Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Panggil aku sekali lagi


__ADS_3

David kembali keruangan Zahla, dan begitu terkejutnya David dengan sifat posesif nya tentu marah, melihat Zahla yang sedang merapikan brangkar nya karena sedikit acak-acakan bekas ia tidur.


''Zahla!'' teriak David yang langsung berlarian ke arah Zahla dan membawanya agar duduk di sofa yang ada di sebrang ranjangnya.


Zahla yang di perlakukan seperti itu tentu merasa bingung. Apa yang di lakukan orang ini? gumamnya dalam hati.


''Sudah kukatakan, jangan banyak bergerak,'' omel David bak seorang ibu sedang mengomeli anak kesayangannya.


'' Banyak bergerak? aku hanya membersihkan selimut saja,'' bela Zahla pada dirinya sendiri.


''Ya itu kan bisa di kerjakan oleh pihak rumah sakit. Sudahlah, kau duduk saja aku yang akan membersihkannya dan merapihkan pakaianmu, kita akan segera pulang.'' Ujar David yang membuat expresi Zahla berubah seketika, ya wajah riangnya muncul ketika mendengar kata 'pulang'.


''Pulang? Yeaaayyyy, akhirnya aku bisa keluar juga dari rumah sakit membosankan ini,'' ucap Zahla dengan riang nya.


Setelah selesai mengurus berkas kepulangan Zahla, merekapun pergi dari ruangan itu menuju basement dimana mobil David terparkir di sana.


Tapi saat David akan menekan tombol lift dan kebetulan seseorang pun keluar dari lift yang langsung menyapa Zahla yang duduk di kursi roda.


''La?'' sapanya dengan senyumnya.


''Aslan? kau disini?'' sahut Zahla yang membalas senyuman Aslan teman satu kampusnya.


''iya,aku menanyakan mu pada Vanya dan Vanya bilang kamu masuk rumah sakit, lalu bagaimana keadaan mu, hem?'' tanya Aslan dengan posisi berjongkok di depan kaki Zahla.


''Aku baik-baik saja, ini juga sudah mau pulang,'' jawab Zahla.


David yang menjadi obat nyamuk pun merasa kesal, terlebih lagi, posisi Aslan yang sangat dekat dengan Zahla dan Zahla yang terus berbincang dengan senyum yang di umbar nya.


David berdiri dengan tangan yang di lipat di atas perutnya, dengan mata elangnya ia menatap tajam ke arah Zahla dan berharap Zahla dapat melihat nya namun tidak, ya Zahla yang asik mengobrol itu sukses membuat David si pria pencemburu dan si posesif itupun terpancing amarahnya.


'' Hei kau!'' bentak David dan dengan kasar ia menarik lengan pria yang berjongkok di depan gadisnya itu agar berdiri menjauh dari Zahla.


Zahla yang melihat nya terkejut karena lagi-lagi David bersikap kasar pada seseorang di hadapannya, dan Aslan lah yang kembali menjadi korban David.

__ADS_1


''Jangan pernah mendekati nya lagi, mengerti.'' Ujar David dengan tegas memperingati Aslan yang hanya bersikeras baik pada Zahla.


''Tuan,'' panggil Zahla namun tidak didengar.


Mata kedua pria itu saling beradu tatap, tatapan keduanya menyiratkan adanya persaingan di dalamnya, Aslan yang tidak kenal takut dan David yang memang tidak akan membiarkan siapapun mendekati Zahla berusaha memperingati Aslan agar tidak terlibat jauh ke dalam nya.


Zahla terus saja berusaha memanggil-manggil nama keduanya namun tidak ada yang mendengarnya, karena perang dingin itu sudah terjadi maka akan sulit untuk memisahkannya.


Dan akhirnya Zahla pun berteriak dengan memanggil David tanpa kata Tuan di depan namanya dan alhasil David pun mengakhiri perang tatap itu.


''David!'' teriak Zahla tanpa sadar.


David pun seketika menoleh ke arah Zahla, dengan menatap tak percaya bahwa Zahla memanggilnya dengan namanya, dan ketahuilah itu adalah hal yang paling di tunggu-tunggu David sejak lama.


''Aslan kau boleh pergi, maafkan aku.'' Ucap Zahla dengan perasaan yang tidak enak karena harus menyuruh Aslan pergi yang berniat baik untuk menjenguknya.


Karena Zahla sendiri yang menyuruh nya pergi, akhirnya Aslan pun pergi dengan terpaksa menyisakan Zahla dan David di sana.


''Apa?''


''Mulai sekarang jangan ada kata 'Tuan' di nama ku. Mengerti.'' Ucap David yang segera mendorong kembali kursi roda Zahla dan memasuki lift untuk turun ke basement.


Keheningan melanda di sepanjang perjalanan mereka, David yang tiba-tiba memikirkan Kevin sahabat nya, ia benar-benar tidak percaya akan penghianatan yang dilakukan Kevin padanya, tapi itu semua memang terjadi.


Lantas apa yang harus aku lakukan untuk menghukum si penghianat itu? dalam hati David berpikir.


'' Bos?'' panggil Zahla namun tidak ada jawaban dari David.


''Bos David?'' panggilnya lagi namun tetap tidak ada jawaban.


''David!!'' akhirnya Zahla pun kembali berteriak dan memanggil nama David tanpa embel-embel Tuan dan Bos.


Namun ternyata bukan tanpa sengaja David tidak menjawabnya, buktinya saat Zahla memanggil dengan namanya, David Langsung menjawabnya walaupun hanya dengan deheman semata.

__ADS_1


''Hem?''


''Astaga, dari tadi aku memanggil nya tapi tidak di jawab-jawab, sekalinya di jawab hanya kata 'Hem, cih.'' Gumam Zahla dengan suara yang sangat pelan.


''Anda akan membawa saya kemana? ini bukan jalan menuju apartemen,''


'' Mansion utama,'' jawab David dengan singkat.


''Kenapa kesana?'' tanyanya lagi namun tidak ada jawaban lagi dari David sehingga membuat Zahla merasa kesal.


''Kau menyebalkan ya.'' Celetuk Zahla.


***


Di bungalow, Deri yang baru saja mengalami kekalahan dari sosok seorang Daniel Carroll, mengamuk sehingga merusak barang-barang yang ada di ruang kerja nya.


'' PANGGIL KEVIN SI ANAK KURANG AJAR ITU!!!'' teriaknya dengan amarah yang benar-benar meledak-ledak.


''Baik Ayah,'' sahut sang yg anak.


Kevin yang berada di kamarnya pun segera di seret untuk menghadap Deri pamannya.


Sesampainya di ruangan Deri, Kevin yang di seret oleh dua orang bodyguard suruhan Deri, di lemparnya sampai terjatuh tepat di hadapan kaki Deri.


''Anak kurang ajar! tidak tahu berterima kasih!! dari kecil kau ku urus, dan hanya untuk mengerjakan pekerjaan seperti inipun kau tidak becus!!'' Bentak Deri.


Dengan perlahan, Kevin pun bangkit dari jatuhnya dan berdiri bersejajar dengan pamannya.


Dari mula wajah yang tertunduk dan akhirnya Kevin pun mengangkat kepalanya dan menunjukan wajah dengan raut datarnya.


''Dari kecil aku sudah menuruti apa mau paman, dan karena pekerjaan Dajjal ini, dan aku tidak bisa melaksanakan nya dengan baik, kau melupakan semua pengorbanan ku, begitu?'' ucap Kevin dengan suara yang sangat dingin.


Suasana pun berubah ketika Kevin melayangkan tatapan tajam ke arah pamannya sehingga membuat Deri yang di tatap seperti itu merasa gugup dan berkeringat.

__ADS_1


__ADS_2