Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Gerogi


__ADS_3

'' Aku tanya sekali lagi, kenapa kau berniat untuk mencari tempat tinggal baru? sedangkan apartemen ini sudah sangat nyaman buat mu, bukan?'' tanya David lagi dengan sedikit lebih tegas.


Rasa tidak percaya hinggap pada diri David, karena apa yang dia berikan sudah sangat baik untuk Zahla tinggali sebagai tempat bernaungnya.


Zahla hanya diam begitu juga David, ia hanya diam dengan tetap menunggu jawaban dari mulut Zahla sendiri.


Keduanya sudah duduk di sofa ruang tamu depan televisi berlayar datar dengan suasana yang sangat hening.


'' Kemana ponsel mu?'' tanya David sekali lagi setelah menunggu sekian lama pertanyaan nya tidak kunjung mendapatkan jawaban.


Tanpa mengucapkan apapun, Zahla berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah meja nakas yang ada di sebelah televisi dan mengambil sesuatu dari dalamnya.


'' Ini,'' ucap Zahla dengan sebuah ponsel di tangannya dan memberikannya pada David.


'' Apa? kenapa kamu malah memberikan padaku?''


'' Tadi tuan bos menanyakan ini kan,''


'' Iya tapi bukan berarti kamu harus memberikan nya padaku,''


'' Saya tau, anda yang membelikannya untuk saya dengan berdalih memakai uang yang ada di tabungan saya, kemarin saya sudah mengecek mutasi tabungan dan tidak ada yang keluar sedikitpun.''


''Lalu?''


'' Ya, saya berniat untuk mengembalikan ini pada anda,''


David tidak menerima ponsel milik Zahla, ia hanya diam dengan menghela nafasnya dengan panjang dan bangkit dari duduknya mensejajarkan tubuh Zahla yang berdiri di depannya.


'' Wanita itu bukan siapa-siapa saya, dia hanya orang yang ada di masalalu saya, kamu jangan salah paham seperti ini.'' Ujar David dengan suara yang sangat lembut.


Zahla terdiam dengan kepala yang tertunduk, ia bingung harus mengatakan apa, tapi yang pasti David dapat melihat dengan baik kalau Zahla tengah di landa tingkah yang serba salah (gerogi).


'' A-apa urusan saya tentang hal itu,'' sahut Zahla dengan gugup.


'' Ck, aku tau kamu tengah marah dengan apa yang telah kamu lihat tempo hari, tapi itu bisa saya jelaskan. Waktu itu-''


'' Stop! saya mohon stop, jangan lanjutkan lagi'' cegah Zahla yang tidak ingin mendengar penjelasan David karena menurutnya akan lebih menyakitkan jika ia mendengar sebuah kenyataan yang belum ia ketahui semuanya.


Ada rasa senang melihat raut wajah Zahla yang tengah cemburu sesuai apa yang menjadi dugaan nya, tangannya bergerak ke arah wajah Zahla dan Zahla yang melihat itu memundurkan kepalanya namun dengan cepat David mencekal lengan Zahla dengan pelan.


Wajah Zahla semakin memanas karena tindakan David, ya David merapihkan rambut yang terurai menutupi bagian dahi Zahla dan menyelipkannya kebelakang telinga nya.

__ADS_1


' Ya Tuhan, wajahku semakin terasa panas, sebenernya dia mau apa? mudah-mudahan dia tidak menyadari apa yang tengah aku rasa' gumam Zahla dalam hatinya.


Mata Zahla terpejam karena merasakan rasa yang aneh pada saat David menyentuh bagian sensitif nya yaitu telinganya.


Namun sesaat kemudian , Cetttaakkk


Berbarengan suara jeritan Zahla terdengar, matanya berkaca-kaca dengan bibir bawah yang ia gigit menahan rasa sakit karena mendapatkan sentilan di dahinya dari David.


David tertawa puas melihat nya, namun sesaat kemudian tawanya perlahan mereda karena melihat mata Zahla yang berkaca-kaca. '' Sakit kah? maaf ya'' ucapnya dengan tangan yang mengusap lembut bekas sentilannya.


Dengan kasar Zahla menepis tangan David lalu memasang wajah cemberutnya yang menurut David malah semakin terlihat menggemaskan baginya.


'' Sakit tau!'' omel Zahla yang sudah memundurkan dua langkah dari tempat sebelum nya, namun David malah melangkah maju mendekati Zahla yang sudah terhantuk kaki meja di belakangnya.


'' Coba aku lihat'' ucapnya dengan wajah yang di dekatkan ke dahi Zahla dan Cuupp.


Mata Zahla melebar sempurna karena mendapatkan kecupan hangat dari bibir tebal David di dahinya, tubuhnya menegang kaku dengan tangan yang terkepal kuat menahan gejolak yang ada.


'' Sudah, sudah baikan bukan?'' tanya David yang semakin membuat Zahla di buat salah tingkah karena ulahnya.


Belum sempat Zahla menjawabnya, suara getaran ponsel yang ada di atas meja terdengar jelas, dan membuat David segera mengambilnya.


'' Sebentar ya,'' ucap David dengan lembut dan berlalu setelah mengusap kembali kepala Zahla.


Seakan sesak menahan nafasnya sedari tadi, begitu David menjauh karena mengangkat panggilan di ponselnya, Zahla pun menghela nafasnya dengan lega karena dapat bernafas dengan normal lagi seperti sebelumnya.


'' Kenapa dia bertingkah seperti itu? tidak tau apa aku hampir saja mati karena menahan nafasku,'' gumamnya.


Zahla yang sedang menepuk-nepuk wajah nya sendiri karena masih merasa panas itu terjingkat kaget karena suara David yang mengeras pada seseorang di sebrang telponnya.


'' Ada apa lagi?'' gumam Zahla.


'' Ya, kalau begitu aku mau, kau cari tau siapa yang telah bermain-main dengan ku, aku percayakan itu padamu,'' ucapnya dengan emosi yang menggebu-gebu lalu memutuskan sambungan telepon seluler nya dengan sepihak.


'' Sial! bisa-bisanya aku tidak menyadari ini,'' gumamnya.


Dengan rasa emosinya, David berlalu pergi dari unit apartemen Zahla tanpa mengatakan apapun pada Zahla yang masih merasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Ponsel yang semula mati itu yang memang sengaja ia nonaktifkan dia aktifkan kembali dan bermunculan lah suara notifikasi dari ponselnya yang ternyata sudah ratusan kali David menghubungi nya dan ada juga beberapa pesan yang belum ia baca dari David juga.


Tanpa ia sadari bibirnya terangkat membentuk senyuman dan dengan sendirinya tangannya pun bergerak mengusap kening yang masih meninggalkan bekas merah di sana karena sentilan David.

__ADS_1


'' Astaga! aku sudah gila,'' ucapnya setelah menyadari tingkah nya. Zahla berbalik menuju kamarnya namun getaran ponsel miliknya membuat langkah terhenti karena mendapatkan panggilan dari teman kampusnya.


'' Vanya?'' dengan cepat ia menggeser ikon hijau pada layar ponselnya dan mendekatkan nya ke daun telinganya.


'' Ya Vanya? ada apa?''


'' La, apa kau bisa menolong ku?''


'' Ada apa?''


'' Aku mendapatkan masalah di Caffe CCA, pada saat aku ingin membayar tagihannya, aku tidak dapat menemukan dompet ku.''


'' Astaga Vanya, ya sudah aku segera kesana.'' Dengan cepat Zahla bergegas untuk menyusul temannya di caffe yang tadi di sebutkan.


'' Ceroboh sekali anak itu,'' gerutu Zahla dengan khawatir, ia mencari taxi yang lalu lalang di depannya dan akhirnya ia berhasil menghentikan taxi dan memintanya untuk menuju caffe tempat temannya berada.


Di tempat lain di Caffe CCA, seorang wanita sedang di tahan dua orang karyawan Caffe untuk tidak meninggalkan Caffe sebelum membayar tagihan makan dan minum nya.


'' Tuan, Nona, saya tidak akan kemana-mana, teman saya juga sedang menuju kesini,'' ucap Vanya dengan kesal karena merasa menjadi seorang tahanan karena di jaga ketat oleh dua karyawan Caffe itu.


Berselang lima belas menit, Zahla pun telah sampai di Caffe tersebut dan segera menghampiri Vanya yang masih berdiri di samping kasir dengan di jaga dua orang berseragam Caffe.


'' Vanya!''


'' La, akhirnya kamu datang juga,''


'' Ini Tuan, pakai ini untuk bayar tagihan teman saya'' ucapnya memberikan kartu untuk membayar tagihan makanan Vanya. Setelah selesai dengan urusan di Caffe, kedua gadis itupun pergi meninggalkan tempat tersebut dengan rasa tidak enak hati Vanya berulang kali meminta maaf pada Zahla karena sudah merepotkan nya.


Kedua gadis itu berjalan menyusuri trotoar jalan sembari berbincang-bincang perihal bagaimana bisa Vanya melupakan dompet nya.


'' Entahlah, seingat ku tadi aku meninggalkan tas ku di kursi kelas dan aku tidak tau lagi kemana dompet ku,'' cerita Vanya pada Zahla.


Mereka terus berjalan tanpa tujuan dan tiba-tiba langkah Zahla terhenti tepat di depan gedung yang masih dalam pembangunan infrastruktur nya, melihat seseorang yang tidak asing memasuki kawasan itu.


'' Kenapa La?''


'' Sebentar, kamu tunggu disini,'' ucapnya pada Vanya untuk menunggunya di depan gerbang berbahan lempengan seng itu.


Zahla melangkah mendekat pada seseorang yang berdiri membelakangi nya yang saat ini sedang berbincang dengan seorang pria tua.


'' Ya Paman, ini semua sudah aku urus, aku pastikan David tidak akan tau kalau pembangunan ini sudah jatuh pada tangan mu, bukan atas nama nya lagi.'' Ucap seseorang yang Zahla kenal itu.

__ADS_1


__ADS_2