Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 123


__ADS_3

" Pasti lebih sakit yang Anora rasakan karena ulah kita!"Timpal Paman Yoda dengan cepat. kemudian dia menarik tangannya yang dipegang Serra.


" Cepatlah berpakaian dan keluar dari kamarku!"Perintah Paman Yoda dengan tegas dan tidak ingin dibantah lagi. karena sudah cukup baginya kekacaua yang terjadi karena ulah Serra dan kebodohan dirinya.


" Paman, apa yang kita lakukan pada Anora tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang sudah Alex dan Nora lakukan pada diriku, kedua anakku dan kita Paman"Tutur Serra dengan wajah biasa saja tanpa merasa bersalah sedikitpun sambil menunjuk kearah Paman Yoda.


Paman Yoda sudah muak berdebat dengan Serra yang tidak ada ujungnya. kemudian dia menatap tajam ke arah Serra dengan mengeraskan kedua rahangnya.


Tanpa banyak bicara lagi kemudian Serra memakai pakaiannya. dan segera keluar dari dalam kamar Paman Yoda dan berusaha mencari Thalia kesetiap ruang.


Deg


Serra melihat kebahagiaan pada wajah Opa, Mama Ina, Thalia dan Anora yang sedang berada diruang keluarga bersama bayinya Alex dan Nora. sungguh jauh berbanding terbalik dengan apa yang sudah terjadi pada hidup dan dirinya seolah jauh dari kata bahagia.


Serra pun tidak melanjutkan lagi langkahnya, dia berputar balik kembali lagi menuju kamarnya.


Opa dan Thalia begitu antusias untuk mengajak Aleysa bermain dan bercanda. sesekali Ale menunjukkan senyum manis dari bibir mungilnya selebihnya Ale hanya menatap mereka tanpa ekspresi. tapi tetap tidak menyurutkan semangat Opa dan Thalia untuk bermain dengan Ale.

__ADS_1


Anora hanya diam memerhatikan Ale yang sekarang dikelilingi orang yang menyayanginya dengan tulus. jadi dia tidak merasa khawatir untuk meninggalkannya.


" Maafkan Kak Ano Ale, Kakak sudah memutuskan untuk tinggal bersama Papa. nanti jika hati Kak Ano sudah pulih Kak Ano akan sering datang berkunjung. tapi selama Kakak tidak berkunjung jangan rewel ya kasihan Mama, jadi anak yang baik"Gumam Anora sambil menatap wajah cantik Ale seperti Mamanya yang sedikit terlihat olehnya karena posisinya yang duduk di sofa dekat pintu kamar.


Setiap gerak gerik Anora selalu diawasi oleh Mama Ina. saat ini Anora menjelma menjadi gadis biasa yang tidak punya beban apapun dan dia tidak menunjukkan sedang patah hati, terluka atau semacamnya. sungguh Mama Ina dibuat geleng kepala.


Mama Ina tidak menyia-nyiakan saat menemukan kesempatan untuk berbicara dengan Anora secara pribadi.tanpa mengganggu Opa dan Thalia yang sedang fokus pada Ale.perlahan Mama Ina berjalan mendekat kearah Anora dan duduk disampingnya.


" Anora " Panggil Mama Ina memegang tangan Ano dan menatap instens wajah cantiknya.


" Iya Mama Ina " Balas Ano menatap fokus pada kedua tangan Mama Ina yang berada diatas tangannya.


" Saya sudah memaafkannya Mama Ina, anggap saja itu tidak pernah terjadi. dan Oia sebelumnya saya sudah pernah bilang sama Opa jika saya akan ketempat Papa saya. tapi rupanya Daddy yang mimta Papa untuk menjemput saya kesini. jadi saya tidak bisa tinggal disini lagi.Terima kasih sudah mau menerima kedatangan saya, bersikap baik dan hangat terhadap saya. Terima kasih"Balas Ano sambil terseyum.


" Benar-benar gadis luar biasa "Gumam Mama Ina dalam hati.


Sementara Alex sudah menghubungi Arthur. menjelaskan keadaan Anora dengan sangat detail dengan apa yang menimpa Anora. dan meminta Arthur supaya menjemput Anora sesuai permintaannya.

__ADS_1


" Untuk saat ini biarkanlah Anora tinggal dengan Papanya. tapi tetap kita bisa awasi dan pantau setiap perkembangannya lewat Arthur. aku sendiri yang akan melakukannya. jangan khawatir mungkin sekarang ini Anora butuh waktu sendiri atau hanya sekedar mengobrol berbagi cerita dengan Arthur karena biasanya anak perempuan lebih cenderung dekat dengan Papanya. sebaliknya anak laki-laki lebih dekat sama Mamanya. jadi Cinta jangan berkecil hati suatu saat nanti Anora akan kembali pada kita lagi"Tutur Alex panjang lebar memberikan sedikit pendapatnya tentang Anora yang ingin pergi dari mereka.


" Tapi apa yang Anora katakan benar, kita pasti nanti akan menyakiti Thalia dan Aleysa atau siapapun yang ada disekitar kita. karena predikat kita yang sudah sangat salah"Ucap Nora.


" Sudah cukup hanya orang lain saja yang menghukum kita. tapi jangan diri kita. nikmati saja hidup kita selama kita masih bernafas"Ucap Alex sambil membawa Nora dalam pelukannya.


Sedangkan Arthur dan Anya sudah dalam perjalanan ke kediaman Orang tuanya Alex berbekal dengan alamat yang dikirimkan Alex. dan Arthur tidak ingin berlama-lama lagi setelah kabar keadaan Anora yang didapatkan dari Alex dengan cepat Arthur meninggalkan kantornya. dan hanya membutuhkan waktu satu jam untuk bisa sampai dirumah orang tuanya Alex.


"Apa keadaan Anora parah?"Tanya Ano sambil melirih kearah Arthur yang selalu terlihat tampan dimatanya jika dilihat dari sudut manapun.


" Pasti kamu mau menggombal lagi dengan menatapku seperti itu?!"Jawab Arthur karena sebenarnya dia bisa melihat Anya melalui ekor matanya.


" Ish tidak, mana berani aku menggombal disaat pikiran dan hatimu sedang fokus pada Anora.tapi ini bukan gombalan tapi memang kenyatannya memang begitu. Kamu selalu terlihat selalu tampan walau dilihat dari arah atau sudut manapun. sungguh membuat aku susah untuk berpaling saja. hati dan pikiranku sudah mentok dikamu"Ucap Anya dengan jujur apa yang dilihat dan dirasakan.


Arthur tertawa mendengar pujian yang terdengar lucu tapi dia juga sangat senang sehingga didalam hatinya bunga-bunga bermekaran tanpa harus disiram dan kena sinar matahari.


" Untuk pertanyaan mu tadi Alex bilang mungkin psikis Ano yang paling kena. luka di tubuhnya bisa terlihat dan kita tau berapa lama akan sembuh atau keringnya tapi kalau psikisnya yanh kena kita harus hati-hati menjaga moodnya tetap baik,suasana hati membuatnya nyaman. dan aku harap kamu akan bisa membantu dan menemani saat penyembuhan dan pemulihannya. aku mungkin egois meminta ini pada mu tapi ya ini lah aku duda beranak satu yang sekarang anak gadisnya dalam masa-masa tersulit dalam hidupnya saat usianya beranjak dewasa"Tutur Arthur tanpa melihat kearah Anya karena dia tetap fokus pada kemudi dan jalanan.

__ADS_1


" Aku akan buktikan padamu jika selain bisa jadi teman Anora aku bisa jadi Ibu yang baik untuk Anora. kita akan melewati ini semua bersama. jangan pernah merasa sendiri. karena sekarang ada aku dan Papa yang akan selalu membantumu dan Anora"Balas Anya sangat mengetuk hati Arthur,berharap apa yang dikatakan Anya bukan hanya angin surga untuk dirinya dan Anora. tetapi benar-benar dia wujudkan untuk selalu mendampinginya dan Anora dalam masa tersulit dan terberat dalam hidupnya.


__ADS_2