Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 84


__ADS_3

Jakarta, Kediaman Alex.


Setelah Serra memberikannya izin untuk menemui Daddy nya di Surabaya. Thalia langsung memasukkan beberapa pakaiannya dan beberapa keperluannya kedalam koper yang sudah disiapkannya.


" De " Thomas mendorong pintu dan langsung masuk melihat Thalia sedang berkemas dan hampir selesai.


" Iya Bang " Balas Thalia.


" Kata Mommy mau ke Surabaya tempat Daddy?. Apa Abang nggak salah dengar?" Tanya Thomas sembari duduk di samping Thalia.


" Iya benar itu !" Jawab Thalia singkat tanpa melihat Thomas.


" De nggak kasihan sama Mommy ?" Tanya Thomas membawa nama Mommy nya supaya Thalia tidak jadi pergi ke Surabaya dan meninggalkan mereka.


" Abang sayang, Mommy sekarang sudah jarang pulang. entahlah mommy juga mungkin sangat sibuk. makanya pas aku minta izin sama mommy dengan cepat Mommy mengiyakan tanpa banyak bertanya ini itu " Jawab Thalia menjelaskan memang seperti itu sekarang keadaan mereka.


" Iya De, harusnya kita lebih mengerti Mommy lagi. karena perpisahannya dengan Daddy pasti tidak mudah buat Mommy dan kita buat kita juga De. karena Daddy yang ninggalin Mommy kita De, demi perempuan sialan itu " Balas Thomas memberikan pengertian pada Thalia dan berharap mereka akan terus bersama.


" Iya Abang aku belajar untuk mengerti kondisi kita. tapi aku sudah tidak ingin mengingat hal yang akan membuat aku selalu sakit hati. sekarang aku hanya ingin tetap bisa bersama Mommy dan Daddy walau di tempat yang berbeda. aku ingin menciptakan kebahagiaan aku sendiri. dan Mommy juga mungkin butuh waktu untuk sendiri untuk sekarang ini " Ucap Thalia yang tidak ingin terus menerus dalam situasi yang serba kesakitan. padahal dia sendiri bisa keluar dari situasi itu.


" Apa itu artinya kamu akan tinggal bersama Daddy ?" Tanya Thomas tidak suka.


" Tidak Abang. aku ingin tetap tinggal bersama Mommy tapi aku juga ingin bisa menghabiskan waktu bersama Daddy. apa itu salah dan tidak diperbolehkan ?" Tanya balik Thalia dengan wajah sedihnya dan menghadap Thomas dengan mata yang berkaca - kaca.


" Bukan begitu juga maksud Abang, De. Pergi lah kalau sekarang kamu mau pergi. Abang antar ke bandaranya " Ucap Thomas yang tidak ingin melihat Thalia bersedih dan menyudahi obrolan mereka.


" Iya Abang sayang Terima kasih banyak, satu jam lagi kita berangkat " Ucap Thalia senang karena Thomas mengerti dengan apa yang diinginkannya.


Thomas membantu Thalia membawa kopernya ke lantai bawah. sementara Thalia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap - siap.

__ADS_1


Sesampainya di bawah, Thomas bertemu dengan Serra di ruang tengah sedang duduk di kursi dengan membuka beberapa lembar album semasa kecil Thomas dan Thalia.


Thomas menghampiri Serra, duduk disampingnya menyenderkan kepalanya di lengan Serra.


" Mommy merindukan masa - masa kecil kalian " Ucap Serra membuka setiap lembaran dengan mengusap gambar wajah Thomas dan Thalia.


Thomas memeluk erat tubuh Serra dengan menghapus buliran bening yang jatuh di kelopak matanya.


" Tidak terasa waktu berputar dengan cepat. sekarang kalian sudah tumbuh jadi anak yang sudah dewasa dan pintar. Mommy sudah banyak kehilangan momen bersama kalian " Ucap Serra sendu.


" Tidak Mom kita masih punya banyak waktu untuk membuat setiap momen yang indah tentang kita " Ucap Alex menghibur sang Mommy.


Serra menoleh kearah Thomas dengan mengecup pucuk kepalanya.


" Mommy sudah resmi berpisah, sudah mommy tanda tangani suratnya. Maaf Mommy sudah tidak bisa bertahan lagi untuk kalian ataupun untuk Mommy sendiri" Ucap Serra jujur tentang statusnya saat ini dengan Alex.


" Tidak apa - apa Mom, masih ada Abang dan Thalia disini bersama Mommy " Ucap Thomas berusaha tegar tidak ingin membuatnya Mommy bersedih lagi.


Begitu pun dengan Thalia yang sudah berdiri di belakangan mereka. dia menarik nafas sangat dalam. inilah mungkin jalan yang terbaik untuk semuanya supaya bisa lebih bahagia lagi. tapi tidak sekarang karena sesak yang menghimpit dadanya terasa nyeri.


" Mom, masih ada Thalia sama Abang yang akan selalu bersama mommy" Ucap Thalia memeluk mereka dari belakang.


" Kita akan selalu bersama " Ucap Thomas menegaskan lagi apa yang tadi dia katakan dan baru saja dikatakan juga oleh Thalia.


Untuk sesaat mereka hanya terdiam sambil terus saling memeluk. memberikan kekuatan untuk masing-masing.memang tidak mudah tapi tetap harus percaya selalu ada kebahagiaan setelah kesedihan.


Setidaknya Serra masih memiliki kedua anak yang selalu berada di sisinya dan harus dia bahagiakan termasuk dirinya sendiri harus lebih bahagia lagi.


" Tha, berangkatlah!. nanti ketinggalan pesawat. Mommy titip surat ini untuk Daddy mu" Serra menyerahkan amplop yang berwarna coklat yang sudah beberapa bulan selalu dibawanya kemanapun sampai akhirnya dia menyerah untuk pernikahannya yang sudah dibinanya.

__ADS_1


" Baik Mom, nanti aku berikan sama Daddy" Thalia mengambil amplopnya dari tangan Mommy nya.


" Mom, Abang anterin Thalia dulu. Mommy biak-baik ya " Ucap Thomas. berlalu meninggalkan Serra dan Thalia yang sedang berpamitan juga.


" Mom, aku pasti akan kembali lagi. jaga diri Mommy. I love You Mom " Thalia mencium kedua pipinya Serra dan memeluknya.


" Iya sayang hati - hati. I love you too " Serra melambaikan tangannya.


Thalia menyusul Thomas yang sudah menunggunya di dalam mobil.


Setelah Thomas dan Thalia berangkat ke bandara. Serra kembali kelantai atas menuju kamarnya. dia mulai memasukkan semua barang - barang yang berhubungan dengan Alex kedalam box yang sudah beberapa hari berada di dalam kamarnya.


Kalau kemarin - kemarin Serra masih ragu untuk memasukkannya semua barang milik Alex. tapi tidak hari ini. cukup waktu kurang dari dua puluh menit sudah selesai dan semuanya sudah berada didalam box. sudah tidak ada yang tersisa apapun lagi. sepertinya hubungannya dengan Alex.


Serra membawa beberapa Box untuk sementara di masukkan kedalam kamar tamu. bagaimana pun dia tidak ingin lancang membuang barang - barang Alex. nanti akan dia kembalikan jika Alex mengunjungi kedua anaknya.


" Bi sum " Panggil Serra yang sudah berada di dapur untuk mencari keberadaan Bi sum.


" Iya Nyonya " Jawab Bi sum menghampiri Serra.


" Saya minta tolong suruh beberapa pelayan untuk membersihkan kamar saya. mengganti sprei dan gordennya juga atau tidak mengosongkan kamar saya saja Bi sum. supaya nanti lebih mudah untuk menatanya lagi dengan beberapa barang yang baru" Ucap Serra bersemangat.


" Iya Nyonya " Jawab Bi Sum singkat dengan mengerutkan dahinya.


" Saya ingin suasana yang baru " Ucap Serra yang mengerti apa yang dipikirkan Bi sum.


Bi sum hanya mengangguk.


" Baiklah Bi Sum, minta tolong dikerjakan sekarang ya" Pinta Serra kemudian dia kembali kelantai atas. selama kamarnya sedang dibereskan dia akan tidur di kamar Thalia.

__ADS_1


__ADS_2