
Keesokan paginya, Alex sudah bersiap untuk mengantarkan Nora ke Dokter pagi ini. dengan ditemani Thalia juga. Mereka sedang menikmati sarapan mereka yang sudah disiapkan Nora sedari tadi.Thalia menatap Mama dan Daddynya yang sedang lahap dengan makanannya.Sebenarnya dia berpikir apa salah satu diantara mereka ada yang sakit? atau hanya mau kontrol saja atau mungkin hanya sekedar konsultasi saja.
Drrrttt
Drrrttt
Alex melihat ponselnya dan kemudian membuka pesan yang baru diterimanya.
" Paman Yoda "Gumamnya lirih sambari fokus membaca pesannya.
" Ada apa dengan Paman Dadd?"
Alex menatap Thalia dan Nora bergantian dan menaik turun kan salah satu alisnya.
" Ada kejutan besar untuk kita semua. tapi nanti setelah kita sampai di Jakarta. karena Paman Yoda meminta kita semua termasuk Mama Ina dan Opa untuk datang kesana."
" Kejutan apa Dadd,baik atau buruk Dadd?."
" Kejutan baik Kakak Tha. Pasti Kakak Tha akan sangat merasa senang sekali."
" Ayo kita berangkat ke Rumah Sakit sekarang. nanti takutnya keburu antri"Alex meminta pada Nora dan Thalia siap bergegas menuju mobil yang disudah siap mengantarkan mereka.
" Daddy tunggu dimobil ya?"
" Ok Dadd "
Jawab keduanya dengan kompak.
Setelah memakan waktu kurang dari tiga puluh menit, mereka sudah sampai diruang dokter kandungan.
Aleysia yang sedang tidur berada dalam gendongan Thalia, karena dirinya yang meminta.padahal Alex dan Nora sudah meminta Thalia untuk memberikannya pada salah satu diantara mereka.
" Ada apa Ibu Nora, Bapak Alex?" Tanya Dokter.
" Saya mau pasang KB Dokter "Jawab Nora tertawa pelan.
" Saya kasihan jika Istri saya hamil dalam waktu dekat ini karena saya kurang bisa mengontrol keinginan saya Dok"Timpal Alex dengan senyum gelinya.
" Ok Baik Pak Alex, Ibu Nora. Untuk Ibu Nora terakhir kapan datang bulan?"Tanya Dokter fokus pada catatannya.
Nora nampak berpikir keras dengan pertanyaan yang baru saja diajukan Dokter padanya.
" Saya kurang tau pasti Dok tapi kalau tidak salah satu bulan yang lalu Dok"Jawab Nora.
Dokter pun mengerutkan dahinya, sambil tersenyum dan meminta Nora untuk berbaring diatas brankar.
" Apa ada kemungkinan kalau saya hamil?"Tanya Nora pada Dokter yang akan mengoleskan gel pada bagian perutnya.
" Baik bu sebentar, kita lihat sama-sama."
Dokterpun menggerakan alatnya kebagian perut bawah Nora dan memang sesuai dengan dugaannya.
__ADS_1
" Iya selamat Bu, kehamilanya sudah memasuki minggu ke lima."
" Jadi benar saya hamil Dok?"
" Istri saya hamil Dok?"
Tanya Nora dan Alex bersamaan.
" Iya benar. jadi Ibu sudah tidak mungkin lagi untuk memasang KB karena sudah tumbuh dan berkembang calon bayinya yang kedua. walaupun masih sangat rentan karena jarak yang bisa dibilang sangat dekat. tapi Ibu dan Bapak bisa mengusahakan untuk membuat kesehatan calon bayi dan Ibunya tetap aman dan stabil."Jawab Dokter menjelaskan.
" Yes aku punya adik lagi Dadd, Ma" Thalia begitu bahagia mendengar kehamilan Nora.
" Ale sebentar lagi jadi Kakak, Horee!"Thalia menirukan suara anak kecil seolah-olah Ale yang baru saja berbicara.
" Iya sayang "Balas Alex dan Nora.
" Baik Dok, terima kasih banyak untuk semua informasinnya, kami akan menjaga betul kondisi calon bayi dan Mamany." Balas Alex memastikan.
" Iya Bapak Ibu sama-sama"
" Kami permisi, Dok. sekali lagi terima kasih."
" Nanti aku akan memberikan kejutan pada semua orang saat di Jakarta"Thalia begitu antusias.
Kemudian mereka meninggalkan ruangan Dokter kandungan setelah berjabat tangan. kini mereka sudah berada dalam mobil untuk melanjutkan perjalanannya kekantor sesuai rencana yang sudah dibuatnya semalam bersama Nora.
Tidak berselang lama mereka sudah sampai diruangan kantor Alex. Alex langsung meminta Thalia dan Nora untuk duduk atau hanya sekedar beristirahat diruang pribadinya yang masih berada dalam ruangan kerja Alex. Bima menyodorkan beberapa dokumen yang harus segera ditanda tanganinya.
Kemudian Alex menyerahkan kembali dokumennya pada Bima."Ada yang lain lagi Bim?".
" Tidak ada Pak Bos"
" Saya sudah membuat kesepakatan dengan Riza. kalau kita akan memakai jasanya untuk pengisian hotel yang akan dibangun. dan Riza sudah deal dengan harga yang kita minta. hanya tujuh puluh persan saja yang kita bayarkan".
" Baguslah jika kalian sudah sepakat.Hari ini mungkin aku akan ke Jakarta. jadi seperti biasa aku tinggalkan lagi Hotel. kamu atur semuanya".
" Siap Pak Bos. tidak masalah selama saya masih sendiri akan saya gunakan untuk membangun istana sebelum permaisurinya ada".
" Apa aku bisa jadi permaisuri kamu Bim?"Tanya Thalia saat keluar dan mendengar apa yang dikatakan Bima tanpa rasa malu walau ada Alex disana.
Bima hanya diam merasa heran dengan apa yang ditanyakan Thalia padanya. sementara Alex hanya tertawa sembari mengusap pucuk kepala Thalia.
" Bima kok bengong, Aku serius Bim. bagaimana Dadd jika aku sama Bima?"
" Non Thalia "Bima benar dibuat melongo mendengar apa yang baru saja di dengarnya. ada Alex pula disebelahnya Daddy dari Thalia sekaligus Bosnya.
" Kalau Daddy asalkan Bima membawamu lebih dewasa, lebih baik lagi, tidak masalah. asalkan Bima juga mau sama kamu. iya Bim?"
" Iya Pak Bos "
" Berarti bo..."Thalia tidak melanjutkan lagi ucapannya saat ponselnya Alex berbunyi.
__ADS_1
" Iya Pa "Jawab Alex setelah mengangkat telpon Papanya.
" Opa " Gumam Thalia dalam hati sambil mendengarkan apa yang bicarakan Daddynya.
" Baiklah Pa kita pesan tiket sekarang. kebetulan kita lagi ada dikantor Pa. Iya kita langsung berangkat Pa kalau sudah dapat tiket pesawatnya"
" Iya Pa"Ucap Alex sebelum mematikan sambungan telponnya.
Kemudian Alex memasukkan kembali ponselnya kedalam saku jas yang dipakainya.
" Opa dan Mama Ina sudah sampai di Jakarta"jawab Alex seolah tau apa yang akan ditanyakan Thalia padanya.
"Bim, tolong pesan kami tiket pesawat sore ini"Ucap Alex sembari meninggalkan Thalia dan Bima diruang kerjanya. sedangkan Alex masuk kedalam kamar. dan meminta Thalia jangan sampai masuk kedalam kamar sebelum Alex menutup pintunya.
" Ish Daddy "Thalia memasang wajah malas dengan tingkah Daddynya.
Sedangkan didalam kamar, terlihat Nora tidur dengan sangat pulas dalam posisi miring menghadap Ale. Alex menghampiri keduanya dan duduk disebelah Nora yang memunggunginya.perlahan Alex meraba perut rata Nora dengan pelan,tapi tetap saja bisa membangunkan Nora yang tertidur pulas.
" Alex, sudah selesai pekerjaannya?"
" Hem "
" Mungkin sore ini kita akan ke Jakarta. karena Mama Ina dan Opa meminta kita segera berangkat kesana. mereka baru saja sampai dirumah Serra. dari kabar yang aku dengar Paman sudah bersedia menikah dengan Serra dan masih ada dua hari lagi untuk mempersiapakan pesta kecil untuk mereka.Tapi jangan beritahu Thalia dulu, biar menjadi kejutan manis untuknya setelah sampai di Jakarta".
"Baiklah".
" Apa ada sesuatu yang ingin kamu makan Cinta atau ingin sesuatu yang bukan dalam bentuk makanan atau barang?"
" Tidak ada Daddy. aku selalu bersyukur mereka hadir tidak membuatku ingin ini dan itu. tidak merasakan morning sicknes, tidak ngidam yang aneh-aneh. mereka sungguh luar biasa selalu bisa mengeri Mamanya. yang aku ingin kan Serra bisa selalu bahagia bersama Paman Yoda. Arthur juga bisa bahagia dengan Anya dan menerima dengan baik kehadiran Anora diantara mereka. kebahagiaan untuk Anora, Thalia, dan Thomas. Mereka, semua orang yang sudah aku sakiti dengan dalam. dengan melihat atau mendengar mereka bahagia saja itu sudah mengurangi rasa bersalahku."
" Itu semua salahku Cinta, aku begitu terhipnotis akan dirimu yang sederhana, cara mu memperlakukan Arthur dan Ano sangat membuatku ingin juga merasakan yang mereka rasakan. perasaan cinta itu tanpa aku minta dia datang dengan sendirinya dan semakin terpupuk tanpa bisa aku mengendalikannya lagi.dan akupun ikut bahagia jika mereka sudah menemukan kebahagiannya masing-masing."
" Ngomong-ngomong, anak kita mau bertemu dengan Daddynya!?"
" Ish Itu Daddy yang mau"Nora mencubit pelan perut Alex yang masih sixpack.
" Mau ya mau ya sebelum kita berangkat.Sayang Daddy datang menjenguk ya?!"
Alex langsung menyerang Nora dengan lembut dan perlahan.Yang dimulai dari bibir mereka yang saling memagut.
Tok
" Daddy "
" Mama "
" Bima sudah mendapatkan tiket pesawatnya Dadd, Ma. satu jam lagi berangkat kita."
" Deddy, Mama dengar tidak aku bilang apa?"
Bima hanya tertawa melihat Thalia kesal karena baik Alex ataupun Nora tidak ada yang menjawabnya dari dalam.
__ADS_1