Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Ada apa ini??


__ADS_3

Hari ini pertama kali masuk kembali Zahla ke kampusnya, sebagai tipe yang humble dengan siapapun, Zahla pun cukup di sukai di kelasnya, terutama teman baiknya selama di kampus yaitu Vanya, dia terkejut melihat kedatangan Zahla yang baru saja menginjakan kakinya di kelas itu, Vanya berlari dan langsung memeluk Zahla dengan gemasnya.


''Kau kemana saja, kenapa baru masuk lagi?'' tanya Vanya setelah melepas pelukan nya.


''Van, kau ini apa-apaan sih, malu tau,'' protes Zahla.


''Malu kenapa? aku kan teman mu.''


''Iya, iya. Aku ada urusan makanya baru sempat masuk lagi, kamu apa kabar?''


''Kabar ku baik, tapi setelah melihat kau disini, jadi lebih baik lagi,'' mereka pun tertawa bersama, tidak hanya Vanya yang menyambut kembali kedatangan Zahla, teman-teman lainnya pun turut memberikan sapaan sambutan.


''Hei, kau pindah ya duduk nya,'' ucap Vanya pada seorang laki-laki yang menatapnya tidak suka.


''Kenapa?


''Ya kita bertukar tempat duduk, kau di sana dan aku disini, aku ingin duduk di dekat Zahla.'' Ujar Vanya yang sedikit memaksa.


Tidak ada tanggapan dari laki-laki itu, ia hanya mengabaikan ucapan Vanya dan kembali memainkan game di ponselnya, Vanya yang merasa di abaikan pun merasa kesal tapi Zahla tahan agar tidak membuat keributan.


''Van, tidak apa-apa, kau duduk di sana saja, lagipula nanti kita ke kantin bersama kan, sebentar lagi dosen juga akan datang.'' Ucap Zahla memberi pengertian pada teman baiknya, semula Vanya merasa keberatan namun setelah melihat seorang dosen yang datang ia pun terpaksa menyetujuinya dan mengalah pada lelaki itu yang ternyata adalah Aslan.


''Dasar manusia es,'' hardik Vanya pada Aslan, namun tidak di tanggapi sama sekali oleh Aslan.


Mata kuliah pun di mulai, namun saat Zahla sedang fokus dengan penjelasan yang di sampaikan dosen, Aslan mengganggu nya dengan sebuah pertanyaan.


''Kemana saja kau? kau pikir ini kampus punya nenek moyang m bisa masuk seenaknya.'' Tanya nya dengan sedikit celaan.


''Apa urusan mu, sudah diamlah,'' sahut Zahla.


''Kau ketinggalan banyak mata kuliah, ambil ini dan kau salin, lalu kembalikan lagi padaku.'' Ucap nya setelah memberikan sebuah flashdisk untuk Zahla saling isinya.

__ADS_1


''Oh oke, terima kasih ya.''


Beberapa jam kemudian, mata kuliah pertama pun usai, semua mahasiswa berhamburan keluar kelas, termaksud dengan dua gadis cantik yaitu Zahla dan Vanya.


Dua gadis itu berjalan menuju kantin untuk sekedar minum di sana, tapi belum saja sampai kantin, ada sebuah tangan yang tiba-tiba menarik tangan Zahla dan membuat Zahla yang sedang berjalan dengan lengan yang di gandeng Vanya pun terlepas.


''Hei, kau ini kasar sekali!'' omel Vanya pada pria itu yang tak lain adalah Aslan.


''Jangan berteriak padaku, aku ada urusan sebentar dengan Zahla, ayo La,'' tanpa mempedulikan ocehan Vanya, Aslan pun terus menarik tangan Zahla ke sebuah rooftop gedung kampus, di sana hanya ada mereka berdua, Zahla yang di ajak ke sana merasa bingung.


''Ada apa? katamu ada urusan penting?''


''Duduk, salin mata kuliah itu ke laptop mu sekarang juga, aku mau flashdisk ku secepatnya.'' Ucap Aslan yang sudah duduk di kursi panjang yang tersedia di sana.


''Ck, ya kalau kau tidak ada niatan untuk berbuat baik, ya sebaiknya ambil lagi saja ini, aku bisa menyalin dari Vanya.'' Balas Zahla dengan kesal.


''Sudahlah jangan banyak bicara, teman mu itu mana ada salinannya, dia hanya tau bersolek dan mengambil gambar dirinya sendiri,'' sahut Aslan dengan cueknya.


Mata Zahla mengecil karena sudah merasa dongkol dengan tingkah Aslan, namun setelah berpikir lagi ia pun membernarkan apa yang di katakan Aslan, kalau selama ini Vanya tidak terlalu serius mengikuti pelajaran di kampus.


''Kenapa menatap ku seperti itu, ya aku tahu kalau aku ini tampan,'' sela Aslan tanpa melihat Zahla.


''Cih, percaya diri sekali kamu, oh ya kenapa kau bertingkah seperti es lagi,''


''Maksudmu?''


''Iya, maksud ku. Bukannya kau sudah mencair ya, hahaha.'' Ledek Zahla.


''Sudahlah La, cepat kerjakan.'' Balas Aslan yang membuat Zahla bungkam dan kembali menyalin semua mata kuliahnya.


Diam-diam Aslan pun turut memperhatikan Zahla, ada senyum tipis yang terukir di sana, ia sebenarnya mengagumi kesederhanaan yang di miliki Zahla, kepolosan Zahla juga wajah manis Zahla, namun ia tidak ingin ada orang lain yang tahu itu.

__ADS_1


''La, pulang kuliah kau mau kemana?''


''Kantor,''


''Kau mau membantu ku dulu tidak?''


''Apa?''


''Kebetulan aku juga mau ke kantor DGC group karena flashdisk kakak ku terbawa oleh ku, apa kau bisa antarkan aku ke ruangannya?''


''Memangnya Kaka mu berkerja di bagian apa?''


''HRD, bisa?''


''Oh oke kalau begitu.''


''Ya sudah, nanti ke kantor bareng bersama ku saja.'' Zahla pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Setelah selesai menyalin semua mata kuliah dari flashdisk milik Aslan, merekapun pergi dari kampus tanpa berpamitan pada Vanya yang masih menunggunya di kantin, mereka pergi dengan sepeda motor milik Aslan membelah ramainya jalan raya menuju pergedungan.


Namun saat Aslan membelokan setang sepeda motornya ke sebuah gedung yang sepertinya sebuah apartemen, Zahla pun merasa heran dan dengan refleks ia memukul punggung Aslan untuk memintanya berhenti sejenak.


''Kenapa kita kesini?''


''Aku lupa kalau flashdisk nya ada di apartemen ku, kita ambil dulu ya, hanya sebentar kok.'' Dengan terpaksa Zahla pun menyetujuinya, setelah sampai di lobby apartemen Aslan menghentikan nya dan mengajak Zahla untuk ikut dengan nya namun Zahla menolak nya mentah-mentah.


''Maaf As, aku tidak bisa ikut, aku tunggu di sini saja.'' Tolak Zahla.


''Emmm oke kalau begitu, sebentar ya.'' Aslan pun berlalu masuk ke dalam gedung apartemen itu untuk mengambil flashdisk milik Kakak nya. Zahla yang bosan menunggu Aslan yang belum juga kembali akhirnya menyempatkan berjalan-jalan sebentar dan segera kembali setelah melihat Aslan sudah berjalan ke arah sepeda motornya.


''Maaf membuat membuat kau menunggu lama, ini ambil, kau pasti haus.'' Ucap Aslan yang memberikan sebuah air minum untuk Zahla.

__ADS_1


''Aahhh, iya terima kasih.'' Zahla pun segera meminumnya tapi ia merasa bingung karena setelah meminum itu, kepalanya terasa nyeri, keringat nya juga bermunculan di dahinya, dan entah kenapa ia juga merasa ada sesuatu yang terjadi pada dirinya, sesuatu itu terasa sangat panas dan menyiksa.


Apa yang terjadi pada Zahla??????


__ADS_2