Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Perhatian kecil


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit terbesar yang ada di kota maju itu, terdapat seorang pria tampan yang sedang duduk dengan tatapan datarnya menatap seseorang yang belum juga sadar dari mimpi panjangnya.


'' Heh brengsek! kau tidak ingin bangun kah, atau kau ingin tertidur selamanya,'' ujar nya dengan nada yang lembut tapi menyeramkan itu.


'' Isshhh kau tidak ada rasa empati sama sekali pada ku,'' sahutnya yang ternyata hanya pura-pura tidur dan itu bisa di sadari oleh seseorang yang ingin dia kerjai.


'' Siapa pelaku nya?'' tanya nya tanpa menjawab ucapan sahabatnya.


'' Vid, setidaknya tanya dulu keadaan ku,'' sahut seseorang itu yang ternyata adalah Kevin.


'' Kau tidak mati kan! siapa pelakunya?'' tanya David mengulang pertanyaan nya.


'' Entahlah, malam itu terlihat sangat gelap, lagipula dia memakai masker di wajahnya dan aku tidak bisa mengenalinya.'' Jawab Kevin.


David beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah sebuah jendela yang langsung menghadap hamparan gedung-gedung pencakar langit yang ada di sekitarnya.


'' Aku sudah mengecek rekaman pengawas, tapi sepertinya dia tidak melewati jalan yang terdapat cctv, yang bisa ku yakini dia bukan orang luar,'' seru David yang membelakangi Kevin.


'' Benarkah? lalu siapa dia?'' sahut Kevin dan David hanya menggedikan bahunya sebagai jawaban nya.


'' Aku akan melaporkan ke pihak berwajib untuk kasus kriminal ini,'' cetus David.


'' Aku rasa sebaiknya jangan, karena kalau kita laporkan ke pihak berwajib pasti banyak wartawan yang akan berdatangan dan menyebar luaskan berita ke seluruh negri yang pasti akan di lihat dan di dengar oleh klien-klien juga pemerintah dan pastinya mereka akan ketakutan dan bisa jadi mereka menarik saham dan memutuskan kerja sama dengan kita.'' Ujar Kevin yang langsung di anggukan oleh David.

__ADS_1


'' Ya kau benar juga,'' ucap David menyetujui ucapan Kevin.


'' Ya, karena pastinya mereka berpikir kalau menyimpan data di DGC sudah tidak aman karena sudah ada kejadian seperti ini,'' lanjut Kevin.


Di sela-sela pembicaraan mereka, sebuah ketukan terdengar dan berbarengan seseorang masuk ke ruang rawat Kevin.


'' Permisi Tuan Kevin dan Tuan Bos,'' ucap seseorang yang baru masuk itu yang ternyata adalah Zahla.


'' Zahla kau datang untuk menjenguk ku?'' tanya Kevin dengan raut wajah yang bahagia.


David hanya berdiri dengan tangan yang bersedekap dan dengan tatapan mata yang tajam ke arah dua manusia itu.


'' Bagaimana keadaan tuan Kevin?'' tanya Zahla yang masih khawatir dengan kondisi Kevin.


'' Ya kau tidak perlu mencemaskan dia, ikut saya sekarang ada yang perlu saya tanyakan padamu,'' potong David yang langsung menarik tangan Zahla untuk keluar ruangan.


Kevin menatap kesal dengan apa yang dia lihat, Kevin terus saja mengumpat David karena telah membawa Zahla tanpa permisi dan menyela pembicaraan nya dengan gadis yang membuat dadanya selalu bergetar hebat.


'' Sialan David,'' umpat Kevin.


David terus saja menarik tangan Zahla walau Zahla terus saja memberontak, tapi cengkeramannya cukup kuat sehingga tidak sama sekali terlepas dari pergelangan tangan Zahla.


David melepaskan tangan Zahla setelah mereka berada di sebuah lorong rumah sakit yang sepi. Zahla menekuk wajahnya dan mengusap pergelangan tangan nya yang terasa nyeri karena cengkeraman tangan David.

__ADS_1


David menatap lekat wajah Zahla yang terdapat memar di bagian wajah sebelah pipinya, dengan satu langkah David dapat meraih wajah Zahla dan mendongak untuk ia bisa lebih jelas melihatnya.


'' Ini kenapa?'' tanya nya dengan ketus namun tidak mengurangi bentuk perhatian nya.


'' Hah? oh ini, ini bekas tendangan orang itu tadi malam,'' sahut Zahla dengan cueknya.


'' Tendangan? tadi malam? berarti yang menghubungi saya itu kamu?'' Zahla pun mengangguk dengan cepat.


'' Dimana lagi tempat orang itu menyakiti mu?'' tanya David dengan dingin tapi menyiratkan kekhawatiran pada Zahla.


'' Tidak ada, hanya disini saja,'' sahut Zahla dengan santai menanggapi pertanyaan David yang khawatir terhadapnya.


Ya saat malam itu, Zahla yang panik melihat darah yang tidak berhenti keluar dari perut Kevin akhir nya memutuskan untuk mencari sesuatu untuk menghentikan darah Kevin, tapi setelah dia kembali ke ruangan itu Kevin sudah tidak ada di sana dan hanya ada beberapa rekan seprofesinya yang berkumpul di depan ruangan itu.


'' Oh ya tuan bos, saya menemukan ini dan saya juga mengambil ini dari tangan orang misterius itu.'' Zahla memberikan sebuah paperbag yang dia bawa yang isinya ternyata sebuah berkas dan sebuah flashdisk yang dia temukan di bawah lantai tempat orang misterius itu terjatuh bersamanya.


'' Kau merebut ini darinya?'' Zahla mengangguk dengan cepat.


' Gadis ini cukup pemberani, tapi apa dia tidak berpikir kalau orang itu bisa saja mencelakai nya' gumam David dalam hati.


'' Baiklah terima kasih atas bantuan mu, dan lainkali jangan bertindak seperti ini, saya tidak ingin mendengar ataupun melihat kau kenapa-kenapa.'' Ucap David yang langsung berlalu setelah mengucapkan kalimat yang mampu membuat kedua pipi Zahla merona merah ditambah sebuah elusan di kepalanya dari tangan David.


Zahla menekan dadanya yang berdebar kencang itu, entah kenapa ia merasa sesak secara tiba-tiba saat mendengar dan mendapatkan perlakuan seperti itu dari David.

__ADS_1


'' Sikapnya aneh, terkadang menyebalkan tapi terkadang dia bisa semanis ini,'' gumam Zahla yang tanpa dia sadari bibirnya terus saja melengkung berbentuk bulan sabit.


__ADS_2