
Arthur dan Anya kini sudah berada dirumah kediaman Orang tua Alex dengan perkiraan waktu yang tidak meleset hanya satu jam saja dari kantornya.
" Arthur "
" Alex "
Sapa keduanya dan saling menjabat tangan.
" Aku sudah menunggu mu" Ucap Alex.
" Kenalkan Ini Anya "
" Anya ini Alex "
Arthur memperkenalkan keduanya. dan mereka juga saling berjabat tangan.
" Kau tidak berencana untuk merebutnya lagi kan?"Arthur merasa seperti dejavu untuk kejadian baru saja. saat dimana dulu dia yang memperkenal Nora pada Alex.
Sementara Anya hanya tersenyum mendengar pertanyaan sinis Arthur pada Alex.
" Tidak, cukup Nora saja buatku. Maaf"Balas Alex menepuk pundak Arthur.
Alex mengajak Arthur dan Anya masuk kedalam rumah dimana Anora sudah sangat menanti kedatangan Arthur supaya cepat keluar dari rumah ini dan menjauh meninggalkan mereka.
" Papa "Anora berlari menghambur dalam pelukan Arthur.
" Bawa cepat aku dari sini"Pinta Anora pada Arthur terdengar sangat lirih.
" Papa minta waktu lima belas menit ,setelah itu kita pergi"Balas Arthur mengecup pucuk kepala Ano.
Ano mengangguk dan duduk sambil memegang lengan Arthur dengan kepala yang tertunduk karena tidak ingin melihat mereka yang menatapnya dengan rasa kasihan dan iba padanya. dia sudah tidak peduli lagi pada orang disekitarnya, yang jelas dia sudah merasa aman berada disamping Papanya.
" Kak Ano mau pergi? Kenapa nggak bilang aku? iya sih aku tau kalau Kak Ano mau ketempat Om Arthur tapi aku kira tidak secepat ini Kak. Apa udah pamit sama Mama dan Ale?"Thalia mengerutkan dahinya dan begitu banyak melontarkan pertanyaan yang ditujukan pada Anora karena dia merasa heran kenapa tidak pamit padanya.
" Kakak Tha sayang, Daddy tadi yang menghubungi Om Arthur supaya menjemput Kak Ano. karena Daddy dan Mama tidak bisa lama-lama untuk tinggal disini"Jawab Alex menjelaskan supaya Thalia tidak bersedih karena ditinggalkan Anora.
Thalia tidak ingin membiarkan Kakak perempuannya pergi.tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia mengerti dengan kondisi yang dialami oleh Kakaknya.
__ADS_1
" Alex terima kasih sudah mengabari dan kami harus pergi sekarang.Thalia terima kasih juga"Pamit Arthur pada Alex dan Thalia.
Arthur dan Anya kini sudah membawa Anora pergi dari rumah yang membawa banyak luka dan penderitaan untuk hidupnya dan dia berharap dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya dirumah ini lagi.
" Daddy apa Kak Ano juga marah dan benci padaku?sampai dia tidak pamit dan berbicara apapun padaku Dadd"Thalia kini sudah terisak dalam pelukan Alex.
" Tidak Kakak Tha, Kakak Ano bukan type orang yang suka membenci.jadi buang jauh-jauh pikiran itu ya. pasti Kak Ano sangat sayang sama Kakak Tha dan Aleysa"Alex mengusap kepala Thalia dengan sayang.
" Tolong Kakak Tha jaga Ale ya, Daddy mau menemui Mama dikamar Kakak Tha"Alex pergi meninggalkan Thalia dan berjalan menuju kamar Thalia.
Thalia juga meninggalkan ruang tamu berjalan kekamar Ale.
Sedangkan didalam kamar, Serra sedang berpikir dan berusaha mencari cara untuk menghancurkan Alex dan Nora. karena dia tidak rela melihat hidup mereka bahagia sementara dirinya selalu menderita.apalagi setelah menerima penolakan Paman Yoda yang sangat menyakitkan.
" Apa harus aku melenyapkan mereka semuanya?".
" Rasanya hidup tidak adil padaku. kenapa mereka bahagia, sedangkan aku tidak".
" Aku tidak punya siapapun untuk menemani masa tuaku. Thalia begitu bahagia dengan mereka. Thomas pasti sangat sibuk dengan pekerjaanya.dan perlahan akan melupakanku. Mama Ina terlihat begitu menerima Nora dan anaknya".
" Jika aku menderita maka mereka harus menderita juga."
" Akan aku lakukan malam ini sebelum semuanya terlambat"Gumamnya dalam hati.
Paman Yoda mendatangi kamar Anora. untuk bertemu dan berbicara padanya.
" Tha "
Panggil Paman Yoda dari luar kamar. karena tidak ada jawaban dari dalam,Paman Yoda membuka pintunya dan terlihat kamar kosong tidak ada penghuninya.
" Kemana mereka?"Tanya Paman Yoda pada dirinya sendiri.
Kemudian Paman Yoda mencari keruang tamu dan ruang keluarga tapi tetap tidak menemukannya.
" Kakak "Panggil Paman Yoda saat melihat Mama Ina keluar dari dalam kamarnya.
" Hem "Jawab Mama Ina singkat sambil berjalan menuju meja makan.
__ADS_1
" Apa lihat Anora?"Tanya Paman Yoda sambil mengekor dibelakang Mama Ina.
" Sudah pergi dibawa Arthur,Papanya"Jawab Mama Ina sambil duduk di kursi dan mengambil beberapa potong buah yang sudah tersaji dimeja makan.
" Ko aku nggak tau,kenapa tidak yang mengabari aku?"Tanyanya lagi.
" Karena kamu sedang sibuk dengan Serra"Jawab Mama Ina ketus.
Paman Yoda kebingungan kemana mencari Anora. masalahnya dia belum tau dimana alamat Arthur disini dan belum lagi selesai masalahnya dengan Anora.tidak mungkin juga bertanya pada Alex.
" Oh ya Thalia " Gumamnya.
" Dimana Tha Kak?"Tanyanya lagi
" Lagi jagain Aleysa"Jawab Mama Ina.
Paman Yoda berniat untuk mendatangi Thalia dikamar Alex. tapi sebelum melangkahkan kakinya dia melihat Thalia keluar dengan menggendong Ale.
" Tha, itu adikmu? ayo duduk sini Tha.Paman mau lihat"Pinta Paman Yoda pada Thalia untuk duduk samping Mama Ina.
" Paman sih sibuk jadi belum liat Ale deh!"Balas Thalia dengan menuruti permintaan Paman Yoda duduk disebelah Mama Ina.
Paman Yoda begitu terhipnotis dengan wajah cantik dan gemas Ale, pipi embulnya kemerahan, alis tebalnya, matanya yang bulat dan bibir tipisnya.
"Kamu cantik banget sayang!"Puji Paman Yoda pada Ale.
" Seperti Kakak Tha Paman!"Thalia memuji dirinya sendiri.
"Oia Tha, Paman boleh minta Alamat Om Arthur?.Paman ingin bertemu dengan Anora Tha. kata Mama Ina Anora sudah dibawa Om Arthur"Tanya Paman Yoda dengan wajah sendunya.
"Sini Tha kasih Mama Ina Ale nya. Mama Ina sudah selesai makannya. Mama Ina bawa kekamar ya Tha"Ucap Mama Ina pergi meninggalkan mereka setelah Ale berada dalam gendongannya.
" Maaf Paman. Aku juga nggak tau, karena kemaren itu Kak Ano hanya menunjukkannya saja dari ponsel Kak Ano. mungkin Daddy punya kali Paman. coba Paman tanya sama Dadd?Saran Thalia.
" Mungkin Daddy kamu juga tidak akan memberitahu Paman Tha. tapi sungguh Tha Paman ingin bertemu dengannya Tha"Balas Paman Yoda.
" Lupakan ajah Kak Ano Paman. sepertinya Kak Ano serius untuk melupakan Paman. Paman menikah saja dengan Mommy. Mommy sangat mencintai Paman sejak dulu. aku kasihan pada Mommy Paman. tolong menikahlah dengan Mommy ku Paman. bukankah kalian saling mencintai?"Tanya Thalia sendu.
__ADS_1
" Itu dulu Tha"Timpal Paman Yoda cepat.
" Lah yang tadi siang apa Paman yang kita lihat ramai-ramai. Paman tidur sama Mommy aku.menurut aku lupakan saja Kak Ano dan anggap saja kalian tidak pernah mempunyai hubungan apapun. nikahilah Mommy ku Paman"Balas Thalia.