Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Pagi yang manis


__ADS_3

Malam dimana terjadinya sesuatu yang manis di antara dua sejoli yang baru saja mengikat janji suci, telah membuat keduanya selalu tersipu malu di kala mata mereka tidak sengaja bertemu, seperti sekarang ini, Zahla yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka makan, selalu membuang pandangannya dari David yang duduk menunggu sarapan siap.


David yang paham kalau istrinya berusaha menghindari kontak mata dengan nya, hanya tersenyum geli karena tingkah istrinya, perlahan ia beranjak dari duduknya dan berjalan dengan perlahan ke arah Zahla yang berdiri membelakanginya karena sedang memindahkan sayur yang di masaknya untuk di pindahkan ke wadahnya.


Greppp' David memeluk tubuh Zahla dengan mesranya, dan Zahla yang mendapatkan pelukan secara tiba-tiba tentunya terkejut, tubuhnya mematung kala mengingat manisnya malam tadi.


'' Kenapa aku merasa, kau menghindari ku, hmmm?'' bisik David langsung ke telinga Zahla yang semakin di buat gugup karena hembusan nafas David yang menerpa ke bagian sensitifnya.


''Ti-tidak, aku tidak menghindari mu,'' jawab Zahla dengan terbata-bata.


''Benarkah?'' Zahla pun mengangguk.


''Tapi, aku benar-benar merasa kau menghindar dari ku,'' goda David. David semakin mengeratkan pelukannya sehingga membuat Zahla berkeringat tidak karuan.


''Da-david, apa bisa kita sarapan sekarang,''


''Apa kau sudah benar-benar lapar?'' Zahla mengangguk. tersirat senyum yang aneh di wajah David dan dengan satu gerakan David membalikkan tubuh ramping Zahla sehingga tubuh merekapun tidak ada jarak sedikitpun, mata David menatap langsung mata bulat istrinya.


Seakan terhipnotis oleh tatapan David, Zahla tidak bisa lagi berkutik, bergerak sedikitpun tidak, ia hanya diam mematung dan terbawa apa yang di lakukan suaminya itu.


Di ruang memasak sepagi itu, aktivitas panas yang di lakukan tadi malam pun berlangsung kembali, tidak puas akan gerak sempit di ruang masak, David membawa istrinya ke kamar mereka dan melanjutkan kembali apa yang tertunda saat itu, pakaian yang semula mereka pakai di tinggal sang empunya bercecer di lantai ruang memasak.


***

__ADS_1


Di belahan dunia lainnya, Kevin yang sudah berpakaian rapih melihat pantulan dirinya di kaca yang ada di sudut kamar hotel tersebut, selain melihat pantulan dirinya, ia juga melihat pantulan seseorang yang masih tertidur lelap di atas ranjang sana.


Tidak ada expresi apapun di wajah dingin Kevin, ia hanya menatap dengan tatapan datar, dan kembali melanjutkan aktivitas nya yang saat ini sedang mengikat dasi di kera lehernya setelah melihat pergerakan dari wanita yang tertidur itu.


''Sial! kenapa tiba-tiba aku lupa cara memasang dasi!'' gerutu Kevin dengan suara yang sangat pelan.


Tiara yang memang baru saja terbangun, melihat Kevin yang sudah rapih di sudut kamar, namun alisnya menyatu heran karena ia melihat Kevin yang sepertinya sedang merasa kesulitan, dengan wajah bantalnya, Tiara menghampiri Kevin dan berdiri tepat di hadapannya.


''Ada apa? apa kau sedang kesulitan memasang dasi?'' tanya Tiara dengan suara seraknya.


Seakan tidak menyadari kehadiran Tiara, Kevin pun terperanjat kaget dan langsung mengangkat kepalanya namun lagi-lagi hanya expresi datar lah yang Kevin perlihatkan pada Tiara.


''Tidak, aku sudah terbiasa memakai nya,'' jawab Kevin yang masih membolak-balikkan dasinya.


Tanpa Tiara tahu, Kevin memperhatikan wajah Tiara, dari mata yang sembab bibir yang ****, hidung kecil mancung nya, semua ia perhatikan, tapi tatapan ya terhenti pada lengan Tiara yang ada tanda memar karena ulah pria yang bernama Olaf itu, tangannya terkepal kuat seakan ia belum puas menghajar pria brengsek itu.


''Kau tau Kevin -'' ucap Tiara membuyarkan lamunan Kevin yang saat ini sangat ingin kembali menghajar Olaf.


''Dulu aku sering melakukan ini pada David, heheh, tapi itu semua hanya kenangan kan, yang tentunya tidak akan pernah terulang kembali.'' ujar Tiara yang di susul dengan tawa renyahnya, seakan berharap ia tertawa seperti itu akan menghilangkan rasa sedih nya akan kehilangan cintanya.


Tidak ada jawaban dari Kevin, ia hanya diam mendengarkan apa yang di katakan wanita itu. ''Tapi aku cukup bahagia, karena saat ini David menemukan cinta dari gadis yang sangat tepat, yaitu Zahla. aku berharap mereka bahagia dengan kehidupan barunya.'' Lanjutnya, Kevin tetap diam.


''Selesai.. hmmmm,, kau terlihat gagah dan tampan,'' puji Tiara yang bertujuan agar suasana lebih mencair.

__ADS_1


''Terima kasih ,'' balas Kevin yang kembali melihat dirinya di pantulan cermin besar yang ada di depannya.


''Hemmm, Kevin -?'' Mata Kevin beralih ke Tiara.


''Terima kasih sudah menolong ku, dan terimakasih sudah menampung ku, aku pamit ke kamar ku ya,'' ucap Tiara yang sudah melangkah menuju pintu, namun suara Kevin menghentikan langkahnya.


''Tunggu!''


''Ya?''


''Aku sudah menyiapkan sarapan di meja sana, kalau kau tidak makan akan terbuang sia-sia itu semua, dan kau tau aku sangat tidak suka melihat makanan di buang begitu saja .'' Ucap Kevin dengan nada yang sangat datar.


Mata Tiara beralih ke arah meja yang ada di sudut lain kamar itu, ya memang sudah ada dua piring roti sandwich dan dua gelas susu yang memang Kevin siapkan untuk mereka berdua.


''Emmm baiklah, aku akan makan, kau tidak pernah berubah ya Kevin ,'' ucap Tiara yang sudah melangkah ke arah meja dan duduk di sofa yang tadi malam tempat Kevin tidur.


Tiara memakan roti isi sayuran itu dengan lahapnya, tapi gerakannya terhenti dan kembali melihat ke arah Kevin yang saat itu juga sedang menatapnya. '' Apa kau tidak ikut makan?'' tanya Tiara.


''Tidak, aku nanti saja, cepatlah habiskan itu, dan pergi ke kamar mu, aku akan pergi keluar sebentar .'' Jawab Kevin dengan ketusnya.


''Oh begitu ya, ya sudah aku bawa ini ke kamar ku saja, sampai jumpa dan terimakasih ya.'' Ucap Tiara yang akan meninggalkan kamar Kevin. Namun setelah ia keluar tiba-tiba pintu kamar terbuka kembali, ya Tiara yang membukanya lagi.


''Ada apa lagi?'' tanya Kevin dengan heran.

__ADS_1


''Tidak, hati-hati ya.'' Dengan satu kalimat yang keluar dari mulut Tiara, dada Kevin berdetak dengan cepat. ''Ada apa ini?'' gumam Kevin dalam hatinya.


__ADS_2