Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Menggairahkan


__ADS_3

Sakit di kepalanya semakin terasa berat, Zahla merasa pandangan nya pun semakin kabur, ia menekan kuat kepalanya dan sesaat kemudian tubuh Zahla pun ambruk dan hampir terjatuh kalau tidak langsung di tangkap oleh Aslan yang tersenyum menyiratkan adanya keberhasilan dalam suatu rencana.


''Obatnya bekerja dengan baik,'' gumam Aslan dengan smirk nya.


Dengan tangan sebelah nya ia merogoh saku celananya dan menghubungi seseorang dari gawainya. '' Sekarang giliran kau,'' ucapnya pada seseorang dari sebrang telepon sana.


Kepala Aslan menoleh kiri dan kanan mencari seseorang dan kebetulan ada seorang penjaga yang baru saja keluar dari gedung dan langsung di panggil nya.


''Penjaga! kemarilah,'' teriak Aslan memanggil penjaga tersebut.


''Ya tuan, ada yang bisa saya bantu,''


''Pindahkan sepeda motor ku, kekasihku sedang tidak enak badan, dan aku harus membawanya ke kamar ku.'' Pintanya.


''Baik tuan.''


Dengan beralasan dan mengatakan kalau Zahla kekasihnya itu semata-mata sebagai senjata untuk tidak membuat kecurigaan pada orang-orang yang ada di sekitarnya, Aslan pun segera membawanya ke kamarnya dengan cara menggendongnya bak seorang kekasih sungguhan nya.


Di balik ketidak sadaran Zahla, Zahla selalu bergumam dengan mengatakan '' David, ini sangat panas sekali. Aku sangat ingin mandi.'' Ucapnya yang memang terdengar jelas ke telinga Aslan yang sudah memasang wajah tidak sukanya.


''Di tidur mu saja, kau selalu menyebut pria tidak berguna itu. Tapi tidak apa-apa, kau sangat kepanasan dan sangat ingin mandi bukan, berikan aku kesempatan untuk mewujudkan keinginan mu.'' Sahut Aslan dengan bibir yang terangkat sebelah.


Dengan langkah pelan namun pasti, Aslan menuju lift yang akan membawa mereka ke unit kamar yang memang dia sendirilah pemiliknya. Mata Aslan selalu tertuju ke wajah manis Zahla yang berkeringat dan sesekali Zahla juga mengeluarkan suara ******* yang membuat Aslan tersenyum dengan makna.


Hanya beberapa saat, akhirnya Aslan pun berhasil membawa Zahla masuk ke dalam kamarnya yang ternyata bukan hanya ada mereka di sana, ya ada satu orang lagi yang sudah siap untuk membantu rencana yang sudah di rencanakan Aslan.


''Kau sudah menyiapkan nya?'' tanya Aslan.


''Sudah. Kamera berserta yang lainnya, kau hanya perlu mengerjakan yang ingin kau kerjakan.'' Sahut seseorang itu.

__ADS_1


''Bagus, kau tunggu disini, aku akan mengerjakan bagian ku.'' Ucapnya lagi dan langsung membawa Zahla ke kamar tidurnya.


Dengan kasar Aslan melepaskan Zahla yang sudah terbanting di atas ranjang empuk milik nya itu, dan dengan tangan yang ia lipat di atas perutnya, Aslan terus memperhatikan Zahla yang tidur dengan rambut yang sedikit acak-acakan juga sesekali Zahla pun menggeliat dan mampu membuat Aslan menggigit bibirnya sendiri karena merasa terpancing karena gairah yang Zahla keluarkan.


''Kau sudah sangat tidak sabar ya, hmmm?'' tanya Aslan dengan tangan yang mengusap lembut wajah berkeringat Zahla. Zahla yang mendapatkan sentuhan pun perlahan membuka matanya namun bukannya terkejut karena ada Aslan di sana ia malah tersenyum dengan manis nya. Aslan yang menerima senyuman manis Zahla pun merasa bahagia dan membalas juga dengan senyuman.


''Kenapa baby?'' tanya Aslan dengan lembut.


'' Kau?''


''Iya baby, ini aku. Kita akan bersenang-senang sebentar lagi, apa kau senang?'' Aslan terus memberikan senyuman juga sentuhan-sentuhan di wajah manis Zahla.


''David, apa benar itu kau? kenapa wajah mu tidak terlalu jelas di penglihatan ku? David bawa aku ke kamar mandi, aku mohon,, ini sangat tidak nyaman.'' Keluh Zahla dengan suara yang berbarengan dengan desahannya.


Plakkkkk..


Mimik wajah Aslan berubah seketika setelah Zahla yang lagi-lagi memanggilnya dengan nama David bukan dirinya, tanpa sadar akhirnya Aslan pun langsung menampar wajah Zahla yang bahkan tidak tahu apa-apa saat itu.


''Kenapa kau sangat kasar padaku, David?'' tangis Zahla pun pecah namun Aslan segera membawa Zahla ke dalam pelukannya untuk menenangkan Zahla yang belum juga sadar kalau pria itu bukan lah David.


Di luar kamar, seorang wanita duduk dengan sebuah minuman di tangannya, seolah-olah sedang merayakan sesuatu, wanita itu duduk dengan melipat kakinya dan menenggak minuman nya dengan begitu bahagia nya.


Dengan tangan cantiknya, ia menggoyangkan gelas yang berisikan cairan berwarna merah itu dan menatapnya dengan tatapan mata yang tajam.


''David, sebentar lagi kau akan kembali menjadi milik ku, aku akan pastikan itu.'' Ucapnya dengan dirinya sendiri.


Baru saja ia menenggak kembali minuman nya, suara bel terdengar dan tanpa pikir panjang wanita itu berjalan menuju pintu untuk membukakan nya.


''Ya, apa kau membawa yang ku pesa-'' belum ia menuntaskan apa yang dia ucapakan, gelas di tangannya sudah terjatuh dari tangannya dan pecah berkeping-keping di bawah lantai, matanya terbelalak mulutnya terbuka lebar, ia terkejut melihat siapa yang datang ke sana.

__ADS_1


''David?''


''Ya Tiara, ini aku.''


''K-kau disini?''


''Katakan dimana calon istri ku?''


Tanpa menjawab nya, wanita yang rupanya ternyata adalah Tiara, mantan kekasih David dahulu, hanya melirik sebuah pintu yang sudah di yakini kalau disanalah terdapat Zahla yang tengah di carinya.


Dengan kasar David mendorong tubuh Tiara yang langsung terjatuh duduk ke bawah lantai. Ya David datang bukan hanya sendiri, ia datang bersama ketiga temannya yaitu geng Sea ghost.


Kean yang memang di tugaskan untuk mengawasi Zahla, sudah memberitahukan kemana Zahla pergi bersama Aslan pada David, dan benar dugaan Kean pria 27 tahun itu, kalau Aslanlah salasatu orang yang merencanakan hal buruk untuk Zahla.


Dengan langkah lebarnya, David menuju kamar tersebut yang tertutup rapat juga terkunci dari dalam, tapi tidak membuat David bingung karena hanya dengan sekali tendangan dari kakinya, pintu itupun terbuka dan memperlihatkan pemandangan yang membuat David semakin murka.


Ya, David melihat Zahla yang sedang berada di pelukan seorang pemuda yang ia sangat tahu kalau pemuda itu adalah pria yang selalu membuat nya waspada saat melihat nya berada di dekat Zahla di kampus nya.


''Brengsekk!!!!!'' teriak David dengan murka.


Teriakan David mampu mengejutkan Aslan yang masih memeluk Zahla dengan eratnya, mata mereka beradu pandang dan menyiratkan permusuhan di dalamnya.


Aslan menaruh kepala Zahla ke atas bantal dan bangun dari duduknya, seperti tidak pernah melakukan kesalahan apapun, Aslan berdiri dengan wajah yang tak kalah menyeramkan nya dari David kini.


Mata David beralih ke wajah tidak ketidak perdayaan Zahla, dengan raut wajah pucat Zahla dan dengan keringat yang membasahi seluruh wajahnya, sudah di yakini Zahla saat ini dalam pengaruh sebuah obat yang ia sendiri sudah paham apa itu.


''Kau sudah tahu ternyata, mau apa kau kesini? mestinya kau datang nanti saja setelah wanita mu aku nikmati,'' ucap Aslan yang semakin membuat David marah juga murka.


''Brengsek! kau rupanya sangat ingin bermain-main dengan ku, hah!!'' Dengan sekali gerakan David mampu melumpuhkan Aslan yang sudah terjatuh dengan lebam di wajahnya.

__ADS_1


''Pngecut!! Cih!!'' Tanpa ampun David terus menghajar wajah Aslan yang sudah berdarah-darah itu, kalau saja tidak ada Rey yang melerai nya, Aslan sudah mati di tempat karena amukan David.


''Vid, sudah.. Lebih baik kau bawa Zahla dari sini, biar dia aku yang urus. wanita mu seperti nya sedang tidak baik-baik saja.'' Ucap Rey yang berusaha mengalihkan perhatian David.


__ADS_2