Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Exp4


__ADS_3

Malaysia, Kediaman Mr. Smith.


Arthur menepati janjinya untuk datang bersama Anora ke rumah Anya, guna meminta Anya langsung pada Mr. Smith. Kini Arthur sudah duduk duduk berhadapan langsung dengan Mr. Smith dan Anya.


" Papa, hanya bisa mendukung mu Anya. Tapi ya tidak bisa di pungkiri Papa menyukai Arthur secara personal, banyak kelebihan pria ini dibandingkan dengan mereka yang pernah meminta mu dari Papa. Jadi Papa tenang jika memang harus melepasmu. tapi kamu tidak masalah punya suami yang sudah memiliki anak gadis? ".Tanya Mr. Smith meyakinkan Anya.


Dengan wajah yang bersemu merah Anya hanya mengangguk pelan mengiyakan.


" Kau lihat sendiri Arthur, Putri ku sudah menerima mu dan anak gadis mu. kapan kalian akan melangsungkan pesta pernikahan?".


" Pa, tidak usah merayakan pernikahan ku dengan besar. hanya cukup keluarga kita saja. bukan karena aku malu atau apa pun. tapi itu tidak terlalu penting, yang penting itu menjalani pernikahan itu sendiri".


Anora hanya menjadi pemanis saja duduk di antara orang-orang yang sedang membicarakan pernikahan kedua Papa nya.


" Itu tidak mungkin, karena biar bagaimana pun kamu anak satu-satunya. Papa ingin kita mengadakan pesta yang besar merayakan kebahagiaan kalian".


Arthur dan Anya saling lempar pandang, karena mereka sudah bisa memastikan jika Mr. Smith akan menolaknya kalau mereka hanya menikah biasa saja. mengingat nama besar Mr. Smith sendiri dalam dunia bisnis.


" Sebenarnya saya yang merasa kurang percaya diri untuk pesta yang akan digelar secara mewah. Saya sudah meminta Anya untuk tidak mengadakannya. tapi jika memang itu suatu keharusan bagi Mr. Smith tidak masalah, saya akan mempersiapkannya. tapi tentunya dengan kemampuan yang saya miliki ".


Tatapan Arthur dan Anya fokus menatap Mr. Smith.


" Tidak masalah jika kau mampunyai dan mampu sebesar apapun itu, kami akan menerimanya. tapi sebagai seorang Papa tentunya aku ingin yang terbaik untuk putri ku tanpa aku harus merendahkan calon suaminya. kita akan membagi pesta pernikahannya kalau begitu. kau yang membiayai dan mengurus pesta pernikahan dihari pertama,yang akan dihadiri tidak lebih dari dua ratus orang. Aku yang akan membiayai pesta pernikahan kedua kalian dengan tamu undangan yang kebanyakan dari teman bisnis ku. Bagaimana bisa seperti itu?".


" Baiklah Saya setuju. saya menghormati keputusan Anda".


" Jadinya kapan kita sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya? ".


" Satu bulan dari sekarang, Saya akan menikahi putri anda ".


" Baiklah ".


Arthur menjabat tangan Mr. Smith dan saling memeluk.

__ADS_1


" Aku percaya kau bisa membahagiakan putri ku".


" Aku akan berusaha untuk membahagiakan Anya sekuat tenaga ku dan segenap jiwa ku".


Mereka saling melepas pelukkan nya.


" Anora bagaiman pendapat mu dari tadi hanya diam saja?"


" Iya Mr. Smith tentunya saya sangat senang sekali Kak Anya mau menerima Papa saya. saja juga sangat berterima kasih pada Anda, karena sudah merestui Papa dan Kak Anya. Aku ingin melihat mereka bahagia. walau pun dalam perjalanannya kita tidak pernah tahu akan seperti apa. tapi saya berharap mereka akan selalu bahagia"Jawab Ano penuh haru.


" Jika kamu senang dan menerima putri ku,kenapa masih memanggilnya dengan Kak? kenapa tidak memanggilnya dengan sebutan lain? ".


" Sebenarnya saya ingin melakukannya Mr. Smith tapi saya menunggu Kak Anya meminta sendiri pada saya. karena saya tidak ingin Kak Anya harus terpaksa menerima kehadiran saya".


" Anora... Aku sangat sayang pada mu, aku peduli pada mu. kita sudah melewati masa sulit kita. kamu gadis baik yang selalu memberikan kebahagiaan. aku dengan senang hati menerima mu menjadi anak gadis ku. jika kamu mau, kamu bisa memanggil ku dengan sebutan Mama, Ibu atau apa yang kamu suka. tidak masalah bagi ku sayang"Anya mendekati Anora dan memeluknya erat.


" Mommy, boleh aku memanggil Kak Anya dengan sebutan Mommy?"


" Mommy "Mereka mengeratkan pelukannya masing-masing sambik menitikkan air mata kebahagiaan".


" Terima kasih Mommy, sudah hadir dalam hidup ku dan Papa. betapa beruntungnya kami bisa menemukan mu".Ano mendaratkan kecupan pada pipi Anya berkali-kali. begitu pula dengan Anya.


" Aku mempunyai Mommy seperti Thalia. jadi kami impas ".


" Oh jadi karena Thalia kamu memanggil ku Mommy?".


" Iya, karena aku suka juga dengan sebutan itu. apa Mommy marah? ".


" Tidak sayang, Mommy tidak marah. rugi Mommy marah sama kamu".


Mereka tertawa bersama.


Arthur begitu haru melihat kedua wanita yang kini melengkapi kebahagiaannya.

__ADS_1


" Ayo kita makan, nanti lanjut lagi ngobrol santainya".


Mereka pun mengikut Mr. Smith yang berjalan terlebih dahulu keluar dari ruang tamu, menuju ke ruang makan. melanjutkan obrolannya sambil mengisi perut yang sudah minta diisi.


.


.


Surabaya, Kamar Hotel X.


Bima sudah selesai dengan urusan hotel yang dihandelnya hari ini. kini Bima sudah berada di dakam kamar hotel nya. yang sejak pindah ke Surabaya menempati salah satu kamar Hotel yang bersebelahan dengan kamar Hotel Alex,Bos nya.


Bima memijat pelipisnya pelan, kenapa dia harus terjebak dengan kedua anak gadis dari Bos nya. dia lebih dahulu menyukai bahkan mencintai Anora sampai sekarang. meski dia tahu sebelumnya jika Anora pernah menjalin kedekatan dengan Paman Yoda. tapi rasa cinta itu tidak kunjung hilang dari hatinya.


Anora gadis cantik yang dicintainya dengan diam, karena memang dia tidak pernah menyatakanya atau memperlihatkannya. dia pendam dalam hati,sehingga dia tidak menyadari perasaan itu kian menjadi besar setiap harinya.


Setelah mengetahui Paman Yoda dan Anora berpisah pun. Bima hanya diam ditempatnya. tidak berusaha untuk mendekat atau menjauh.


Dan sekarang Thalia, hadir dalam rasa yang tidak bisa membuatnya berpaling. justru dia semakin meyakini cinta nya untuk Anora memamg lah sangat besar tidak mudah untuk menghilangkannya. Wanita cantik dengan segala kelebihannya itu tidak diberinya celah dna ruang untuk mendekat kearahnya. bukannya dia tidak menyadari hal itu, tapi dia tidak ingin memberikan harapan apa pun sementara hatinya masih sangat terpaut pada Anora.


" Aku melihat Bos begitu mencintai Ibu Nora, seperti aku mencintai anaknya Anora".


" Mereka berdua memang pantas untuk mendapatkan banyak cinta ".


" Aku akan mencoba untuk menunjukkan rasa cinta ku pada Anora. meski harus kecewa nantinya, tapi setidaknya aku sudah berusaha mengungkapkannya".


Bima berbicara pada dirinya sendiri.


Bima mengambil ponsel, dan mengirimkan pesan pada Riza jika dirinya akan berkunjung ke kantornya dalam minggu ini.


Bima menarik nafas panjang dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. menatap langit-langit kamar hotel sambil merencankan langkah apa yang akan diambilnya. ternyata urusan cinta lebih rumit dari pada harus mendapatakan investor sepuluh orang dalam satu hari.


Tanpa terasa dalam menyusun rencananya, Bima sudah terlebih dahulu berlayar ke alam mimpi. siapa tahu dia beruntung bisa bertamu Anora dalam mimpinya.

__ADS_1


__ADS_2