
Deg
Namun Anora tetap melanjutkan langkah masuk kedalam kamarnya.
" Aku belum tentu bisa memberikan apa yang sanggup Thalia berikan pada mu Bim. berbahagialah untuk kalian!"Gumam Anora lirih.
Drt
Drt
Panggilan telepon masuk dari nomer Daddy Alex.
" Iya Dad, ada apa? ".
" Kakak Ano kabar baik kan?! ".
" Iya Dad, kalian semua bagaimana disana? aku sangat merindukan kalian! ".
" Berkunjunglah kalau bisa Kakak Ano, Kakak Tha dalam minggu ini akan menikah. Daddy berharap Kakak Ano bisa menemani hari bahagianya dan tentunya ada di tengah-tengah kami".
Hening
Ano tidak ingin egois dengan hanya mementingkan dirinya sendiri. sekarang dia memiliki dua keluarga besar, satu dari keluarga baru Papa nya dan satu lagi dari keluarga baru Mama nya.
" Baiklah Dad, aku akan datang. jika tidak keberatan aku ingin mengajak Papa Arthur dan Mommy Anya. karena mereka belum pernah melihat Ale dan Nick. pasti mereka sangat senang".
" Boleh Kakak Ano, kalau mereka berdua bisa datang".
" Baik lah Dad, Bye "
Anora mematikan sambungan teleponnya bersama Daddy Alex.
" Kenapa Bima bisa begitu mencintai ku dengan sangat dalam dan selama itu. Akh tidak mungkin, sekarang Bima sudah berusaha mencintai Thalia. aku tidak ingin menjadi penghalang lagi untuk mereka"Ucapnya pada diri sendiri begitu dia mengingat apa yang baru saja diketahuinya.
Anora merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, mencoba memejamkan matanya supaya bisa tidur dengan cepat.
Keesokannya, Anora sudah memberitahukan pada Arthur dan Anya undangan dari Daddy Alex pada mereka. dan Anora berharap mereka bisa menemaninya kesana. karena tidak bisa di pungkirinya jika mereka berdua selalu bisa memberikan ketenganan dan pengaruh posoitif untuk dirinya.
" Kapan kita akan berangkat ke Surabaya nya?"Tanya Anya dengan antusias karena ingin sekali bertemu dengan Nora mantan Suaminya.
" Besok kita berangkat nya Mommy, hari ini aku masih ke kantor dan menyelesaikan beberapa pekerjaan. kita akan ke rumah Daddy Alex dulu. tapi kita menginap di Hotel nya tempat pernikahan Thalia".Ucap Thalia sambil bersiap akan berangkat ke kantor.
" Baiklah sayang, besok kita akan kesana. Iya kan Suami kesayangan aku".Tanya Anya memastikan lagi pada Arthur. yang dijawab dengan anggukan dan senyum tipis dibibirnya.
" Om Riza tidak terlihat, kemana dia? ".Tanya Ano karena tidak melihat Riza di meja makan bersama mereka.
" Sudah balik ke Jakarta lagi "Jawab Arthur.
" Owww, aku kira ".Ucap Ano asal.
" Kenapa? ".Tanya Arthur dan Anya bersamaan.
" Tidak apa-apa. memang harus kenapa? ".Jawab Ano lagi sambil berpamitan pada keduanya dengan bersalamn dan saling memberikan pelukan.
Begitu juga dengan Arthur yang berpamitan pada Anya.
##
Kini mereka sudah berada di rumah kediaman Alex. Mereka sedang bermain dengan kedua malaikat kecil yang ada di tengah-tengah mereka.
" Sayang mereka sangat lucu sekali "Ucap Anya menatap Arthur sembari menggendong Si tampan Nick dan Si cantik Ale berada dalam pangkuan Arthur.
" Iya sayang mereka sangat lucu "Ucap Arthur mengulang apa yang dikatakan Anya dengan menatap Nick dan Ale bergantian.
Nasi sudah menjadi bubur, ketika sesuatu yang seharusnya dia miliki. malah pergi dalam kehidupan lain. tapi sekarang dia harus bersyukur dengan kehidupan baru yang bisa menerima kekurangannya. namun dia berharap akan adanya anak dalam rumah tangga mereka.
Nora dan Alex hanya tersenyum melihat interaksi ke empat orang yang berada dihadapannya.
Sedangkan Thalia dan Bima berada di salah satu butik milik Serra yang berada di Surabaya. Mereka mencoba pakaian pengantinnya.
" Bagaimana menurut mu Bim? "Tanya Thalia memperlihatkan pakaian pengantin yang membalut tubuh indahnya.
__ADS_1
" Sangat cantik, kamu selalu terlihat cantik Tha"Ucap Bima jujur. sekarang sudah tidak memakai Nona lagi. untuk membuat dirinya akrab dengan Thalia. dan dia benar-benar berusaha sangat keras untuk itu.
"Terima kasih atas pujiannya Bim. kamu tidak mencoba pakaian mu? "Tanya Thalia melihat Bima hanya duduk saja menunggunya.
Bima menggeleng pelan.
" Pasti nanti akan pas di tubuhku, karena aku sudah biasa memakai pakaian seperti itu. hanya ditambahkan beberapa aksesoris saja"Jawab Bima dengan memperlihatkan senyum manis dibibirnya.
Sedangkan Ano dalam perjalanan menuju butik yang sama dengan Thalia. untuk mencari pakaian yang pas untuk dirinya atas permintaan Nora dan Thalia sendiri.
Setelah sampai, Anora mencari keberadaan Thalia. namun belum menemukannya. sambil mencari Thalia, Ano melihat beberapa potong pakaian yang bisa dikenakan saat menjadi pendamping Thalia.
" Sepertinya ini akan cocok dengan ku "Ano mengambil satu set kebaya dengan lengan panjang dan membawanya kedalam fiting room.
Ano berdiri didepan cermin dan melohat pantulan dirinya disana. dia melihat dengan seksama dan begitu menyukai kebayanya.
Drt
Drt
" Tha aku sudah sampai, sekarang aku lagi didalam fitting room mencoba kebaya "Ucap Ano setelah menjawab sambungan telapon dari Thalia.
" Kak Ano ada dilantai berapa?, biar aku yang susul Kak Ano karena karena aku sudah selesai".
" Sepertinya lantai pertama Tha, tadi pas aku masuk langsung mencoba pakaiannya ".
" Ok Kak, aku ke Kakak ya sekarang "Anora membiarkan sambungan teleponnya dimatikan Thalia.
Thalia dan Bima turun ke lantai satu mencari Ano. dan Thalia mencari fitting room terdekat dari pintu masuk. sedangkan Bima berdiri dibelakang Thalia.
" Kak Ano " Panggil Thalia sambil membuka tirainya dengan lebar.
Deg
Bima begitu terpaku melihat Anora yang kini berdiri dihadapannya dengan memakai kebaya yang sangat cocok dikenakan pada tubuh idealnya.
" Tha, kamu ceroboh sekali. untung saja aku masih berpakaian lengkap. jika tidak bagaimana?"Tanya Ano karena kaget dengan tindakan Thalia yang main langsung membuka tirainya.
Thalia menelan saliva nya, membayangkan Bima masih sangat mencintai Anora hingga saat ini. cinta seperti apa itu? apa sama dengan cintanya pada Bima. Walau pedih tapi ini sudah menjadi pilihannya.
" Sudah Tha, kamu keluar dulu. aku mau berganti pakaian "Anora mendorong tubuh Thalia dan menutup tirainya lagi.
Anora memegang dadanya, ada yang berdesir aneh didalam hatinya. melihat pria baik yang sudah di tolaknya demi sang Mama dan semuanya.
" Itu mungkin perasaan bersalah ku saja"Gumamnya dalam hati sambil melepaskan kebayanya.
Satu jam kemudian, Anora, Thalia dan Bima sudah sampai di rumah.
" Bagaimana Kak Ano ada pakaiannya? "Tanya Nora setelah melihat Anora masuk bersama Thalia dan Bima.
" Ada Ma "Jawab Anora sambil menunjukkan paper bag ditangannya.
" Papa dan Mommy sudah ke Hotel Ma? "
" Iya Kak Ano tadi Daddy yang mengantarkan mereka. Kak Ano tidur disini saja! "Pinta Nora. yang mendapat anggukan pelan dari Ano.
" Tha, Bim, aku masuk dulu ya kekamar. Ayo Ma aku ingin menunjukkannya pada mu"Anora undur diri dari hadapan mereka dengan menarik lengan Mama Nora.
" Mama tinggal ya Bim, Kakak Tha "
" Iya Ma "
Jawab keduanya singkat.
" Duduk Bim "Ajak Thalia.
" Tidak Tha, Aku harus pulang. lain kali saja karena Pak Bos meminta ku menyelesaikan pekerjaan dulu sebelum acara pernikahan ".
" Baik lah Bim, hati-hati"Thalia tidak ingin memaksakan kehendaknya.
Cup
__ADS_1
Thalia memberikan kecupan yang cukup lama pada bibir Bima, tapi masih selalu sama Bima tidak meresponnya.
" Aku pulang Tha "Bima undur diri dari hadapan Thalia.
Dengan hati yang terasa kian sesak dirasanya, tanpa terasa lelehan air mata membasahi kedua pipi nya mengiringi kepergian Bima.
##
Akhirnya hari yang di tunggu pun tiba. semua orang sudah berkumpul di ballroom untuk menjadi saksi pernikahan Bima dan Thalia yang digelar secara mewah dan megah.
Bima berdiri menunggu kedatangan Thalia sebagai mempelai wanitanya. Bima sudah nampak gagah dengan setelan pakaian pengantin pria yang di design secara modern.
Suara tepuk tangan semua orang terdengar memenuhi seisi ballroom karena pengantin wanitanya sudah berjalan anggun dan terlihat sangat cantik dengan didampingi Daddy Alex.
Alex menyerahkan Thalia pada Bima, dan Dia ikut bergabung dengan keluarga inti yang lainnya yang duduk dengan barisan paling depan.
Seorang pemuka agama sudah berdiri dihadapan Bima dan Thalai. menanyakan beberapa hal tentang kesediaan mereka dan kesanggupan mereka dalam menjalani kehidupan rumah tangga nantinya. Sampai lah pada satu pertanyaan yang membuat Thalia menoleh ke arah Anora yang sudah duduk bersama dengan Daddy Alex dan Papa Arthur.
" Apakah engkau Bima Edisson bersedia menerima, menemani bentuk segala kesusahan dan kesenangan bersama Thalia Agatha Diaz? ".
" Saya bersedia "Jawab Bima dengan tegas dan tanpa keraguan.
" Dan apakah engkau Thalia Agatha Diaz bersedia, menerima, menemani bentuk segala kesusahan dan kesenangan bersama Bima Edisson? ".
Thalia menggelengkan kepalanya pelan.
Sang pemuka agama pun bertanya lagi hal serupa pada Thalia dan meminta Thalia untuk menjawabnya dengan lantang dan bersungguh-sungguh.
" Saya tidak bersedia "Ucap Thalia, melepaskan tangan Bima dan berlari kearah Anora.
Semua pasang mata tertuju pada mereka bertiga.
Nora dan Alex saling berpegangan tangan erat dan tatapan mata yang sudah berkaca-kaca dengan kedua anak mereka dalam pangkuannya masing-masing.
" Menikah lah dengan Bima hari ini Kak. untuk dirimu sendiri dan Bima. aku sudah melihat kesetiaan yang ditunjukkan Bima pada mu sampai saat ini. dan aku pun melihat Kak Ano bisa menerima Bima menjadi Suami terbaik Kak Ano "
" Tha... "
" Tidak Kak, aku tidak apa-apa. aku sudah berjuang namun aku menyadarinya aku tidak akan pernah ada diantara kalian. karena memang kalian sudah menjadi satu ".
" Aku tidak ingin membuang waktu hanya untuk menunggunya jatuh cinta pada ku, cukup satu bulan kemari aku masih menunggunya setelah dua tahun aku lakukan. tapi sekarang tidak lagi".
Thalia membawa Ano ke hadapan Bima, dan menyerahkannya.
" Kak Ano cinta mu, hidup mu, kebahagiaan mu. jagalah dia. aku merestui kalian ".
Bima dan Anora hanya saling pandang dan entah apa yang ada dipikirannya sekarang.
Semua orang memberikan tepuk tangannya memberi mereka restu dan dukungan penuh untuk Bima dan Anora.
Berselang beberapa menit kemudian Sang pemuka agama pun menyatakan Bima dan Anora pasangan suami istri yang sah di mata Tuhan dan Hukum.
The End.
Terima kasih untuk dukungan kalian yang sangat luar biasa di
" Cinta Tuan Alex ".
Untuk kisah Bima dan Anora hanya sampai disini saja.
Dan silakan mampir ke novel yang sedang ongoing
"Teman Tidur Tuan Jason Gilbert "
Jangan lupa dukung juga dengan cara like, komen, gift dan vote seikhlasnya saja. kalau pun tidak,tidak apa-apa. saya akan tetap belajar menulis lebih baik lagi untuk menyalurkan sedikit keinginan saya untuk belajar membuat cerita 😉🙏.
Dan Next nya ada Novel baru lagi
"Mengandung Anak Kakak Ipar "
( Mungkin pertengahan November).
__ADS_1
Terima kasih banyak untuk kalian selalu jaga kesehatan 😊🙏