
Apartemen Arthur.
" Kenapa nggak diangkat telponnya, Ma?" gumam Nora yang sudah puluhan kali menelponnya.
" Jangan bikin Ano panik, Ma ?" Mata Ano sudah terlihat meneteskan air mata.
" Papa juga belum pulang lagi "
Ano terlihat begitu khawatir. karana bisa di hitung Nora keluar dari apartemen itu pun berdua dengan nya atau Arthur.
Sedang sibuk dengan pikiran dan rasa khawatir terhadap sang Mama. Arthur pun pulang dengan tentengan di tangannya.
" Pa, " ucap Ano panik dan menghambur memeluk Arthur.
" Mama nggak ada di sini, Pa. Aku udah nyari tapi nggak ada di dalam sini, Pa " . Ucap Ano lagi dengan uraian air mata.
Arthur meletakan tentengannya di bawah pinggir sofa.
" Hei... tenang sayang. tarik nafas dulu " ucap Arthur berusaha menenangkan hati dan pikiran anaknya. meski jauh di lubuk hatinya, Arthur pun begitu khawatir mendengar dan mengetahui Nora tidak ada di dalam apartemennya.
" Coba kita cari di luar sayang siapa tahu Mama lagi buang sampah atau mungkin ke lobby, lagi ada perlu membeli sesuatu "
" Ayo, Pa " Ajak Ano menarik tangan Arthur dengan langkah besarnya.
Pencarian pun tak membuahkan hasil. karena baik di tempat pembuangan sampah atau di lobby pun tak ada Nora.
" Ponselnya hidup Pa, Ano telpon nggak diangkat - angkat " ucap Ano yang masih berada di luar di dekat lift. setiap kali ada orang turun di lantai 8, Ano berharap sang Mama lah yang datang.
" Baik lah kita sekarang masuk dulu, tunggu Mama di dalam saja. sambil kita pikirkan kira - kira tempat mana yang biasanya di datangi Mama " bujuk Arthur sekaligus membujuk hati dan pikirannya juga.
Kediaman Alex.
Sudah dari tadi Serra menunggu kedatangan Alex. tapi yang di tunggu tak kunjung datang. meski tak ada hal penting yang harus di bicarakan tetap saja perempuan mana pun ingin melihat suaminya baik - baik saja.
" Mungkin masih sibuk "
" Tapi kenapa ponselnya tidak aktif '
" Tumben "
Pikiran Serra mulia di penuhi pertanyaan - pertanyaan yang berharap jawabannya semuanya dalam keadaan baik. apapun itu.
Apartemen Alex.
Hening
Hening
__ADS_1
Hening
Hening
Sudah dari satu jam Nora belum membuka suaranya. sampai Alex kehabisan cara untuk mencairkan suasana.
Tapi sungguh dalam lubuk hatinya paling dalam, dia merasa sedih dan bersalah melihat Nora seperti ini. tapi tidak untuk menyesalinya. karena bagaimana pun Alex sangat ingin menjadikan Nora bagian dari hidup nya kini dan selamanya.
" Tolong antar kan saya ke Swalayan deket apartemen " ucap Nora ambil melangkah keluar dari apartemen Alex. Dan membuatnya sangat senang karena Nora sudah mau bicara padanya. dengan sigap Alex mengambil kunci mobilnya.
Apartemen Arthur.
Dua orang yang dari tadi mengkhawatirkan keadaan Nora sedang duduk terdiam tanpa kata.
Mereka sibuk dengan pikiran nya sendiri. keadaan yang tak pernah mereka sangka atau harapkan sekarang sedang menimpa mereka.
Arthur dan Ano melirik ke arah pintu dan terlihatlah perempuan cantik dengan membawa tentengan di kedua tangannya.
" Mama " Teriak Ano sambil menangis menghambur memeluk Nora.
Arthur berjalan di belakang Ano.
" Mama " Ano mencium ke dua pipi Nora.
" Kami sangat khawatir " ucap Ano melirik ke Arthur.
Nora belum mengeluarkan sepatah katapun.
" Maaf kan Mama sudah membuat kalian khawatir " Nora tersenyum lebar menyembunyikan hati yang sangat terluka karena kebodohannya sendiri.
Arthur menarik tubuh Nora dan memeluknya sangat erat. Nora menitikkan air matanya merasakan kehangatan dan ketulusan Arthur.
" Jantung dan nafasku seketika berhenti " bisik Arthur di telinganya.
Arthur melepaskan perlahan pelukannya untuk menatap mata Serra.
Deg
Nora melihat cinta yang sempurna di dalam diri Arthur.
" Ayo Mama masakan makanan yang enak untuk kita makan, agak telat sih. tapi nggak apa - apa ya "
" Hanya dua puluh menit "
" Ok "
Arthur dan Ano mengangguk mendengar ucapan Nora.
__ADS_1
Nora langsung membawa bungkusannya ke dapur dan mulai memasak. menekan sedikit rasa penyesalannya.
Kantor Alex.
" Apa Pak Alex belum pulang ya?" gumam Bima.
Terpaksa Bima makan dan tidur di kantor malam ini beralaskan sofa karena takut Alex tiba - tiba datang mencarinya.
Kediaman Arthur.
Saat sampai ke rumah Alex sempat bertemu dan Thalia dan Thomas yang baru selesai makan malam dan berbincang sebentar di ruang tengah. setelahnya Alex pamit pada keduanya.
" Daddy keatas ya " ucap Alex mengelus kepala Thalia dan memegang pundak Thomas.
" Iya, Dadd " jawab keduanya.
" Selamat malam "
" Selamat malam Dadd "
Alex berlalu meninggalkan mereka.
Cklek
Alex mendorong pintu dan melihat Serra yang sedang duduk di meja rias, dengan tampilan yang memukau. Seharusnya sebagai lelaki normal Alex akan bergairah melihatnya.
" Sayang capek ya ? " Serra menghampiri Alex dan membantunya melepaskan pakaian.
" Iya " jawab Alex singkat.
" Mau aku pijit ?" tawar Serra.
" Aku mau mandi "
" Mau aku yang memandikan mu ?" tanya Serra.
Alex hanya menggelengkan kepalanya dan meninggalkan Serra kemudian masuk ke kamar mandi.
Satu jam sudah Serra menunggu Alex keluar dari kamar mandi. tapi sayang belum ada gelagat Alex yang akan menyudahi mandinya.
" Sayang " Serra mengetuk pintu kamar mandi.
" Iya sebentar lagi "
Serra kembali menyemprotkan minyak wangi di area tubuh yang suka di singgahi Alex.
Serra melihat penampilan Alex yang baru keluar dari kamar mandi yang hanya memakai lilitan handuk saja. yang memperlihatkan keperkasaannya.
__ADS_1
Dengan tubuh moleknya Serra mendekati Alex dan menyentuh sesuatu di balik handuknya.
" I Miss him "