
Keadaan perusahaan saat ini sudah stabil, ya atas bantuan dari sang Ayah, akhirnya ancaman pembatalan kontrak oleh perusahaan-perusahaan lain dan dengan pemerintahan tidak terjadi.
Dan kabar tentang ke stabilan keadaan perusahaan sudah terdengar ke telinga seseorang yang sangat menginginkan kehancuran Keluarga Carroll.
Dia marah, semarah-marahnya, dia tidak terima dengan kabar kebangkitan kembali perusahaan itu.
'' Sialan!! kenapa sangat sulit membuat mereka hancur,'' ucap seseorang dengan amarahnya.
'' Sampaikan pada sepupu mu, kalau dia belum juga bisa membuat perusahaan itu hancur, akan ku buat orang tuanya yang menderita.'' Ancamnya, terdengar ancaman itu bukanlah main-main dan siapa kah dia? kenapa dia mempunyai dendam pada keluarga Carroll, hanya waktu yang bisa menjawabnya.
'' Baik Ayah,'' sahut sang anak yang langsung berlalu untuk menghubungi sepupunya untuk menyampaikan apa yang sang ayah katakan.
Jam pulang kantor pun berlalu namun masih ada beberapa orang yang memang di perintahkan untuk lembur, termaksud Zahla. Yang kali ini ia bekerja bukan di pantry tapi di bagian lantai tiga yang mengharuskan dia untuk membersihkan seluruh ruangan itu dengan di bantu beberapa rekan kerjanya.
Lantai dimana memang masih kosong belum ada yang bekerja disana, dan Zahla yang bagian untuk menata ruangan itu.
'' La, aku ke toilet sebentar ya,'' seru teman kerjanya dan Zahla hanya mengangguk dengan dirinya yang masih sibuk menggeser- geser meja.
Ruangan yang kosong dan tentu dengan penerangan yang minim membuat suara sekecil apapun bisa menggema, termaksud langkah kaki seseorang.
Dan kebetulan saat itu Zahla tengah sendirian di sana karena temannya ada yang sedang pergi beli makan dan juga pergi ke toilet, Zahla melangkah menuju anak tangga untuk dia beristirahat sebentar meluruskan kaki nya.
Namun tiba-tiba suara pijakan kaki dari lantai atas membuat dirinya teralihkan, yang dia tau satu lantai di atas tempat dia berada tidak ada siapapun juga, karena lantai itu adalah ruangan tempat penyimpanan data-data perusahaan dan hanya orang yang berkepentingan dan memiliki ijin khusus lah yang bisa masuk ke sana.
'' Ada orang ya, tapi siapa?'' Zahla bergumam menduga-duga siapa yang masih berada di jam 10 malam kecuali pekerjaan bersih-bersih dan karyawan lembur.
Namun Zahla tetap berpikiran positif, ia mengira mungkin hanya penjaga kantor yang berkeliling untuk memeriksa isi kantor.
Tapi suara benda jatuh terdengar jelas dan membuat Zahla penasaran di buatnya, ada apa sebenarnya? gumam Zahla dalam hati.
__ADS_1
'' Tunggu deh, kalau itu penjaga mestinya untuk ke atas pasti lewat tangga ini kan, karena lift di jam segini pasti udah di nonaktifkan?'' Jiwa penasaran Zahla terus bergejolak, ia terus bergumam mencari jawaban sendiri.
Dan pada akhirnya Zahla pun memberanikan dirinya untuk mencari tau suara apa yang dia dengar itu.
Dengan langkah yang mengendap ia menaiki anak tangga itu dan sejenak ia kembali terdiam dengan langkah yang terhenti.
Terlihat ia mencari sesuatu dari dalam saku baju dan celana kerjanya, setelah menemukan yang dia cari segera ia lakukan apa yang ingin ia lakukan.
Pulpen dan kertas? ya dari saku bajunya ia mengambil sebuah bolpoin dan dari saku celananya ia mengambil secarik kertas yang sepertinya kertas itu bekas ia mencatat beberapa pesanan makanan para karyawan yang menyuruh nya untuk membelikannya di kantin kantor.
Zahla pun menuliskan sesuatu disana yang bertuliskan,
' Saya mendengar sesuatu di lantai empat, dan saya mohon izin untuk memeriksa nya '
Setelah menuliskan kalimat itu ia memperlihatkan hasil tulisannya yang dia tulis secara tebal ke arah kamera pengawas yang ada di sana dan memberikan jeda untuk seseorang dapat membacanya kelak.
Setelah sampai di lantai empat, ia melihat sebuah bayangan yang baru saja memasuki sebuah ruangan yang dia tau itu ruangan yang tidak sembarangan orang dapat masuk ke sana.
'' Apa dia tuan bos?'' gumam Zahla, tapi untuk memastikannya iapun tetap melangkah dengan cara mengendap-endap.
Tapi sebelum ia dapat melihat ke dalam ruangan itu, ia mendengar teriakan yang tertahan dan tiba-tiba tubuhnya terhuyung karena di tabrak seseorang yang berlari dari dalam ruangan itu.
'' Heiii!! anda siapa?'' tanya Zahla sedikit berteriak pada sang penabrak yang juga terjatuh di dekatnya itu.
Seseorang yang menggunakan sebuah pakaian hitam dengan jenis Hoodie dan menutup kepalanya menggunakan topi juga masker untuk menutupi bagian wajahnya, matanya terlihat panik setelah melihat Zahla ada di sana.
Dengan sigap Zahla menangkap kaki orang itu tapi sepertinya Zahla tidak cukup kuat untuk menahan nya lebih lama lagi karena tenaganya kalah jauh dari dia yang di pastikan seseorang itu adalah pria.
Kakinya menendang-nendang meminta di lepaskan oleh Zahla tapi sebisa mungkin Zahla tetap mencengkram kuat pergelangan kaki seseorang itu.
__ADS_1
'' Apa yang kau bawa itu,'' ujar Zahla dengan suara yang tertahan karena sedang berusaha menahan berontakan dari kaki pria itu yang terus saja meronta sampai terkadang wajah Zahla terkena tendangan tersebut.
Dengan tangan kanan yang menahan pergelangan kaki seseorang itu dan dengan tangan kiri nya ia berusaha meraih sesuatu yang di pegang orang itu dan ternyata berhasil, ya Zahla berhasil merebut itu dari tangan orang itu.
Dengan panik seseorang itu berlari karena Zahla pun sudah melepaskan kakinya karena Zahla yang sudah tidak bisa lagi menahan sakit di daerah wajah yang terkena tendangan orang itu.
'' Sakit sekali,'' lirih Zahla memegangi bagian wajahnya yang sepertinya meninggalkan bekas memar di sana dan ada sedikit darah yang keluar dari lubang hidungnya.
'' Orang itu siapa? dan ini apa?'' gumam Zahla yang baru saja ingin membuka sebuah berkas di tangannya tapi suara orang meminta tolong dari arah dalam ruangan mengurungkan niatnya untuk melihat isi berkas itu.
'' Hah? ada orang lagi didalam?'' gumam Zahla dengan mata yang terbelalak.
Dengan langkah sedikit berlari Zahla masuk ke ruangan itu dan mencari sumber suara tersebut dan ternyata ada seseorang yang sudah tergelatak dengan bersimbah darah di bawah lantai .
'' Astaga! darah? hah .. aku harus apa? aku harus bagaimana?'' Zahla pun panik.
'' Seseorang tolong saya.'' lirih seseorang itu yang sepertinya sudah tidak kuat lagi menahan sakit.
'' Anda kenapa, dan tadi itu siapa?'' tanya Zahla yang masih panik dengan apa yang dia lihat.
Setelah Zahla memperhatikan wajah seseorang itu baik-baik matanya terbelalak. '' Tuan kevin!'' teriak Zahla yang terkejut melihat seseorang yang bersimbah darah itu adalah Kevin.
Zahla mencari sesuatu di sana dan dia mengambil sebuah bantal sofa untuk mengganjal kepala Kevin membantunya untuk merebahkan kepalanya di sana.
Zahla pun mencari sesuatu lagi di sana dan ternyata ia mencari sebuah telepon untuk meminta bantuan tapi karena panik Zahla menekan sebuah tombol dimana tombol itu langsung terhubung ke nomor seseorang.
'' Halo, siapapun disana tolong saya .. Emm maksud saya tolong tuan Kevin di lantai empat, dia terluka dan saya tidak mengerti harus melakukan apa.'' Ujar Zahla dengan panik.
Zahla langsung menutup telpon dan menghampiri Kevin lagi yang sudah tidak bisa melakukan apapun itu.
__ADS_1