Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Siapa nama mu!! ( Aslan )


__ADS_3

Ciiiiiittttttt'


Suara rem mobil berdecit sangat kencang, sebuah mobil tiba-tiba terhenti kala melihat sesuatu yang melintas di depan mobil nya.


Wajahnya terlihat syok, ia terdiam sejenak lalu mencari keberadaan ponselnya yang entah ia taruh dimana.


'' Sial.. Kenapa dia tidak menjawabnya'' gerutu nya.


Yang di lihatnya adalah sebuah sepeda motor yang membawa seseorang yang sangat ia kenal, yang tak lain adalah Zahla.


Dengan wajah yang penuh amarah, David pun melajukan mobilnya berniat untuk menyusul sepeda motor yang membawa Zahla itu namun karena padatnya jalanan membuat ia tertinggal jauh di belakang.


Tombol klakson pun terus ia tekan menuntut para pengendara lainnya agar memberikan jalan untuk nya, namun tidak ada yang mau menyingkirkan mobilnya karena memang tidak ada celah untuk mereka menyingkir.


Bughhh'


David memukul stir mobil dengan sangat kencang, jika stir mobil bisa berbicara ia pun akan berteriak sakit karena pukulan David.


Ia benar-benar marah saat itu, pagi-pagi ia langsung menuju unit kamar Zahla namun Zahla sudah tidak ada di sana dan ternyata ia melihat gadis yang tengah di carinya sudah pergi bersama seseorang yang entah itu siapa.


***


Zahla dan teman kelasnya baru saja sampai parkiran kampus.


Pria itu menatap Zahla dengan heran, dengan kecepatan tinggi ia mengendarai sepeda motornya tidak ada sama sekali raut ketakutan di wajah gadis yang saat ini sedang bersamanya melainkan wajahnya terlihat ceria dan lega karena sampai tepat pada waktunya di kampus.


'' Haaaahhh, akhirnya tepat waktu. Terimakasih ya berkat mu aku tidak terlambat di hari kedua ku masuk kuliah'' Ujar Zahla dengan wajah riangnya.


Zahla pun berlalu setelah mengucapkan terima kasih pada pria yang saat ini pun belum ia ketahui namanya itu.


'' Dia sangat aneh, tidak ada rasa takut sama sekali saat aku bawa kebut-kebutan di jalan, menarik.'' Bibirnya pun tersungging senyuman tipis di sana dan berlalu menyusul langkah Zahla yang sudah jauh berjalan di depannya.


Pemuda berdarah Asia itu berjalan lebih cepat karena ingin menyusul langkah Zahla namun ia merasa bingung untuk memanggil nya apa pada Zahla yang saat ini pun sama halnya dengan Zahla, mereka belum mengenal satu sama lain walaupun sudah bertemu dua kali.


Beberapa kali pemuda itu memanggil nya dengan panggilan '' Heii!!'' namun Zahla tidak sama sekali menoleh ke arahnya.


Aslan ya pemuda itu bernama Aslan, pemuda yang tidak senang bergaul dengan sembarangan orang, pemuda yang sangat pendiam, pemuda yang sangat membenci keramaian juga membenci orang baru.


Namun ada sesuatu yang berbeda pada diri Zahla yang membuat nya tertarik ingin mengenal nya lebih jauh.

__ADS_1


Setelah sampai kelas, Zahla yang sudah mengeluarkan bukunya ke atas mejanya dan memulai membacanya seketika terkejut karena gebrakan meja dari seseorang.


Zahla terperanjat kaget sampai buku yang ia pegang pun terjatuh ke lantai.


'' Kau tuli ya!'' sembur Aslan, ya sang pelaku penggebrakan meja itu adalah Aslan.


Beberapa mahasiswa yang baru datang dan yang sudah berada di sana pun sama terkejutnya dengan Zahla, pria yang belum pernah terdengar suaranya itu saat ini telah menyemburkan kekesalannya pada mahasiswa baru di kelas itu.


Apa yang telah di lakukan mahasiswa baru itu, sehingga membuat nya marah? itulah pikiran para mahasiswa yang saat ini tengah terkejut karena melihat kejadian itu.


'' Ada apa sih, kenapa kau malah mengatai ku tuli.'' balas Zahla yang mengeluarkan suara bernada sama dengan Aslan.


Kembali membuat kaget, sikap yang Zahla lakukan kali ini perdana bagi siapapun yang bahkan menatap netra Aslan pun tidak ada yang berani namun Zahla? bahkan berteriak pada Aslan pun ia telah lakukan hari ini.


Aslan yang mendapatkan balasan teriakan dari Zahla merasa syok, karena baru pertama kalinya ia di teriaki seperti itu pada lawan jenisnya.


'' Ikut aku,'' Aslan mencengkram kuat lengan Zahla dan membawanya pergi dari kelas ke koridor yang lebih sepi.


'' Apa sih, sakit tau,'' ketus Zahla.


'' Oh hebat ya, belum ada sehari kau memohon pada ku dengan wajah polos mu, tapi sekarang malah berani berteriak pada ku,''


'' Maaf,, kamu sih membuat aku terkejut. Ada apa memangnya?'' seru Zahla namun Aslan tidak bisa menjawabnya karena dia pun bingung mau berbicara apa.


'' Emmmm,, siapa nama mu'' ketus Aslan.


Mulut Zahla ternganga mendengar pertanyaan Aslan yang tidak berguna itu, menariknya bahkan sampai menteriakinya hanya untuk bertanya siapa nama nya.


Aslan yang melihat Zahla terbengong karena pertanyaan, merasa gugup karena ia menyadari pertanyaan nya itu sangat tidak berfaedah.


Aslan menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Zahla menyadari lamunan Zahla. '' Hei, kenapa kau malah bengong seperti itu!''


'' Ahhh tidak, Ohh kau bertanya nama ku kan, nama mu Zahla lalu kau?''


'' Nama yang aneh,'' gumam Aslan yang tidak sengaja terdengar oleh Zahla.


'' Hei nama ku itu sangat indah, walaupun aku juga tidak tau siapa yang memberikan aku nama itu.'' Ucap Zahla dengan lirih pada akhir kalimatnya.


'' Ya sudah.''

__ADS_1


Tanpa mengucapkan apapun lagi Aslan berlalu meninggalkan Zahla di ujung koridor sepi itu, sikap Aslan yang menurut Zahla aneh itu membuat nya bingung setengah mati.


***


Di DGC group, David tengah uring-uringan karena sedari tadi telponnya tidak kunjung di jawab oleh Zahla.


Beberapa pertemuan pun ia tunda pagi ini, berkas-berkas buang harus ia pelajari pun terbengkalai belum satu pun ada yang tersentuh oleh David.


Sebuah ketukan pintu terdengar dan David hanya menyahuti nya dengan deheman nya.


Seseorang itu pun masuk setelah mendengar sahutan David. Kevin ya dia adalah Kevin.


'' Niel, meeting selanjutnya..''


Ucapan terhenti karena David merentangkan telapak tangan nya ke hadapan Kevin agar ia diam tidak melanjutkan ucapannya lagi.


'' Diamlah, aku tau ada meeting selanjutnya kan. Tapi kau kan bisa wakilkan aku, aku sedang tidak berselera untuk menanganinya. Pergilah.'' Usir David tanpa bertukar netra pada Kevin.


Kevin hanya berdecak kesal karena sikap bosnya yang semena-mena itu, ia berlalu tanpa permisi dari sana.


'' Dia kenapa lagi sih, aneh sekali. Tidak biasanya dia bersikap malas-malasan seperti itu,'' gerutu Kevin.


langkah Kevin terhenti di depan Pantry, ia masuk kesana berharap bisa menemui seseorang namun di sana hanya ada office boy yang sedang membersihkan gelas-gelas dan sendok ke dalam lemari penyimpanan.


'' Tuan Kevin, ada yang anda butuhkan?'' tanya salasatu di antara mereka.


'' Apa Zahla ada?'' tangannya.


'' Lho, Zahla kan sekarang part time tuan, mungkin nanti siang ia baru datang,'' sahut office boy itu.


Kevin tercengang mendengar nya, ia bahkan baru mengetahui itu hari ini.


'' Memangnya kenapa dia mengambil part time?''


'' Sekarang dia berkuliah dan pihak HRD pun mengizinkan nya untuk kerja part time.'' Jawabnya.


Kevin pun berlalu dengan rasa penasarannya, ia bergumam sendiri di setiap langkahnya.


'' Apa David tau tentang ini? tapi HRD pasti mengizinkannya karena perintah atasan juga kan, sial!! berarti David telah maju lebih depan dari pada aku.''

__ADS_1


__ADS_2