Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Pukulan dari Kevin


__ADS_3

Beberapa kali Zahla menghela nafasnya, dan beberapa kali juga, ia terus melirik jarum jam yang menempel di dinding restoran.


''Sudahlah, orang yang kau tunggu tidak akan datang juga kok,'' ucap Leo dan Zahla hanya menatapnya dengan malas.


Makanan yang di pesan Leo beberapa saat lalu pun tidak sama sekali ia sentuh, Zahla hanya menyibukkan dirinya dengan ponselnya, nomor yang ia namai 'Hubby' terus ia hubungi namun tidak ada tanda-tanda akan di jawabnya.


Sepasang kaki berdiri di samping Zahla, Zahla mendongakkan kepalanya melihat siapa pemilik kaki panjang itu.


Seorang pria tampan dengan pakaian formal berdiri di sampingnya dengan senyuman khasnya.


''Kak, kak Kevin?!'' ucap Zahla yang terkejut namun bahagia melihat Kevin, kakak sepupunya ternyata sudah pulang dari luar negeri.


Kevin membalas senyuman Zahla, namun senyuman itu seketika luntur ketika melihat seorang pria yang duduk di depan adiknya, alisnya mengernyit menatap tidak suka.


''Halo, perkenalkan saya Leo,'' ucap Leo yang sudah mengulurkan tangannya menunggu Kevin menjabatnya tapi Kevin hanya diam menatap tajam ke arahnya.


''Oke, baik, saya bisa maklumi, pasti anda merasa asing dengan saya-''


''Kak, ayo pergi.'' potong Zahla yang sudah ingin menarik lengan Kevin namun Kevin menahannya.


''Tunggu sebentar,'' ucap Kevin dengan suara lembut pada adiknya. Kemudian kembali menatap Leo dengan tatapan elangnya, ''dan kau! aku harap, aku tidak akan melihat kamu mengganggu adik ku lagi, kalau tidak kau akan tahu apa yang akan aku lakukan.'' Ancam Kevin yang kemudian pergi membawa Zahla keluar dari restoran.


''Damn it!! siapa dia memangnya bisa mengancam ku, sial!'' sungut Leo dengan memukul meja yang penuh dengan makanan itu.


Di luar restoran Kevin menarik kembali tangannya dari genggaman Zahla, menatap tajam pada mata adiknya meminta jawaban langsung darinya, Zahla yang paham dengan tatapan Kevin akhirnya menghela nafasnya dan mencoba menjelaskan nya.


''Baiklah,, jadi dia itu Leo, yang pernah menjadi tunangan ku waktu aku masih di panti, dan sekarang dia menjadi rekan bisnis nya David.'' Cerita Zahla dengan singkat, ingatan Kevin berputar, cerita Zahla membuat ia teringat pada cerita David dahulu yang pernah menghajar seorang pria di hari pertunangan nya.


''Ooh,, iya iya. Kakak ingat,, tapi apa David sadar siapa dia?''


''Awal dia tidak menyadari itu kak,'' Kevin pun mengangguk paham dengan apa yang di ceritakan adik kesayangannya itu.

__ADS_1


''Oh ya kak, kapan kakak kembali kesini? kenapa tidak memberitahu aku?''


''Tadi malam kakak baru mendarat, bagaimana keadaan mu? maafkan aku ya, waktu itu kakak tidak ada saat kau membutuhkan ku,'' ucap Kevin yang merasa bersalah.


''Tidak apa-apa kak,''


Merekapun pergi dengan mobil Kevin yang entah mahu di ajak kemana Zahla saat itu.


***


Di perusahaan kecil yang di bangun oleh tangan David sendiri, David yang baru saja keluar dari ruang meeting, berjalan dengan dua orang di samping kiri dan kanannya yaitu Rebbeca dan Krisna , David mengangkat wajah nya dengan raut wajah yang memancarkan kebahagiaan.


Ya, dia baru saja memenangkan tender proyek yang bisa menguntungkan bagi bisnisnya, terlebih lagi sebelum itu projek aplikasi nya pun di terima dengan baik dengan kliennya.


''Selamat ya Tuan,'' ucap Rebbeca.


''Ya terima kasih, ini juga berkat kerjasama kalian, akan ada bonus insentif untuk kalian.'' Sahut David dan di sambut dengan bahagia oleh kedua stafnya.


Mereka berpisah di depan ruangan yang bertuliskan CEO room, Rebbeca yang kembali ke mejanya dan begitupula dengan Krisna. David masuk ke dalam ruang kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya.


''Mungkin ini keberuntungan dari calon anak ku-'' ucap David dengan tertahan, ia terdiam mengingat sesuatu. ''Astaga!! Zahla, istriku,, jam berapa sekarang?'' matanya melihat ke arah arloji yang ada di pergelangan tangan nya, matanya terbelalak ketika melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 3 sore sedangkan ia berjanji akan datang ke Restoran pada jam makan siang yaitu 12 tepat.


''Bodoh! aku sangat bodoh!!'' makinya pada diri sendiri, dengan tergesa-gesa ia memunguti mantel dan ponsel yang ia letakan di laci mejanya.


Lagi-lagi matanya terbelalak karena melihat panggilan tidak terjawab sebanyak 23 kali dan itu semua dari kontak yang ia namai 'my wife is cute'


David berlari ke arah pintu, namun sebelum ia membuka pintunya, seseorang dari luar membuka pintu terlebih dulu tanpa mengetuk nya.


Buughhh👊


Sebuah pukulan keras David dapatkan di area perutnya dan membuat David hampir saja tersungkur jatuh.

__ADS_1


''Hei kurang ajar-!!'' makiannya tertahan karena melihat siapa yang sudah memukulnya.


''Kau? sialan,''


''Itu akibat nya membuat adik ku sengsara menunggu mu di restoran selama berjam-jam.'' Ya beliau adalah Kevin, Zahla sudah bercerita bagaimana dia berada di restoran dan sampai di ganggu oleh Leo.


Baru saja David akan menjawab ucapan Kevin, Zahla yang masuk menyusul Kevin, memasang wajah masamnya dan itu bisa David pahami, kenapa sampai istrinya memasang wajah seperti itu.


''Honey,, kemarilah,,'' ucap David yang sudah merentangkan tangannya untuk memeluk Zahla namun Zahla tidak menyambut rentangan David, ia hanya berdiri dengan melipat tangannya.


''Astaga, sayang.. Maafkan aku Please.. aku benar-benar lupa, pekerjaan ku hari ini benar-benar padat.'' Ucap David memohon pada Zahla agar mau memaafkan nya.


Tidak ada sahutan dari Zahla, David pun menunduk dan mensejajarkan kepala nya di perut rata Zahla.


''Anak papah, tolong papah kali ini ya, bujuk Mama mu untuk memanfaatkan papah, oke.'' Ucap David merayu Zahla dengan caranya.


Zahla yang melihat tingkah suaminya yang menurutnya sangat menggemaskan itu hanya mengulumkan senyuman, karena raut wajah David yang seakan-akan seorang anak kecil sedang mengemis maaf pada ibunya.


Kevin yang belum tahu kabar kehamilan Zahla hanya bisa tertegun melihat pasangan suami istri itu.


''Hei, kau sedang mengajak bicara siapa? cacing perut Zahla, yang kelaparan karena kau?'' tanya Kevin dengan polosnya.


''Sialan kau! aku sedang bicara dengan anak ku!!'' jawab David dengan kesal.


''Wait, wait. Anak?'' Zahla dan David mengangguk secara bersamaan.


''Kau hamil, La?'' dan Zahla lagi-lagi menganggukkan kepalanya.


Kevin membeku, ia terkejut bukan main, wajahnya yang syok tidak bisa lagi berkata-kata. Astaga! dia akan menjadi seorang paman dari adik nya sendiri, apa ini mimpi? gumam Kevin.


''Tapi kenapa tidak ada yang memberi tahu ku?'' tanya Kevin dengan nada kesal.

__ADS_1


''Surprise,,,'' ucap Zahla sedikit berteriak dan dengan wajah yang tersenyum cantik.


''Kalian ini, benar-benar menyebalkan.''


__ADS_2