Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 71


__ADS_3

" Nora Alicia Josephin " Pak Heru mengulang nama yang disebutkan Arthur takut dia salah dengar karena selama dia berjaga dan sudah ada beberapa orang yang hendak berkunjung ke orang dengan nama tersebut tak pernah kesampaian.


" Iya Pak, Betul " Ucap Arthur.


" Maaf ya Pak, selama ini Ibu Nora selalu menolak orang yang ingin menjenguknya. jangankan orang, makanannya saja Ibu Nora tidak pernah mau menerimanya. bahkan ada yang sampai rela bermalam beberapa kali disini agar Ibu Nora mau menemuinya. Tapi selalu sia - sia " Ucap Pak Heru menjelaskan.


Iya, Alex sudah beberapa kali bermalam disana di depan pintu penjagaan dengan ataupun tanpa Bima. tapi Nora tetap kekeuh tidak mau untuk ditemui.


" Tapi tolong saya Pak, tolong sampaikan pada Ibu Nora. saya Anaknya, Anora Patricia Johnson ingin bertemu dengannya " Pinta Ano dengan wajah sendu dan mata yang sudah berkaca - kaca.


" Saya juga rela menginap disini sampai beliau mau bertemu dengan saya " Lanjut Nora lagi dengan membetulkan tas ranselnya yang berisi beberapa makanan kesukaan Nora dan beberapa pakaian baru untuk Nora dan adiknya nanti yang akan lahir.


Arthur merangkul Anora memberikan kekuatan dan dukungannya. kemudian melepaskan ransel dari punggung Ano dan di letakkan di pundak kirinya. karena pundak yang kanannya juga ada tas ransel yang sama berisi keperluan dan perlengkapan untuk bayi. walau tidak selengkap pada umumnya bayi yang baru lahir. tapi ini sangat cukup mewakili.


" Tolong kami Pak " Ucap Arthur.


" Baik, tapi saya tidak berjanji apapun pada kalian. kalian silahkan tunggu dulu disini. Nanti kalau Ibu Nora bersedia menemui kalian. kalian harus memberikan KTP dan setelah selesai berkunjungan baru akan saya kembalikan lagi KTPnya " Ucap Pak Heru panjang lebar dan menjelaskan peraturannya.


Pak Heru menitipkan pos penjagaan nya pada teman yang lainnya. dia akan masuk untuk menemui Ibu Penjaga.


Sedangkan di dalam sel, Nora sudah terlihat sangat segar dengan pakaian yang sudah terlihat usang melekat di tubuhnya. tapi tetap tidak menutupi aura kecantikan yang di milikinya.


Setelah beberapa menit berlalu Ibu Penjaga menghampiri sel yang huni oleh Nora.


" Nah gitukan enak dipandang mata dan terlihat sangat cantik " Ucap Ibu penjaga memuji Nora dan membuka kuncinya.


" Seperti biasa ada orang yang ingin mengunjungimu. siapa tau kamu berubah pikiran ingin bertemu dengan mereka? Tanya Ibu Penjaga membawa Ano duduk di kursinya.


" Tidak, katakan pada mereka tidak perlu datang lagi kesini. saya sudah bahagia berada disini " Ucapan yang selalu sama yang didengar Ibu Penjaga.


Nora membetulkan bagian depan pakaiannya yang agak sedikit kebawah yang memperlihatkan kedua daging segarnya.


" Anora Patricia Johnson " Ucap Ibu Penjaga.


Nyes

__ADS_1


Nama yang dia berikan dulu pada putri kecilnya. yang sangat di sayangi nya.


" Apa mau kamu menemuinya? " Tanya Ibu Penjaga lagi memastikan.


Dengan linangan air mata Nora hanya menganggukkan kepalanya.


" Bersiaplah!, Aku akan membawaku ke ruang kunjungan. tapi kamu hanya memiliki waktu kunjungan satu jam tiga puluh menit. tunggu disini sebentar " Ucap Ibu Penjaga.


Nora hanya mengangguk. baginya berapapun waktu yang dimiliknya asalkan dia bisa bertemu dengan Ano nya. putri kecil yang sudah menjelma jadi gadis dewasa yang sangat pintar dan cantik.


Dia kembali mengunci pintu sel Nora yang di dalamnya ada Ibu Rosa sedang tersenyum kearah Nora sebelum meninggalkan mereka.


Setelah beberapa menit berlalu. Nora sudah berada di ruang kunjungan. dia sedang duduk menunggu orang yang sangat paling dinantinya.


Tak berselang lama, Nora melihat sosok dua orang manusia yang sangat dirindukannya. berjalan mendekat kearahnya. diapun berdiri perlahan menggeret kakinya yang terasa sangat berat untuk dibawa melangkah.


Arthur begitu sakit melihat Nora yang sekarang ini. Tapi dia tidak melakukan apapun karena dia sadar, Nora sudah bukan istrinya lagi. melainkan mantan istrinya.


Anora langsung bersimpuh di kedua kaki Nora yang sedang berusaha kuat untuk bisa berdiri.


" Tidak Ano, tempat mu bukan di bawah sini" Ucap Nora berusaha mengangkat tubuh Ano supaya berdiri sejajar dengannya.


" Tapi di sini " Lanjut Nora lagi memeluk dan menciumi wajah Ano. kemudian memeluknya dengan sangat erat.


Pemandangan yang sangat Arthur rindukan tapi sayang hanya dalam angannya saja dia bisa memeluk Nora dan Ano secara bersamaan.


Ano melakukan hal yang sama memeluk erat tubuh yang tak bisa di peluknya secara sempurna karena tonjolan besar di perut Nora. dan tak lupa menciumi seluruh wajah Nora, membenahi rambut yang sudah lama tak terawat dan membingkai wajah Nora dengan kedua tangannya.


" Aku selalu dan sangat merindukanmu,Ma" Ucap Ano mengecup keningnya Nora dengan begitu lama. menyalurkan segala rasa yang bahagia dan sedih bersamaan.


" Ano duduklah! kasian Mama Mu harus berdiri dengan perut sebesar itu ?" Ucap Arthur mendekati mereka.


Nora menatap Arthur dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan. Perasaan itu memang sudah bukan untuk Arthur lagi. tapi tetap dia ingin bersamanya dan Ano.


" Iya Ma. Ayo kita duduk " Ajak Ano memapah tubuh Nora mendekati kursi yang ada di samping meraka.

__ADS_1


Ano duduk di tengah - tengah diantara Arthur dan Nora. dia memegang tangan keduanya dengan bersaman. dan silih berganti menciumi punggung tangan mereka.


" Aku sangat menyayangi kalian berdua " Ucap menatap mata keduanya bergantian.


" Iya " Ucap Arthur singkat.


" Mama juga sangat menyayangi kalian " Balas Nora.


Hotel X.


Bima yang sudah mendapat kabar dari Arthur bahwa mereka sudah sampai di Rumah Tahanan Surabaya dengan menggunakan Taksi Online. dan yang lebih membahagiakannya lagi bahwa Nora bersedia menemui Ano dan Arthur.


Tentunya ini kabar baik untuk Bosnya. dan besar pula harapan Bosnya bisa bertemu dengan Nora untuk kedepannya dengan bantuan Ano atau tanpa bantuan Ano.


" Ibu Nora memang ingin menjauh dari si Bos. buktinya Ibu Nora mau menemui Ano dan Arthur " Gumam Bima lirih sambil memegang pensil dan mencoret - coret kertas yang ada di atas mejanya dengan sembarang.


" Memang sulit jalan cinta mereka. padahal sudah tidak lagi muda " Gumamnya lagi sambil terkekeh geli.


Bima sudah menyiapkan dua kamar hotel untuk Ano dan Arthur bermalam. tapi belum ada kepastian dari mereka akan menginap dimana karena yang terpenting saat ini bisa bertemu dengan Nora.


Bima mengambil ponsel dan mengetik sesuatu di layar ponselnya kemudian mengirimkan pesannya.


Jakarta, Kantor Serra.


Windy yang hendak akan pulang menatap ke atas ke ruang Bosnya.


" Kenapa Ibu Serra belum pulang, tidak biasanya " Gumam Windy.


Windy berjalan menaiki anak tangga menuju ruangan Serra di lantai dua. dan benar saja dia melihat pintu ruang kerja Serra yang terbuka.


Dia memberanikan diri mendekat ke pintu. dia mendengar Serra sedang menangis sambil menutup wajahnya dengan Amplop berwarna Coklat serta menggigit bantal sofa yang ada di ruang kerjanya untuk meredam suara tangisannya.


Dia hanya mematung berdiri di depan pintu beberapa menit tanpa berani untuk masuk.


Setelah tak terdengar suara tangisan dari dalam lagi dan memastikan Serra tidak kenapa - napa dengan perlahan Windy menuruni anak tangga meninggalkan ruangan Serra. dan memberitahukan kepada penjaga bahwa masih ada Serra di dalam butik.

__ADS_1


__ADS_2