
Mobil yang membawa Alex dan Nora sudah sampai didepan rumahnya. Bapak supir ikut membantu mengeluarkan semua barang dari dalam bagasi mobilnya.
Alex memapah Nora keatas teras rumah dan mendudukkannya di atas kursi. lalu Alex kembali menghampiri Bapak sopirnya kemudian memberikan beberapa lembar uang berwarna merah.
" Maaf Pak ini terlalu banyak " Ucap Bapak sopir.
" Tidak masalah Pak, anggap saja rezeki Bapak hari ini .terima kasih banyak Pak" Balas Alex lalu memindahkan semua barang-barang kedalam rumahnya dengan menggunakan kunci cadangan yang selalu dibawanya.
Nora masuk kedalam rumah dengan dua tentengan ringan ditangannya untuk membantu mempermudah kerjaan Alex.
" Cinta terima kasih sudah membantuku, tapi itu tidak perlu Cinta, aku bisa mengerjakan semuanya sendiri. jangan bahayakan dirimu dan calon anak kita " Ucap Alex merasa khawatir pada Nora.
" Tidak apa-apa Lex " Nora menaruh barangnya dekat kursi.
"Aku siapkan makanan buat kita, hanya sebentar " Ucap Alex mengelus perut Nora.
" Iya, tapi Thalia dan Anora kemana tidak kelihatan dari tadi " Tanya Nora mengedarkan pandangannya ke setiap sudut rumah.
" Mereka sedang jalan - jalan dengan Paman Yoda " Ucap Alex santai.
Mendengar nama Paman Yoda disebut ingatannya kembali lagi waktu dia mengunjunginya bersama Thalia.
" Lex, kamu masih hutang penjelasan padaku.kenapa bisa Paman Yoda menemani Ano? " Tanya Nora sambil berjalan mendekati Alex yang sedang menyajikan makanan siap sajinya.
" Mungkin Paman Yoda menganggap Ano sama seperti Thalia, yang harus dijaganya"Jawab Alex biasa saja karena dia ingin Paman Yoda yang bicara langsung dengan Nora tentang hubungannya bersama Ano.
" Baiklah aku percaya penjelasan mu " Ucap Nora mengusap punggung Alex.
" Hem " Balas Alex sembari *****@* bibir Nora singkat tapi berhasil membuat bibirnya basah.
" Ayo makan aku sudah lapar " Ajak Nora pada Alex.
Untuk pertama kalinya mereka makan berdua setelah kebebasan Nora. Alex menyuapi Nora sampai habis makanannya.
Mereka kembali ke ruang tamu sambil menunggu anak-anaknya pulang.
" Istirahat saja cinta, nanti mereka juga pulang" Ucap Alex memijat kaki Nora yang kurus memperlihatkan urat-uratnya yang menonjol lebih besar daripada biasanya.
" Apa ini sakit? " Tanya Alex sambil terus memijitnya.
__ADS_1
" Tidak " Nora menggeleng.
Terdengar suara mobil yang berhenti didepan rumah. yang mengalihkan perhatian Alex dan Nora dengan pandangan kearah pintu yang akan terbuka.
Sedangkan dari luar Paman Yoda tidak ada henti - hentinya memberikan kecupan pada bibir Ano yang membuatnya jadi candu.
" Paman sudah hentikan kita sudah sampai rumah " Rengek Ano yang merasa tidak enak takutnya ada Alex tau siapapun yang melihat perbuatan mereka.
" Tapi kita sangat menyukainya sayang " Balas Paman Yoda yang tetap menciumi bibir Ano.
Brak
Suara pintu terdengar dibuka dengan kasar.
" Emmpphhh " Suara erotis Ano dengan mata yang terpejam terdengar sampai ke telinga Alex dan Nora yang berhadapan langsung dengan Ano dan Paman Yoda.
Deg
Mata Ano membulat sempurna melihat Nora berdiri dihadapannya. sedangkan Paman Yoda masih bisa bersikap biasa saja.
" Ma " Panggil Ano dengan raut wajah yang begitu cemas dan panik karena kelakuannya sudah diketahui Nora.
Nora hanya mematung tanpa bereaksi apapun.
Sementara Alex hanya diam memberikan kesempatan Paman Yoda berbicara pada Nora.
" Bisa kita bicara sambil duduk?" Tanya Paman Yoda yang menarik lembut tangan Ano supaya duduk berdampingan dengannya.sedangkan Alex mengajak Nora untuk duduk disebelahnya.
" Aku sangat mencintai Anora, sangat. izinkan aku untuk bisa memberinya kebahagiaan. aku ingin melamarnya jika kau tidak keberatan?" Ucap Paman Yoda jujur dan sangat tulus.
" Kami sudah lama menjalin kedekatan sampai aku benar-benar tertarik dengan Ano dan aku serius menjalin hubungan ini " Ucapnya lagi menambahkan.
" Mungkin Alex pun sudah paham dan mengerti dengan hubungan kami " Paman Yoda menyeret nama Alex supaya Nora lebih memahami hubungannya dengan Ano.
Anora yang melihat Nora belum bersuara pun menjadi tambah panik dan cemas.dengan tatapan Nora yang sulit dipahami yang diarahkan padanya membuat suasana menjadi menegangkan.
" Ma " Ano membuka suaranya.
" Ini tidak seperti yang Mama bayangkan" Ano meremas jari jemarinya dengan beberapa tetes keringat yang membasahi telapak tangannya.
__ADS_1
" Apa Ano siap menerima lamaran Paman Yoda?" Tanya Nora menyerahkan semuanya pada Ano. karena nanti Ano sendiri yang akan menjalaninya.
Ano begitu dilema mendapat pertanyaan seperti itu karena dirinya belum berpikir terlalu jauh kearah sana.
" Sayang " Paman Yoda menatap intens kearah Ano dengan menggenggam kedua tangannya yang sedang bertautan.
" Maafkan aku Paman, aku tidak pernah berpikir kearah manapun bersama Paman. yang jelas yang aku tau dan aku rasakan, Paman memberikanku rasa aman dan nyaman, memberikan Parlindungan pada ku, mengerti aku, selalu menemaniku, bahkan Paman orang pertama yang bisa menyentuhku dengan intim. tapi maaf sekali lagi aku tidak pernah berpikir serius atau tidaknya tentang kita " Ucap Ano panjang lebar.
Paman Yoda dengan perlahan melepaskan genggaman pada tangan Anora setelah mendengar perkataan Ano yang panjang lebar yang melukai hatinya.
Dengan tatapan Nanar paman Yoda meminta undur diri dari hadapan mereka. begitu juga dengan Ano yang langsung masuk kedalam kamarnya setelah Paman Yoda meninggalkan mereka.
" Sebaiknya kita istirahat cinta " Alex membantu Nora untuk berdiri dan memapahnya sampai kedalam kamar mereka.
" Tapi Thalia nya mana. tidak ada bersama mereka tadi?" Tanya Nora yang baru menyadari keberadaan Thalia.
" Nanti coba aku hubungi Thalia "Jawab Alex.
Sedangkan Thalia yang tadi bersama Paman Yoda dan Anora di hubungi Thomas. Thomas mengabarinya kalau dia bersama Serra sekarang lagi di hotel X. dia meminta Thalia untuk menginap bersama mereka.
Kini Thalia sedang meminta Bima untuk membawakannya makan malam untuk mereka.karena Serra merasa tidak enak badan dari tadi siang.
" Aku panggilkan Dokter ya Mom?" Thalia begitu khawatir melihat keadaan Serra yang terus berbaring ditempat tidurnya.
" Peluk saja Mommy Tha " Pinta Serra.
" Baik Mom. jangan sakit " Ucap Thalia sendu.
" Mommy sudah minum obat tadi, besok juga sudah baikan " Balas Serra.
Thomas pun bergabung memeluk kedua perempuan yang sangat di sayangi nya.
" Tha, mungkin Abang sama Mommy sementara waktu akan tinggal bersama Mama Ina dan Opa " Ucap Serra sembari mengelus lengan Thalia.
" Kamu bisa ikut kami atau tinggal bersama Daddy. itu terserah pada kamu Tha" Ucap Thomas menambahkan.
" Tapi sepertinya kamu akan tinggal bersama Daddy Tha, secara kan kamu sedang menunggu kelahiran adik kamu kan?" Tanya Thomas yang sedikit terlihat tidak suka.
" Bagaimana Abang tau?" Tanya balik Thalia.
__ADS_1
" Saat kamu telpon Daddy kami ada di hadapannya Tha " Ucap Thomas jujur.
" Kamu sangat bahagia dan sudah bisa menerima Tante Nora dan calon bayinya Tha " Ucapnya lagi yang tidak bisa menyembunyikan ketidaksukaannya pada sikap Thalia.