
Surabaya, Kediaman Alex.
Alex terlihat sedang menggendong Aleysa setelah disusui oleh Nora dan mereka sedang berada diruang keluarga."Jadikan Thalia hari ini pulang?."
" Jadi Dadd "
" Bima sudah memberikan surat pernikahan kita. jadi kita sudah resmi terdaftar."Apa kamu senang?"
" Iya aku senang. tapi tidak sepenuhnya senang Dadd. kalau Serra sudah bahagia, pasti aku pun ikut bahagia." Jawab Nora.
" Iya semoga saja Serra segera mendapatkan kebahagiaannya. biar Istri tercintaku ini tidak terus menyalahkan dirinya."
" Apa kamu tidak masalah jika akhirnya Paman Yoda bersama Serra?"
" Tidak Dadd. karena aku yakin Anora akan mendapatkan laki-laki yang seumuran dengannya yang semoga saja jauh lebih baik dari Paman."
" Semoga saja Cinta."
" Dadd, Bagaimana Anora sekarang?."
" Masih dalam tahap pemulihan. ada Anya yang selalu menemaninya untuk terapi. Anya mampu menempatkan dirinya sebagai teman Anora dan pasangan untuk Arthur. jadi memberikan kemudahan pada Anora dalam kesembuhannya.Mungkin dalam waktu dua bulan sudah benar-benar pulih dan bisa berkumpul lagi dengan kita,Bahkan kemarin mereka habis merayakan ulang tahun Mr. Smith."
" Apa dia tidak merindukanku?"Tanya Nora sendu.
" Mungkin sebenarnya Anora juga merindukan kita Cinta. tapi Anora ingin terlebih dahulu menyembuhkan semua luka yang ada pada dirinya. setelah itu baru Anora datang kesini lagi. untuk masalah tempat tinggal kita biarkan Anora yang menentukannya. jangan pernah memaksa. sama halnya seperti Thalia dengan kemauannya sendiri tinggal bersama kita karena ada Ale juga"
" Iya Dadd."
" Cinta, besok jam berapa kita ke dokter?"
" Pagi Dadd jam 08.30."
" Baiklah pulang dari dokter kita kekantor sebentar ya. ada dokumen yang harus aku tanda tangani."
" Baiklah Dadd."
" Ayo kita tidurkan Ale kasihan tubuhnya nanti pada sakit."Alex mengajak Nora untuk kekamar tidur dan hanya mendapatkan anggukan kecil dari kepala Nora sambil berjalan beriringan.
Malaysia, Bandara Malaysia.
" Bapak bisa membawa Istrinya untuk periksa ke dokter kandungan untuk memastikan. Dan untuk kondisi tubuhnya tidak ada yang serius."
" Baik Dokter, terima kasih."
" Sama-sana Pak, Permisi."
Dua puluh menit sudah Serra tertidur diatas brankar Klinik yang ada di Bandara. dan dengan setia ditemani oleh orang yang menemukannya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
" Eugh"
Terdengar suara Serra yang sudah sadar walau belum sepenuhnya. kemudian dia membuka kedua matanya dengan lebar. mengamati tempat sekelilingnya sambil mengerutkan dahinya karena bukan hal aneh dengan tempat tidur yang ditidurinya.
__ADS_1
Deg
Serra melihat seseorang yang berada dalam satu ruangan dengan dirinya.
" Apa yang Paman lakukan disini?."Tanya Serra sembari mendudukkan tubuhnya.
" Kamu tadi pingsan, dan sekarang ayo kita pulang."
Serra menggelengkan kepalanya."Tidak Paman."
Serra menurunkan kedua kakinya kelantai. hendak turun dari atas brankar, tetapi tubuhnya sedikit terhuyung karena masih merasa sedikit pusing.
" Hati-hati"Paman Yoda membantu memegangi tubuh Serra dengan kedua tangannya.
" Koperku dimana Paman?."
" Sudah berada didalam mobil. kamu kuat tidak berjalan? kalau tidak biar aku membantumu"
" Bisa Paman."
Serra mencoba melangkahkan kakinya perlahan, namun masih belum sempurna sehingga tanpa bertanya pada Serra.Paman Yoda langsung mengangkat tubuh Serra dalam gendongannya.
" Paman tidak, turunkan aku saja. bantu dipapah saja Paman jangan seperti ini. malu banyak yang melihat kearah kita Paman."
" Mereka mempunyai mata jadi wajar saja mereka melihat kita. jadi santai saja"
Serra pun tidak mendebat Paman Yoda lagi karena sesuatu hal yang sia-sia.
Kini Paman Yoda dan Serra sudah berada didalam mobil.
" Hanya memakaikan ini saja."Jawab Paman Yoda dengan memasangkan seatbelt pada tubuh Serra dengan wajah keduanya yang sangat dekat.
Mata keduanya saling pandang bahkan Serra tanpa sadar sudah memejamkan matanya. Entah apa yang dipikirkannya.
" Apa kamu berharap aku akan menciummu?"Tanya Paman Yoda masih berada dekat dengan Serra.
Serra langsung membuka matanya dengan lebar saat mendengar apa yang ditanyakan Paman Yoda.
" Akh ti..."
Cup
Dengan satu kali gerakan lembut Paman Yoda sudah menyatukan bibir mereka.sedikit ******* dan menciumnya dengan sangat dalam.
" Besok kita menikah "Ucap Paman Yoda setelah melepaskan ciumannya dan mengusap lipstik Serra yang sedikit berantakan karena ulahnya.
Serra menatap intens wajah Paman Yoda yang mulai melajukan mobilnya keluar dari Bandara. Tidak tau apa yang kini dirasakan oleh Serra apa harus senang atau sedih?.Serra diam selama dalam perjalanan.
Melihat rute perjalanannya kali ini, Serra menautkan kedua alisnya karena dia tidak tau Paman Yoda akan membawanya kemana. tapi dia tidak ingin bertanya apapun karena dia juga nanti tau akan berhenti dimana.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit dari Bandara kini mereka sudah berada di salah satu Rumah Sakit besar yang ada di Malaysia.
__ADS_1
" Kenapa kita kesini, apa Paman sakit?"Tanya Serra dalam hati.
" Turunlah!" Ucap Paman Yoda sebelum keluar dari dalam mobilnya.
Tanpa menjawab Serra membuka pintu dan keluar.
" Ayo "Paman Yoda mengulurkan tangannya pada Serra dan tidak ingin berdrama Serra pun menerima uluran tangan Paman Yoda. Mereka berpegangan tangan masuk menuju kedalam gedung rumah sakit.
Sampailah Paman Yoda dan Serra didepan salah satu ruangan yang bertuliskan Dr. Liznajati SpOG.
Tok
Paman Yoda mengetuk pintu ruangannya dan terdengar dari dalam ada seseorang yang membuka pintu. terlihat Suster muda dengan seragam putihnya. mempersilahkan Paman Yoda dan Serra untuk masuk.
" Silahkan Bapak, Ibu. Dr Liz sudah ditunggu kedatangannya."
" Terima kasih Sus " Balas Paman Yoda dan Serra.
" Hei Yoda, Apa kabar? sudah lama kita tidak bertemu. Ayo silahkan duduk!"Sapa ramah Dr. Liz yang merupakan teman satu kampus Paman Yoda. sambil berjabat tangan. begitu juga dengan Serra.
Serra hanya tersenyum kearah Dokter Liz dan mendapatkan balasan senyum yang lebar pula dari Dokter Liz.
" Kabar baik Liz seperti yang kamu lihat. tentunya kabarmu juga baikkan!."
" Iya seperti yang kamu lihat."
" Tolong kamu cek keadaan Istri ku Liz, tadi dia pingsan di Bandara. Dokter disana menjelaskan sesuatu yang membuatku sangat bahagia. tapi aku ingin lebih memastikannya lagi."
" Istri " Guman Serra dalam hati.
" Apa aku sakit?" Tanya Serra pada Paman Yoda. tapi tidak mendapatkan jawaban apapun hanya sebuah senyuman yang sangat manis yang diperlihatkan Paman Yoda.
" Ok Baiklah, Silahkan Nyonya Yoda untuk berbaring disini."Dokter Liz mengajak Serra untuk tidur diatas brankar yang disebelahnya terdapat layar monitor yang cukup besar.
" Kamu formal sekali liz?"
" Karena tuntutan pekerjaan "
Keduanya tertawa dengan melihat kearah Serra yang sudah berbaring diatas brankarnya.
" Mohon maaf ya"Dokter Liz mengangkat sedikit pakaian Serra sampai terlihat bagian bawah perutnya.
" Apa yang sebenarnya terjadi?"Guman Serra lirih.
" Mari kita lihat bersama-sama Nyonya Yoda"
Dokter Liz mengoleskan gel pada bagian perut Serra, kemudian Dokter Liz meletakkan alatnya dan digerakkan kesemua bagian perut yang sudah diolesi gel.
" Nah lihatlah Nyonya Yoda ada sebuah kehidupan didalam rahim anda"
" Apa maksud Dokter?" Mata Serra sudah berkaca-kaca tapi tidak ingin salah dalam mendengarkan apa yang baru saja dikatakan oleh Dokter yang sedang memeriksanya.
__ADS_1
" Iya Nyonya, Anda Hamil!. Ini memang masih sangat kecil karena usinya yang baru satu minggu. jadi dimohon untuk menjaganya karena diusia yang tidak lagi muda tapi anda masih bisa untuk hamil. jadi harus benar-benar dijaga."
" Benarkah Aku akan menjad orang tua?"