
Kabar adanya kejadian pembobolan data ternyata sampai terdengar oleh Daniel, sehingga membuat nya merasa cemas dengan keadaan anak laki-lakinya itu, terutama Devita yang sedari pagi tidak bisa tenang setelah mendengar itu.
'' Kamu tenang dulu sayang,'' ucap Daniel menenangkan istrinya.
'' Tenang bagaimana, bahkan dari tadi aku menghubungi David tidak ada jawaban,'' sahut Devita yang kesal karena sikap suami nya yang teramat tenang.
'' Kau lupa suami mu ini siapa?'' gumam Daniel namun sengaja agar terdengar oleh istrinya.
Daniel meraih ponselnya yang dia simpan di atas nakas, dengan satu kali sentuhan jarinya dia telah terhubung dengan seseorang di sebrang sana.
'' Lalu bagaimana keadaan David?'' tanya Daniel tanpa basa-basi.
'' Emmm, ya sudah.'' Seperti biasa Daniel akan menutup telponnya secara sepihak tanpa adanya permisi ataupun kata terima kasih sebagai penutupnya.
'' Bagaimana Dad?'' tanya Devita dengan tidak sabar nya.
'' Kemarilah,'' panggul Daniel pada istrinya agar Devita duduk di sampingnya.
'' Kau tenang dulu, anak kita tidak apa-apa, keadaan nya juga baik, dan percobaan pembobolan data itu berhasil di gagalkan oleh seseorang ternyata.'' Ujar Daniel menceritakan apa yang telah dia dengar dari orang kepercayaannya yang sengaja di tempatkan di perusahaan itu.
'' Di gagalkan seseorang? siapa?'' Daniel hanya menggedikan bahunya tanda dia belum tau siapa yang telah menggagalkan pembobolan itu.
'' Mungkin Kevin, ya sudah lebih baik kau sajikan makan siang ku, hem?'' ucap Daniel dengan lembut.
'' Makan siang? Ooh ya sudah aku ke bawah sebentar,'' saat Devita akan pergi meninggalkan Daniel, dengan cepat tangan kekar dan berurat milik Daniel mencekal lembut tangan Devita.
Alis Devita naik sebelah, merasa aneh dengan sikap Daniel suaminya, ada rasa curiga di hatinya saat melihat tatapan mata suami arogan nya itu.
'' Kenapa?''
__ADS_1
'' Kau hanya perlu menyiapkan makanan ku dengan berbaring di atas ranjang, dan aku yang akan mengeksekusi nya.'' Mata Devita memutar malas, sudah di duga kosakata yang di gunakan suaminya itu selalu membuat dia salah paham dan pada akhirnya berujung pelampiasan nafsu birahinya.
Hari ini Zahla mendapat kan hari liburnya di tambah bonus dadakan yang di berikan oleh pihak perusahaan karena berkat nya data perusahaan bisa selamat.
Zahla berbaring di sofa apartemen yang di berikan David, entahlah apartemen itu di berikan atau hanya sekedar di pinjamkan yang Zahla tau David hanya menyuruhnya tinggal di sana dengan aman dan nyaman.
'' Karyawan lain mendapatkan libur seperti ini pasti akan senang, dan aku? aku bahkan bingung harus melakukan apa di apartemen mewah ini,'' Zahla membuang nafas nya ke udara meluapkan kejenuhannya.
'' Ah lebih baik aku pergi jalan-jalan di sekitar sini saja,'' gumam nya yang langsung bergegas untuk pergi namun baru saja ia akan mengambil tasnya yang dia simpan di dalam kamar, suara pintu terbuka terdengar dan mengurungkan niatnya untuk beranjak dari duduknya.
'' Tuan bos?''
' Mentang-mentang apartemen ini miliknya, dia bisa masuk seenaknya begitu,' gerutu Zahla dalam hati nya.
Tanpa mengucapkan apapun, David langsung membaringkan tubuhnya di atas sofa dengan kepala yang dia taruh di atas paham Zahla yang terkejut karena David bersikap seperti itu.
'' Eehhh.. Tuan bos apa yang kau lakukan?'' tanya Zahla dengan raut wajah yang terlihat syok.
Hah?
'' T-tapi .. Apa harus begini?'' tanya Zahla dengan gugup.
Emmm! David hanya menjawabnya dengan gumaman, dengan tangan yang gemetar Zahla memberanikan dirinya untuk menyentuh kepala David tapi saat sebagian jarinya menyentuh sedikit kening David alis matanya mengernyit.
'' Apa kau sedang sakit tuan bos? kau demam,'' seru Zahla yang merasakan panas pada kening David, Zahla menelitik wajah David yang memang terlihat sedikit memucat.
'' Saya tidak apa-apa, saya minta tolong pijatkan kepala saja.'' Sahut David yang masih memejamkan matanya.
Zahla pun memijat kepala David dengan perlahan, matanya terus memperhatikan wajah David yang memucat itu, dengan jarak yang dekat Zahla bisa melihat wajah tampan David, dadanya pun berdetak dengan cepat yang bahkan ia tidak tau bertanda apa itu.
__ADS_1
Sepuluh menit lamanya Zahla memijat kepala David, nafas David sudah teratur dan dapat di pastikan bahwa David sudah terlelap dalam tidurnya di pangkuan Zahla.
Dengan perlahan Zahla memindahkan kepala Bos nya itu di bantal sofa yang dia ambil di sampingnya, dan dengan langkah perlahan ia menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu di sana.
Selimut, ya Zahla mengambilkan selimut untuk David yang tertidur di atas sofa itu lalu dia berbalik untuk pergi ke dapur.
'' Aku buatkan si bos bubur jagung saja, setelah dia bangun nanti bubur jagung nya pasti sudah siap, semoga si bos suka,'' gumam Zahla yang mengambil ancang-ancang untuk memulai masak bubur jagung untuk David.
Beberapa saat kemudian bubur jagung yang di buat Zahla telah siap, dan bunyi dentingan alat dapur membuat David terbangun dari tidur sejenak nya itu.
Matanya mengerjap perlahan dan menyesuaikan sinar lampu yang menyilaukan matanya, alisnya mengernyit merasakan sakit di kepalanya yang sedikit berkurang itu.
'' Kemana dia?'' gumam David yang mencari keberadaan Zahla namun bunyi dentingan alat dapur membuat David tahu, kalau Zahla ada di ruang dapur.
Dengan jalan yang tertatih, David melangkah menuju dapur dimana Zahla ada di sana.
'' Kau sedang apa?'' tanya David dengan suara seraknya dan langsung duduk di meja makan memperhatikan Zahla dari jarak sekitar tiga meter dari kursi.
Zahla terperanjat kaget mendengar suara David yang secara tiba-tiba itu sudah berada di belakangnya, dan setelah mengatur nafasnya lalu Zahla berbalik badan dan membawakan semangkuk bubur di tangannya untuk David yang sudah duduk di kursi meja makan.
'' Di makan ya bos,'' ucap Zahla yang sudah menaruh mangkuk bubur buatannya itu di hadapan David.
'' Kau yang membuatnya?'' tanya David dan Zahla hanya memberikan anggukan dan senyum tipisnya yang sudah mampu membuat David terkesima melihat nya.
'' Apa ini masuk ke tagihan upah gajih mu?'' goda David dengan tawa kecilnya yang sangat terlihat oleh siapapun itu.
'' Hisshhh aku membuatkan nya dengan tulus kok, karena ku lihat tuan Bos sepertinya sedang tidak baik-baik saja.'' Sahut Zahla dengan bibir yang di manyunkannya.
David terkekeh mendengar jawaban Zahla dan saat melihat bibir mungil Zahla yang sedang di majukan pemiliknya itu seketika tenggorokannya terasa serat.
__ADS_1
David berdehem dan langsung mengambil segelas air minum yang ada di hadapannya dan langsung menenggaknya sampai tandas tak tersisah.
'' Jangan buat expresi buruk itu lagi,'' gumam David yang langsung mengambil sendok dan bersiap akan memakan bubur buatan Zahla itu.