
Cahaya yang di tunjukkan bulan dan bintang malam ini begitu terang. menemani dua anak manusia yang berada di balik pintu balkon.
" Alex "
" Lepas "
" Akh "
Suara Nora yang mendesah hanya bisa di dengar oleh dinding dan pintu.
Alex terus saja melakukan kegiatannya tanpa takut ada orang yang datang memergoki mereka.
Mereka semua sudah berkumpul di meja prasmanan. Bima dan Arthur mengambil beberapa potong buah saja. Riza dan Ano serta Thalia lahap makan sayur dan ikan bakar. Serra hanya mengambil salad sayur dan air mineral.
Tak ada yang menyadari keberadaan Alex dan Nora, selain Paman Yoda. karena sudah bisa di pastikan mereka sedang berdua.
" Terima kasih cinta " ucap Alex sambil ******* lagi bibir yang masih basah karena ulahnya.
" Kamu gila, sinting, nggak waras !!! " ucap Nora mengomel karena dirinya di buat berantakan dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Alex cekikikan mendengar omelan Nora sembari merapikan celana jeans-nya.
" Kamu juga nakal sayang !!!" ucap Alex penuh penekanan dan mengerlingkan sebelah matanya.
" Jangan " Tolak Nora menolak Alex yang hendak memeluknya.
" Aku udah rapi , Jangan "
Alex tak menghiraukan penolakan yang diberikan Nora dia malah melanjutkan aksi nekadnya.
Kembali ke bawah di mana banyak orang sedang menikmati acara malamnya masing - masing.
Baik Serra maupun Arthur belum menyadari dua orang yang masih memadu kasih. malah mereka asik juga dengan obrolannya.
" Alex Mana ?? " tanya Paman Yoda mengalihkan obrolan mereka.
" Di kamar " jawab Serra apa adanya. karena Alex beralasan mau tidur dulu sebelum makan malam tiba.
__ADS_1
" Owh " ucap Paman Yoda mangut - mangut.
" Tuh Alex " Ucap Serra melihat kedatangan Alex dari arah tangga.
Paman Yoda begitu paham dengan apa yang Sudah Alex lakukan.
" Seger banget Lex " sindir Paman Yoda.
" Seger Paman habis mandi " ucap Alex tak menaruh curiga kalau Paman Yoda menyindirnya.
" Kamu dari atas ??" tanya Arthur mendekatinya.
" Iya aku keliling Villa. karena kemarin tidak sempat ". ucap Nora beralasan.
Paman Yoda hanya tersenyum sinis " kelakuannya tak seanggun penampilannya " batinnya.
" Kamu sudah makan ? " tanya Arthur memeluk tubuh Nora dari belakang.
Ser
Ser
" Aku tidak lapar " Nora menatap ke arah Alex yang mengusap wajah nya dengan kasar.
" Ano dimana ?" tanyanya pad Arthur.
" Di kamar Thalia. biasa Thalia membuat Ano jadi pendengar yang baik ". ucap Serra
" Iya iya ".
" Baiklah, Paman ke atas duluan. menyiapkan tenaga lagi buat besok. kalian nikmati saja malam indah ini " ucap Paman Yoda meninggalkan Mereka semua.
" Iya Paman " serempak ucap semuanya dan kemudian tertawa karena terdengar lucu seperti paduan suara yang tak tau nada.
Sementara di luar Thomas sedang melihat dua orang yang ada di depannya main catur.
Sudah terlihat wajah Bima penuh dengan tepung sementara pipi kanannya Riza sudah hampir penuh dengan abjad dan angka. itu semua di dapatkan mereka kalah.
__ADS_1
" Ayo Bim, kau bisa. Daddy ajah jago, masa kau nggak Bim. kau kan asisten handal Daddy " ucap Thomas penuh provokatif.
" Udah Ri, menyerah ajah. tak ada gunakannya melawan. itu pasti Bima yang menang " ucap Thomas dengan mengejek.
" Tidak akan !!! sampai darah penghabisan. aku pasti bisa membalikan keadaan " tolak menyerah dari Riza.
" Kau saja yang menyerah, Bim ?? "
" Bagaiman bisa aku menyerah, posisi mereka memang semua." tunjuk Bima pada anak catur.
Ha .. Ha ... Ha .. Ha ...
Mereka tertawa menunggu di babak ini siapa yang menang main catur nya.
Lain lagi dengan obrolan kedua gadis cantik yang sedang berada di dalam kamarnya.
Thalia berguling - guling di atas kasur empuk yang di tidurinya dan Nora hanya melihat sambil duduk dekat jendela melihat ke arah luar.
" Kak "
" Hemm "
" Sudah punya pacar atau gebetan ??"
" Nggak ada "
" Kak Thomas gimana menurut Kakak "
" Baik, tampan, dewasa, kaya ..... Emmmm nggak tau lagi "
" Kalau Kak Thomas suka - "
Tok
Tok
Ano tidak fokus dengan apa yang katakan Thalia ketika pintu kamar ada yang mengetuknya dan langsung berdiri berjalan ke arah pintu dan membukanya.
__ADS_1
" Paman Yoda " Ano melihat Paman Yoda yang berdiri di hadapannya.