Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 110


__ADS_3

Malaysia, Kediaman Opa.


Thalia masih saja bermanja dengan Serra,bahkan hampir semalaman Serra dibuatnya tidak tidur hanya untuk mendengarkan semua cerita Thalia.tapi bukan cerita tentang siapapun. melainkan dirinya sendiri.


Pagi ini pun Thalia masih memeluk erat tubuh Serra diatas tempat tidur. Untung saja tadi Serra sudah mandi membersihkan tubuhnya dengan air hangat. karena kalau tidak cepat dilakukannya, bisa-bisa seharian dia tidak mandi karena harus dipeluk dan memeluk Thalia. sebenarnya ada banyak yang ingin Serra tanyakan tentang kehidupan yang dijalaninya bersama Nora dan Alex. tapi dia tidak tau harus memulainya dari mana.


" Tha,Mommy ambil sarapan untuk kita ya? dari semalam kamu belum makan nasi kan. Mommy ambil sebentar ya"Ucap Serra seraya beranjak dari tempat tidurnya.


" Tidak Mom, aku hanya ingin memeluk Mommy saja.makan nasi atau makan yang lainnya bisa nanti"Thalia menolak untuk ditinggalkan Serra walau hanya untuk mengambil makan untuk mereka.


" Hem baiklah"Serra mengalah dan kembali berbaring disebelah Thalia. kemudian Thalia memeluknya kembali.


" Kak Ano bagaimana? nanti dia tidak ada temannya jika kamu masih disini bersama Mommy"Ucap Serra sambil mengusap lengan Thalia.


"Biarkan saja Kak Ano sendiri, paling nanti juga ditemani Paman"Balas Thalia sambil menutup kedua matanya.


" Oh begitu, memang Paman sama Kak Ano dekat ya?"Tanya Serra memancing Thalia supaya bercerita apa yang diketahuinya.


" Hem "Jawab Thalia singkat. yang membuat Serra meyakini sesuatu yang mulai ditakutinya.


" Maksudnya Hem Tha?"Tanya Serra berusaha sabar untuk mendapatkan informasi lebih tentang Paman Yoda dan Anora.


" Iya gitu Mom, Paman Yoda dan Kak Ano suka-sukaan udah dari lama, bahkan aku dan Bima pernah melihat mereka berciuman di rumah Daddy sangat Hot loh Mom"Jawab Thalia.


Deg


Serra menghentikan usapannya pada lengan Thalia sehingga Thalia membuka matanya kembali.


" Kenapa Mom? ada apa?"Thalia bertanya dengan melihat wajah Serra yang sendu.


" Akh tidak, tiba-tiba saja Mommy rindu sama Abang. bagaimana ya pekerjaannya? makannya? apa masih terurus atau tidak?"Serra berusaha bersikap biasa saja,padahal dalam hatinya terasa sakit. sakit akibat perpisahannya dengan Alex saja masih belum kering. ini ditambah lagi dengan perasaan cinta yang layu sebelum berkembang terhadap Paman Yoda.


" Mommy jangan khawatir, abang pasti bisa mengurus dirinya sendiri Mom, tenang saja"Ucap Thalia memberikan ketenangan pada Serra tetapi tetap saja hatinya merasa gelisah dengan apa yang baru diketahuinya.

__ADS_1


" Paman Yoda tidak serius kali Tha sama Kak Ano.hanya bercanda saja"Pancing Serra lagi ingin melihat reaksi Thalia.


" Kayanya serius deh Mom, karena selama Paman Yoda dekat dengan Kak Ano. Paman tidak pernah bermain atau terlihat dengan perempuan lain. sewaktu di Surabaya aja Paman yang selalu menempel pada Kak Ano Mom"Jelas Thalia.


Setelah mendengar cerita Ano dan Paman Yoda membuat Serra harus bangun dari rebahanannya bersama Thalia. dia agak sedikit memaksa pada Thalia supaya cepat mandi dan berdandan yang cantik dan wangi kemudian kemeja makan.


" Iya Mom"Mau tidak mau Thalia mengikuti apa yang diperintahkan Serra.


Sementara Opa, Mama Ina, Anora dan Paman Yoda sudah selesai dengan sarapnnya. tetapi mereka masih betah berdiam diri diatas kursi yang sudah sejak tadi di dudukinya.


Tidak ada yang mencurigai dua orang manusia yang sedang dilanda asmara. mereka duduk bersebelahan dengan tangan yang saling berpegangan dibawah kolong meja makan. dengan sesekali Paman Yoda menatap ke arah Ano ataupun sebaliknya.


Opa dan Mama Ina sibuk dengan kue yang baru selesai dibuatnya sebagai hidangan penutup mereka jika perut mereka masih menampungnya.


" Ayo cicipi kuenya Yoda, Anora"Mama Ina menyodorkan piring yang berisi kuenya. tak ayal tangan keduanya yang bertautpun harus rela terlepas untuk sementara waktu.


" Iya Ma "Ano langsung mengambil satu potong kuenya dan memasuknnya kedalam mulut untuk dikunyahnya.


" Bagaimana rasanya sayang?"Tanya Paman Yoda yang soktak membuat Opa dan Mama Ina menatap kearah mereka berdua yang seolah meminta penjelasan dari Paman Yoda.


" Eum, Gini kan biasanya Kakak selalu bertanya setiap kali aku mecicipi kue buatan Kakak. Nah untuk bertanya ke Ano aku yang wakilkan Kak"Ucap Paman Yoda meluruskan. karena permintaan Ano sendiri yang belum mau membuka hubungan mereka.


" Iya bagaimana rasanya Ano sayang?"Tanya Mama Ina sambil melempar satu potong kue kearah Paman Yoda kemudian dengan tepat dan cepat Paman Yoda menangkapnya kemudian melahapnya.


" Sangat enak Ma"Balas Ano mengancungkan kedua jempolnya sebagai pujian terhadap Mama Ina.


" Yup betul enak banget"Paman Yoda menimpali ucapan Ano dan kembali membawa tangan Ano dalam genggamannya.


Serra yang baru bergabung di meja makan bersama mereka.hanya diam mematung melihat pemandangan tidak sedap didepan matanya membuatnya sangat merah,kecewa dan benci seketika terhadap Anora.


Pengkhiatan yang dilakukan Nora bersama Alex seolah terekam jelas kini dihadapanya dalam bentuk dan wujud yang berbeda tapi dengan rasa sakit yang berkali-kali lipat.


" Serra, Ayo makan. mana Thalia? kami sudah makan semua"Ucap Mama Ina.

__ADS_1


" Iya Mama Ina"Balas Serra dengan tatapan yang sangat tajam yang diarahkannya pada Ano.


" Selamat pagi Tante Serra"Sapa Ano sambil sedikit membungkukkan tubuhnya walau Ano tidak mengerti kenapa Tante Serra bisa menatapnya seperti itu?.


Tapi Serra tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh Anora. bahkan dia terkesan tidak menganggap Ano ada diantara mereka.


" Thalia sayang sini ayo makan bareng Mommy"Ucap Serra setelah melihat Thalia menuju kearahnya.


" Iya Mom"Balas Thalia kemudain dia duduk disebelah Anora.


" Pasti Kak Ano sudah melepas rindu ya dengan Paman?"Tanya Thalia asal menebak saja. syukur-syukur kalau benar, kalaupun salah tidak jadi masalah.


" Nggak"Jawab Ano menggelengkan kepalanya.


" Jangan bohong Kak Ano?" Tanya Thalia sedikit menyudutkan Ano.


Paman Yoda menoleh ke arah Thalia yang terhalang tubuh Anora. kemudian Paman Yoda menempelkan jari telunjuk pada mulutnya.


Thalia pun mengangguk dan menyudahi bertanya pada Anora. kemudian dia mengambil piring dan mengisinya dengan salad dan potongan buah saja serta beberapa lembar roti untuk mengisi perutnya.


" Makan nasi Tha"Ucap Serra sedikit menaikan volume suaranya.


" Tidak Mom, ini sudah cukup buat aku"Tolak Thalia dengan wajah manjanya.


Opa dan Mama Ina sudah biasa dengan percakapan antara anak dan ibu yang satu ini. maunya seperi ini, begitu. jadi mereka hanya tersenyum saja.


Pun dengan Paman Yoda dan Anora hanya menyimak saja dengan tangan yang saling bertautan tentunya dibawah kolong meja makan.


" Kamu nanti sakit Tha, makan lah dua sampai lima suap juga tidak masalah yang penting kena nasi Tha"Ucap Serra kekeuh supaya Ano makan nasi.


" Ini juga makanan sehat Mom, bergizi pula, ada banyak kandungan vitamin dan proteinnya Mom"


" Benar Mom, Aku tidak masalah makan ini juga sangat mengenyangkan Mom, Benarkan Kak Ano"Ucap Thalia meminta pendapat pada Ano. seakan memantik api yang tadinya kecil berada dalam diri Serra kini berubah jadi api yang sangat besar.

__ADS_1


Brak


" Ano lagi, Ano lagi, Ano lagi Tha?!"Serra menggebrak meja dengan tangannya disertai dengan kilat amarah yang ditunjukan oleh kedua matanya.


__ADS_2