Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Teman Baru


__ADS_3

Beberapa helai pakaian berserakan di atas ranjang, sang pemilik pakaian-pakaian itu terus saja melempar pakaiannya ke atas ranjang yang dia ambil dari dalam lemari nya.


Zahla, ya dia adalah Zahla yang lebih akrab dengan nama Lala. Hari ini adalah hari dimana dia baru saja masuk ke universitas yang David daftarkan itu.


Namun ia tengah di landa kebingungan karena pakaian yang harus ia kenakan untuk pergi kuliah di hari pertama tidak ada satupun yang cocok menurutnya.


Semua pakaiannya cuma ada kaus berlengan pendek dengan warna-warna yang sudah usang dan juga seragam-seragam kerjanya.


Zahla ingin terlihat lebih rapih di kala hari pertamanya dia masuk kuliah tapi ya memang hanya ada itu saja yang ia punya.


'' Aahh ini dia, ini saja.'' Ucapnya dengan kencang yang baru saja menemukan sepotong pakaian yang cukup bagus dari pada yang lainnya.


Sebuah Hoodie berwarna hitam sebagai pilihan nya dan di padukan dengan celana jins yang hanya dia punya beberapa saja di dalam lemarinya.


Zahla berjalan dengan riang nya, ia tidak sabar mengikuti pelajaran pertama di kampusnya, dan saat Zahla akan melangkah dari lobby ke pelataran gedung apartemen sebuah mobil berhenti tiba-tiba tepat di hadapannya.


'' Masuk,'' seru seseorang dari alam mobil.


Zahla menundukkan kepalanya untuk melihat siapa pemilik mobil itu, bibirnya tersenyum saat melihat siapa dia.


'' Tuan Bos, selamat pagi..'' sapa Zahla dengan riang.


'' Heemm, sudah masuk cepat! ini adalah hari pertama kamu masuk kan, kamu mau terlambat,''


'' Oh iya, jadi aku masuk ke dalam nih,''


David memutar bola matanya jengah lalu membuang nafas yang ke udara. '' Lalu kau mau duduk di atas kap mobil begitu,'' ketus David.


'' Heheh, tidak juga sih,'' Zahla pun masuk ke dalam mobil dan duduk dengan wajah yang terus memancarkan kebahagiaan.


David yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena tidak menyangka kalau Zahla akan se excited ini untuk mengikuti pelajaran pertamanya di kampus barunya.


'' Jaga sikap mu, jangan buat malu nama kampus ataupun nama ku,'' ketus David dan langsung mendapatkan jawaban sigap Zahla dengan tangan yang memberikan hormat layaknya pemberian hormat pada upacara bendera.

__ADS_1


'' Siap Bos,'' seru Zahla yang masih saja tersenyum lebar itu.


Sesampainya mereka di pelataran kampus, dengan tidak sabar nya Ia langsung turun dari mobil dan berlalu tanpa berpamitan namun sebuah klakson terdengar nyaring dari mobil David sehingga membuat Zahla berbalik badan dan kembali melangkah ke arah mobil David.


'' Maaf tuan Bos saya lupa, kalau begitu saya pamit ya, sampai jumpa,'' seru Zahla yang kembali berlalu setelah berpamitan pada David.


David hanya terdiam terpaku tanpa mengatakan apapun, ia memberikan klakson bukan untuk memanggil Zahla kembali tapi dia memberikan klakson karena tidak sengaja tertekan oleh jari nya.


'' Apa dia bilang. S-sampai jumpa? itu berarti dia mengharapkan aku untuk menemuinya lagi, begitu? dia ingin selalu bertemu dengan ku? heh,, memang ya kalau pesona ku itu tidak akan tertandingi oleh siapapun.'' Gumam David dengan percaya dirinya.


Dengan terus memasang raut wajah sombongnya, David mengemudikan mobilnya membelah keramaian jalanan kota menuju perusahaannya.


Beberapa hari ini David tidak datang ke kantornya karena menyibukkan diri dengan urusan Zahla yang akan masuk kuliah.


Saat ia turun dari dalam mobil, beberapa penjaga di lobby dengan sigapnya memberikan salam hormat pada bos besarnya itu.


Namun ada yang aneh, senyum David yang sangat mahal itu, yang sangat jarang terlihat bahkan nyaris tidak pernah terlihat pada semua orang hari ini merekah indah memperlihatkan pada semua karyawan yang ada di perusahaan.


Ketampanan tersembunyi milik David semakin terpancar dan tentunya membuat para gadis di sana semakin di buat mabuk kepayang oleh auranya.


'' Yang barusan lewat benar-benar tuan David kan?'' masih banyak lagi yang merasa terkejut akan sikap David hari ini.


'' Vid!!'' teriak seseorang yang berlarian ke arah David yang nyaris akan memasuki lift yang sudah terbuka itu.


Dengan berdecak kesal karena suasana hatinya ada yang merusaknya dengan sekejap itu David berbalik badan dan menatap si pemanggil itu dengan tatapan yang tajam.


Si pemanggil yang menyadari arti dari tatapan David itu segera mengoreksi ucapannya dan mengulangi kembali dengan cara yang berbeda. '' Emmm maaf, maksud saya Tuan David.'' Ulangnya dengan canggung.


Mata David menelitik ke arah perut orang itu yang ternyata dia adalah Kevin Heinze sahabat nya sekaligus asisten pribadinya itu.


'' Kau sudah masuk kerja?'' tanyanya dengan tangan yang bersedekap.


'' Iya aku sudah baikan, dan,, oh ya, kita menang tender proyeknya Tuan Harun, tadi pagi-pagi sekali dia mengabari ku.'' Ujar Kevin.

__ADS_1


'' Emmm syukurlah, kalau begitu kamu urus selebihnya ada pekerjaan lain yang ingin ku urus,'' ucapnya yang kembali berbalik badan untuk masuk ke dalam lift dengan di buntuti Kevin di belakangnya.


Sesampai nya mereka di ruang kerja masing-masing, David segera menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda beberapa hari itu.


'' Saat ini hanya Kevin yang aku percaya, semoga proyek ini berjalan dengan baik.'' Gumamnya di sela-sela pekerjaan nya.


Di kampus, Zahla yang sudah selesai dengan kelasnya memutuskan untuk berdiam diri di dalam kelas, bertujuan untuk memperdalam pengetahuan bisnis yang saat ini sedang ia pelajari.


'' Hai, kamu mahasiswa baru ya?'' sapa seorang yang duduk di samping kursi Zahla.


'' Oh ya hai, iya saya mahasiswa baru disini, mohon bimbingannya.'' Sahut Zahla dengan formal.


'' Kenalkan, aku Vanya, kamu?'' ucapnya memperkenalkan dirinya dan merentangkan tangannya menunggu balasan dari Zahla.


Zahla pun segera membalas jabatan tangan gadis seusianya itu. '' Saya Zahla, senang berkenalan dengan mu,'' seru Zahla


'' Hahah, tidak perlu seformal itu ya, kita kan seumuran,'' merekapun berbincang sampai kelas kembali ramai oleh mahasiswa.


Gadis bernama Vanya itu terus menunjuk orang-orang yang duduk di kursi nya memperkenalkan nama-nama mereka dan mengatakan berbagai karakter mereka pada Zahla, Zahla pun menanggapi nya dengan baik karena ia sangat senang mendapatkan teman baru yang sangat periang dan ramah itu.


'' Nah kalau dia, dia adalah anak dekan, dia sangat pendiam dan tidak ramah sama sekali, dia hanya membuka mulut nya di kala makan dan minum.'' Bisik Vanya ke telinga Zahla.


Tawa keduanya pun saling bersahutan mentertawai karakter satu persatu mahasiswa itu.


Kelas pun bubar, dengan tergesa-gesa Zahla keluar dari kelas karena dia harus lanjut untuk bekerja di sift dua.


Karena tergesa-gesanya, sampai Zahla tidak menyadari kalau ia berlarian ke arah pintu kelas dan sampai menabrak seseorang yang juga menuju pintu.


Aaawwwww


teriak Zahla yang tidak sengaja menabrak lengan kekar seorang pria yang sudah memasang wajah datarnya itu.


'' Ini bukan jalanan orang tua mu!'' ketus pria itu yang berlalu pergi meninggalkan Zahla di kelas.

__ADS_1


'' Ya! memang bukan! karena aku memang tidak memiliki orang tua!!'' teriak Zahla yang merasa tersinggung dengan ucapan pria itu, sejenak ia berhenti melangkah namun beberapa saat kemudian ia melanjutkan kembali langkahnya tanpa mempedulikan Zahla dibelakangnya.


'' Cih, orang itu benar-benar menyebalkan,'' gerutu Zahla.


__ADS_2