Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 33


__ADS_3

Alunan musik yang mengantarkan dua anak manusia yang tak lagi muda tapi masih mempunyai gairah dan hasrat yang tinggi.


Gerakan demi gerakan mampu menghidupkan api yang hampir mati. gesekan pada tubuh yang mampu meluluhkan keinginan untuk menjauh.


Dengan posisi tubuh yang begitu intim, menghanyutkan rasa ke dalam samudra. lupa jati diri menikmati gairah yang datang menyapa keduanya.


" Kita masih sama " ucap Alex lembut menyapa di telinga Nora.


Nora memejamkan mata, menerima getaran rasa yang membahana.


Arthur melepaskan diri dari Serra, mencoba mendekati Alex dan Nora yang masih bergerak penuh rasa.


" Arthur " panggil Serra dan menarik lengan nya.


Alex dan Nora menoleh pada Arthur dan Serra dan melepaskan pegangan tangannya.


" Temani Aku " ucap Serra yang mulai hilang kendali.


Arthur dengan agak kasar memaksa Serra untuk melepas pegangan tangan nya dan menyerahkannya pada Alex.


" Maaf tur " ucap Alex sambil membopong Serra ke sofa.


" Santai ajah Lex, tapi sepertinya Serra sudah tak baik - baik saja sekarang ini "


" Iya, Sebaiknya kami pulang, sudah sangat malam juga " pamit Alex.


" Tolong panggilkan Thalia " pinta nya pada Nora.


" Iya, aku panggilkan "


Tak berapa lama Ano dan Thalia muncul dari arah kamar Ano


" Kita pulang Sayang " ajak Alex pada Thalia.


Thalia berpamitan pada Arthur dan Nora serta Ano. kemudian dia melihat kondisi mommy nya seperti biasa kalau sudah terlalu over minum seperti ini.


" Mommy " ucap Thalia yang mengambil tas Mommy dan menentengnya.


" Abang ??? " panggil Thalia yang tak melihat keberadaan Thomas.


" Abang di bawah " ucap Alex kembali membopong Serra.


" Nora, maaf kan ...!! Membuat kacau ...." Malam kita... !! " ucap Serra terputus - putus.


Serra masih bisa sedikit sadar tentang dirinya yang sudah hilang kendali.


Arthur dan Nora mengantar mereka sampai Lobi. Arthur juga ikut membantu membopong tubuh Serra.


Terlihat Thomas yang masih duduk menikmati minuman kalengnya.


" Abang " panggil Thalia dan melambaikan tangannya.


Thomas berlari kearah mereka karena melihat kondisi mommy nya.


" Dadd " ucap Thomas.


" Thom kau ambil mobil ya ?? " Perintah Alex.

__ADS_1


" Baik Dedd "


" Om akan menemani " usul Arthur.


Arthur dan Thomas bergegas ke arah basemen untuk mengambil mobilnya.


Sambil menunggu mobil. mereka duduk di kursi panjang yang ada di lobi.


Serra sudah agak sedikit tenang dan tertidur dengan menyenderkan kepalanya di bahu Alex. Alex melirik ke arah Thalia.


Alex mengeluarkan Ponsel dan mulai mengetik sesuatu, kemudian menunjukannya pada Nora yang duduknya agak jauh.


(( Datanglah besok ke kantor ku atau Aku yang akan ke apartemen mu !!! ))


Nora menatap mata Alex setelah tau apa yang di ketiknya.


Nora mengangkat kedua bahunya.


" Harus datang Pukul 11.00 "


Hanya dengan gerakan bibir, Alex berbicara tanpa bersuara pada Nora.


Kediaman Alex.


Beberapa saat berlalu. Serra sudah berada di dalam kamarnya. sudah tertidur pulas dengan piyama tidurnya. tentu saja Alex yang sudah mengganti pakaiannya.


Terdengar gemericik air di dalam kamar mandi. Alex sedang berada di bawah guyuran air shower yang dingin. padahal ini sudah bisa di bilang dini hari. tapi entah apa yang membuatnya seperti ini.


Dirasa sudah merasa lebih baik, Alex menyudahi mandinya. memakai pakaian tidur yang di bawanya ke kamar mandi.


Alex duduk di samping Serra dan membetulkan selimut yang sudah di bawah kakinya. dan terus saja memperhatikan wajah cantik yang sudah hampir empat belas tahun menemaninya.


Alex tersenyum kala mengingat apa yang baru saja di lalui nya. tak menyangka dengan kejadian indah yang tercipta bisa membawanya terbang ke nirwana.


Alex membawa tubuhnya untuk berbaring, mendekatkan tubuhnya dan memeluknya. Alex mencium kepala Serra dan mulai memejamkan matanya untuk mengarungi mimpi indahnya.


Kediaman Arthur.


Setelah sarapan Ano berpamitan pada Arthur dan Nora untuk pergi ke kampus masih dengan motor kesayangannya


Jarak yang tak jauh membuatnya sudah sampai di parkiran dan langsung memarkirkan motor maticnya.


Sambil berjalan Ano merapikan pakaian dan menyisir rambut sepunggungnya dengan menggunakan sepuluh jari.


Berjalan di sepanjang koridor kampus untuk memasuki kelasnya. tapi tiba - tiba Ano seperti melihat seseorang yang di kenalnya berjalan sendiri menuju ke arah kantin.


" Thom " panggil Ano berlari mendekat ke arah orang yang diyakini nya Thomas.


Orang yang merasa namanya di panggil pun berhenti, dan menoleh ke arah kebelakang


dan cukup membuatnya terkejut.


" Anora " panggilan Thomas.


" Kau kuliah di sini juga ?" tanya Ano.


" Iya tapi udah mau selesai " jawab Thomas.

__ADS_1


" Thom, Aku ada kelas pagi. aku ke kelas dulu ya " pamit Ano yang akan berjalan meninggalkan Thomas.


" Ano, sebentar " ucap Thomas menghadang jalanya Ano.


Thomas mengeluarkan ponsel dan menyerahkannya pada Ano untuk mengetik sesuatu.


" Masukan nomor ponsel mu ?"


Dengan cepat Ano meraih ponsel milik Thomas dan langsung mengetik beberapa nomor dengan angka cantik dan langsung menekan tanda yang bewarna hijau .


Ponsel yang berada didalam tasnya pun berdering. menandakan nomor Thomas sudah masuk juga di ponselnya.


Thomas tersenyum melihat Ano dengan cepat sudah mengembalikan ponselnya.


" By " Ano berlari menuju ke dalam kelasnya.


Kediaman Alex.


" Eugh " Serra menggerakkan seluruh tubuhnya dan merasa sedikit lebih enteng dan rileks. Serra mengedarkan pandangannya mencari Alex.


Alex keluar dari ruang ganti sudah berpakaian rapi dengan pakaian semi formalnya.


" Kamu sudah rapi sekali ?" tanya Serra sambil mendudukkan tubuhnya.


" Iya hari ini aku akan keluar bersama Bima " ucap Alex menghadap ke arah Serra sambil memakai jas nya.


" Baik lah, Aku akan melakukan perawatan di rumah saja". ucap Serra turun dari ranjang dan meletakkan kedua telapak tangannya di dada Alex.


" Hati - hati ya " Serra berjinjit mengecup bibir Alex.


" Hem...., Aku pergi " Alex meninggalkan Serra setelah mengusap pipinya.


Kantor Alex.


" Ada Pak Bos " Tanya Bima dengan muka bantalnya lalu duduk di depan Alex.


" Saya bilang sama Serra, pergi sama kamu, jadi saya menyuruhmu datang kesini ".


" Kalaupun saya jelaskan, mungkin ini terlalu rumit dan tak semudah itu untuk pahami ".


" Minta tolong urus pembelian satu unit Apartement yang ada di darah XY, dengan unit yang berada di lantai 10 ?"


Bima menautkan kedua alisnya, merasa heran. tapi tunggu, " itu bukannya Apartement Arthur ?, jangan bilang " batin Bima.


" Tak perlu melihat saya seperti itu, kamu pasti paham ".


" Hem.... " ucap Bima dengan menegakkan punggungnya.


" Baik lah kalau sudah tak ada yang perlu di bicarakan lagi. saya pergi " Pamit Bima sambil menyugar rambutnya beberapa kali.


" Besok harus sudah siap " ucap Alex tegas.


" Permisi " ucap bisa sambil menganggukkan kepalanya.


Alex masih betah untuk tinggal di ruang kerjanya. padahal ini hari minggu dimana semua karyawannya libur.


Alex melihat jam yang biasa melingkar di tangan kanannya. terlihat waktu menunjukan pukul 13.00. itu artinya Nora tidak akan datang menemuinya. tapi Alex menyadari satu hal pasti Nora akan sangat kesulitan untuk bisa keluar dengan alasan yang tepat.

__ADS_1


Makanya Alex membiarkan Nora, hanya hari ini untuk mengabaikannya. tapi tidak untuk lain waktu.


" Pasti Bisa " ucap Alex pada dirinya sendiri dengan menatap layar ponsel yang di pegangnya.


__ADS_2