
''Sayang...'' teriak David di dalam kamar memanggil Zahla yang berada di dapur.
''Ya...'' balas Zahla menyahuti panggilan suaminya.
''Bisa kau bantu aku,'' ucap David yang sudah berada di ambang pintu, dengan penampilan yang tidak biasa.
Zahla menatap heran ke arah David, ada yang aneh, tapi apa? batin Zahla pun bertanya-tanya. Ya hari ini David menggunakan setelah jas yang bahkan belum pernah ia melihat David memakai nya, karena sedari dulu yang ia tahu semenjak bekerja di kantor hingga ia menjadi istri seorang David, David hanya menggunakan pakaian biasa dengan di padukan mantel tebalnya.
David mengikuti arah pandang Zahla yang sedari tadi hanya diam memperhatikan nya dari bawah ke atas secara bergantian. ''Ada apa kau menatap ku begitu?'' tanya David dengan wajah yang memerah karena malu.
Jari lentik nya menggaruk dagu tumpulnya, dengan bergumam karena merasa kagum melihat ketampanan suaminya yang semakin jelas terlihat dengan penampilan formalnya.
''Apa aku terlihat aneh dengan pakaian ini?''
''hah? tidak, tidak. Aku hanya pangling melihat mu menggunakan pakaian itu.'' Jawab cepat Zahla.
''Pangling? apa itu pangling ?'' David merasa asing dengan bahasa yang di gunakan Zahla.
Zahla membuang nafasnya dengan kasar.''Tidak, lupakan saja. Emmm tadi aku dengar kau meminta bantuan ku bukan?''
''Iya, apa kau bisa memasang kan dasi?'' alis mata Zahla terangkat sebelah. ''Memasangkan dasi?'' David pun mengangguk.
''Kamu tidak bisa memasang dasi?'' tanya Zahla.
''Hissshhh, jangan bertanya seperti itu, kalau aku bisa mana mungkin aku meminta bantuan mu.'' Gerutu David yang menyembunyikan rasa malunya.
''Tapi David -''
''Tapi apa? kau bisa kan membantu ku memasangkan benda sial ini kan?'' Zahla menggeleng pelan.
__ADS_1
''Astaga..'' David menggeram kesal, karena harapannya pupus, pasal nya sebab ia memakai setelan jas berserta dasinya dia teringin Zahla memasangkan dasi seperti istri-istri pengusaha lainnya yang bisa bersikap romantis dengan cara memasangkan dasi ke suaminya.
''Kenapa? lagi pula ada angin apa kau memakai itu, biasanya kau hanya memakai pakaian wol dan mantel saja.''
''Ya, aku hanya ingin mencobanya, aku melihat istri rekan bisnis ku memasangkan dasi ke suaminya, itu sangat romantis bukan?''
''Astaga, David Guetta Carroll, hanya perkara dasi saja kau merepotkan dirimu sendiri ?'' sela Zahla dengan menyebutkan nama panjang suaminya.
Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing, cukup lama keheningan itu melanda, yang pada akhirnya Zahla menjentikkan jarinya secara tiba-tiba. ''Aku tahu,'' ucapnya yang langsung berlari ke arah kamar mereka, meninggalkan David seorang diri di dapur yang menatap kepergian istrinya dengan rasa heran.
Lima menit kemudian, Zahla kembali dengan ponselnya yang berada di tangannya, kakinya berjalan namun matanya hanya menatap layar ponselnya. ''Hati-hati..'' teriak David yang khawatir melihat istrinya berjalan menuruni tangga tanpa melihat ke depan.
''Sedang apa dia, sibuk sekali dengan ponselnya,'' gerutu David.
Zahla tidak mengindahkan ucapan David, matanya terus saja terfokus ke layar ponselnya sehingga membuat David kesal dan tiba-tiba merebut ponsel yang ada di tangan Zahla tanpa tahu apa yang di lakukan istri nya itu.
''David,''
''Astaga, kau berlebihan sekali, lihatlah,, aku hanya sedang melihat tutorial memasang dasi di aplikasi yetib.'' Bela Zahla yang langsung merebut kembali ponselnya dan memperlihatkan apa yang sedang ia lihat.
Dengan sangat telaten, Zahla memperagakan apa yang ada di Vidio tutorial itu, tangan lentiknya terus bergerak membawa ujung tali dasi yang melingkar di leher David, wajah serius Zahla membuat David tersenyum gemas, dan tiba-tiba bibirnya mengecup kening Zahla dengan sendirinya.
''David.. diamlah, aku sedang konsentrasi.''
''Habisnya kau menggoda ku.''
''Menggoda mu?''
''Ya, expresi wajah mu, mengingatkan ku, permainan semalam.'' Bisik David yang membuat Zahla mengulum bibirnya karena malu.
__ADS_1
''Astaga, wajah merah mu, benar-benar membuat ku ingin mengulang permainan kita semalam,''
''David sudahlah, jangan bahas itu.''
''Kenapa? apa kau malu? sungguh sayang, aku serius. Apa bisa kita ulangi sekarang,''
''David, kau harus pergi bekerja kan,''
''Ada Krishna yang bisa menghandle nya.''
''Sudah, sudah. Makan sarapan mu dan pergilah bekerja, cari uang yang banyak untuk masa depan kita.'' Ucap Zahla yang berniat mengalihkan topik yang saat ini David bahas.
''Tapi dasinya?''
''Apa kau tidak melihat, itu sudah selesai,'' potong Zahla dengan cepat, ya Zahla telah berhasil memasang dasi David dengan sangat rapih hanya dengan melihat tutorial di aplikasi merah itu.
''Sayang.. Tanpa aku bekerja pun, masa depan kita, anak-anak kita sampai cucu kita pun akan terjamin, ayo lah sayang, permainan tadi malam membuat ku sulit move on.'' Rengek David yang terus mengikuti langkah kemana Zahla pergi, seperti anak merengek meminta mainan pada ibunya.
Langkah David terhenti karena suara deringan ponselnya, dan Zahla pun tersenyum lega karena David berhenti merengek ke padanya, ia sungguh sangat malu jika David kerap membahas aktifitas malam mereka yang terbilang sensitif itu.
''Kali ini kau lolos sayang, tapi tunggu aku pulang dari kantor, ok.'' David mengecup singkat pipi Zahla setelah selesai melakukan panggilan lalu menyambar sandwich dan meminum susu yang di sediakan Zahla untuk nya, kemudian pergi meninggalkan Zahla.
Sepanjang jalan, David terus tersenyum sendiri, membayangkan pergelutan mereka malam tadi, entahlah apa yang membuat dia merasa bahagia dan terus membayangkan nya. ''Dia sudah mulai bisa menyeimbangi nya. Tunggu aku sayang, kita akan mengulangi nya.'' Gumam David di dalam lift.
Yang biasanya David bersikap dingin pada siapapun, bahkan sapaan dari penjaga gedung pun tidak pernah ia balas namun tidak untuk hari ini, ia bahkan menyentuh bahu penjaga gedung itu membalas sapaan nya. ''Selamat bekerja.'' Ucap David membalas sapaan penjaga gedung.
Sungguh hari ini David membuat orang-orang yang terbiasa dengan sikap arogan serta cueknya tercengang. ''Apa ini mimpi? tuan muda menyentuh bahu ku,'' gumam pria yang mungkin saja usianya tidak terlalu jauh dari David.
''Tidak, kau tidak bermimpi, tuan muda benar-benar berubah hari ini.'' Balas teman seprofesinya.
__ADS_1
David berlalu pergi dengan mobilnya dengan hati yang berbunga-bunga tanpa menyadari ada seseorang menatapnya dengan air mata yang menggenang di balik kaca mata hitam nya.
Orang itu berada di sebrang jalan, menghembuskan nafasnya dengan pelan dan menepuk pundak supir untuk pergi dari sana.''Apa kau benar-benar melupakan ku Dev, bahkan kau tidak sama sekali ingin mengingat ku, aku terus menunggu namun tidak pernah ada kesempatan untuk ku untuk menghampiri mu setelah ada dia dan sebelum nya.'' Gumam orang itu dalam hati nya