Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Berlebihan?


__ADS_3

Zahla sudah lebih tenang dari sebelumnya karena penanganan dari dokter keluarga Carroll yang di panggil David. David yang masih menunggu Zahla tersadar hanya duduk diam dengan tatapan mata yang kosong menatap jendela kaca kamar apartemen yang langsung menyuguhkan pemandangan luar.


Ingatannya tertuju kembali pada seorang wanita yang bahkan ia tidak bisa lagi mengenalnya karena apa yang di lakukan nya pada calon istrinya, Zahla. Ya dialah Tiara. Wanita yang di kenal dengan kepribadian yang cukup tenang juga elegan bisa berbuat hal konyol untuk rencananya yang akan merusak sesama wanita yaitu Zahla.


David tersenyum kecut setelah berdecak geram, terlebih lagi saat ingatan nya berputar dan tertuju pada wajah Aslan yang bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda merasa bersalah dengan apa yang akan dia lakukan pada Zahla wanita yang polos itu.


''Aku pastikan kau tidak akan bisa lagi menggunakan kejantanan mu pada siapapun itu.'' Gumam David dengan urat leher yang menegang.


David merogoh saku celananya dan menekan sebuah nomor lalu mendekatkan ponselnya ke daun telinganya. ''Pastikan pria tak bermoral itu kehilangan akan masa depannya,'' ucapnya dengan nada yang sangat dingin.


Tapi setelah mengucapkan itu, yang semula David akan menutup sambungan telepon nya, ter-urungkan karena jawaban dari sana yang mengatakan hal yang membuat David naik pitam.


''Bagaiman bisa! bodoh kalian!!'' ucapnya dengan bentakan keras pada seseorang di sebrang sana yang ternyata salasatu bodyguard yang ikut mengurus Aslan dan juga Tiara sebagai mana perintah nya.


Prakkk


David membanting ponselnya keras-keras ke bawah lantai sampai tidak lagi berbentuk sebuah ponsel yang di belinya dengan harga yang tidaklah murah itu.


''Brengsek! aku akan menemukan mu sampai kau bersembunyi di lubang semut sekalipun,'' gumamnya dengan gigi yang saling beradu karena geram.


Mendengar benda yang sengaja di banting dan membuat suara yang cukup keras, Zahla pun akhirnya tersadar dari tidur nya, ia bergumam sebelum membuka matanya yang bulat yg itu.


''Badan ku terasa sakit sekali,'' gumam Zahla yang belum benar-benar terbangun. David yang mendengar gumaman wanitanya seketika melupakan perasaan geramnya yang sebelumnya merasuki pikiran nya, dan segera beranjak dari tempatnya lalu menghampiri Zahla yang masih terbaring di ranjangnya.


''Honey, kau sudah bangun? bagaimana? apa yang kau rasakan, apa yang sakit? cepat katakan.'' Pertanyaan-pertanyaan di lontarkan begitu saja oleh David yang masih merasa cemas dengan keadaan Zahla.

__ADS_1


''David? apa itu kau?'' tanya Zahla dengan suara yang parau.


''Iya honey, ini aku David mu.'' Jawabnya.


''Tubuhku kenapa terasa lemas, kepala ku juga sakit,'' rintihannya.


''Ini minum honey, ini air lemon, semoga kau bisa lebih baik setelah meminumnya,'' ucapnya dengan membantu Zahla untuk meminum yang ia buat oleh tangan nya sendiri.


Setelah meminum minuman yang David buatkan untuk nya, Zahla pun merasa baikan, dan dapat melihat jelas isi ruangan yang mereka saat ini berada. ''Bagaimana- hmm?'' Zahla pun mengangguk dengan senyum tipisnya.


Namun dalam senyumannya tersirat tanda tanya yang ingin sekali Zahla pertanyakan pada David tentang bagaimana bisa ia ada di apartemen David sedangkan seingatnya ia berada di perjalanan yang akan menuju kantor tempat ia bekerja, dan itu juga dapat terlihat oleh David.


''Honey, jangan berpikir terlalu keras ya, nanti kalau ada yang ingin kau tanyakan, tunggu setelah keadaan mu benar-benar baik.'' Zahla hanya menganggukkan kepalanya walaupun rasa ingin tau apa yang terjadi sangatlah kuat.


Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, David semakin posesif terhadap Zahla tidak sama sekali mengizinkan nya untuk jauh dari dirinya walau hanya dengan alasan naik taxi untuk pergi ke kampus nya.


''Tapi aku sudah tidak apa-apa, David.'' Zahla yang sudah tidak bisa lagi berkata apapun karena sifat David yang posesif hanya terdiam pasrah.


''Ya, siapa yang mengatakan kalau kau sakit, sudahlah, kau duduk manis saja di mobil ku, biar aku yang akan mengantarkan mu kemanapun kamu ingin pergi.'' Sahut David masih dengan pendiriannya.


Dengan wajah yang di tekuk, Zahla tidak lagi menyahutinya, ia hanya duduk dengan tangan yang di lipat di atas perutnya tanpa berkata apapun lagi. Bukan tanpa alasan David bersikap seperti itu, ia hanya takut Tiara akan melakukan hal yang lebih parah lagi dari sebelumnya, karena sampai saat ini David masih fokus mengurus Zahla ketimbang mengurus yang lainnya.


''Setelah jam kuliah mu selesai, usahakan kau tidak boleh kemana-mana, sebelum aku datang menjemput mu.'' Cetus David namun Zahla hanya meliriknya tanpa menjawabnya.


David dapat melihat wajah kesal Zahla, dia hanya menghela nafasnya dan mengatakan alasan nya bersikap seperti itu hanya untuk keselamatan nya.

__ADS_1


'' Honey, aku tahu kau kesal, tapi mengertilah, aku bersikap seperti ini karena tidak ingin kejadian kemarin terjadi lagi. Aku harap kau mengerti.'' Ucap nya memberikan sebuah pengertian.


''Iya David aku tau, tapi kau tidak perlu berlebihan seperti itu, aku akan lebih waspada kok.'' David tidak menjawabnya, ia tahu kalau menjawabnya lagi akan terjadi perdebatan yang tidak ada ujungnya dan mengakibatkan pertengkaran antara mereka, maka dengan menghindari nya David hanya diam dengan reaksi yang tenang.


''Berlebihan? biarlah kau menganggap ini berlebihan, tapi aku benar-benar tidak ingin sesuatu terjadi pada mu, Zahla.'' Gumam David dalam hatinya.


Setelah sampai kampus, bukan hanya mengantarkan sampai pekarangan gedung, David juga mengantarkan nya sampai depan kelas tempat Zahla belajar, sehingga menyapu perhatian dari para mahasiswa yang melihatnya.


''Dia? dia bukannya Tuan muda David, sedang apa dia disini?''


''Pria itu tampan sekali, ada hubungan apa dia dengan wanita itu?''


''Astaga Zahla beruntung sekali, entah jampi-jampi apa yang di lakukan Zahla sehingga tuan muda negeri ini pun tunduk terhadap nya.''


Itulah kasak-kusuk yang terjadi pada hal layak di kalangan mahasiswa yang membicarakan kedatangan seseorang yang terkenal di kota itu, terlebih lagi sikap posesif David yang terus saja menggandeng Zahla menambah kesan yang membuat para wanita meleleh karena sikapnya. Terlebih lagi penampilan David yang tampan nan rupawan membuat sebagian wanita di kampus itu iri terhadap Zahla yang notabenenya sudah menjadi tunangannya bahkan calon istrinya.


''David, apa perlu kau mengantarkan ku sampai kelas?'' bisik Zahla yang merasa risih karena tatapan para mahasiswa ke arah mereka.


''Sudahlah, kau masuk ya, ingat pesan ku. Jangan jauh-jauh dari ponsel mu, hmm? aku ada urusan sebentar, nanti aku kesini lagi.'' Jawab David yang bahkan tidak lagi mempedulikan raut wajah Zahla yang merasa risih karena nya.


''He'em, kau hati-hati,'' sahut Zahla, dan David hanya tersenyum dengan tangan yang mengusap lembut pipi mulusnya dan mengusap kepalanya juga mengecup singkat keningnya di hadapan banyak orang yang menatapnya kaget sekaligus kagum. Bagaikan dunia milik berdua, David tidak sama sekali mempedulikan tatapan dan jeritan para wanita melihat keromantisan yang di lakukan nya terhadap Zahla, ia hanya ingin dunia tahu kalau dirinya milik wanita bernama Zahla, dan Zahla hanya miliknya.


David berjalan menjauh dari Zahla dengan gagahnya ia melewati para wanita yang menatapnya seolah lapar akan sesuatu, tapi tidak ada expresi apapun dari wajah David berbeda dari Zahla yang merasa kesal dengan tatapan para wanita terhadap pria nya.


''Seperti tidak pernah melihat pria saja.'' Gerutu nya dengan pipi yang di kembungkan.

__ADS_1


__ADS_2