Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Debaran yang Aneh


__ADS_3

Suara langkah dari sepatu berhak seorang wanita bersahutan merdu memenuhi koridor kantor, dengan elegan nya ia berjalan berlenggak-lenggok bak model di panggung catwalk, dengan bergaun merah maroon dan memamerkan keindahan lekuk tubuhnya ia berjalan dengan anggunnya.


Tidak sedikit orang yang berpangku tangan turut menatap nya dengan rasa terpesonanya, ia adalah seorang model terkenal di kota itu, para lelaki menganggap nya gadis itu adalah Dewi dari Yunani.


Para penjaga pun menunduk hormat menyambut kedatangan nya, begitu juga seorang wanita pekerja di bagian resepsionis, seperti sudah mengenal lama ia mempersilakan nya dengan ramah.


'' Apa dia ada?'' tanyanya dengan dagu yang terangkat.


'' Ada Nona, silahkan.'' Sahut resepsionis itu tanpa membantahnya.


Gadis bergaun merah itu berjalan lagi menuju ruangan dimana ruangan itulah yang memang ia tuju sedari menginjakan kakinya ke kantor itu.


Tanpa mengetuk juga tanpa mengucapkan kata permisi ia menerobos masuk ke dalamnya.


Seorang pria berpakaian formal duduk membelakangi nya dengan sebuah berkas di tangannya namun begitu mendengar suara pintu terbuka juga mendengar langkah kaki seseorang, ia langsung berbalik bersiap untuk mencerca makian.


'' Apa kau tidak mempunyai etika bertamu!'' semburnya dengan tatapan mata yang tajam.


'' Ayolah baby, sampai kapan kau akan seperti ini,'' ucapnya tanpa rasa takut menghadapi tatapan mata yang menghunus tajam ke arahnya.


Tidak ada reaksi apapun lagi dari nya, dengan cueknya ia melanjutkan kembali pekerjaan nya tanpa menghiraukan keberadaan wanita itu yang duduk manis di depannya.


'' David ..!!'' teriak wanita itu memanggilnya pria yang duduk cuek di depannya.


Ya pria itu David, terlihat dari raut wajahnya kalau ia tidak menyukai kedatangan wanita cantik itu, bukan hanya sekali ataupun dua kali David bersikap seperti itu pada gadis cantik ini, namun sudah seperti inilah sikapnya entah sejak kapan berwal nya sikap dingin itu muncul.


David meraih secangkir kopi yang di letakan di mejanya dan berjalan ke arah tirai kaca yang langsung menghadap ke jalanan dan gedung-gedung pencakar langit di depannya, ia menyesap kopi itu dengan perlahan dan tanpa menoleh ke arah gadis cantik itu ia hanya berkata.


'' Jagan mengganggu ku lagi, sudah cukup sikap ku mewakili perasaan ku terhadap mu,'' cetusnya dengan nada dinginnya.


'' Tapi kenapa? apa kau tidak lagi mencintai ku?'' lirih gadis itu dengan kepala yang tertunduk.


'' Aku rasa apa yang aku ucapkan barusan sudah cukup menjawab pertanyaan mu itu,'' sahut David.

__ADS_1


Mata indah gadis itu berkaca-kaca, bukan ia tidak menyadari apa yang kini David rasakan terhadapnya namun ia belum merasa cukup atas apa yang terjadi pada kisah mereka.


'' Baiklah kalau seperti itu, tapi apa boleh aku melakukan satu hal, agar aku dapat memastikan dengan benar kalau apa yang kau katakan itu benar adanya,'' tidak ada jawaban dari David ia hanya diam terpaku membelakangi wanita itu dengan tangan tetap memegang cangkir kopi nya.


Gadis itu berjalan dengan anggun ke arah David, tanpa mengatakan apapun ia memeluk tubuh tegap milik David dari belakang dengan mesranya, tidak ada tanggapan dan respon dari David sedikitpun.


Terdengar suara isakan lembut dari wanita itu yang masih memendam wajahnya di punggung kekar David.


'' Tiara, aku sadar kejadian itu mungkin akulah penyebabnya, tapi aku benar-benar tidak sengaja melakukan nya dan aku tau kaupun sadar akan hal itu. Kejadian itu tidak juga sepenuhnya salah ku, tapi karena keserakahan mereka aku bisa melakukan di bawah kesadaran ku.'' Ujar David panjang lebar.


Perlahan gadis bernama Tiara itu melepaskan dekapannya dan berusaha membalikkan tubuh kekar David agar menghadap ke arahnya.


'' Iya aku paham dengan apa yang kau lakukan itu adalah ketidaksengajaan, tapi apa tidak ada sisah serpihan hati mu untuk ku lagi,'' ucapnya dengan mata yang berlinangan air matanya.


David hanya diam menatap langsung mata Tiara, bukan tidak ada jawaban dari nya tapi itulah bentuk jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berulang dari Tiara.


Tiara yang di tatap seperti itu ternyata salah paham pada arti nya, ia mendekatkan wajahnya ke wajah tegas David dan mendaratkan ciuman lembut dari bibir sexi nya.


Seseorang berdiri terpaku dengan expresi wajah yang sulit terbaca itu, gadis manis berdiri dengan membawa sesuatu di tangannya, terlihat sebuah rantang makanan yang di bawanya itu bergetar dengan berbarengan setetes lelehan air mata yang meluncur tanpa permisi itu namun segera ia hapus dengan satu tangan nya lagi.


'' Ma-maaf saya tidak tau, sa-saya taruh ini di sini saja, permisi.'' Ucapnya dengan bibir yang bergetar juga sikap yang serba salah karena gugup.


'' Siapa dia, tidak sopan,'' gumam Tiara yang merasa terganggu dengan kedatangan tiba-tiba gadis tadi.


Dengan kasar David mendorong tubuh Tiara dan langsung mengejar gadis yang sudah pergi dari sana menyisahkan Tiara yang syok dengan tindakan David.


'' David!!'' panggil nya pada David yang sudah keluar dar ruangannya sendiri meninggalkan Tiara yang terpaku di tempat.


***


Seorang gadis sedang menekan dadanya sekeras-kerasnya, berulang kali ia memukulnya dengan pelan, entah kenapa jantung nya berdegup dengan kencang, dan air matanya pun terus saja menetes.


'' Bodoh!'' makinya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


'' Kenapa juga aku bersikap seperti itu, apa hak ku,'' lanjutnya.


Ia mengatur nafasnya sedikit demi sedikit, menetralkan degub jantung juga emosinya yang labil itu, beberapa kali juga ia membuang nafas nya ke udara dan menyenderkan tubuhnya ke pembatas tebing.


'' Ada apa dengan diriku, kenapa dada ku terasa sesak melihat dia bersama kekasihnya,'' gumamnya.


'' Zahla?'' panggil seseorang dari balik tubuhnya.


Merasa namanya terpanggil, gadis yang ternyata adalah Zahla Putri seorang office girl di perusahaan itu menolehkan kepalanya dengan cepat.


'' Tuan Kevin,'' sahut Zahla dengan senyumnya yang sedikit di paksakan.


'' Kamu sudah masuk kerja lagi?'' tanya Kevin yang melangkah ke arah Zahla.


'' Emmm belum tuan,''


'' Oh ya lagipula kau tidak memakai seragam mu. Lalu kau sedang apa disini?''


'' Emmm saya..''


'' Oh ya Tuan apa saya boleh bertanya?'' ucapnya mengalihkan pertanyaan Kevin.


'' Apa?''


'' Siapa wanita yang ada di ruang tuan Bos itu?''


'' Wanita? ooohh itu Tiara, dia model terkenal di negara ini, dia juga ..''


'' Kevin!'' potong seseorang dari jarak lima meter dari mereka.


Dengan langkah panjangnya ia menuju Kevin dan Zahla dan langsung menarik tangan Zahla untuk mengajak nya pergi dari sana namun langkahnya terhenti karena Zahla yang menarik tangan nya dari genggaman tangan David.


Kevin yang berada di tengah tengah-tengah mereka merasa bingung dan memutuskan untuk pergi dari sana dengan alasan ada pekerjaan lain yang harus ia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2