Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Jangan buat aku Takut!


__ADS_3

Hari ini jadwal dimana David akan mengantarkan Zahla kontrol dan menerima terapi dari seorang dokter karena penyakit yang di deritanya. Ada raut tegang di wajah cantik Zahla yang memang tidak berpoles makeup itu, dan dengan lembutnya David pun berusaha menenangkan istrinya.


''Kau tidak perlu khawatir sayang, ini hanya terapi biasa.'' Ujar David.


''David?''


''Hmm?''


''Apa ini benar-benar bisa membuat ku sembuh dan apa bisa memperoleh anak nantinya?'' pertanyaan Zahla membuat David tersentuh, karena dia sendiri tidak tahu pasti usahanya akan membuahkan hasil atau tidak, namun ia tidak ingin Zahla terpuruk dan menyerah karena penyakit yang di deritanya.


''Istri ku sayang, kau tidak perlu cemas begitu, percayalah padaku, kalau apa yang ku lakukan ini demi kesembuhan mu.''


''Tapi jika tidak ada hasilnya bagaimana? jika aku memang tidak bisa menjadi seorang ibu, bagaimana? apa kau masih mau hidup-'' sebelum Zahla menyelesaikan ucapannya, bibirnya pun di bungkam David, bukan dengan jari ataupun telapak tangannya, melainkan langsung dengan bibirnya.


Tidak perduli dengan sekitar, David tetap melakukan apa yang ingin dia lakukan, David benar-benar membungkam mulut Zahla, bukan tanpa alasan dia mengambil sikap seperti itu, karena David tidak ingin Zahla berpikiran macam-macam terlebih dengan nanti hasilnya.


Memang tidak terlalu ramai suasana rumah sakit saat itu, tapi beberapa orang yang melintas turut menyaksikan apa yang David lakukan dengan istrinya, menyadari beberapa orang menatap ke arahnya, Zahla mendorong pelan wajah David.


''David, apa kau tidak malu, lihat orang-orang menatap ke arah kita,'' bisik Zahla.


''Buat apa malu, kau istri ku, milik ku.''


''Isshhh, seenaknya sekali dia,'' gumam Zahla dengan suara yang sangat pelan.

__ADS_1


Zahla melakukan beberapa rangkaian pengobatan dan terapi sampai beberapa jam lamanya, dan David tidak mempermasalahkan itu, melainkan Zahla yang sangat ingin cepat-cepat pergi dari sana.


Beberapa saat kemudian setelah melakukan terapi, merekapun pergi dari sana dengan berbekal beberapa vitamin yang harus Zahla konsumsi.


Di perjalanan Zahla terus saja bungkam, ada banyak rasa khawatir pada dirinya, khawatir akan hasil dari pengobatannya dan khawatir akan David yang mungkin saja meninggalkan nya jika memang ia tidak bisa mengandung.


''Apa yang kau pikirkan ?'' tanya David di sela-sela mengemudinya, tapi pertanyaannya tidak mendapatkan jawaban dari istrinya.


''Hei, apa yang mengganggu pikiran istri ku ini, hmm?'' karena tidak ada jawaban akhirnya David menegurnya lagi namun dengan nada yang lebih mesra.


''Hah? Ooh tidak ada, aku hanya sedang memikirkan ingin makan iga bakar yang ada di persimpangan jalan sana.'' Jawab Zahla dengan mengalihkan pembicaraan.


''Persimpangan jalan?''


''Apa letaknya di pinggir jalan?'' Zahla pun mengangguk.


''Di sana bersih kok, rumah makan Afrika, aku pernah makan dengan kak Kr-'' Zahla menghentikan ucapannya karena mengingat kalau David sangat tidak suka dia menyebut nama pria lain di hadapannya.


''Kak? siapa?''


''Kak Kevin, ya kak Kevin .'' David hanya mengangguk-angguk percaya dengan apa yang Zahla ucapkan, tapi entah apa yang terjadi jika ia tahu istri kecilnya itu saat ini sedang berbohong.


Tapi sebelum mereka sampai di tempat tujuan, mobil yang di kendarai David oleng secara tiba-tiba, mobil itu seperti kehilangan kendalinya dan sebelum itu terdengar ada suara ledakan dari luar mobil yang membuat Zahla pun panik, tapi tidak dengan David.

__ADS_1


''David? ada apa ini?'' tanya Zahla dengan raut wajah yang benar-benar panik.


''Jangan panik ya, aku akan memeriksanya, kau tunggu di dalam mobil, duduk yang cantik, jangan keluar walaupun aku sendiri yang menyuruh mu.'' Ujar David setelah menghentikan mobilnya dan bersiap untuk keluar dari mobil kesayangannya.


''Dan oh ya, pakai ini jika kau takut mendengar suara apapun, dan jika aku memberikan kode, kau segera hubungi kontak yang aku beri nama sea ghost. Kau mengerti?'' Zahla hanya mengangguk dan memperhatikan David keluar dari mobil.


Ucapan David membuat Zahla berpikir keras, apa yang di maksud oleh ucapan suaminya itu 'jangan keluar walaupun aku sendiri yang menyuruh mu' ucapan David itu benar-benar membuat Zahla heran.


''Apa maksud nya, kalau dia yang menyuruh ku untuk keluar, tidak mungkin kan aku tidak menuruti nya?'' gumam Zahla.


''Lalu untuk apa benda ini?'' lanjutnya dengan menimang-nimang sebuah headphone yang di berikan David untuk nya.


Dan belum saja Zahla memasangkan headphone itu ke telinganya karena hanya ingin mencobanya, suara ledakan itu terdengar kembali tapi kali ini suara itu lebih keras dan mengakibatkan getaran pada kaca mobil.


Dengan mata yang terbelalak, Zahla berusaha mencari keberadaan David dari dalam mobil namun tidak terlihat, Zahla semakin di buat takut karena panggilannya tidak di jawab oleh David.


''David!!'' panggil Zahla lagi, tapi tidak ada jawaban, yang ia dengar hanyalah sebuah suara senapan yang dia sendiri tidak tahu berasal dari mana.


Karena rasa panik, Zahla berniat untuk keluar dari dalam mobil, namun sebelum ia benar-benar keluar dari sana, ucapan yang David katakan terngiang kembali dan mengurungkan niat Zahla untuk keluar mobil yang sudah sedikit ia buka dan tutup lalu di kuncinya kembali.


''David, kau dimana? jangan buat aku takut, aku mohon,'' suara Zahla melemah karena rasa takutnya, matanya melirik headphone yang tidak sengaja ia jatuhkan karena terkejut tadi, tangannya pun terulur untuk mengambilnya kembali lalu memasangkan nya ke telinganya.


Bukan tanpa alasan David memberikan benda itu, karena David tidak ingin Zahla merasa takut karena suara yang di dengar nya dan mengakibatkan trauma berat nantinya. David telah bersiap dengan kondisi yang akan ia alami, dan David sendiri sudah terbiasa dengan apa yang di alaminya ini, karena memang banyak rekan yang menjadi musuh serta lawan dari bisnis yang ia gandrungi nya.

__ADS_1


__ADS_2