
''David...
Suara Zahla terdengar mendayu di telinga David yang tengah memegang secarik kertas milik Zahla yang di simpan di laci lemari dan tidak sengaja di temukan oleh suaminya, David.
Mata Zahla melirik ke arah kertas tersebut, menghela nafasnya dan memejamkan matanya sekejap lalu tersenyum manis di depan David, ''sudah tidak surprise lagi,'' ucap Zahla dengan bibir yang di manyunkan.
''Sayang? kau benar-benar hamil?'' tanya David dengan air mata yang belum pernah Zahla lihat, Zahla mengangguk pelan seraya menjawab pertanyaan suaminya.
''Dia ada di sana?'' tanya David lagi dengan satu tangan nya memegang perut Zahla yang masih rata, dan lagi-lagi Zahla hanya mengangguk.
''Darah daging ku?'' Zahla pun mengangguk kembali, tanpa di duga David langsung bersujud tanda ia bersyukur akan kehadiran malaikat kecil yang sudah di impikan nya, dengan tangis yang terus berderai mengiringi kebahagiaan nya.
''Terima kasih, terima kasih sayang,'' David terus menciumi perut rata Zahla dan wajah Zahla secara bergantian lalu menggendongnya dengan raut yang tidak bisa lagi di ungkapkan kalau dia benar-benar bahagia.
Zahla menatap kebahagiaan David dengan seksama, entah apa yang sedang di fikirkan nya, hanya Zahla lah yang tahu. Ada sesuatu yang sebenarnya ingin Zahla katakan tapi dia pendam karena tidak mau merusak kegembiraan David saat ini.
''Honey? mommy pasti akan bahagia sama seperti ku jika mengetahui ini,'' ucap David yang masih menggendong tubuh mungil Zahla.
''Turunkan aku David, aku takut jatuh,'' rengek Zahla dan di turuti David yang menurunkan nya dan meletakkan tubuh Zahla di atas kasur dengan sangat hati-hati.
''Jadi apa ini penyebab kau bertingkah aneh, dan terus mual-mual tanpa sebab?''
''Mungkin,''
''Ya sudah, aku bantu kau bersiap-siap, lalu kita pergi ke mansion untuk memberikan hasil ini sebagai hadiah mereka di hari ulang tahun pernikahan Mommy dan Daddy, oke?'' Zahla tidak menyahut, dia hanya menatap David dengan begitu lekat nya, David menyibukkan dirinya memilih pakaian apa yang akan di kenakan Zahla dan memakaikannya bagaikan seorang ayah sedang mengurus putri kecilnya.
Zahla tidak bergeming sedikitpun, juga tidak menolak perlakuan khusus David kepadanya, ia hanya menatap dan memperhatikan David dengan senyum tipisnya.
__ADS_1
''Aku harap, aku bisa terus melihat mu bahagia seperti ini,'' gumam Zahla dalam hatinya.
Setelah selesai memilih dan memakaikan pakaian, David segera menuju tempat rias Zahla dan mengambil sisir untuk menata rambut istri nya yang masih basah itu dengan tingkah menggemaskan nya bagi Zahla. ''Aku mulai dari mana?'' tanya David yang sedang memegang sisir namun tidak mengerti harus memulai nya dari mana untuk menata rambut panjang Zahla.
Zahla tertawa kecil mendengar ucapan suaminya, dan mengambil sisir yang ada di tangan suaminya,'' kau duduk saja, aku akan merapihkan nya sendiri.'' Ucap Zahla yang berlalu ke arah tempat riasnya.
David hanya tersenyum dengan terus memperhatikan Zahla dari pantulan cermin yang langsung memperlihatkan wajah manis istrinya itu. ''Jangan melihat ku seperti itu David,'' ucap Zahla yang menyadari kalau David tengah memperhatikannya.
''Kenapa? apa ada larangan bagi suami untuk memperhatikan wajah cantik istrinya?'' goda David yang membuat Zahla seketika memerah karena malu.
Setelah selesai Zahla berias, merekapun pergi untuk menghadiri acara peringatan hari pernikahan Devita dan Daniel, Mommy dan Daddy mereka.
Sepanjang perjalanan, David terus tersenyum bahagia tidak sabar memberitakan kalau dirinya akan menjadi seorang ayah pada kedua orangtuanya juga keluarga besarnya, Zahla melirik ke arah David yang sejak tahu kalau dirinya sedang mengandung terus saja tersenyum bahagia.
''Aku bahkan tidak sanggup membuat senyum mu itu hilang,'' batin Zahla.
''Heeumm?'' sahut Zahla yang tersadar dari lamunannya.
''Apa kau berniat untuk merahasiakan nya dari ku?''
''Apa?''
''Ya kalau bukan aku sendiri yang menemukan hasil itu, pasti kau akan merahasiakannya kan?''
''Tidak David, bahkan aku berniat akan memberitahu mu setelah kau pulang dari kantor tapi.. kau malah sudah lebih dulu mengetahuinya,'' David tertawa mendengarnya, entah kenapa setiap kali mendengar Zahla berbicara David merasa gemas karena expresi istrinya yang menurutnya menggemaskan melebihi anak anjing peliharaan Emily.
David berhenti di sebuah penjual bunga untuk dia bawa dan berikan pada Mommy dan Daddy nya, ''kau tunggu disini ya, aku akan kembali,'' ucapnya yang lalu keluar dari dalam mobil meninggalkan Zahla sendirian.
__ADS_1
Zahla menghela nafasnya dengan pelan, tangan nya terus mengelus perutnya yang masih rata, tatapan nya jauh kedepan entah apa yang saat ini Zahla pikirkan, namun terdengar gumaman dari mulut Zahla dan air mata yang menetes dari ujung mata bulatnya. ''Aku harap kelak kau menjadi anak yang kuat,'' gumam Zahla berbicara pada janin yang dikandungnya.
Saat David masuk kembali kedalam mobil, Zahla segera menghapus air mata yang mengalir di pipinya dan menunjukkan senyum manis pada suaminya. ''Sayang, ini untuk mu,'' ucap David yang memberikan sebuah bunga mawar berwarna putih pada istrinya dan meletakkan seikat bunga tulip di kursi belakang.
''Terima kasih,'' lirih Zahla seraya menghirup aroma wangi pada bunga mawar tersebut.
''Apa kau menyukainya?'' Zahla mengangguk, ''kalau begitu aku akan memberikan mawar putih seperti itu setiap hari untuk mu, hmmm?'' Zahla hanya tersenyum mendengarnya.
David pun melanjutkan perjalanan menuju mansion, tidak lenyap senyuman David yang sedari tadi berkembang, Zahla juga ikut tersenyum melihatnya, betapa bahagianya ia melihat suaminya yang terus bahagia seperti itu.
Sesampainya mereka di mansion megah milik keluarga Carroll, David segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya dan membantu Zahla untuk turun dengan hati-hati, sikap yang di berikan David pada istrinya membuat sebagian tamu yang masih ada di luar mansion merasa kagum karena di balik sikap kasar David, ada sikap kelembutan pada istrinya.
Merasa terus menjadi pusat perhatian, Zahla menundukkan kepalanya menyembunyikan wajah merahnya, terlebih-lebih mendapatkan bisikan lembut langsung menerpa telinga nya.
''Jangan menundukkan kepala, sayang. Kau harus mengangkat kepala dengan bangganya karena sudah menjadi istri cantik ku,'' bisik David seraya menggoda Zahla yang semakin membuat Zahla tersipu karena nya.
''Kesayangan Mommy....'' teriak Devita menyambut kedatangan anak dan menantu kesayangan nya.
Devita berlarian ke arah Zahla dan bersiap akan memeluknya namun David segera berdiri di depan Zahla menghalangi Devita, Mommy nya untuk tidak memeluknya seperti biasanya.
''Anak nakal, apa-apaan kamu ini, cepat menyingkir,'' omel Devita pada anaknya.
''Tidak, aku tidak akan membiarkan Mommy memeluk istri ku seperti biasanya,''
''Kenapa?''
''Mommy kan kalau memeluk Zahla sangat erat, aku tidak mau Mommy menyakiti nya,'' karena ucapan David l, ia mendapatkan pukulan dari kedua wanita itu, Devita dan Zahla.
__ADS_1
Beberapa tamu yang hadir dan ikut menyaksikan kehangatan keluarga ternama itu, ikut bahagia melihatnya, karena sangat jarang sekali David mau terexpos oleh orang luar dari semenjak ia remaja, tapi kali ini seperti tidak ada masalah kalau dirinya memperlihatkan tingkah konyolnya pada semua orang.