
Setelah Paman Yoda tidak sadarkan diri. dengan sekuat tenaga Serra menarik sedikit demi sedikit tubuh Paman Yoda hingga kini sudah berada diatas tempat tidurnya.Serra mulai membuka setiap kancing yang terdapat pada kemeja yang dipakai Yoda. sehingga memperlihatkan perut kotak-kotak yang dimiliki Paman Yoda.kemudian tangan Serra sudah bergerak dengan cepat membuka celananya hingga menyisakan dalaman yang warna putih yang membungkus bagian inti Paman Yoda.
" Jika ini bisa mengikat kita maka akan aku lakukan. Cinta bisa dengan perlahan datang menghampiri kita lagi. aku percaya Itu"Ucap Serra sambil membelai bagian atas dada Paman Yoda.
" Akan aku jadikan kamu milikku seutuhnya"Ucapnya lagi dengan membuka kain terakhir yang menempel pada tubuh inti Paman Yoda.
Mereka segera meninggalkan Restoran setelah selesai menjelaskan semua duduk perkaranya. kini mereka sudah berada di dalam mobil yang dikendarai Alex.
Hanya dengan melewati waktu yang cukup singkat,kini mereka sudah sampai didepan rumah Mama Ina. Mama Ina dan Opa turun duluan dengan Aleysa yang berada dalam gendongan Mama Ina. sedangkan Nora dan Alex menyusul karena sekalian membawa masuk barang bawaanya.
" Rumah sepi, pada kemana ya Kakak Thalia dan Kakak Anora?"Tanya Mama Ina dengan menirukan suara anak kecil yang lucu dan menggemaskan sambil duduk diruang keluarga.
Kemudian Opa langsung masuk kedalam kamar untuk meluruskan pinggang dan kakinya yang sudah terasa pegal sedari tadi.
" Langsung istirahat saja dulu mungkin yang lainnya sedang tidur siang juga. atau mau langsung menemui Anora dan Thalia?. karena Mama Ina tidak memberitahu siapapun tentang kalian yang akan datang kesini"Tanya Mama Ina sambil menunjukkan kamar yang akan Alex dan Nora tempati selama di sini.yang bersebelahan dengan kamar Mama Ina.
" Aku akan menidurkan Ale dulu Mama Ina baru akan menemui Anora dan Thalia"Jawab Serra dengan meletakkan Ale diatas tempat tidurnya.
" Baiklah nanti kasih tau Mama Ina saja jika sudah menidurkan Ale, nanti kita sama-sama ke kamar Anora dan Thalia.
" Iya Mama Ina, Terima kasih"Ucap Nora dengan tulus.
" Terima kasih Mama Ina" Ucap Alex sambil membawa barang-barangnya masuk kedalam kamar.
" Kamu temui saja dulu Anora dan Thalia biar aku saja yang menunggu Ale. pasti Anora sangat membutuhkan mu"Ucap Alex mengusap punggung Nora.
" Ale sama Daddy dulu ya, Mama mau ketemu Kak Ano dan Kak Thalia ya"Ucap Alex mengajak ngobrol Ale.
" Maafkan aku sudah sangat membuatmu menderita "Ucapnya lagi dengan memeluk Nora dari belakang dan mencium pucuk kepalanya.
" Baiklah aku menemui Anora dan Thalia dulu ya"Pamit Nora pada Alex dan berjalan keluar dari kamar.
" Ale sudah tidur?"Tanya Mama Ina saat melihat Nora keluar.
__ADS_1
" Belum hanya saja Alex memintaku untuk segera menemui kedua anak gadisnya"Jawab Nora.
" Tunggulah, Mama Ina memberikan air minum putih dulu buat Opa"
Nora hanya mengangguk mengiyakan.
Tak berselang lama Mama Ina sudah keluar lagi. dan mereka berjalan beriringan menuju kamar yang ditempati Anora dan Thalia.
Mama Ina langsung membuka pintu kamarnya dan benar saja Mama Ina dan Nora melihat Anora dan Thalia sedang tertidur sambil duduk diatas Sofa yang sama.
Perlahan Mama Ina menyentuh pelan pundak Thalia.
" Thalia bangun sayang ada Mamamu disini!"Ucap Mama Ina ditelinga Thalia.
Perlahan Thalia membuka kedua matanya dan benar saja sudah ada Nora yang berdiri disamping Mama Ina dengan senyuman hangatnya.
" Mama "Panggil Thalia sambil berdiri dan langsung memeluk erat Nora.
" Kak Ano Ma!!?"Ucap Thalia sambil menangis.
" Baiklah Mama Ina keluar dulu ya, silahkan kalian lanjut ngobrol.mudah-mudahan dengan kedatanganmu Anora bisa terobati"Mama Ina meniggalkan mereka didalam kamarnya.
Begitu sakit hati Nora melihat anak kandungnya sendiri sakit seperti ini karena harus ikut menanggung kesalahan yang sudah dilakukannya.
" Ano sayang, buka matamu! ini Mama?!"Ucap Nora lirih sambil berjongkok dihadapan Ano.
" Ano sayang, bangun buka matamu sayang!!, ini Mama ada disini?!"Ucapnya lagi sambil menyentuh wajah Ano.
Entah sedang bermimpi sedih atau memang Ano yang dapat merespon apa yang diucapkan Nora padanya sehingga keluar bulir bening dari Kedua sudut matanya.
" Mama...Kak Ano... "Thalia melihat Anora yang sedang mengeluarkan air matanya dengan mata yang masih terpejam.
" Bangun sayang, maaf kan Mama tidak bisa menjaga Ano dengan baik dari siapapun.malah Mama sendiri yang melukai hati mu sayang. bangunlah!!"Nora memindahkan kepala Ano pada pundaknya.
__ADS_1
" Kenapa mereka membalas semua kesalahan Mama pada Ano Ma? karena Ano anak Mama? tapi Ano tidak melakukan kesalahan apapun Ma pada mereka. tapi kenapa mereka begitu tega pada Ano Ma? kenapa bukan Mama saja yang mereka sakiti Ma? Kenapa???"Dengan mata yang masih terpejam dan rasa sedih yang teramat dalam Ano memberondong Nora dengan begitu banyak pertanyaan yang tidak mampu Nora jawab satupun.
Nora begitu erat memeluk tubuh Ano yang terlihat sudah lemas dan tanpa kekuatan.
Thaliapun ikut terhanyut dalam kesedihan yang dirasakan Kakaknya.
" Yoda, Serra " Teriak Mama Ina dengan histeris dan bersandar didaun pintu untuk mendapatkan kekuatannya agar tidak terjatuh.
Thalia langsung berlari kearah sumber suara Mama Ina dan betapa terkejutnya Thalia dengan penampakan Paman dan Mommy nya.
"Mommy... "Thalia menangis sejadi-jadinya dengan menutup wajah dengan kedua tangannya.
Alex dan Opa pun yang mendengar teriakan Mama Ina bergegas untuk melihat apa yang terjadi.dan mereka berdua pun sangat terkejut dengan perbuatan Paman Yoda dan Serra.
" Tutup pintunya Alex!! jangan sampai Nora dan Ano melihat ini"Alex pun setuju dengan Mama Ina,lantas Alexpun menutup pintu dan menguncinya.
" Daddy "
" Tha "
Thalia menangis dalam pelukan Alex.
Karena merasa kesal dan marah pada kedua orang yang tanpa malu melakukan hubungan intim tidak terganggu dengan teriakannya dan Thalia. maka Mama Ina pun mengambil air minum yang berada diatas nakas lalu menyiramkannya tepat pada bagian tubuh Paman Yoda dan Serra.
" Akh apa-apa ini?!"Paman Yoda membuka kedua matanya dan kaget melihat Opa, Mama Ina, Thalia dan bahkan Alex kini mereka berada didalam kamarnya.
Mereka menatap intens wajah Paman Yoda yang belum menyadari apa yang sudah terjadi atau ini hal biasa bagi mereka untuk melakukannya.
" Sedang apa kalian disini?, Kenapa juga Kakak menyiram tubuhku sampai basah?...."
Deg
Kini Paman Yoda merasa tidak ada yang beres dengan tubuhnya dan benar saja saat dia melihat dengan jelas ada cairan yang cukup lumayan banyak sudah mengering di bagian perut bawah dan pahanya.
__ADS_1
"Serra"Gumamnya dalam hati sambil menjambak rambutnya sendiri dengan berteriak.