
Suara deru hentakan kaki terdengar mengisi sebuah lorong, orang-orang yang juga berada di sana karena keperluan masing-masing ikut menoleh ke asal suara.
Seorang pria berlarian ke arah dimana terdapat tulisan UGD pada sebuah rumah sakit. Kakinya terhenti tepat di hadapan berangkar yang terdapat seseorang tertidur dengan begitu lelapnya, mata yang tertutup rapat dengan sebuah kain yang menutup tubuhnya dan meninggalkan kepalanya yang belum di tutupi sepenuhnya.
Seorang perawat yang akan menutup seluruh tubuh seorang pasien tersebut menghentikan gerakannya karena sebuah kode berhenti dari pria yang baru saja datang itu. '' Bisa pergi sebentar,'' suara parau dari seorang pria tadi terdengar samar-samar ke telinga perawat tersebut namun masih bisa di pahami, lalu iapun berlalu meninggalkan pria yang di yakini wali dari pasien yang sudah terbujur kaku di berangkar sana.
Ya pria itu adalah Kevin, pria yang baru saja keluar dari mobilnya dan langsung berlarian mencari seseorang yang ingin di temuinya dan berharap kalau orang itu baik-baik saja, namun tidak! itu tidak terjadi karena takdir pun berkata lain.
Tangan yang pucat dan dingin Kevin raih, menghela nafasnya dengan kencang, mengontrol detak jantung nya yang tidak berhenti berderu kencang, kakinya melemas dengan getaran punggung yang menandakan kalau dirinya benar-benar hancur saat itu.
'' Bukankah kau berjanji akan memasak makanan untuk ku?'' ucap Kevin dengan suara seraknya. '' Tapi kenapa kau malah mengingkari janji mu..'' lanjutnya.
Seorang dokter dengan dua orang perawat mendatangi Kevin, dan Kevin yang menyadari ada seseorang datang pun melirik dengan tidak suka karena merasa terganggu.
'' Maaf Tuan, apa kau wali dari Nona Tiara?'' ucap sang dokter dan hanya mendapatkan deheman dari Kevin.
'' Kau harus mendatangi ini,'' ucap dokter itu lagi namun bukan mendapatkan sambutan baik dari Kevin, Kevin malah meliriknya dengan tajam dan menghempaskan sebuah berkas yang dokter itu ingin berikan.
'' Apa kau tidak bisa menunggu!! apa surat itu begitu penting bagimu!!'' Bentak Kevin dengan tangan yang sudah meremas kerah baju dokter yang sudah terlihat syok itu, namun bagaimanapun dokter itu tidak marah dengan sikap Kevin, ia sudah mengerti dan terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu dari keluarga pasien yang di tinggalkan.
__ADS_1
'' Saya mengerti kalau anda terpukul, namun bagaimanapun tuhan lah yang memiliki rencana.'' Ucap dokter.
''Vin!!'' panggil seseorang dengan berpakaian sama dengan dokter itu, dia adalah Davin sepupu dari David sahabat nya sekaligus adik ipar nya.
'' Lepaskan dia Vin, dan maafkan tuan ini Dok.'' Ucap Davin dan di angguki dokter itu.
'' Bajingan mana yang berusaha untuk mencelakainya! ku pastikan dia akan mati di tangan ku!!'' teriak Kevin pada Davin yang bersikap tenang karena memahami bahwa Kevin benar-benar sedang terpukul.
''Vin, kau harus tenang, orang itupun tewas di tempat,'' mendengar ucapan Davin, Kevin bukan merasa lega justru dia malah merasa kesal dan terus mengumpat karena seharusnya orang itu tewas di tangannya. '' Dan apa Zahla tidak ikut dengan mu?'' pertanyaan Davin membuat Kevin terdiam dan menatapnya dengan tatapan mata yang memerah.
'' Apa dia juga?-'' Kevin menggantungkan pertanyaannya karena tidak sanggup melanjutkan nya. '' Tidak, dia selamat.'' Jawab Davin dan Kevin pun bernafas dengan lega.
~
Flashback'
David yang baru saja sampai ke Bandara terlupa kalau berkas pentingnya tertinggal di kantor, kalau bukan berkas itu alasan nya untuk ia pergi ke luar kota, ia akan mengabaikannya. David pun berniat kembali ke kantor nya karena jadwal penerbangan pun masih satu jam lagi.
Dengan keadaan jalanan yang ramai namun tidak ada kemacetan, David menyetir dengan santai, saat lampu merah ia masih menghubungi Krish untuk menyiapkan berkas yang tertinggal itu, tapi saat lampu sudah menandakan kalau kendaraan harus jalan iapun segara menancapkan gasnya.
__ADS_1
Di posisi lain, seorang wanita yang merasa tidak asing melihat mobil yang di kendarai David dan memang ternyata dia adalah mantan kekasih nya, wajahnya tersenyum melihat pria yang dulu ia cintai baik-baik saja bahkan terlihat bahagia, tapi saat matanya melirik ke arah lain, tiba-tiba matanya melebar.
Ya sebuah mobil sudah bersiap untuk melesat ke arah David dan sudah di pastikan kalau seseorang itu berniat untuk mencelakai David, tanpa berpikir panjang wanita itu yang tak lain adalah Tiara mantan kekasih David, menancapkan gasnya juga berniat menghalangi mobil yang sudah melesat kencang itu dan ''BRAAKKKKKK.... BUUUMMMMM'' Kecelakaan pun terjadi, mobil yang Tiara kendarai terguling jauh dan terseret mobil orang itu beberapa meter dan mobil David pun ikut terpental karena ingin menghindari kecelakaan itu.
Keadaan mobil ketiganya ringsek parah, mobil berwarna merah yang di kendarai Tiara pun sudah tidak lagi berbentuk, Tiara yang masih berada di dalam mobil pun berusaha keluar namun karena kerusakan parah itu mengakibatkan mobilnya meledak dan membuat dirinya terpental jauh dari mobil nya.
'' Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk kalian,'' ujar Tiara sebelum ia benar-benar menutup matanya.
Seseorang yang berniat jahat itupun sudah tidak lagi bernyawa karena benturan keras dari kecelakaan itu, dan di sisi lain mobil David yang sudah menabrak sebuah tiang sudah di kerumuni orang-orang yang berniat menolongnya. ''Dia masih hidup!!'' teriak seorang pria tua yang memeriksa keadaan David.
~
'' Aku sudah menghubungi bibi Vita karena aku tidak mempunyai kontak Zahla, mungkin bibi sudah mengabari nya.'' Ucap Davin.
'' Tidak, bagaimana nanti keadaan Zahla kalau tahu suaminya kecelakaan.'' Kevin sudah tidak bisa lagi berpikir jernih, dia benar-benar marah dan terpukul, wanita yang di cintai nya sudah pergi meninggalkan nya dan apa dia akan melihat adiknya juga bersedih karena suaminya sedang tidak sadarkan diri.
'' Vin kau dengan nya?-'' Kevin tidak menjawab, ia kembali ke berangkar Tiara, tubuhnya kembali bergetar, menghadapi takdir yang terlalu kejam untuk nya, wanita yang sejak lama ia cintai dan sudah berhasil ia dapatkan malah pergi begitu saja tanpa berpamitan. '' Ra.. Aku sangat tidak suka dengan orang yang tidak berpamitan..'' Ucap Kevin dengan suara gemetar.
Melihat Kevin yang begitu sedih karena kepergian Tiara, Davin pun semakin mengerti, kalau mereka memang memiliki hubungan khusus, Davin melangkah mendekat ke Kevin dan memberikan kekuatan agar Kevin bisa menerima itu semua.
__ADS_1
'' Kau harus kuat Vin, karena adik mu juga akan melewati masa sulitnya, David koma.'' Ucapan Davin membuat Kevin semakin bersedih, tubuhnya ambruk ke bawah, tangannya menjambak rambutnya sendiri, kenapa takdir ini begitu tidak adil untuk nya dan adiknya.