
Suara tangisan seorang bayi perempuan menggema menyita perhatian para medis yang membantu di ruangan operasi, terutama dengan pasangan suami istri yang baru saja menjadi orang tua baru bagi bayi tersebut.
Zahla tercengang, matanya mencari asal suara tangisan itu, batinnya mengatakan kalau suara itu adalah suara dari anak yang ia perjuangkan untuk hadir kedunia, air matanya sudah memenuhi mata bulatnya dan siap untuk turun bebas ke pipi mulus tanpa adanya cacat itu.
''Anak ku?'' mata Zahla menatap David dan seakan mengerti dengan pertanyaan istrinya, David pun mengangguk pelan menyahuti ucapan istri tercintanya.
Seorang perawat berjalan melewati para perawat lainnya menuju ranjang Zahla dengan di tangan nya ada seorang bayi yang diselimuti kain berbahan sutra berkualitas tinggi. Wajah bayi mungil nan cantik itu terus di pandangi Zahla, tangannya terulur menantikan bayinya agar segera berpindah ke pelukannya.
Seakan mengerti, bayi mungil yang belum di berikan nama itu seketika berhenti menangis saat sudah berpindah tangan pada ibunya yang sudah menangis bahagia dengan kehadiran nya.
''Lihat, bahkan sejak dini ia sudah mengenali dirimu, sayang.'' Ucap David dengan tangan yang ikut mengelus kepala anaknya.
''Apa kau sudah memberikan nama untuk nya, David?''
''Tidakkah aneh jika aku memberikan nama laki-laki untuk anak kita yang ternyata seorang perempuan,'' goda David dan Zahla hanya tersenyum karena mengerti apa yang di maksud suami nya.
Ya saat Zahla hamil tua, David terus mencari nama untuk calon bayinya, dan yang di carinya hanyalah nama bayi laki-laki, dia tidak menyangka kalau anaknya yang lahir akan berjenis kelamin perempuan.
''Apa kau tidak keberatan jika aku menyerahkan soal nama kepada Mommy dan Daddy?'' Ujar Zahla seketika, David terdiam dan kemudian mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan istrinya itu walaupun dia tidak mengerti kenapa istrinya menyerahkan soal pemberian nama anak mereka pada Mommy dan Daddy nya.
''David, maafkan aku telah mengganggu momen kalian, tapi kita harus memindahkan istri dan anak mu ke ruangan khusus terlebih dahulu agar lebih steril untuk keduanya.'' Ucap seorang dokter yang ikut membantu Operasi tersebut yang tak lain adalah Davin sepupu dari David sendiri.
David mengangguk dan bangun dari duduknya, mengecup kening istri dan anaknya secara bergantian lalu berlalu keluar dari sana dengan hati yang sebenarnya tidak rela untuk berjauhan walaupun hanya sesaat.
Di luar ruangan, Devita dan Daniel juga beberapa orang menunggu dengan cemas, dan ketika melihat pintu terbuka, semua mata tertuju pada satu titik, melangkah mendekat ke arah pintu tersebut dan keluar lah seorang pria yang baru saja menjadi seorang ayah, yaitu David.
Mata Devita terbelalak melihat David keluar seorang diri dengan penampilannya yang acak-acakan, wajah yang menyisakan tetesan air mata tentu membuat semua orang berpikiran buruk dengan apa yang sudah terjadi di dalam sana.
''David.. Are you ok?'' tanya Devita, Mommy nya, namun David hanya diam dengan menatap mata ibunya dengan tatapan sendu.
Semua tertunduk dalam-dalam setelah melihat raut wajah David yang seolah-olah menyimpan kesedihan di sana.
David menurunkan pandangan nya dan tiba-tiba tubuhnya ia tundukan dan perlahan menekuk kakinya dan sujud di bawah kaki Devita, ibunya.
__ADS_1
Semua terkejut melihat nya, ada apa? kenapa David seperti itu? semua pun bertanya-tanya.
Tubuh David bergetar menandakan bahwa dirinya tengah menangis di bawah sana, suasana haru pun terjadi, semua ikut menangis begitu juga Devita juga Daniel, Devita pun ikut mensejajarkan tubuh nya pada anaknya yang masih bersujud di kakinya.
''David,,'' hanya itu yang dapat Devita ucapakan pada anaknya, mulutnya terasa keluh untuk mengatakan yang lain, ia hanya bisa menangis dan menangis.
''Mom,,,, terimakasih atas keridhoan mu, terimakasih atas berkat mu, terimakasih atas doa-doa mu, terimakasih atas kasih sayang juga ketulusan mu. Sekarang aku mengerti arti dari amarah mu, aku mengerti arti kasih sayang mu, saat aku melihat semuanya.''
''Perjuangan mu saat menginginkan aku hadir kedunia sangatlah sulit, bahkan kau rela bertukar nyawa mu demi aku, anakmu yang tidak berguna ini.'' Devita semakin menangis mendengar ucapan anaknya itu.
''Iya nak, sudahlah nak,,,''
''Tidak Mom, aku anak mu yang penuh kesalahan ini, meminta maaf padamu dengan dosa-dosa yang ku perbuat, dengan kesalahan-kesalahan yang telah ku lakukan..''
''Tidak sayang, kau tidak pernah melakukan kesalahan apapun, bangunlah..'' tangan Devita membawa David untuk bangun dan memeluknya dengan erat.
Menghapus air mata David dengan tangan rentah nya, dan kini David menoleh pada Daniel yang berdiri di belakang tubuh Mommy nya. David berdiri dengan perlahan dan melangkah menuju Daddy nya kemudian melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan pada Mommy nya, meminta maaf dengan tulus dan berterima kasih dengan sepenuh hati di dalam pelukannya pada pria tua cerminan kepribadian nya.
Selesai memeluk kedua orang tuanya, David pun berkata, ''Zahla menginginkan kalian, untuk memberikan nama untuk anak kami,'' ucap David dengan suara sengau nya.
''Ada apa?'' kini yang bertanya adalah Devita.
''Anak mu ini, berulah lagi,'' celetuk Daniel dengan tatapan dinginnya.
Belum juga David mengatakan apapun, dan Devita yang belum mengerti apa yang di maksud kedua laki-laki kesayangannya itu, pintu ruangan operasi terbuka kembali, suara roda-roda berangkar terdengar menyeruak masuk ke telinga semua orang, perawat yang menarik ranjang tersebut terlihat dan perlahan satu persatu semua pun keluar dengan seorang Wanita yang berbaring di atas ranjang dengan menggendong bayi di tangan nya.
Mata semua orang terbelalak, apa yang mereka duga ternyata salah, orang yang sedari tadi mereka khawatirkan ternyata saat ini menatap mereka dengan wajah bahagia nya walaupun masih dengan raut yang pucat.
''Anak ku?'' ucap Devita dari mulutnya sendiri dengan rasa bahagianya.
''David kau membuat ku berburuk sangka,'' cetus Zen, paman nya sendiri.
''Selamat Tuan besar, nyonya Zahla kembali kepada kalian.'' Ucap Davin dengan bahasa formal nya.
__ADS_1
Semua pun menangis bahagia, bahagia dengan kehadiran bayi mungil itu juga bahagia karena menantu dari keluarga Carroll bisa selamat dari maut dan kembali pada mereka.
.
Di ruangan yang khusus, yang Daniel siapkan sendiri untuk menantu juga cucu pertamanya itu. Keluarga Carroll berkumpul dengan rasa bahagia yang tiada terkira, semua bergantian ingin menggendong bayi mungil tersebut, dan suatu ketika kedatangan seorang perawat menyita tawa-tawa kecil mereka karena gemas dengan wajah bayi pewaris keluarga Carroll itu.
''Maaf mengganggu, apa kalian sudah menyiapkan nama dari anak dari nyonya Zahla?'' ucapan perawatan itu membuat semua membisu sesaat tapi kemudian kembali riuh karena mendebatkan nama yang akan di berikan untuk anak dari Zahla dan David.
''Bagaimana kalau, Kinara?'' usul dari Zen.
''Issshhh, Nora!'' celetuk Daniel.
''Kalau Naira?'' usul Kemal.
''Terlalu pasaran,'' celetuk Daniel lagi.
Semua terus mengusulkan nama namun Daniel terus mencetus dengan ucapan ketus,yang membuat semuanya kesal karena nya. Namun berbeda dengan pasangan suami istri yang baru saja menjadi orang tua baru itu, mereka tertawa melihat tingkah keluarganya terutama pada Daniel.
''Lalu apa!!!!'' Ucap kesal semua orang dengan berbarengan.
'' Delisa Maheera Carrollin." Ucap Daniel yang membuat semua tersenyum dan menyetujui nama yang di berikan pria tua yang baru saja menjadi Kakek itu.
''Kenapa kau memberikan nama itu, Daniel?'' tanya Devita yang penasaran walaupun dia juga sangat suka dari nama yang diberikan oleh suaminya untuk cucu mereka.
''Anak yang selalu memberikan kebahagiaan juga anak yang sangat pintar dan berbakat,'' jawab Daniel dengan wajah bangganya.
''Nona, kau bisa mencatat nama itu untuk anak kami,'' celetuk Zahla dan semua pun ikut menyetujui.
....TAMAT
Akhir dari semuanya pun tersenyum bahagia, kesedihan dan harapan cemas seakan terbayar lunas dengan hadirnya kembali Zahla dan hadirnya bayi perempuan yang di namai sendiri oleh Daniel Carroll, Delisa Maheera Carrollin.
Terimakasih untuk kalian yang terus setia mendukung tulisan ku ini, terimakasih untuk kalian yang memaklumi kekurangan isi cerita yang kubuat ini.
__ADS_1
Salam hangat untuk para reader ku yang ku sayang, aku Nurmay, sangat menyayangi kalian semuaπ₯°π.
Aku akan melanjutkan novel yang berjudul Dipaksa oleh Perasaan yang sempat Hiatus itu, jangan lupa mampir ke sana yaπ, bye bye semua πππ Sampai bertemu lagiπππππππ