Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 86


__ADS_3

Setelah Alex membawa Thalia ke rumahnya, kini mereka melanjutkan perjalannya dengan mengendari mobilnya sendiri menuju Rumah Tahanan tanpa Ano yang menemani Alex. Sebagai gantinya Alex membawa Thalia bersamanya atas keinginan Thalia sendiri.


Rumah Tahanan.


Alex yang sudah berjanji akan datang berkunjung lagi seolah memberikan harapan baru pada Nora. Terlepas masalahnya dengan keluarganya. yang jelas dia selalu ingin bersama dengan Daddy dari anaknya.


" Suamimu akan datang lagi?" Tanya Ibu Rosa yang memperhatikan Nora sedari tadi sudah dandan sangat cantik.


" Iya suamiku akan datang " Ucapnya setengah berbisik kepada Ibu Rosa.


Ibu Rosa tersenyum melihat sikap Nora yang seperti anak ABG yang baru jatuh cinta.


Ibu Penjaga mendatangi sel yang dihuni Nora dan membuka kunci pintu selnya.


" Suami dan anakmu sudah menunggumu? Ucap Ibu Penjaga.


" Iya dari tadi Nora sudah tidak sabar mau bertemu dengan pemilik jiwanya " Goda Ibu Rosa.


Nora tersenyum menanggapi godaan dari Ibu Rosa. kemudian dia berjalan beriringan sembari dibantu oleh Ibu penjaga.


" Masuklah! mereka sudah menunggumu" Ibu Penjaga melepaskan pegangan tangan Nora dan membiarkannya berjalan dan masuk sendiri.


Langkahnya seketika terhenti saat melihat sosok anak yang sebutkan oleh Ibu Penjaga tadi ternyata adalah Thalia anaknya Alex.


Alex mengerti, seketika dia menghampiri Nora dan mencium tepat dibibir nya.


" Thalia sendiri yang minta ikut denganku" Bisik Alex memberitahunya terlebih dahulu setelah melepaskan ciuman singkatnya.


Nora mengangguk mengiyakan dan menatap ke arah Thalia yang sedang menatap kearahnya juga.


Nora berjalan didepan Alex menghampiri Thalia yang masih mematung ditempatnya.


Thalia begitu terenyuh melihat Nora yang sudah hamil besar harus memilih tinggal di tahanan yang merenggut semua kesenangan yang dimiliknya.


Melihat Nora yang akan menghampirinya dengan membawa calon adiknya yang cukup besar. yang masih di bawa dalam perutnya. Thalia langsung mendekatinya terlebih dulu tanpa rasa malu ataupun sakit hati lagi Thalia memeluk Nora dengan berurai air mata.


" Maafkan Mommy dan Abang ku, Tan" Ucap Thalia lirih.


" Tidak Tha " Nora menggelengkan kepalanya.


Mereka begitu hanyut dalam rasa yang sudah melepaskan beban yang sempat menghimpit hati masing-masing.


" Maafkan kami, Tan " Ulangnya lagi.


" Maafkan Tante juga Tha" Ucap Nora menimpali.

__ADS_1


Thalia masih memeluknya sangat erat.


Alex yang melihat pun langsung memeluk mereka bersamaan.


" Daddy sayang sama kalian " Alex bergantian mengecup kening mereka dengan hangat.


" Kapan Adik aku akan lahir Tan?" Thalia mengusap - usap perutnya.


" Menunggu hitungan hari saja sepertinya" Ucap Nora. karena dia pun tidak tau bisa seminggu lagi atau bahkan bisa kurang dari seminggu.


" Tha, ajak Tante Nora makan dulu. biar kuat bawa Dede bayinya " Alex mengeluarkan semua bawaannya.


" Ayo Tan duduk, maaf aku sudah bikin Tante berdiri lama " Thalia memapah Nora dan mendudukkannya di kursi.


" Ayo kita makan Tha " Nora menyodorkan botol minumannya.


" Daddy nggak di ajak nih " Becanda Alex merajuk pada Thalia dan Nora.


Nira menoleh kearah Thalia dan memberikan kode supaya Thalia yang mengajaknya makan.


" Ayo Daddy sayang kita makan bersama" Thalia tertawa.


" Ano tidak ikut?" Tanya Nora pada Alex.


" Kak Ano lagi di rumah sama Paman?" Jawab Ano sembari menguyah.


" Apa?" tanyanya tanpa suara hanya menggerakkan bibirnya saja.


" Iya lagi ada Paman Yoda di rumah, jadi Ano menemaninya" Ucap Alex meluruskan.


Tapi Nora merasa tidak puas dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Alex.


Karena Nora tidak ingin merusak suasana yang hangat yang baru saja tercipta dia akhirnya mengalah tidak lagi mempertanyakan itu. tapi bukan berarti tidak akan ditanyakan nya lagi nanti - nanti.


" Tan, ini buah - buah nya di habiskan juga. Daddy udah potongin dari semalam" Thalia menyodorkan kotak yang berisi potongan buah.


" Iya Tha nanti Tante habiskan. terima kasih, sekarang sudah sangat kenyang " Tolak Nora dengan halus.


" Satu suap ajah, aku suapin Tan" Thalia mengambil satu potong buah dengan garpu kemudiannya memasukannya kedalam mulut Nora yang sudah terbuka.


" Terima kasih Tha", Nora memegang tangan Thalia dengan hangat dengan penuh haru.


" Terima kasih sayang" Ucap Alex sambil meletakkan tangannya di atas tangan mereka.


Kediaman Alex.

__ADS_1


Paman Yoda dan Ano berencana untuk keluar membeli beberapa potong pakaian untuk Paman Yoda.


Sekarang keduanya sedang bersiap-siap di kamarnya masing - masing.


Paman Yoda yang sudah selesai bersiap terlebih dahulu masuk ke kamar Ano tanpa mengetuk pintu kamarnya.


" Paman " Ano kaget yang melihat penampakan Pamannya yang sudah berada didalam kamarnya.


" Wow kamu cantik sekali" Puji Paman Yoda saat Ano hanya memakai penutup dikedua inti tubuhnya.


" Ish Paman tunggu diluar saja" Ano membalikkan tubuh Paman Yoda dan mendorongnya untuk keluar dari kamar.


" Tidak apa sayang, aku tidak akan melakukan apapun padamu. manjakan kedua mataku sayang " Paman Yoda mengerlingkan matanya sembari tangannya berpegangan pada handle pintu.


Cup


Paman Yoda mendaratkan ciuman singkat diantara belahan dada Ano yang sangat menggoda. kemudian dia duduk di ruang tengah sambil menunggunya.


Ano kembali menutup pintu kamarnya dan melanjutkan lagi berpakaiannya.


Sepuluh menit sudah Ano terlihat sangat cantik dengan penampilannya dari atas sampai bawah.


" Ayo Paman " Ano menggandeng Paman Yoda dan berjalan beriringan keluar dari dalam rumah.


" Kamu sangat cantik" Puji Paman Yoda.


" Tapi lebih cantik tanpa memakai apapun"Tambahnya lagi membuat Ano merasa malu.


" Ish Paman " Ano memukul gemas lengan Paman Yoda dan menyembunyikan wajah di punggungnya Paman Yoda.


" Apalagi ditambah malu - malu seperti ini"Godanya lagi.


" Stop Paman " Ano menghentikan langkahnya karena merasa tidak enak selalu digodanya dengan hal-hal yang berbau kenikmatan dunia semata.


" Iya sayang, Maaf " Paman Yoda memundurkan langkahnya supaya sejajar dengan Ano berjalan berdampingan.


" Lupakan " Ucap Nora memperlihatkan deretan giginya yang putih sembari melanjutkan lagi langkahnya menuju pintu gerbang karena mereka akan menaiki taksi online yang sudah dipesannya.


Kembali ke Rumah Tahanan, Thalia dan Alex berpamitan pada Nora dengan saling memeluk erat.


" Besok aku akan ajak Kak Ano kesini Tan, Iyakan Dadd?" Thalia melepaskan pelukannya.


Nora mengusap wajah cantik Thalia sembari mengangguk mengiyakan.


" Iya besok kami berkunjung lagi cinta" Alex malah mempererat pelukannya seraya menyapukan bibirnya pada pundak Nora yang terbuka dan sedikit menggigitnya gemas.

__ADS_1


Melihat kebahagiaan Daddy nya, Thalia berharap juga akan kebahagiaan untuk Mommy nya. dan semoga saja tidak akan lama lagi menghampiri hidup dan hati Mommy nya.


Karena bagaimanpun Mommy nya butuh pendamping hidup untuk menemaninya dimasa tua nanti. Diapun tidak akan pernah melarang Mommy nya untuk mempunyai pendamping lagi. asalkan lelaki itu bisa membuat Mommy nya lebih bahagia lagi.


__ADS_2