Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Anjlok Reputasi ku


__ADS_3

Suara roda dari brangkar pasien terdengar nyaring memenuhi koridor rumah sakit, beberapa perawat juga seorang pria gagah yang masih memakai baju kantornya ikut mendorong brangkar itu.


Dengan wajah yang cemas, pria tampan nan rupawan itu terus saja menatap wajah seorang gadis yang sedang terbaring di sana dengan wajah yang memucat.


David ya pria tampan itu adalah David, dan gadis yang tengah tidak sadarkan diri itu ialah Zahla, sedari ia membawanya dari kampus mula sampai rumah sakit pun Zahla belum juga sadarkan diri.


'' Maaf Tuan muda, kami harap berkenan menunggu disini, biarkan pihak medis yang menanganinya,'' seru salasatu seorang perawat dengan hormat nya karena siapa yang tidak mengenali David Guetta Carroll anak dari Daniel Carroll pemilik rumah sakit terbesar di kota itu.


'' Periksa dia dengan teliti,'' ujar David dengan tegasnya.


Pintu bertuliskan UGD pun tertutup dengan berbarengan seorang dokter ikut masuk ke sana menyisahkan David yang menunggu nya di depan pintu sliding itu.


Kabar kedatangan pewaris pemilik rumah sakit itupun terdengar ke telinga istri dari pemiliknya dan yang pasti membuat nyonya besar itu panik karena nya.


'' Daddy!! anak kita masuk rumah sakit,'' teriak Devita dengan sangat kencang.


Daniel sang suami yang baru saja keluar dari kamar mandi pun terkejut dibuatnya, tapi sesaat kemudian wajah nya kembali datar seperti semula, ia sangat paham dengan sifat istrinya yang kerap sekali berlebihan mengkhawatirkan keadaan anaknya walaupun sang anak sering sekali menuntut mereka untuk tidak ikut campur ke dalam masalah nya.


'' Kamu tau dari mana, sayang?'' seru Daniel dengan lembut.


'' Orang kepercayaan kita yang bekerja di rumah sakit baru saja menghubungi ku, dia mengatakan kalau David berada di sana.'' Jawab Devita dengan paniknya.


Mata Daniel memicing, merasa ada yang janggal dengan penyampaian orang kepercayaan nya kepada istrinya.


'' Apa dia mengatakan kalau David lah yang masuk rumah sakit?'' Devita pun hanya menggelengkan kepalanya karena diapun tidak tau pasti kabarnya.

__ADS_1


Daniel membuang nafas nya ke udara dengan perlahan Daniel pun memberi penjelasan pada istrinya yang bersikap berlebihan seperti itu.


'' Istri ku sayang, kau tenang dulu ya, kita tidak tau pasti yang masuk rumah sakit itu Daniel atau rekannya, biar aku konfirmasi terlebih dulu.'' Ujarnya yang berlalu ke arah ruang penyimpanan pakaian khusus ia.


Beberapa saat kemudian, Daniel telah siap berpakaian dan menghampiri Devita kembali yang masih belum tenang juga sebelum mengetahui kebenarannya.


'' Bagaimana?'' setelah melihat Daniel keluar dari khusus penyimpan pakaian.


'' Yang masuk rumah sakit bukan dia, tapi temannya, sepertinya seorang wanita, itu yang aku dengar.''


'' Wanita?''


Daniel pun hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu lagi ke arah lemari tempat penyimpanan koleksi arlojinya.


'' Ya susulah dia kalau kau mau dia merajuk lagi pada mu,''


Devita pun kembali mendudukan bokongnya ke sofa mahalnya itu.


'' Sudahlah sayang, lebih baik kau ikut ke perusahaan ku, hari ini aku sangat ingin bekerja di temani mu,''


'' Malas,, lebih baik aku berbelanja dengan Emily.'' Sahut Devita.


***


Pemeriksaan Zahla pun telah selesai, seorang dokter keluar dari ruangan dan langsung mendapatkan pertanyaan memberondong dari David.

__ADS_1


'' Bagaimana keadaan nya? dia baik-baik saja kan? apa ada hal yang perlu di khawatirkan?''


Seorang dokter seusia ayahnya hanya tersenyum mendengar pertanyaan posesif David, ia bisa menebak kalau gadis yang baru saja di periksa nya itu adalah gadis spesial bagi pewaris tunggal pemilik rumah sakit itu.


'' Tuan muda, kau bisa tenang sekarang. Gadis itu tidak apa-apa, dia hanya kelelahan dan dehidrasi, kami sudah memberikan suntikan vitamin juga memberikan infus, sebentar lagi dia akan sadar dari tidur nya, dia hanya perlu beristirahat sejenak.'' Ujar dokter paruh baya itu menjelaskan dengan gamblang tentang keadaan Zahla.


David pun bisa bernafas dengan lega, jantungnya dibuat terpompa cepat karena merasa khawatir tentang keadaan Zahla yang tiba-tiba pingsan itu.


Setelah dokter itu berlalu David segera masuk ke dalam ruangan dimana terdapat Zahla di sana, betapa lucunya ia bersikap berlebihan seperti tadi jika mengingat nya pun David tertawa sendiri karena mengingat tingkah lucunya.


'' Anjlok sudah reputasi ku yang selama ini ku bangun,'' gumam David di kursi samping ranjang Zahla.


Zahla bergumam dalam tidurnya menandakan kalau ia telah sadar dari alam bawah sadar nya, David segera mengambil sikap tenang nya dengan duduk tegap seperti tidak mengkhawatirkan apapun.


'' Tuan bos,'' lirih Zahla, ia melihat ke sekelilingnya yang nampak asing baginya, tapi bukan ia tidak tau tempat apa itu, hanya saja ia merasa aneh kenapa ia ada di sana.


'' Tuan Bos, kenapa kita ada disini?''


'' Kau bisa memikirkan itu nanti, pokoknya tiga hari kedepannya kau tidak boleh kemana-mana dari apartemen mu, mengerti,'' apa yang di katakan David membuat Zahla tidak mengerti maksud nya.


'' Lho kenapa? pelajaran ku bagaimana dan pekerjaan ku-''


'' Stop! aku tidak membiarkan mu untuk bertanya ataupun untuk menolak perintah ku. Aku bos mu bukan?'' Zahla mengangguk pelan.


'' Patuhi apa yang aku perintahkan,'' Zahla pun tidak bisa lagi mengucapkan apapun kecuali mengangguk menyetujui apa yang bos nya itu perintahkan.

__ADS_1


__ADS_2