
Jakarta, Kantor Paman Yoda.
Sejak pulang dari Surabaya, Paman Yoda menjadi orang yang sangat penggila kerja.sampai dua orang Asistennya tidak diberikan kesempatan untuk mengerjakan apapun selain melihatnya Paman Yoda bekerja.
Setiap hari dihabiskannya untuk bekerja dan bekerja bahkan sampai tidur dikantornya tentu dalam ruangan khusus yang sudah tersedia.
Wajah tampan yang tadinya selalu bisa tersenyum kini berubah menjadi manekin hidup tanpa ekspresi. diusianya yang sudah menyentuh angka empat puluh enam tahun Paman Yoda tetap masih terlihat gagah dengan tubuh atletisnya.
Jiwa petualangnya yang sempat datang ketika kejadian beberapa waktu lalu di Surabaya yang membuatnya sangat patah hati. Paman Yoda meminta bantuan pada rekan bisnisnya untuk menyediakan beberapa perempuan yang bisa memberinya kepuasan dengan imbalan yang tidak sedikit pula.Namun sayang petualangannya berakhir dengan tragis ketika dia menyadari bahwa hanya Anora yang bisa menyentuhnya sampai ke dasar hatinya.
Tok
Tok
Pintu ruangan Paman Yoda dibuka dari dalam oleh Asistennya.
" Masuk "
" Ini Pak dokumen yang Bapak minta. tapi kepala Ibu HRD meminta saya untuk menunggu dokumennya di tanda tangani oleh Bapak terlebih dahulu karena saya harus membawa kembali ke Ibu HRD nya" Mia menyodorkan dokumennya sambil berdiri di depan meja kerja Paman Yoda.
Paman Yoda langsung mengecek semua dokumennya lalu menandatanganinya dan memberikannya kembali pada Mia.
" Berapa lama lagi kau dan yang lainnya Magang disini?" Tanya Paman Yoda pada Mia tanpa melihatnya.
" Satu bulan setengah lagi Pak Magang kami berakhir " Jawab Mia.
Ya, teman kampus Anora yang masih memperpanjang masa magangnya ada tiga orang, satu perempuan yang bernama Mia, yang menjadi teman dekatnya. Dua orang laki-laki merupakan teman biasa saja tapi cukup sering berkomunikasi jika berada diarea kampus. Yaitu Leonard dan Samuel.
" Kau boleh keluar " Paman Yoda kembali fokus pada layar monitor yang ada dihadapannya.
Huffhh
" Akhirnya keluar juga " Gumam Mia.
" Kenapa Mi?" Tanya Sam.
" Habis masuk kandang macan, aku antar dokumen dulu ya ke Ibu HRD " Pamit Mia melangkahkan kakinya.
__ADS_1
" Paling Pak Yoda yang dibilang macam sama Mia " timpal Leo.
" Kata rumor yang beredar disini selama ini, hanya Anora teman kita yang jadi pawangnya Pak Macan " Ucap Leo bergosip sambil menunggu kedatangan Mia lagi di meja nya.
" Pernah aku dengar rumor itu tapi kan kita tidak tau akan kebenarannya karena Anora sudah tidak dikantor ini lagi " Timpal Sam.
" Coba nanti kita tanya Mia, dia kan dekat dengan Anora " Sambung Sam lagi.
Surabaya, Rumah Sakit Husada.
Tingkah lucu kedua kakak bayi yang belum mempunyai nama sampai saat ini begitu konyol. dimana keduanya dengan kompak membangun adiknya dengan menggelitik kedua telapak kaki mungilnya.
Bahkan Thalia saking gemasnya selalu mencubit pipinya sampai bertambah merah tapi tidak lupa mereka melakukannya setelah mencuci kedua tangan mereka.
" Dadd, siapa nama adik kami ?" Tanya Thalia dengan mengusap - usap kulit lembutnya.
" Tante Nora yang mau ngasih nama" Alex memasrahkan pada Nora.
Ano dan Nora saling pandang ketika Alex memintanya memberi nama pada bayinya kemudian tersenyum. karena Nora tidak mempunyai nama lain untuk menyematkan sebuah nama pada bayi perempuannya, hanya ada satu nama yang diinginkannya.
" Aleysa , bagaimana menurut kalian ?"Nora meminta pendapat pada Alex dan Thalia dengan nama yang baru saja disebutkannya.
" Hadiah dari Tuhan " Jawab Nora.
" Daddy juga suka Cinta dengan namanya. Aleysa, Aleysa... kita bisa panggil dia Ale, Alice, Leysa atau Isa " Alex menimpali.
" Aleysa Damian Diaz, Itu nama Putri kita"Ucap Alex mengecup singkat bibir pucat Nora.
" Daddy ada kami disini " Teriak Thalia yang melihat Daddy nya main kecup - kecup ajah tanpa melihat situasi.
Alex dan Nora hanya terkekeh geli dengan tingkah Thalia.
" Kak Ano ko nggak di tanya Tan, suka apa nggak dengan nama Adik kita tadi Aleysa?" Karena hanya Ano yang tidak dimintai pendapat.
" Karena dulu Mama itu sudah menyiapkan nama untuk adik aku jika Mama hamil lagi. kalau bayinya perempuan Aleysa kalau bayinya laki - laki Evan, gitu Tha "Ucap Ano menjelaskan.
Alex teringat sesuatu yang dikatakan oleh Arthur beberapa waktu lalu jika Arthur tidak bisa membuat Nora hamil lagi karena suatu hal.
__ADS_1
Nora melihat Alex yang sedang melamun pun tidak enak jika dia harus memaksa Alex untuk menyukai nama itu. sementara nama itu sudah ada dalam pikirannya.
" Tidak masalah kalau kamu tidak menyukai nama itu. kita masih bisa memberi nama yang lain " Nora mengelus puncak Alex yang duduk sebelahnya.
" Tidak masalah, aku sangat suka nama itu.jadi tidak usah diganti lagi "Balas Alex mengecup pipinya Nora.
" Dadd, aku tidak melihat Paman, Kemana?" Thalia ingat sepulang nonton Paman Yoda pulang ke rumah Daddy nya.
" Sudah balik ke Jakarta lagi" Jawab Alex menoleh ke arah Ano yang berada di dekat box Aleysa.
" Kak Ano LDR an dong sama Paman ?" Thalia cecikikan menertawakan Ano.
" Apa sih Tha nggak jelas. siapa juga yang LDR an orang aku sama Paman Yoda biasa ajah" Ucap Ano sewot karena ucapan Thalia.
Alex dan Nora hanya saling pandang saja mendengarkan obrolan keduanya.
" Nggak mungkin biasa saja, orang aku pernah lihat Kak Ano dan Paman melakukan seperti yang Daddy lakukan bersama Tante Nora baru saja. padahal Kak ..."
" Thalia " Teriak Ano memotong ucapan Thalia dengan melemparkan guling milik Aleysa.
" Dadd, Kak Ano tuh " Thalia meminta pelindungnya.
Alex hanya mengangkat kedua pundak nya acuh tidak menggubris apa yang minta Thalia.
" Memang enak Tha dicuekin ?" Ledek Ano mengambil dan meletakkan kembali guling nya Aleysa.
Nora bersyukur seiring berjalannya waktu dia bisa berbaur dengan Thalia dan berharap kedepannya bisa seperti ini juga bersama Thomas.
Karena merasa lapar, Ano dan Thalia ke cafetaria. mereka memesan makanan kemudian membawanya lagi ke ruangan. karena mereka ingin makan bersama Mama dan Daddy nya. tentu saja juga tidak ingin melewatkan kesempatan jika Aleysa terbangun. mereka saling berebut untuk menjaga Adik bayi mereka.
" Ayo kita makan " Ajak Thalia Sambil membuka pintu dan meletakan makanannya di atas brankar. di susul dengan Ano yang membawa beberapa botol minum.
Setelah beberapa saat mereka sudah selesai dengan makan - makannya. kini mereka berempat menikmati indah kebersamaannya. Aleysa menjadi salah satu yang bisa mendekatkan semuanya.
" Tante Nora dan Daddy tidur ajah. Aleysa biar aku dan Kak Ano yang jaga. nanti kalau Aleysa mau mimi susu aku bangunkan Tante" Thalia begitu perhatian dengan Nora dan Daddy nya.
Ano mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan oleh Thalia.
__ADS_1
" Terima kasih sayang " Ucap Alex mengecup pucuk kepala Thalia. walaupun Ano merasa sedikit canggung namun dia memperbolehkan Alex mengecup pucuk kepalanya juga.