
Di sebuah ruang tamu apartemen, tiga anak manusia dengan usia yang berbeda, sedang menikmati kue yang di bawa oleh sala satu di antara mereka.
Kevin, Zahla dan Emily. Ya, karena waktu senggang Kevin setelah menemui seorang klien, iapun tidak merasa keberatan dengan permintaan Zahla, adiknya. Untuk duduk bersama menikmati kue yang di bawanya dan menonton drama yang para wanita sukai, drama dari negeri ginseng. Walaupun ia tidak sepenuhnya menyimak isi dari drama itu tapi dengan ia duduk di sana, ia bisa melihat adiknya yang senang karena memakan kue yang di bawakan nya.
Saat Kevin sedang memperhatikan Zahla yang sedang tertawa bersama Emily, suara deringan ponsel membuat nya tersadar dan segera mengambil ponselnya yang berada di saku jasnya. Sebuah nama yang di khususkan tertera masuk ke panggilan suara, ia geser icon hijau itu dan segera ia tempelkan di daun telinga nya.
Setelah ia menyahuti ucapan dari sang penelpon raut wajahnya kian berubah, juga di susul wajah penuh tanda tanya dari kedua wanita yang merasa aneh karena raut wajah yang terlihat dari Kevin.
'' Baik, saya akan segera kesana,'' Kevin pun menutup sambungan telepon dan bangun dari duduknya.
'' Kak? ada apa?'' tanya Zahla, '' iya kak, ada apa? kenapa kakak tegang seperti itu?'' kali ini yang bertanya Emily.
'' Tidak, kalian tidak apa-apa kan hanya berdua di apartemen?'' Zahla dan Emily pun menggeleng dengan bersamaan.
'' Bagus, kalau begitu, kakak pamit dulu, kalau ada yang datang dan membunyikan bel, usahakan liat siapa yang berada di depan pintu, jika tidak kalian kenal jangan membukanya, paham?'' kedua wanita itu mengangguk bersama lagi.
Kevin berlalu namun sebelum ia benar-benar keluar dari pintu, tubuhnya berbalik lagi, memastikan kalau adik-adiknya itu aman berada di sana tanpa seorang pria di antara mereka.
~
'' Vin, aku akan segera pulang, kamu ingin makan masakan ku tidak?'' tanya Tiara yang menghubungi Kevin.
__ADS_1
Kevin yang berada di apartemen milik Zahla dan David, saat ini sedang berada di kursi yang ada di balkon, berbincang dengan seseorang yang di bawanya dari negara lain dan berniat menetap di negeranya.
Siapa yang sangka hubungan di antara Kevin dan Tiara kian dekat, dan bisa di katakan kalau keduanya sudah saling peduli satu sama lain, terlebih lagi Tiara yang di minta Kevin untuk tinggal bersama di rumahnya.
Tiara yang sudah membuka hatinya untuk pria yang telah menyelamatkan diri nya itu, dan Kevin sendiri yang memang sudah menyimpan rasa itu sejak mereka duduk di bangku kuliah, tapi hubungan mereka masih di rahasiakan dari semua orang karena alasan keduanya yang merasa tidak enak dengan orang-orang terdekatnya terlebih lagi dengan David dan Zahla yang awalnya sudah mengenal bagaimana Tiara dan bagaimana kelicikan Tiara walaupun saat ini Tiara sudah benar-benar berubah menjadi orang yang lebih baik lagi.
Hari-hari mereka di negara lain dan negara nya, cukup membuat mereka memegang tanggung jawab dan saling menyimpan rasa sayang satu sama lain khalnya sepasang kekasih yang ingin selalu bersama melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing.
'' Ya, tapi jangan bebani diri mu, hmm?'' jawab Kevin yang menjawab ucapan Tiara dari sebrang sana.
'' Siap Tuan Kevin Heinze, he he he.'' Tawa riang terdengar dari wanita yang sudah mengisi hatinya itu.
''Aku masih berada di apartemen Zahla, nanti setelah ini, aku akan segera pulang. Kau hati-hati di jalan.'' Kata-kata itupun sebagai penutup panggilan telpon antara mereka.
Di jalan yang cukup ramai, seorang pria mengendarai mobil nya, karena lampu hijau sudah menyala akhirnya iapun menancapkan gasnya segera, namun tanpa di sangka ada sebuah mobil lain yang melesat dari arah lain menuju mobil pria itu, daann.... BRAAKKKKKKK'' suara keras terdengar dengan di susul suara ledakan yang mengakibatkan api yang cukup besar muncul dari cup mobil yang terguling.
Kemacetan pun terjadi karena ada kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga mobil, para pengemudi lain pun mengerubungi lokasi dimna kecelakaan lalu lintas itu, dan yang lain pun segara menghubungi ambulans juga polisi untuk melaporkan kecelakaan yang terjadi.
Tiga orang pengemudi mobil itu tidak sadarkan diri dan di bawa oleh ambulans yang berbeda ke rumah sakit yang sama, dan salasatu pengguna jalan di sana yang turut menyaksikan langsung kejadian menemukan sebuah ponsel milik korban kecelakaan itu dan segera menghubungi nomor yang terkahir kali melakukan panggilan.
Kevin berlarian ke arah mobilnya, raut wajah yang khawatir terlukis jelas di wajah tampan nya, setelah mendapatkan telpon masuk tadi entah kenapa perasaan nya sangatlah kacau tidak beraturan, mengendarai mobil pun tidak bisa ia kontrol, kecepatan mobil yang ia kendarai pun jauh di atas rata-rata karena yang terpenting ia bisa segera sampai ke tempat tujuannya.
__ADS_1
Di apartemen, dua orang wanita itu masih bertanya-tanya dengan raut wajah yang terlihat dari Kevin, raut wajah yang menggambarkan kalau sedang terjadi sesuatu, cemas, khawatir dan takut, ya itulah gambaran dari raut wajah Kevin tadi yang mereka lihat.
'' Kak, ada apa ya? kenapa kak Kevin bereaksi seperti itu setelah mendapatkan telpon masuk.'' Ucap Emily.
'' Perasaan ku tidak enak,'' gumam Zahla yang juga segera mengambil ponselnya. '' Kakak ingin menelpon kak Kevin?'' tanya Emily dan di sahuti sebuah gelengan dari Zahla.
'' Kenapa tidak bisa di hubungi? atau masih sibuk?'' gumam Zahla yang semakin khawatir namun masih berpikir positif.
'' Kakak David?'' tanya Emily lagi dan di angguki Zahla.
'' Mungkin masih rapat, kak. Kak aku lapar, apa ada bahan makanan di lemari dingin?'' tanya Emily yang sengaja mengalihkan perhatian Zahla yang sedang khawatir itu.
'' Oh kau lapar ya? bagaimana kalau kita buat mie instan seperti di drama tadi?'' dan merekapun pergi ke dapur bersama-sama.
Zahla terus berpikir positif namun entah kenapa perasaan nya tidaklah menentu, berungkali ia berusaha menghubungi nomor David namun tetap tidak bisa tersambung dan Emily pun diam-diam ikut menghubungi nomor kakaknya itu tapi jawaban operator lah yang terdengar.
Tapi saat Emily sedang mengaduk mie yang sudah di masak itu, ponselnya bergetar dan nama
'Mommy Vita' lah yang tertera di sana. Zahla yang kebetulan berada di meja makan melihat ke ponsel Emily. '' Em, ada panggilan masuk, seperti nya Mommy yang menghubungi mu.'' Ujar Devita memanggil Emily.
'' Mommy? ada apa ya?'' gumam Emily yang segara menghampiri ponselnya.
__ADS_1
'' Kakak maaf, bisa lanjutkan mengaduk mie nya, aku ingin menjawabnya dulu.'' Dan di angguki Zahla, Emily pun segera menjawabnya dengan posisi yang cukup jauh dari Zahla.