomor satu di negara itu.
Dari penyambutan para tamu penting sampai acara puncaknya yaitu pertukaran cincin antara kedua belah mempelai semua berjalan dengan lancar. Sorot awak media terus menyoroti pasangan yang sedang berbahagia itu, namun ketahuilah gosip yang mengikuti kabar bahagia itupun menyebar kalau mempelai wanita bukan berasal dari latar belakang pendidikan yang pantas untuk pewaris keluarga Carroll.
Kabar menyebar begitu saja tanpa di duga-duga, dari media cetak sampai media televisi memberitakan tentang asal-usul Zahla yang berasal dari panti asuhan.
Daniel dan Devita yang ikut turut di pesta itu telah mengetahui kalau gosip yang saat ini sangat santer dikabarkan telah menyebar luas, Devita yang bersifat penyayang itupun turut mengkhawatirkan keadaan Zahla yang jika mengetahui gosip itu pastinya akan bersedih.
''Daniel, aku tidak mau tau. Kau harus urus gosip itu, bersihkan nama calon menantu ku. Aku tidak mau kalau sampai Zahla mendengar itu akan bersedih dan pastinya berdampak dengan anak kita juga.'' Ujar Devita yang meminta pada suaminya untuk membungkam para media.
''Kau tenang saja, itu sudah ku serahkan pada dua cecunguk itu, tapi kenapa lama sekali gerakannya.'' Sahut Daniel yang juga merasa kesal dengan kedua adiknya, Kemal dan Zen.
Para wartawan berdatangan mempertanyakan kebenaran tentang asal-usul Zahla, tapi tentu tidak bisa dengan mudahnya mereka memasuki dan menyerbu target nya karena para penjaga yang menjaganya dengan ketat sehingga para wartawan itu tidak bisa menerobos nya.
Begitu acara telah selesai, Devita meminta para maid untuk segera membawa Zahla ke sebuah kamar khusus yang ada di puncak lantai untuk menghindari dari para wartawan yang bisa saja lolos dari para Penjaga.
Zahla yang di bawa dengan para pelayan hanya menurut walaupun merasa kebingungan, terlebih lagi keberadaan David yang entah tau ada dimana.
__ADS_1
''Ada apa ini?'' tanya Zahla pada salasatu maid.
''Maaf nona, kami hanya di minta membawa anda ke sini,''
''Lalu David dimana?''
''Tuan muda David sedang bersama Tuan besar, nona bisa menunggunya disini,''
''Baiklah terima kasih,'' Zahla duduk di atas ranjang dengan masih menggunakan gaun pesta yang sangat cocok di tubuhnya itu.
Ya, Devita mungkin bertindak benar membuat calon menantunya segera menghindari para wartawan yang sudah di pastikan akan mempertanyakan asal-usul nya yang akan membuat nya terluka atas pertanyaan itu nantinya namun ia lupa, kalau gosip itu sudah beredar luas di semua media.
Entah kenapa jarinya pun bergerak sendiri menekan berita media itu, matanya berkaca-kaca setelah membaca isi dari berita itu, ya di sana tertulis,
'' Akankah Pewaris keluarga Carroll menikahi seorang gadis yang tidak jelas asal-usulnya dan bahkan di lansirkan gadis itu berasal dari sebuah panti asuhan yang ada di pinggiran kota ''
Hatinya terasa sakit membaca tulisan itu, bahkan bukan hanya satu lampiran berita namun ada beberapa lagi yang semakin membuat hatinya sakit, tangannya bergetar merasa sedih, ia meletakkan ponselnya di atas ranjang, dan air matanya mengalir begitu saja.
''Jangan cengeng Zahla, jika David memilih mu untuk menjadi kekasihnya maka sudah di pastikan kau adalah gadis yang cocok untuknya,'' gumam Zahla menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Suara pesan singkat masuk terdengar, alis matanya menyatu, karena ada nomor yang di private kan, mengirimkan pesan kepadanya dan isinya adalah.
''Wanita tidak tahu diri! kau hanya wanita rendahan! jangan pernah bermimpi akan bersanding dengannya!''
Itulah isi dari pesan tersebut, baru saja ia menyemangati dirinya, pesan itu membuat semangat nya terpatahkan kembali, dengan perlahan ia mengelus dadanya. Dan baru saja ia akan menaruh kembali ponselnya suara notifikasi masuk terdengar lagi. Dan lagi-lagi pesan masuk dari nomor yang di privasi kan oleh pengirimannya yang ia terima.
''Wanita murahan!'' isi makian dari pesan tersebut.
Teror-teror pesan itu membuat dirinya syok, tubuhnya bergetar, nafasnya memburu cepat, ia ketakutan dan sesaat kemudian ada panggilan masuk dari nomor private yang dia sendiri ragu untuk mengangkat nya.
Dengan tangan gemetar ia berusaha untuk menekan icon hijau dan menempelkan pada daun telinganya. ''Ha-halo,'' lirih Zahla.
''Wanita murahan! kau bahkan tidak cocok berdiri di sampingnya!'' ucap sang penelpon dengan bentakan.
Tanpa menjawab Zahla langsung melemparkan ponselnya ke dinding dengan begitu keras sehingga keadaan ponselnya sudah di pastikan sudah tidak akan bisa lagi di gunakan.
Zahla memundurkan tubuhnya dan terus menggeser ke atas ranjang, setelah tubuhnya terasa terhantuk, ia melipat kedua kakinya dan memeluk nya dengan erat, kepalanya ia benamkan dalam-dalam di lutut yang di lipatnya.
Baru saja ia merasakan kebahagiaan setelah menemukan keluarga nya dan bersatu dengan David pria yang di cintainya tapi cobaan itu datang kembali, teror-teror yang membuat dirinya ketakutan dan bisa saja membuat dirinya stres. Beban hidupnya sudah cukup dan apa salah dia mendambakan sebuah kebahagiaan tapi kenapa ada saja orang yang tidak mendukungnya.
__ADS_1