
Setelah mereka menyelesaikan makan siangnya, Mama Ina mulai menceritakan apa yang terjadi pada Serra, Thalia ,Anora dan Paman Yoda tanpa ada yang terlewatkan.
Selama Mama Ina bercerita, Nora hanya menundukkan kepalanya. masih karena ulahnya Anora menjadi korban balas dendam dari Paman Yoda dan Serra." Maafkan Mama Anora, Maafkan"Guman Nora dalam hati sambil menitikan air matanya.
" Aku tau, aku orang yang paling bersalah disini. karena sudah memaksa Nora tetap berada disisiku. bahkan Nora sendiripun tidak lepas dari sakit hati,hinaan dan tuduhan bahkan dia sengaja melindungi anakku.Nora tidak pernah bahagia hidup bersama ku dia hanya membiasakan diri dengan keberadaan ku saja.kalau aku memberikan pilihan mungkin dia kembali pada Arthur atau laki-laki lain diluar sana."Ucap Alex dengan lantang mengakui semua kesalahannya sambil menatap Intens wajah Mama Ina dan Papanya.
" Aku tidak punya pembelaan apapun atas kesalahanku. aku hanya mencintai,punya rasa cinta yang lebih besar bahkan sampai menggilai wanita disampingku ini.kalau pun cinta ku salah juga biarlah tuhan yang menghukumku karena aku tidak bisa mengendalikan rasa cintaku pada Nora"Tambah Alex.
Mama Ina dan Opa hanya menarik nafas dengan sangat dalam kenapa mereka dihadapkan pada situasi yang tidak menguntungkan ini. tapi justru mendatangkan malapetaka bagi orang yang berada disekitarnya.
Sementara Paman Yoda yang masih terus berusaha untuk berbicara dengan Anora akhirnya memaksakan dirinya untuk masuk kekamar Anora. Paman Yoda melihat Ano sedang duduk disofa dengan memeluk kedua lututnya dengan kepala yang bersandar pada dinding yang ada disebelahnya.
" Sayang aku mohon jangan seperti ini, mari kita bicarakan semuanya tapi kamu jangan diamkan aku. aku mohon"Ucap Paman Yoda berlutut dihadapan Ano dengan menyentuh kaki telanjangnya.
" Lihatlah aku, bicaralah padaku, hukum aku semaumu tapi jangan tinggalkan aku. aku sangat mencintaimu sayang. aku sudah sangat menyesal melakukan ini padamu. sungguh tolong maafkan aku"Tambahnya lagi dengan buliran bening yang jatuh dikedua pipinya.
Thalia yang sedang berada dikamar mandi mendengar ada suara tangisan didalam kamarnya. setelah mematikan air showernya. dengan sangat cepat Thalia memakai pakaiannya,untuk melihat siapa yang berada didalam kamarnya selain Anora.
" Paman apa yang kamu lakukan disini. Kak Ano belum mau bicara Paman. dari kemarin pun Kak Ano belum ada makan dan minum sedikitpun. Kak Ano hanya melamun seperti ini"Thalia memberitahukan keadaan Ano pada Paman Yoda.
" Tolong Tha ambilkan makanan dan minuman yang ada di meja makan ya. biar Paman coba siapa tau ada yang bisa masuk dalam perutnya"Pinta Paman Yoda.
__ADS_1
" Baiklah Paman tunggu sebentar"Thalia langsung keluar kamar dan menuju meja makan lalu mengambil beberapa makanan dan potongan buah serta kue yang diletakkannya dalam piring berukuran besar dan membawa air minum putih dan jus buah yang biasa diminum Anora. Setelah selesai semuanya Thalia berjalan lagi menuju kamarnya.
" Ini Paman " Thalia menyerahkan piringnya pada Paman Yoda.
" Sayang ayo makan isi perutmu kasian tubuhmu sayang. dan cacing yang berada dalam perutmu sudah meminta makan. kasihanilah mereka sayang"Paman Yoda berusaha untuk melucu didepan Anora.
Namun masih sama saja Anora tidak meresponnya. seolah dia asik dengan dunianya yang sekarang. kemudian Ano memejamkan kedua matanya tanpa merubah posisinya.
" Biarkan Kak Ano tidur Paman, karena dari semalam Kak Ano belum tidur sama sekali"Thalia mengambil lagi piring dari Paman Yoda dan meletakknya diatas meja.
"Aku tidak melihat Opa dan Mama Ina, kemana mereka?"Tanya Thalia.
" Mereka keluar saat tadi pagi dan sekarang belum kembali"Jawab Paman Yoda yang melihat Mama Ina dan Opa pergi dengan mobilnya yang tak berselang berapa lama Serra pun keluar dengan menggunakan taksi Online yang sudah berada didepan rumah.
" Kalau ada apa-apa tolong panggil Paman!!"Paman Yoda meninggalkan Anora yang sedang tidur dengan perasaan yang pilu.
Thalia duduk disamping Anora sambil mengelus lengan Anora seperti sedang meninabobokan.
Setelah dari kamar Anora,Paman Yoda duduk termenung dibalkon kamarnya. begitu jahat apa yang sudah dilakukannya pada Anora. sehingga tak menyisakan apapun lagi pada gadis malang itu. semuanya telah dia ambil dengan cara menjerat dalam pesona sentuhannya untuk seorang pemula bagi Ano.
Walau kini perasaan cintanya memang benar adanya dan sangat tulus tetap saja sekarang Anora tidak bisa melihat itu baik dengan mata ataupun hatinya. seolah semuanya sama yang dilakukannya hanya untuk menyakiti.
__ADS_1
Paman Yoda menarik nafasnya dalam-dalam. kemudian dia menoleh kebelakang karena terdengar langkah kaki yang mendekat kearahnya sekarang.
" Serra, apa yang kamu lakukan dikamarku?"Tanya Paman Yoda sambil berdiri dan mendekati Serra.
Tiba-tiba saja Serra berlutut dihadapan Paman Yoda dengan lelehan air matanya.
" Paman tolong maafkan aku dulu meninggalkan mu dan lebih memilih Alex. tapi jauh dilubuk hatiku, aku sangat mencintaimu Paman. Ayo kita mulai lagi dari awal, aku ingin hidup bahagia bersamamu Paman. berilah aku kesempatan Paman. aku sangat mencintaimu"Ucap Serra begitu lirih disela isak tangisnya.
" Aku yakin Paman tidak sebesar itu mencintai Anora. sehingga akan mudah bagi kita membangkitkan rasa cinta Paman untukku"Ucapnya lagi sambil mencoba meraih tangan Poman Yoda. tapi sayang Paman Yoda memudurkankan langkah kakinya menghindar dari jangkauan Serra.
" Sudah tidak ada lagi cintaku untukmu, semuanya telah hilang. kini yang ada hanya Anora, Anora dan Anora. Ingat itu!!!"Balas Paman Yoda penuh emosi.
" Pergilah dari hadapan dan hidupku karena sudah tidak ada tempat lagi untukmu Serra. buatlah dirimu terhormat dengan tidak mempermalukan diri seperti ini"Usir Paman Yoda dengan menujuk kearah pintu.
"Paman aku mohon jangan bicara seperti itu padaku.biarkan aku selalu berada disisimu Paman, mari kita menikah Paman. kita pasti akan bahagia Paman"Ucap Serra dengan mengiba dengan posisi yang masih sama bahkan sekarang dia menyatukan kedua telapak tangannya sebagai permohonan yang teramat sangat dia harapkan.
" Pergilah!!"Usir Paman Yoda lagi dengan suara tegasnya.
Paman Yoda berjalan kearah pintu dan membukanya dengan sangat lebar untuk mempersilahkan Serra segera pergi dari dalam kamarnya.
Karena sudah tidak punya pilihan lain pun dengan berat hati Serra bangkit berdiri dan berjalan kearah pintu sambil menatap intens wajah Paman Yoda yang sudah menghancurkan hatinya berkeping-keping.
__ADS_1
Paman Yoda membuang muka saat sudah sangat dekat berhadapan dengan Serra. Serra pun tidak membuang waktu dengan kesempatan yang dimikinya. dengan gerakan cepat Serra menempelkan sapu tangan yang sudah diberinya obat bius kearah hidung Paman Yoda. dan tidak butuh waktu lama Paman Yoda sudah tidak sadarkan diri.