
Oek... Oek...
Terdengar suara tangis bayi yang begitu nyaring dari ruang VVIP Nora setelah melakukan operasi sesar lima jam yang lalu.
Dimana Alex, Thalia, Ano dan Ale sudah berada disana sejak tadi.
Nicholas Damian Diaz
Nama yang disematkan untuk anak ketiga Alex dan Nora yang berjenis kelamin laki-laki, dengan panjang 54 cm dan berat badan 3,5 kg.
" Nick kuat juga ya Ma minum susunya?!"Ucap Thalia melihat Nick yang begitu kuat menyedot put ing nya Nora.
" Iya Kakak Tha, Mama sampai ngilu"Balas Nora sampai meringis.
" Cinta, coba nanti kita konsultasi lagi dengan Dokter nya. kalau Asi nya tidak lancar atau sudah tidak bisa keluar lagi. kita pakai formula saja jangan menyiksa diri mu".
" Iya Dad " Nora melepaskan put-ing dari mulut Nick yang sudah tidur.
Alex mengambil Nick dari gendongan Nora dan meletakkannya di dalam box bayi.
" Kakak Tha dan Kakak Ano pulang saja bersama Ale. kasihan Ale tidur nya kurang nyaman. Daddy bisa jagain Mama kalian. Daddy akan meminta Bima untuk mengantarkan kalian".
Anora dan Nora saling bertemu tatap dengan tidak sengaja, namun Ano bisa menangkap apa yang Mama nya ucapkan lewat kedua matanya yang penuh dengan harap.
" Begini Dad, aku belum bilang sebelumnya. mungkin aku disini tidak akan lama, mungkin hanya dua minggu saja. karena Papa dan Mommy Anya akan menikah. jadi aku ingin membantu dan dekat dengan mereka. jadi biarlah aku disini menemani Mama dan Nick. kalau Thalia kan bebas bisa kapan saja"Ucap Ano menjelaskan.
Alex menatap Anora dan Nora bergantian.
" Iya Dad, biar saja Ano menemani ku disini kalau begitu. Kakak Tha bisa kan jagain Ale sendiri. atau minta saja Bima menemaninya?!"Saran Nora.
" Aku tidak masalah kalau Bima tidak menemani Ma, ada Bibi ini yang menemani".Balas Thalia.
" Baiklah, Daddy akan meminta Bima untuk mengantar dan menemani Kakak Tha selama kami disini. paling tiga hari kita sudah pulang "Alex sudah mengambil keputusan.
" Aku ikut Daddy saja "Ucap Thalia.
" Iya Dadd itu lebih baik jika Thalia dan Ale dijaga Bima"Ano menimpalinya.
" Iya jadi Mama juga tenang meninggalkan mereka Dadd"Nora pun ikut menimpali.
Alex langsung mengirimkan pesan pada Bima untuk datang ke Rumah Sakit dan membantunya Menjaga Thalia dan Ale.
__ADS_1
Thalia merapikan mainan Ale kedalam tas ransel kecilnya serta tidak lupa memasukkan susu formulanya pada handbag.
Tiga puluh menit waktu yang ditempuh Bima untuk sampai di Rumah Sakit. ingin menolak tapi tidak bisa mengesampingkan rasa kemanusiaannya. Bagaimana pun dia tidak bisa mengabaikan permintaan Bos nya.
" Kakak Tha sudah tidak ada yang tertinggal mainan dan susu Ale? Bima sudah menunggu di parkiran depan gedung. Daddy yang gendong Ale. Kakak Tha bawain ini saja"Ucap Alex sambil menunjuk pada dua tas yang berukuran kecil.
" Ma, Kak Ano, Daddy tinggal dulu ya"Ale sudah berada dalam gendongan Alex.
Ano dan Nora hanya mengangguk mengiyakan.
" Kak Ano, Mama Aku pulang ya. Dah Nick besok pagi Kakak Tha kesini lagi ya"Thalia mencium pipi Nora dan Ano bergantian.
" Iya hati-hati "Ucap Nora dan Ano bersamaan.
Alex dan Thalia meninggalkan ruang VVIP nya berjalan menuju area parkiran.
Ano menatap si mungil Nick sembari mengelus kedua pipinya bergantian.
" Tidurnya pulas sekali Ma, Oia memang Asi Mama sudah tidak keluar?"Tanya Ano duduk disebelah box bayi Nick.
" Keluar, tapi kali ini Mama merasa sakit sekali. apa produksi Asi nya kurang atau apa Mama belum tahu. makanya Daddy dan Mama akan konsultasi dengan Dokter"Jawab Nora sambil menatap wajah Anora dengan intens.
" Terima kasih "Ucap Nora.
" Secara tidak langsung kamu sudah menolaknya?".
" Owh itu, aku hanya memberikan waktu saja untuk mereka berdua Ma.Supaya Bima merasakan ketulusan Thalia dalam mencintainya".
Nora dan Ano saling diam dalam tatapan mereka.
" Hal seperti ini yang Mama takutkan akan terjadi. dan sekarang benar terjadi pada mu dan Thalia"Ucap Nora dengan wajah sendunya.
" Mama tidak sampai hati harus melihat salah satu dari kalian terluka. tapi... ".
" Mama tidak ingin melihat Thalia yang terluka bukan?, aku mengerti Ma. akan sangat sulit berada diposisi Mama".
" Apa kamu marah dan benci pada Mama? "
Anora menggelengkan kepalanya, karena tidak punya alasan baginya untuk melakukan itu. apalagi pada Mama nya sendiri.
Penyembuhan dan sejumlah konseling yang diikutinya sewaktu di Malaysia banyak memberikannya manfaat dalam menyikapi masalah hati yang datang atau apapun itu dalam hidupnya. walau tidak 100% efisien namun sangat membantunya sekali.
__ADS_1
" Tapi Mama tidak perlu menakutkan apa pun lagi Ma, semua orang sudah punya jalan ceritanya sendiri. walau tidak bisa dipungkiri sebab akibat itu selalu ada. Aku sudah sangat baik sekarang. Bima memang pria yang baik, dan aku pun tidak berharap terlalu banyak pada Bima. dan aku pun tidak tahu kenapa Bima bicara seperti itu waktu kita bertemu di Jakarta".
" Maksudnya? ".
" Iya Bima meminta ku untuk menikah dengannya saat perjalanan kami dari Jakarta ke sini. aku mampir ketempat Om Riza mengantarkan berkasnya. disitu lah kami bertemu".
" Aku tidak tahu alasannya Bima apa, tapi yang aku tahu Bima pria baik, Thalia juga baik. aku berharap mereka bisa bahagia".
Nora merentangkan kedua tangannya, meminta Ano untuk memberikan pelukan. dan Ano pun melakukannya.
" Maaf kan Mama ".
" Iya Mama Sayang ".
Anora melihat ada Suster yang masuk dan membawa nampan berisi makanan untuk makan sore Mama nya.
" Ayo dimakan Ma, biar Asinya bisa keluar banyak".
" Terus kamu makan apa? ".
"Gampang aku Ma, tinggal ke cafetaria kalau sudah lapar".
Ano meletakkkan nampannya dihadapan Nora, supaya memudahkan Nora mengambil makanannya.
" Terima kasih Ano sayang".
" Sama-sama Mama ku sayang ".
Nora mulai melahap makanannya. walau jauh dari kata seleranya namun tetap harus dimakan, supaya asupan nutrisinya terpenuhi.
Sedangkan didalam mobil, baik Bima atau pun Thalia tidak ada yang mulai membuka obrolan. keduanya hanya fokus dengan apa yang dihadapan mereka. jalanan yang cukup lumayan padat sehingga terasa lama sekali didalam perjalanannya.
Setelah beberapa menit berlalu.
" Bim..."
" Iya Nona... "
" Tidak usah menemani kami di rumah,karena ada Bibi kan?!"Thalia memulai obrolan. karena mulutnya terasa gatal ingin sekali berbicara dengan Bima.
" Iya Nona Thalia, saya melakukan atas permintaan Pak Alex. jadi saya akan tetap menjaga Nona Thalia dan Nona Ale. walau Nona Thalia tidak menginginkannya".
__ADS_1
" Bukan begitu Bim, aku tidak ingin kamu merasa terpaksa".
" Tidak Nona Thalia, itu sudah menjadi tanggung jawab saya".