
Paman Yoda tidak ingin menjelaskan dan mengatakan apapun lagi pada Thalia karena pada kenyataannya Paman Yoda tidak bisa memenuhi apa yang diinginkan Thalia. Paman Yoda berlalu pergi begitu saja dari hadapan Thalia tanpa sepatah katapun.
Thalia pun tidak mau ambil pusing terhadap tingkah Pamannya, Thalia menyusul Mama Ina kedalam kamarnya untuk bermain dengan Aleysa.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.10 Serra ingin melancarkan aksinya malam ini. serra sudah mempersiapkan semuanya. Serra keluar dari kamarnya untuk mencari Anora. tapi sayang Serra tidak dapat menemukannya. kemudian Serra berjalan kearah kamar Thalia akan mencoba bertanya padanya tentang Anora.
Tok
Serra mengetuk pintunya terlebih dahulu, karena tidak ingin lancang. takutnya Thalia tidak ingin diganggu.
Thalia yang masih terjagapun mendengar suara pintu kamarnya yang diketuk dan bangkit dari duduknya mendekat kearah pintu. " Siapa?."
Serra begitu senang saat mengetahui jika Thalia belum tidur." Mommy Tha sayang."
Ceklek
Thalia membuka pintu kamarnya terlihat Mommy nya berdiri sambil memperlihatkan senyumnya.
" Boleh Mommy masuk Tha?."
" Masuk Momm."
Thalia menutup kembali pintunya dan berjalan mendekat kearah Mommy nya yang sudah duduk ditepi tempat tidur.
" Ada apa Mommy?." Thalia langsung bertanya pada Serra maksud datang kekamarnya.
" Anora... "
" Sudah dijemput sama Om Arthur Mom." Ucap Thalia memotong ucapannya Serra.
Thalia mengerutkan dahinya,karena setelah membuat kekacauan dan menyakiti hati Anora Mommy nya masih saja menanyakan Anora."Kenapa Mommy mencari Kak Ano?."
__ADS_1
" Mommy sungguh sangat menyesal Tha karena tidak bisa melenyapkan malam ini karena sudah pergi"Jawab Serra yang tidak mungkin didengar oleh Thalia karena Serra mengucapnyakan dalam hati. sambil menampilkan wajah kecewanya karena akan susah lagi untuk bertemu dengan Anora dan bisa melancarkan aksinya.
" Akh tidak Tha, pantas saja Mommy tidak menemukannya."
" Mom, aku sudah meminta pada Paman Yoda untuk menikahi Mommy.tapi Paman Yoda tidak mengatakan apapun Mom. Mom apa tidak bisa kita pergi saja kesuatu tempat dimana hanya ada Mommy, aku dan Abang Mom?.kita mulai lagi kehidupan yang baru disana,tempatnya dimana terserah Mommy aku dan Abang ikut saja Mom. Yang jelas kita melupakan semuanya."Tutur Thalia berharap kebencian dan kekecewaan yang ada pada diri Serra hilang dari hatinya. karena Thalia sudah mulai bosan dengan kelakuan Mommy nya yang sering menyakiti orang terdekatnya dan merasa takut akan tingkah Serra yang seakan terobsesi pada Paman Yoda.
Serra menggenggam kedua tangan Thalia dan menatap kedua matanya dengan intens" Maafkan Mommy sayang,sekarang Mommy tidak bisa pergi kemana pun tanpa Paman Yoda, Paman Yoda sama berharga seperti kamu dan Abang. Jika saja Anora tidak ada antara Mommy dan Paman Yoda,Mommy tidak akan melakukan apapun.Mommy sudah merelakan Daddy mu tapi tidak Paman Yoda sayang. Mommy ingin hidup sampai tua bersamanya sampai maut memisahkan kami sayang."
Thalia menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan jalan pikiran Mommy nya.
" Mom, Paman Yoda sudah tidak mencintai Mommy.jadi aku mohon lupakan Mom."
" Tidak akan sampai kapanpun."
Setelah mengatakan itu Serra keluar dalam keadaan marah dan menutup pintu dengan membantingnya sehingga membuat Thalia kaget dibuatnya.
" Aku harus memberitahukan Abang karena aku sudah tidak mengerti lagi dengan Mommy."Gumam Thalia lirih.
Keesokan paginya, Aleysa yang sudah cantik dan wangipun sudah berada ditengah-tengah kerumunan.Antara Opa, Mama Ina, Thalia dan Paman Yoda.Mereka begitu menikmati Aleysa yang masih belum tidur, bisa menikmati mata bulat yang berwarna coklat.
" Lucu banget, gemes banget."Thalia menciumi pipi embul Ale berkali-kali. begitu juga dengan Paman Yoda, Mama Ina dan Opa. Ale sudah seperti piala bergilir saja kadang dalam tangan Opa yang menggendongnya, kadang Mama Ina dan juga Thalia.
Sedangkan Alex dan Nora sedang berkemas karena sudah tidak alasan bagi mereka untuk berada dirumah Opa terlebih harus satu atap dengan Serra dan Paman Yoda.
" Sudah siap Cinta?."
" Hem " Nora menganggukan kepalanya.
" Baiklah kita keluar dulu, bilang pada Mama Ina dan Opa."
" Ayo "
__ADS_1
Keduanya meninggalkan kamar dan ikut bergabung dengan semuan orang yang sudah berada dimeja makan.
Mama Ina menyuruh Alex dan Nora untuk memakan sarapannya." Ayo Alex, Nora dimakan sarapan nanti keburu dingin. kami sudah selesai makannya."
Nora mengisi piringnya Alex dengan salad sayur dan dua potong daging. serta air mineral.berbeda dengan Nora yang mengisi piringnya dengan nasi dan daging serta sayur yabg dibuat khusus untuk memperbanyak produksi asinya.
Setelah menghabiskan sarapannya, Alex dan Nora masih belum beranjak dari tempat duduknya dan ikut bercanda dengan mereka yang ada dimeja makan. serta Alex memberitahu Mama Ina dan Opa tentang rencana kepulangannya.
" Mama Ina, Papa. Aku dan Nora akan pulang besok.karena ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggal."
Paman Yoda orang pertama yang memberikan respon atas apa yang diucapkan Alex."Jadi Ale tinggal bersama kami kan disini?."
Alex hanya melemparkan kotak tissue mendengar apa yang dikatakan Paman Yoda padanya.
" Aww " Paman Yoda meringis karena lemparannya mengenai tepat pada dada bidangnya.
" Daddy dan Mommy mau meninggalkan aku juga seperti Kak Ano yang sudah pergi duluan gitu maksudnya?."Tanya Thalia dengan wajah sendunya.
" Jangan dulu pulang Dadd, Mama. Aku meminta Abang untuk datang kesini. pekerjaan Daddy bisa dihandle Bima kan Dadd?.Mama Ina dan Opa saja masih ingin lebih lama lagi menghabiskan waktu bermain dan bercanda bersama Ale. Ya Dadd, Mama satu minggu lagi saja tinggal disininya."Pinta Thalia pada kedua orang tuanya.
Alex dan Nora saling pandang. ada benarnya juga yang dikatakan Thalia tapi Alex tidak ingin membuat Nora tidak nyaman dengan keberadaan Serra dan Paman Yoda.
Anggukan pelan kepalanya Nora sebagai syarat mereka akan menerima permintaan Thalia untuk tinggal satu minggu lagi dirumah Opa. Demi menjaga perasaan semua orang terlebih lagi Nora tidak ingin egosi terhadap anak-anak Alex. bagaimana pun sekarang menjadi anak-anaknya juga.
Thalia begitu senang dan langsung menghampiri kursi yang diduduki Nora dan menciumi semua wajah Nora berkali-kali. "Terima kasih Mama."
" Daddy tidak dapat apa-apa gitu dari Kakak Tha?."
Tanya Alex dengan wajah merajuknya.
" Iya baiklah Daddy, aku peluk juga." Thalia memeluk erat tubuh Daddynya dengan menggunkan kekuatan penuh sampai Alex terbatuk-batuk dibuatnya.
__ADS_1
Kebahagiaan dan percakapan semua orang yang sedang berada dimeja makan tidak luput dari penglihatan Serra. hatinya begitu terbakar melihat canda tawa mereka dan permohonan Thalia. Semakin bulat dan tidak tergoyahkan lagi tekadnya unyuk membuat mereka menderita jika perlu melenyapkan mereka yang sudah mengambil posisi dan semua kebahagiaannya.