Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Sea Gosht


__ADS_3

David yang mengetahui kalau calon istrinya sedang menjadi bahan pemberitaan tentu saja merasa marah juga khawatir dengan keadaan Zahla, ya sudah dua hari ini ia tidak menyentuh ponselnya karena hanyut di dalam kebahagiaan, tapi ternyata itu membuat nya tidak tahu kalau ada pemberitaan yang sedang menyebar luas.


''Aku akan memberi pelajaran untuk mereka yang seenaknya membuat berita seperti itu,'' tekat David dengan wajah yang memerah menahan amarahnya.


''Kau hanya perlu berada di samping calon istri mu, karena kalau sampai ia mendengar semuanya, bukan hanya bersedih, kau juga harus mengkhawatirkan keadaan sikisnya, karena dia belum terbiasa dengan semua ini.'' Sambar Daniel yang ternyata mendengar ucapan David.


''Ya kau benar, Dad. Kalau begitu aku permisi.'' David berlalu pergi untuk menghampiri calon istrinya itu.


Ia berjalan dengan langkah lebarnya, rasa-rasanya ingin sekali ia segera melihat keadaan Zahla saat ini, ia benar-benar mengkhawatirkan keadaan nya.


Setelah sampai di depan kamar yang di dalamnya ada Zahla, David mengetuknya terlebih dahulu sebelum masuk, tidak ada jawaban memang, namun David tetap membukanya. ''Kenapa gelap?'' gumam David yang heran dengan keadaan ruangan yang gelap.


''Honey?'' panggil David dengan tangan yang menyasar saklar lampu untuk menyalahkannya. Dan setelah lampu menyala menerangi seluruh ruangan, matanya tertuju ke arah ranjang, dimana di sana Zahla sedang duduk dengan memeluk lututnya.


David kembali memanggilnya, tapi tetap tidak ada jawaban, dan ternyata Zahla sudah tertidur dengan keadaan duduk, dengan sangat hati-hati David merebahkan tubuh Zahla dan menyelimutinya.


Setelah menyelimuti Zahla, David menatap wajah Zahla yang tertidur pulas itu, tapi ada satu hal yang membuat David heran karena ada sisah air mata di ujung mata Zahla, dengan lembut ia mengusap air mata Zahla, ia paham kenapa Zahla menangis dalam tidurnya ataupun sebelum tidur, dengan melihat ponsel Zahla yang hancur di bawah lantai, David pun menyimpulkan kalau Zahla telah mengetahui semua berita tentang nya.


''Rupanya kau menangis karena berita tidak bertanggung jawab itu ya, tenang ya honey, aku akan memberi pelajaran untuk orang-orang yang membuat mu sedih.'' Ucap David dengan berbisik.


Tangannya bergerak mengusap kepala Zahla dan mengecup singkat pangkal kepalanya, setelah di pastikan Zahla tidur dengan nyaman, barulah David berlalu pergi dari kamar Zahla tanpa mengetahui hal lain yang membuat Zahla bersedih, yaitu teror-teror dari sang pengirim pesan dan penelpon yang entah siapa itu.

__ADS_1


David pergi dari hotel untuk pergi ke suatu tempat yang hanya David lah yang tahu kemana tujuannya, roda mobilnya terus melaju membelah jalanan yang senggang, sampai ketika mobilnya terhenti di sebuah bungalow megah, dengan kaki panjangnya ia melangkah masuk ke bungalow tersebut.


Dari pintu besar, David sudah di sambut dengan beberapa orang berpakaian serba hitam dan mengantarkan nya ke dalam, kesebuah ruangan dimana terdapat beberapa orang yang sedang berbincang, dan begtu David masuk semua berdiri memberikan sebuah salam hormat pada David.


''Cih, rupanya kau disini,'' ucap David yang untuk seseorang yang duduk di sofa dengan mereka, yang di maksud David adalah Kevin, ya setelah menghadiri acara pertunangan adiknya ia segera pergi ke tempat itu.


''Tuan muda David, rupanya kau baru mengingat kami ya,'' sambar salasatu di antara mereka.


''Sudahlah, kalian tentu tahu aku tidak bisa meluangkan waktu hanya untuk kalian, kalau tidak ada yang perlu kalian kerjakan bukan,'' sahut David yang sudah duduk dan di susul dengan yang lainnya.


''Ya kami tahu, memangnya ada apa sehingga kau repot-repot kesini?''


''Oohh masalah gadis yang sekarang sudah menjadi tunangan mu itu kan, itu sesuatu yang mudah.'' Sahut nya.


'' Apa dia sudah tahu, David?'' tanya Kevin dan David hanya mengangguk tanpa suara.


''Rey, kau tau apa yang harus kau lakukan, kan?'' tanya David pada seseorang yang sedari tadi duduk tanpa bersuara.


''Heemm,'' sahut pria berwajah dingin yang di panggil David dengan nama Rey.


Mereka berteman semenjak kuliah di Amerika, dan merekapun membentuk sebuah geng dengan nama- Sea ghost, entah siapa yang membentuk nama itu, namun memang keempat pria itu sudah di juluki dengan nama demikian semenjak mereka di kampus dulu.

__ADS_1


David, Rey, Kean, dan tentunya Kevin. Ya mereka berempat memang sudah dekat dan di masa ia berkuliah siapa yang tidak mengenal mereka geng Sea ghost, geng dimana semua pria tampan berkumpul dan di takuti oleh seluruh kampus bahkan di segani oleh para dekan dan lainnya.


David yang di kenali sebagai kepala geng, dan Rey si pria yang dingin namun ia sangatlah cerdas, dan kecerdasannya sering di setarakan oleh David si juara umum di kampus nya, dan si Kean pria yang humoris namun di balik sikapnya yang humoris ia juga terkenal berdarah dingin, kapan saja bisa melumpuhkan lawan nya dengan sekali tindakan, dan Kevin yang sedari dulu hanya bisa dekat dengan David karena rasa berterima kasih pada Daniel yang menganggap nya sebagai anaknya sendiri tanpa membeda-bedakan dengan David anak kandungnya sendiri.


Rey yang sering di manfaatkan David untuk meretas situs web hanya untuk keperluan perusahaannya, mencari tahu tentang para karyawan yang bermain-main dengannya, ya bisa di bilang Rey adalah Hacker. Sebenarnya kemampuan Rey bisa juga di lakukan David, tapi, David tetaplah David, yang bisa kapan saja menyuruh seseorang tanpa harus turun tangan sendiri.


''Oya Vid, besok aku akan membawa Zahla ke tempat yang seharusnya ia tinggali.'' Ucap Kevin yang kembali bicara setelah membelah kebisuan.


''Maksud mu?''


''Ya, tidak sepantasnya ia terus tinggal bersama keluarga mu sedangkan sekarang ia sudah menemukan keluarga nya, lagipula kau kan belum sepenuhnya memiliki nya,''


''Tidak, dia tetap di tinggal bersama ku,'' keukeuh David.


''Ck, kau ini Vid, benar apa yang di katakan nya, lagipula tindakan ini bagus untuk mematahkan berita yang menyebar luas itu, bahwa gadis mu itu jelas asal-usulnya dan dari keluarga yang terpandang juga.'' Sela Kean, David terdiam memikirkan ucapan para sahabatnya, yang dia juga sebenarnya setuju dengan apa yang di katakan Kevin namun entah kenapa sangat berat sekali harus terpisah rumah dari Zahla, terlebih lagi Zahla harus satu atap bersama Kevin yang ia tahu sendiri pernah menyukai Zahla sebelum tahu kalau mereka mempunyai ikatan keluarga.


''Dia takut calon istrinya kau goda,'' sambar Rey dengan wajah datarnya, semua menoleh ke arah Rey karena merasa heran, si pria yang sangat jarang ingin mengeluarkan suara nya kali ini ikut turut bicara.


''Sebaiknya kau diam Rey, sudah bagus kau bersikap bisu.'' Ketus David dan di tertawai oleh Kean dan Kevin.


Malam itu berlalu begitu saja dengan berkumpul nya para Sea ghost yang sangat jarang terjadi itu, ya karena kesibukan masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2